• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Menuju Pasar Ekspor, Pucuk Rebung-PHR Sukses Berkolaborasi Berdayakan UMKM Riau
Dibaca : 152 Kali
Pemkab Siak Dorong Petani Jemput Program PSR
Dibaca : 213 Kali
Tanamkan Pendidikan Penuh Kasih, Guru RA Didorong Terapkan KBC
Dibaca : 199 Kali
Jawaban Pemerintah Atas LKPJ 2025: Wabup Siak Tekankan Efisiensi Anggaran dan Sinergi Program Nasional
Dibaca : 213 Kali
Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional, Kemenag Riau Dorong Implementasi GEMAH ASRI di KUA
Dibaca : 216 Kali

  • Home
  • Sosialita

Usung Judul Artikel Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Merusak Jantungmu

Dosen SMB UNIMUS Juara I Penulis Terbaik Nasional

Zulmiron
Selasa, 03 Maret 2026 10:20:44 WIB
Cetak
Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (SMB UNIMUS), Prima Trisna Aji.

Semarang, Hariantimes.com – Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (SMB UNIMUS), Prima Trisna Aji, berhasil meraih Juara I Penulis Terbaik Nasional dalam Lomba Menulis Nasional yang diselenggarakan oleh Antero Indonesia.

?Ajang yang dilaksanakan pada 29 Januari 2026 tersebut mengumumkan pemenangnya secara resmi pada 28 Februari 2026. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

?Penghargaan ini diraih melalui tulisannya yang berjudul “Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Merusak Jantungmu”. Artikel tersebut mengangkat isu gaya hidup modern yang sering dianggap biasa, namun menyimpan risiko besar bagi kesehatan jantung.

?Dalam tulisannya, Prima memotret fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Tekanan pekerjaan yang memicu stres, budaya minum kopi sebagai teman lembur, serta kebiasaan begadang demi menyelesaikan target menjadi gambaran yang akrab bagi banyak orang.

Baca Juga :
  • Puluhan Dosen Unilak Raih Pendanaan Hibah Penelitian dan Pengabdian Kemdiktisaintek 2026
  • Sukses Gelar Pengabdian Internasional di Malaysia, UIR Perkuat Aqidah dan Literasi Digital Mahasiswa Orang Asli
  • Versi EduRank dan UniRank, UIR Tiga Tahun Berturut Sukses Duduki Peringkat 1 PTS se Riau

?Sebagai dosen dengan spesialisasi jantung dan pembuluh darah, Prima menjelaskan, stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada naiknya tekanan darah. Konsumsi kafein berlebihan memacu kerja jantung secara terus-menerus. Sementara kurang tidur mengganggu ritme biologis tubuh yang berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan metabolisme.

?Ketiganya, jika berlangsung dalam jangka panjang, berpotensi meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung.

?“Masyaallah Tabarakallah, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang hobi begadang dan minum kopi berlebihan,” ujar Prima saat dimintai tanggapan atas penghargaan yang diraihnya.

?Prima menegaskan, banyak orang tidak menyadari bahwa kerusakan jantung sering kali bukan akibat satu peristiwa besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.

?Bukan Sekadar Opini, Melainkan Berdasarkan Riset

?Kekuatan tulisan tersebut terletak pada integrasi antara narasi populer dan basis ilmiah. Prima tidak hanya menulis berdasarkan pengamatan, tetapi juga memasukkan hasil penelitian yang ia lakukan sepanjang akhir tahun ini. Riset tersebut mencakup efektivitas self-management pada pasien hipertensi, penanganan kasus STEMI atau serangan jantung akut, penyakit jantung koroner, hingga manajemen gagal jantung.

?Temuan-temuan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami pembaca umum tanpa kehilangan substansi ilmiahnya. Dewan juri menilai tulisan Prima memiliki kedalaman data, kekuatan refleksi, serta relevansi tinggi dengan kondisi masyarakat saat ini yang hidup dalam tekanan dan ritme cepat.

?Menurut Prima, pendekatan yang ia gunakan memang sengaja difokuskan pada kebiasaan mikro sehari-hari. Ia ingin menunjukkan bahwa pencegahan penyakit jantung bisa dimulai dari perubahan sederhana, bukan selalu menunggu kondisi darurat medis.

?Mengapa Tulisan Ini Menang?

?Dalam penilaian dewan juri, karya Prima dinilai unggul karena mampu mengangkat isu yang sangat dekat dengan pembaca, menggunakan bahasa yang ringan namun tetap berbasis bukti ilmiah (evidence-based), serta menghadirkan solusi, bukan sekadar peringatan. Tulisan tersebut tidak menggurui, melainkan mengajak pembaca bercermin pada kebiasaan masing-masing.

?Aspek keterbaruan atau novelty juga menjadi perhatian. Prima menggabungkan pendekatan micro-habit dengan evidence-based practice, sehingga edukasi kesehatan tidak terasa abstrak.

Prima juga menghadirkan konsep self-management sebagai solusi konkret yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini.
?Pendekatan ini dinilai sangat relevan dengan generasi produktif yang akrab dengan budaya lembur, kopi, dan kurang tidur. Banyak pembaca mengaku merasa “tersentil” karena apa yang ditulis seolah menggambarkan rutinitas mereka sendiri.

?Rencana Besar: Kembangkan Aplikasi untuk Pasien Jantung

?Ke depan, Prima tidak berhenti pada ranah literasi. Bahkan tengah mengembangkan penelitian lanjutan berupa aplikasi berbasis Android untuk mendukung self-management hipertensi dan penyakit jantung koroner. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pasien memantau tekanan darah secara mandiri, mengingatkan jadwal minum obat, mengatur pola makan, mengelola stres, serta memperbaiki pola tidur.

?Menurutnya, jika tulisan membangun kesadaran, maka teknologi dapat membantu menjaga konsistensi perubahan perilaku. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam menekan angka penyakit kardiovaskular di Indonesia.

?Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Nomor Satu

?Secara nasional, penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas.

Dalam konteks inilah, literasi kesehatan memiliki peran penting sebagai benteng pencegahan.

?Prestasi Prima Trisna Aji bukan hanya kebanggaan bagi UNIMUS, tetapi juga menjadi bukti bahwa dosen dan peneliti dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui tulisan yang edukatif dan berbasis ilmiah.

?Dari sebuah artikel tentang kopi dan begadang, lahir kesadaran tentang jantung. Dan dari ruang akademik, lahir pesan sederhana namun kuat: menjaga kesehatan tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari perubahan kecil yang dilakukan hari ini. (*)
 


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional, Kemenag Riau Dorong Implementasi GEMAH ASRI di KUA

Jaga Kerukunan Umat Beragama, Gugun Gumilar: Komunikasi dan Kolaborasi dengan Toga Harus Terus Diperkuat

PWI Riau Terima Aspirasi DPW NasDem, Raja Isyam: Akan Kami Teruskan ke PWI Pusat dan Dewan Pers

I Dewa Gede Wirajana Nakhodai Kejati Riau, Harapan Baru Penegakan Hukum di Riau

Luncurkan Buku Autobiografi Jalan Hidup Anak Pujud, Saleh Djasit: Semuanya Dilalui dengan Kerja Keras

Kanwil Kemenkumham Riau Siap Masifkan Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru

Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional, Kemenag Riau Dorong Implementasi GEMAH ASRI di KUA

Jaga Kerukunan Umat Beragama, Gugun Gumilar: Komunikasi dan Kolaborasi dengan Toga Harus Terus Diperkuat

PWI Riau Terima Aspirasi DPW NasDem, Raja Isyam: Akan Kami Teruskan ke PWI Pusat dan Dewan Pers

I Dewa Gede Wirajana Nakhodai Kejati Riau, Harapan Baru Penegakan Hukum di Riau

Luncurkan Buku Autobiografi Jalan Hidup Anak Pujud, Saleh Djasit: Semuanya Dilalui dengan Kerja Keras

Kanwil Kemenkumham Riau Siap Masifkan Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Menuju Pasar Ekspor, Pucuk Rebung-PHR Sukses Berkolaborasi Berdayakan UMKM Riau
17 April 2026
Pemkab Siak Dorong Petani Jemput Program PSR
16 April 2026
Tanamkan Pendidikan Penuh Kasih, Guru RA Didorong Terapkan KBC
16 April 2026
Jawaban Pemerintah Atas LKPJ 2025: Wabup Siak Tekankan Efisiensi Anggaran dan Sinergi Program Nasional
16 April 2026
Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Profesional, Kemenag Riau Dorong Implementasi GEMAH ASRI di KUA
16 April 2026
Jaga Kerukunan Umat Beragama, Gugun Gumilar: Komunikasi dan Kolaborasi dengan Toga Harus Terus Diperkuat
16 April 2026
Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
16 April 2026
Itjen Harus Cegah Masalah, Menaker: Saya Ingin Pengawasan Tak Dianggap Sebagai Beban
16 April 2026
PWI Riau Terima Aspirasi DPW NasDem, Raja Isyam: Akan Kami Teruskan ke PWI Pusat dan Dewan Pers
16 April 2026
Kemnaker Gandeng TikTok Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
15 April 2026
TERPOPULER +
  • 1 Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Menaker: Tantangan Ada pada Implementasi
  • 2 Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
  • 3 Polwan Polres Siak Gelar Trauma Healing bagi Siswa SMP Sains Tahfizh Siak
  • 4 Aksi Goro Massal di Siak, Mahadar: Ini Wajib Kita Pertahankan
  • 5 Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out
  • 6 Versi EduRank dan UniRank, UIR Tiga Tahun Berturut Sukses Duduki Peringkat 1 PTS se Riau
  • 7 Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR
  • 8 Dorong Produktivitas Petani, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Dua Unit Mesin Panen Padi
  • 9 Prodi Magister Manajemen Rekayasa Unilak Resmi Berdiri, Junaidi: Siap Menerima Mahasiswa Baru
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved