• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis
Dibaca : 156 Kali
Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan
Dibaca : 161 Kali
Hilirisasi Sawit Harus Dibarengi Penguatan Ekosistem dari Hulu Hingga Hilir
Dibaca : 166 Kali
Bupati Siak Afni Zulkifli Terima Penghargaan SIEXPO Award 2026
Dibaca : 243 Kali
Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
Dibaca : 277 Kali

  • Home
  • Sosialita

Usung Judul Artikel Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Merusak Jantungmu

Dosen SMB UNIMUS Juara I Penulis Terbaik Nasional

Zulmiron
Selasa, 03 Maret 2026 10:20:44 WIB
Cetak
Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (SMB UNIMUS), Prima Trisna Aji.

Semarang, Hariantimes.com – Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (SMB UNIMUS), Prima Trisna Aji, berhasil meraih Juara I Penulis Terbaik Nasional dalam Lomba Menulis Nasional yang diselenggarakan oleh Antero Indonesia.

?Ajang yang dilaksanakan pada 29 Januari 2026 tersebut mengumumkan pemenangnya secara resmi pada 28 Februari 2026. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

?Penghargaan ini diraih melalui tulisannya yang berjudul “Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Merusak Jantungmu”. Artikel tersebut mengangkat isu gaya hidup modern yang sering dianggap biasa, namun menyimpan risiko besar bagi kesehatan jantung.

?Dalam tulisannya, Prima memotret fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Tekanan pekerjaan yang memicu stres, budaya minum kopi sebagai teman lembur, serta kebiasaan begadang demi menyelesaikan target menjadi gambaran yang akrab bagi banyak orang.

Baca Juga :
  • Lagi, UIR Pertahankan Juara 1 Pengelola Laman dan Sosial Media Terbaik Dilingkungan LLDIKTI XVII
  • Kemenkum Riau Perkuat Kolaborasi dengan UIR
  • Wamenkes Tekankan Inovasi dan Riset Kesehatan

?Sebagai dosen dengan spesialisasi jantung dan pembuluh darah, Prima menjelaskan, stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada naiknya tekanan darah. Konsumsi kafein berlebihan memacu kerja jantung secara terus-menerus. Sementara kurang tidur mengganggu ritme biologis tubuh yang berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan metabolisme.

?Ketiganya, jika berlangsung dalam jangka panjang, berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung.

?“Masyaallah Tabarakallah, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang hobi begadang dan minum kopi berlebihan,” ujar Prima saat dimintai tanggapan atas penghargaan yang diraihnya.

?Prima menegaskan, banyak orang tidak menyadari bahwa kerusakan jantung sering kali bukan akibat satu peristiwa besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.

?Bukan Sekadar Opini, Melainkan Berdasarkan Riset

?Kekuatan tulisan tersebut terletak pada integrasi antara narasi populer dan basis ilmiah. Prima tidak hanya menulis berdasarkan pengamatan, tetapi juga memasukkan hasil penelitian yang ia lakukan sepanjang akhir tahun ini. Riset tersebut mencakup efektivitas self-management pada pasien hipertensi, penanganan kasus STEMI atau serangan jantung akut, penyakit jantung koroner, hingga manajemen gagal jantung.

?Temuan-temuan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami pembaca umum tanpa kehilangan substansi ilmiahnya. Dewan juri menilai tulisan Prima memiliki kedalaman data, kekuatan refleksi, serta relevansi tinggi dengan kondisi masyarakat saat ini yang hidup dalam tekanan dan ritme cepat.

?Menurut Prima, pendekatan yang ia gunakan memang sengaja difokuskan pada kebiasaan mikro sehari-hari. Ia ingin menunjukkan bahwa pencegahan penyakit jantung bisa dimulai dari perubahan sederhana, bukan selalu menunggu kondisi darurat medis.

?Mengapa Tulisan Ini Menang?

?Dalam penilaian dewan juri, karya Prima dinilai unggul karena mampu mengangkat isu yang sangat dekat dengan pembaca, menggunakan bahasa yang ringan namun tetap berbasis bukti ilmiah (evidence-based), serta menghadirkan solusi, bukan sekadar peringatan. Tulisan tersebut tidak menggurui, melainkan mengajak pembaca bercermin pada kebiasaan masing-masing.

?Aspek keterbaruan atau novelty juga menjadi perhatian. Prima menggabungkan pendekatan micro-habit dengan evidence-based practice, sehingga edukasi kesehatan tidak terasa abstrak.

Prima juga menghadirkan konsep self-management sebagai solusi konkret yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini.
?Pendekatan ini dinilai sangat relevan dengan generasi produktif yang akrab dengan budaya lembur, kopi, dan kurang tidur. Banyak pembaca mengaku merasa “tersentil” karena apa yang ditulis seolah menggambarkan rutinitas mereka sendiri.

?Rencana Besar: Kembangkan Aplikasi untuk Pasien Jantung

?Ke depan, Prima tidak berhenti pada ranah literasi. Bahkan tengah mengembangkan penelitian lanjutan berupa aplikasi berbasis Android untuk mendukung self-management hipertensi dan penyakit jantung koroner. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pasien memantau tekanan darah secara mandiri, mengingatkan jadwal minum obat, mengatur pola makan, mengelola stres, serta memperbaiki pola tidur.

?Menurutnya, jika tulisan membangun kesadaran, maka teknologi dapat membantu menjaga konsistensi perubahan perilaku. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam menekan angka penyakit kardiovaskular di Indonesia.

?Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Nomor Satu

?Secara nasional, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas.

Dalam konteks inilah, literasi kesehatan memiliki peran penting sebagai benteng pencegahan.

?Prestasi Prima Trisna Aji bukan hanya kebanggaan bagi UNIMUS, tetapi juga menjadi bukti bahwa dosen dan peneliti dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui tulisan yang edukatif dan berbasis ilmiah.

?Dari sebuah artikel tentang kopi dan begadang, lahir kesadaran tentang jantung. Dan dari ruang akademik, lahir pesan sederhana namun kuat: menjaga kesehatan tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari perubahan kecil yang dilakukan hari ini. (*)
 


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis

Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan

Besok Malam Dilantik, Amran Tambi Siapkan PKDP Riau Lebih Solid dan Berdaya Guna

Kemenkum Riau Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Transformasi Digital dan Percepatan Layanan Hukum

Kemenkum Riau dan Pemkab Meranti Perkuat Perlindungan Kopi Liberika dan Sagu

Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis

Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan

Besok Malam Dilantik, Amran Tambi Siapkan PKDP Riau Lebih Solid dan Berdaya Guna

Kemenkum Riau Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Kanwil Kemenkum Riau Dukung Transformasi Digital dan Percepatan Layanan Hukum

Kemenkum Riau dan Pemkab Meranti Perkuat Perlindungan Kopi Liberika dan Sagu



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis
09 Agustus 2026
Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan
09 Agustus 2026
Hilirisasi Sawit Harus Dibarengi Penguatan Ekosistem dari Hulu Hingga Hilir
08 Agustus 2026
Bupati Siak Afni Zulkifli Terima Penghargaan SIEXPO Award 2026
08 Agustus 2026
Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
07 Agustus 2026
Lestarikan Tradisi Menolak Bala, Pemkab Siak Matangkan Pelaksanaan Ghatib Beghanyut
07 Agustus 2026
Karhutla Kerumutan dan Sungai Guntung Hilir Belum Padam, Ferdian: Tim Hadapi Sejumlah Tantangan
07 Agustus 2026
Besok Malam Dilantik, Amran Tambi Siapkan PKDP Riau Lebih Solid dan Berdaya Guna
07 Agustus 2026
Kemenkum Riau Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak
07 Agustus 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Transformasi Digital dan Percepatan Layanan Hukum
07 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 PPI Lestarikan Kekayaan Budaya Melalui Karya Sastra
  • 2 Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
  • 3 Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
  • 5 Menteri PPN/Bappenas Prof Rachmat Pambudy Keynote Speaker SIEXPO 2026 di Pekanbaru
  • 6 Evaluasi Kinerja Semester I 2026, Kanim Pekanbaru Raih Penghargaan Humas Most Popular
  • 7 Pianisril-Zulkifli Ali Juarai Fun Pingpong Competition SKK Migas-EMP-PWI Riau
  • 8 Fun Pingpong Competition Perkuat Kemitraan PWI Riau, SKK Migas dan EMP
  • 9 1 Agustus, Menag Ajak Masyarakat Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved