• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
Dibaca : 149 Kali
Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
Dibaca : 171 Kali
Rudi Hendra Pakpahan Titipkan Estafet Kepemimpinan ke Edison Manik
Dibaca : 162 Kali
Nel Ikhwan: Jejak Langkahnya Mampu Membawa Energi Baru dan Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral
Dibaca : 165 Kali
Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
Dibaca : 224 Kali

  • Home
  • Nasional

Organisasi Berbasis Agama Memiliki Peran Penting Menjaga Lingkungan Hidup

Zulmiron
Sabtu, 14 September 2024 22:43:17 WIB
Cetak
Konferensi Nasional IRI 2024.

Jakarta, Hariantimes.com - Organisasi berbasis agama memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan hidup.

Kenapa tidak? Karena kekuatan moral dan spiritual dapat menggerakkan masyarakat untuk melestarikan hutan tropis, paru-paru dunia dan kunci dalam mengatasi perubahan iklim.

Untuk itu, melalui pendekatan pentahelix diharapkan sebuah kerangka kerja kolaboratif yang melibatkan lima elemen kunci dapat mengintegrasikan berbagai perspektif dan sumber daya untuk mencapai solusi yang holistik dan berkelanjutan dalam menjaga hutan tropis.

“Sebanyak 49 abstrak diterima, menunjukkan peningkatan minat terhadap peran agama dalam perlindungan hutan,” kata Dr Hayu Prabowo sebagai National Facilitator IRI Indonesia saat Konferensi Nasional IRI 2024 mengusung tema “Kerangka Pentahelix dalam Penanganan Penggundulan Hutan Tropis dan Perubahan Iklim Berbasis Agama” yang digelar Prakarsa Lintas Agama untuk Hutan Tropis atau Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia secara hibrida (luring dan daring) di Jakarta, Sabtu (14/09/2024).

Baca Juga :
  • Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas
  • PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten
  • Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar

Hayu menyatakan, konferensi tahunan IRI kedua ini melibatkan lima pemangku kepentingan utama (pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat sipil dan media) untuk mengatasi penggundulan hutan tropis dan perubahan iklim.

"Konferensi ini mendorong kolaborasi sains dan agama untuk solusi lingkungan yang holistik," katanya.

Ketua MUI Bidang Dakwah KH Cholil Nafis PhD dalam pidato kunci pada pembukaan konferensi menyampaikan, tanggung jawab ulama dalam menghadapi perubahan iklim.

Menurutnya, ulama memiliki peran penting dalam mengedukasi umat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah perubahan iklim.

“Ajaran agama dapat menjadi landasan untuk mendorong perilaku ramah lingkungan dan perubahan gaya hidup. MUI telah mengeluarkan fatwa-fatwa terkait pelestarian lingkungan dan meluncurkan program ecoMasjid untuk mendorong aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim,” ujar Cholil.

Rangkaian kegiatan konferensi nasional IRI ini diawali  seminar dengan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Dr Mego Pinandito, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan, BRIN dan Doddy S Sukadri PhD, Senior Advisor at the Institute for Sustainable Earth Resources (I-SER), Universitas Indonesia.

Selanjutnya pemaparan presentasi Abstrak dari karya-karya ilmiah terpilih yang sesuai dengan enam sub-tema yang ditentukan IRI dalam  mengeksplorasi kerangka pentahelix, pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat sipil, dan media, sebagai cara untuk mengatasi deforestasi dan perubahan iklim berbasis agama.

Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Dr Mego Pinandito menyatakan pentingnya kerangka pentahelix (pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, dan media) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai agama dalam menangani penggundulan hutan tropis dan perubahan iklim.

“Kolaborasi multi-sektor ini bertujuan untuk mengatasi penyebab deforestasi yang kompleks dan melibatkan peran agama dalam mendorong perilaku ramah lingkungan,” kata Mego.

Sr Advisor the Institute for Sustainable Resources (I-SER), Universitas Indonesia Doddy Sukadri PhD menyampaikan, deforestasi dan perubahan iklim di Indonesia merupakan krisis besar yang penyelesaiannya membutuhkan kontribusi semua pihak.

"Bukan hanya pemerintah, tetapi kita semua perlu bertindak dengan menumbuhkan kesadaran, meningkatkan pemahaman, dan menerapkan penanggulangannya," ujarnya.

Doddy menambahkan, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 dengan berbagai strategi, termasuk penggunaan energi terbarukan dan penghentian deforestasi.

Presentasi ini juga menyoroti pentingnya peran hutan dalam mitigasi perubahan iklim dan dampak negatif deforestasi, terutama pada lahan gambut.(*)
 


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas

PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten

RUPSLB Perpanjangan Masa Jabatan Presdir dan CEO Indosat

Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas

PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten

RUPSLB Perpanjangan Masa Jabatan Presdir dan CEO Indosat

Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
23 Oktober 2026
Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
23 Oktober 2026
Rudi Hendra Pakpahan Titipkan Estafet Kepemimpinan ke Edison Manik
23 Oktober 2026
Nel Ikhwan: Jejak Langkahnya Mampu Membawa Energi Baru dan Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral
23 Oktober 2026
Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
22 Oktober 2026
BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
21 Oktober 2026
KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
21 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
21 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
21 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penyelesaian Sengketa dan Pemetaan Rawan Pelanggaran dengan Polda Riau
21 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kolaborasi Melalui Inovasi PASIH PERDA
  • 2 Akselerasi Kinerja dan Konsolidasi Program Strategis, Kakanwil Pimpin Rapat Kinerja Kemenkum Riau
  • 3 IKAN PATIN Permudah Pengambilan Paspor, Pemohon Bisa Cek Status Secara Online
  • 4 SPS Riau Pelajari Strategi Pengembangan Media ke Batam News
  • 5 Pemkab Siak Terima Alokasi Anggaran Dukungan Verval untuk Penguatan KDKMP
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
  • 7 Keliling Empat Kampung, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Bantuan ke Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
  • 8 HUT ke-27 Kabupaten Siak, Diskominfo Salurkan Sembako ke Lansia dan Warga Membutuhkan
  • 9 Jaga Identitas dan Warisan Budaya Melayu, Disdik Siak Dorong Pelajar Mainkan Kompang dari Sekolah
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved