• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Melalui Gernas RANA, Pemerintah Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah
Dibaca : 164 Kali
ULZ Palito Minang Berdaya dan IZI Sumbar Salurkan bantuan biaya pendidikan kepada 73 Penerima Manfaat
Dibaca : 195 Kali
SMSI Desak Panja RUU PFII Memasukkan Klausul Ring-Fencing
Dibaca : 201 Kali
Genjot Potensi Pertanian 400 Ha, Pemkab Siak Perjuangkan Akses Teluk Lanus
Dibaca : 248 Kali
Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi
Dibaca : 298 Kali

  • Home
  • Riau

Dugaan Ada Pengacau dari Luar Riau di Aksi Deklarasi #2019GantiPresiden

Al Azhar: LAM Riau akan Segera Mempertanyakan Itu ke Polda Riau

Redaksi
Ahad, 26 Agustus 2018 23:14:05 WIB
Cetak
Ketum MKA LAM Riau Datuk Seri H Al Azhar angkat bicara soal persekusi terhadap inisiator aksi deklarasi #2019GantiPresiden.
Pekanbaru, Hariantimes.com - Peristiwa tertahannya inisiator aksi deklarasi #2019GantiPresiden, Hj Neno Warisman di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (25/08/2018), cukup menyita perhatian publik.

Kenapa tidak? Neno Warisman tertahan di dalam mobil hampir selama sekitar tujuh jam tanpa makan dan minum.

Terkait dengan kejadian itu, Salah satunya dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau mengeluarkan 6 point pernyataan sikap. Pernyataan sikap itu dikeluarkan langsung oleh Ketum MKA LAM Riau Datuk Seri H Al Azhar dan Ketum DPH LAM Riau Datuk Seri Syahril Abu Bakar pada Minggu (26/08/2018).

Enam point pernyataan sikap tersebut yakni sebagai berikut: Pertama; Kejadian itu tidak mencerminkan nilai-nilai adat dan budaya Melayu yang sepatutnya dihormati dan dijunjung tinggi semua orang di Provinsi Riau ini; di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Kedua; Untuk pencederaan atas nilai-nilai itu, semua pihak yang terbabit langsung dengan kejadian tersebut patut introspeksi, dengan mengedepankan hati nurani dan kejernihan akal budinya, tanpa terbawa kepentingan politik apapun.

Ketiga; Kepada pihak-pihak yang datang meminta petuah ke LAM Riau sebelum kejadian itu, pimpinan LAM Riau sudah mengingatkan, apa pun bentuknya, hendaklah tetap di koridor hukum dan peraturan perundang-undangan, dengan cara-cara jalur yang santun, beradab, dan bermartabat.

Keempat; Mari kita hormati perbedaan-perbedaan pilihan politik sesama kita; kita kelola dengan akal budi, dalam semangat harmoni sosial yang selama ini mampu kita jaga-pelihara.

Kelima; Untuk aparat keamanan, kalau diperlukan ke depan, aparat keamanan perlu mengembangkan sikap musyawarah dengan para pihak dan tidak menang-menangan.

Dan Keenam; Masyarakat adat dan kelembagaan adat jangan terprovokasi oleh hal-hal yang mencederai harmonisasi kemasyaratakatan.

Lalu apa tanggapan LAM Riau terkait dugaan ada pengacau dari luar Riau di bandara kemarin, yang kemudian terkesan dibiarkan polisi? Lalu tadi masyarakat tempatan malah tak diperbolehkan untuk aksi?

Tentang 'dugaan ada pengacau yang dari luar Riau', Ketum MKA LAM Riau Datuk Seri H Al Azhar, menyebutkan, dugaan itu perlu didalami. Bila benar bahwa dalam kelompok yang kontra deklarasi #2019gantipresiden pada kejadian di sekitar Bandara Suska II itu ada orang yang bukan warga Riau, maka harus diusut darimana mereka, siapa yang mengerahkannya, apa motif mereka dan kenapa aparat keamanan membiarkannya?

"Sebagai lembaga yang diharapkan perannya mengawal harmoni sosial yang berakar-umbi pada nilai-nilai luhur adat dan budaya Melayu di Riau, LAM Riau akan segera mempertanyakan itu kepada Polda Riau. Bila mereka ternyata adalah warga Riau dari etnik tertentu, maka kita juga akan mempertanyakan apakah mereka hadir atas keinginan pribadi, atau dimobilisasi? Dimobilisasi oleh kelompok politiknya, atau oleh pimpinan paguyubannya? Kalau oleh pimpinan paguyubannya, maka itu politik identitas berasaskan etnik namanya. Bila kelompok etnik yang lain terpancing, maka negeri ini terancam dalam keretakan sosial yang amat mudhorat. Jadi, saya menghimbau agar pimpinan paguyuban yang 'diduga kelompok etnik tertentu' itu membuat klarifikasi segera," papar Datuk Seri H Al Azhar.

Mereka inisiatif klarifikasi atau LAM baiknya tanyakan?

Datuk Seri Al Azhar mengatakan, LAM Riau menunggu inisiatif dari mereka sampai Kamis (30/08/2018) mendatang. Bila tidak ada tabayyun itu, maka LAM Riau Insya Allah akan mengundang Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau untuk membahas tindak lanjutnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedatangan Hj Neno Warisman di Pekanbaru, ditolak sejumlah orang, Sabtu (25/08/2018). Neno terjebak di depan kepungan massa yang berunjuk rasa di pintu keluar Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Neno Warisman beserta rombongan tiba di bandara sekitar pukul 15.30 WIB. Neno keluar dari terminal kedatangan bandara menaiki mobil BMW bernopol D 1352 AFK. Rombongan Neno, di antaranya Murshal Fadilah, Titi Widoretno Warisman, Syamsul Balda, dan R Mardi Hardjono. Kendaraan yang ditumpangi Neno beserta rombongan mendadak terhenti tepat di pintu gerbang Selamat Datang di Pekanbaru.

Beberapa meter di depan mereka sudah berkumpul pengunjuk rasa. Mereka membentangkan spanduk menolak kedatangan Neno. Akhirnya, mobil Neno terjebak di lokasi aksi unjuk rasa. Dan Neno beserta rombongan hingga sekitar pukul 17.00 WIB masih berada di dalam mobil putih sedan BMW tersebut.

Tim negoisator Polda Riau tampak terlibat diskusi dan berbicara dengan orang yang menemani Neno di dalam mobil. Belum diketahui isi pembicaraan karena wartawan dilarang mendekat ke sekitar mobil. Tampak di lokasi Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto dan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru. Juga ada di lokasi jajaran pimpinan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

“Ayo Polwan dan anggota Sabhara maju. Lakukan penjagaan di sini. Bagi yang tidak berkepentingan, silakan keluar dari sini,” perintah Kapolresta kepada anggota kepolisian di lokasi.

Kapolresta Kombes Susanto beberapa kali terlihat melakukan koordinasi dengan jajarannya, termasuk dengan pimpinan Lanud Roesmin Nurjadin. Markas Lanud Roesmin Nurjadin hanya beberapa puluh meter dari lokasi unjuk rasa.

“Kami ingin Bu Neno kembali ke Jakarta. Kalau tidak, kami siap menunggu (berunjuk rasa) sampai malam di sini,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Sementara itu, lewat rekaman video, yang juga disebarluaskan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Neno menjelaskan kronologi pengadangan versi dirinya tersebut.

“Izinkan saya menceritakan dari awal, bagaimana kami datang dan kemudian beberapa aparat meminta kepada kami terutama saya untuk masuk ke ruangan yang mereka inginkan. tetapi karena saya memang tujuan kita semuanya adalah melakukan hal yang baik dan tidak ada yang perlu dibicarakan. Saya memang terus berjalan ke arah mobil dr Dian Tabrani yang telah disediakan,” tutur Neno dalam video yang dicuitkan Fadli lewat akun Twitter-nya pada pukul 21.33 WIB.

“Dan saya masuk ke dalam mobil sampai kemudian di ujung di pengujung atau batas antara jalan dengan bandara itu ada gerbang yang dipenuhi aparat dan banyak sekali wartawan,” sambung Neno.

Neno mengaku dirinya dipaksa kembali ke bandara, namun desakan itu tak dipenuhi. Ia bersama penjemputnya di Pekanbaru itu pun memilih bertahan di dalam mobil hingga menjenlang Isya.

Terakhir, pada video yang disebar Fadli lewat akun Twitter yang sama, mobil yang membawa Neno diarahkan putar balik ke dalam bandara. Terdengar di sekeliling Neno seperti suara mesin pesawat yang menyala.

“Saya dipaksa pulang naik pesawat. O, begitu mau dipaksa pulang mau dibawa ke sini,” ujar Neno.

Beberapa saat terekam keributan saling tarik menarik antara pihak yang mendampingi Neno di Pekanbaru dengan seorang sosok berpakaian batik. Dari celotehan sejumlah orang yang berada di dalam mobil Neno itu menyebutkan jabatan Kepala BIN Daerah (Kabinda). Neno pun meminta kepada salah satu pendampingnya untuk menjaga tas agar tak diambil atau disandera.

Bagi Neno, ini bukanlah kali pertama dirinya ditolak saat hendak mengikuti kegiatan deklarasi #2019GantiPresiden. Sebelumnya pada 28 Juli lalu, Neno bersama rombongannya pun diadang massa saat akan menggelar deklarasi tersebut di Batam, Kepulauan Riau.

Kala itu, Neno diadang massa yang menolak kedatangannya di luar Bandara Hang Nadim, Batam. Neno yang tiba di bandara tersebut sekitar pukul 17.00 WIB pun tertahan di sana sebelum akhirnya bisa keluar dari bandara lepas tengah malam.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kemenkum Riau Terus Perkuat Dorong Lahirnya Inovasi Teknologi yang Terlindungi Hukum

Kakanwil Kemenkum Beri Dukungan Harmonisasi Ranperbup RKPD Pelalawan 2027

Kemenag Riau Bersama Ombudsman Perkuat Tata Kelola Layanan Publik

Basnang Said: PMA 30 Tahun 2025 Perkuat Tata Kelola Pesantren

Kunker ke Riau, Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi Guru Madrasah dan Pesantren

Komisi VIII DPR RI Serahkan Bantuan untuk Pesantren dan 8.800 PIP

Kemenkum Riau Terus Perkuat Dorong Lahirnya Inovasi Teknologi yang Terlindungi Hukum

Kakanwil Kemenkum Beri Dukungan Harmonisasi Ranperbup RKPD Pelalawan 2027

Kemenag Riau Bersama Ombudsman Perkuat Tata Kelola Layanan Publik

Basnang Said: PMA 30 Tahun 2025 Perkuat Tata Kelola Pesantren

Kunker ke Riau, Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi Guru Madrasah dan Pesantren

Komisi VIII DPR RI Serahkan Bantuan untuk Pesantren dan 8.800 PIP



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Melalui Gernas RANA, Pemerintah Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah
12 Juli 2026
ULZ Palito Minang Berdaya dan IZI Sumbar Salurkan bantuan biaya pendidikan kepada 73 Penerima Manfaat
11 Juli 2026
SMSI Desak Panja RUU PFII Memasukkan Klausul Ring-Fencing
11 Juli 2026
Genjot Potensi Pertanian 400 Ha, Pemkab Siak Perjuangkan Akses Teluk Lanus
11 Juli 2026
Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi
11 Juli 2026
Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Buka Penjaringan Bakal Calon Ketua
10 Juli 2026
Dukung Penuh Kehadiran PFII, SMSI Siapkan "White Paper" untuk Pemerintah
10 Juli 2026
Jaminan Kesehatan Masyarakat, Harmonisasi Ranperwako Pekanbaru Ditingkatkan
10 Juli 2026
Perpustakaan Hukum Kanwil Kemenkum Riau Menuju Digitalisasi dan Akses Publik Luas
10 Juli 2026
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
10 Juli 2026
TERPOPULER +
  • 1 Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan
  • 2 Astra International Ajak Anak Muda Jadi Inisiator Perubahan
  • 3 Muliardi: MTQ Harus Lahirkan Generasi Qur’ani dan Prestasi Nasional
  • 4 Hashim Djojohadikusumo: Perempuan Harus Jadi Penggerak Kemajuan Desa
  • 5 Khitan Ceria PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan
  • 6 Kemenkum Riau Ikuti Agenda Inti Rapat Koordinasi Pengendalian Kinerja Nasional
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Hadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional di Graha Pengayoman
  • 8 Kemenkum Riau Bersama DPRD Pastikan Transparansi APBD 2025
  • 9 Kemenkum Riau Laksanakan Pengawasan dan Monitoring Notaris
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved