• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
Dibaca : 303 Kali
Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
Dibaca : 211 Kali
Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
Dibaca : 216 Kali
Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
Dibaca : 216 Kali
Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
Dibaca : 253 Kali

  • Home
  • Riau

Diskes Riau Evaluasi Jejaring Skrining Layak Hamil, ANC dan Stunting

Zulmiron
Ahad, 04 Agustus 2024 20:09:32 WIB
Cetak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau drg Sri Sadono Mulyanto MHan.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Saat ini, Indonesia masih mempunyai banyak permasalahan dan tantangan dalam upaya pelayanan kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak-hak reproduksi.

Ini tercermin dari masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 189 per 100.000 kelahiran hidup (SP 2020) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 16,8 per 1.000 kelahiran hidup (SP 2020), serta masih rendahnya status kesehatan perempuan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau drg Sri Sadono Mulyanto MHan saat membuka rapat pembentukan dan evaluasi jejaring skrining layak hamil, Antenatal Care (ANC) dan stunting di Pekanbaru, Kamis (01/08/2024).

Rapat ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Kepala Kantor Kemenag Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Kepala Disdaldukcapil Kabupaten/Kota dan an para undangan peserta rapat pembentukan dan evaluasi jejaring skrining layak hamil, ANC dan stunting.

Baca Juga :
  • Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta

Berdasarkan Riskesdas 2018, beber drg Sri Sadono Mulyanto, Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada perempuan usia 15 hingga 19 tahun sebesar 36,3 persen dan pada ibu hamil sebesar 17,3 persen. Sementara anemia pada ibu hamil sebesar 48,9 persen, 1 dari 4 orang anak mengalami stunting.

"Pernikahan dan kehamilan remaja juga masih cukup tinggi," katanya.

Menurut SDKI 2017, ungkap drg Sri Sadono Mulyanto, sebanyak 17,4 persen perempuan usia 19 tahun telah menjadi ibu atau sedang hamil anak pertama. Sedangkan angka fertilitas kelompok umur 15 hingga 19 tahun sebesar 32/1000 perempuan umur 15 hingga 19 tahun (SKAP 2019).

Untuk mencegah kematian pada ibu dan bayi, sambung drg Sri Sadono Mulyanto, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaksanakan 4 program strategi utama penyelamatan ibu dan bayi. Yaitu pada masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa persalinan dan bayi baru lahir serta pada masa pasca persalinan.

"Skrining layak hamil dilaksanakan pada masa sebelum hamil dengan melakukan Edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja putri, calon pengantin dan pasangan usia subur tentang perencanan kehamilan sehat dengan melakukan deteksi dini/skrining dan pelayanan kesehatan," sebut drg Sri Sadono Mulyanto sembari menyebutkan, pentingnya pelayanan kesehatan masa sebelum hamil dalam mendukung penurunan AKI, AKB dan Stunting. Karena masih banyaknya calon pengantin (catin) dan PUS Perempuan dengan masalah kesehatan yang berisiko jika hamil.

"70 persen catin akan hamil dalam 1 tahun pertama setelah pernikahan dan masyarakat masih menganggap kehamilan kedua dan seterusnya lebih mudah dan tidak berisiko daripada kehamilan pertama. Untuk itu, penting melakukan perencanaan kehamilan (skrining layak hamil) sehingga dapat menjalani kehamilan dan persalinan yang sehat dan selamat serta memperoleh bayi yang sehat," katanya.

Menurut drg Sri Sadono Mulyanto, ehamilan yang ideal adalah kehamilan yang direncanakan, diinginkan dan dijaga  perkembangannya secara baik. Sementara kehamilan yang tidak diinginkan dapat terjadi pada PUS yang tidak menggunakan kontrasepsi. Padahal tidak ingin hamil, telah menggunakan kontrasepsi namun mengalami kegagalan dan akibat hubungan seks pranikah.

"Kehamilan yang tidak diinginkan dapat berdampak negatif pada kondisi ibu dan anak. Karena dapat terjadi pengabaian kesehatan ibu dan anak saat proses kehamilan, persalinan dan nifas, potensi pengguguran kandungan yang tidak aman, melahirkan anak yang tidak sehat dan pengabaian terhadap hak-hak anak," katanya.

Namun, ungkap drg Sri Sadono Mulyanto banyak tantangan dalam melakukan skrining layak hamil. Dimana salah satunya jumlah PUS yang banyak dan PUS perempuan banyak mempunyai permasalahan kesehatan. Maka dilakukan terobosan dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi, dengan pengembangan dan pemanfaatan aplikasi kescatin yang dilakukan secara mandiri oleh PUS dan data akan terintegrasi ke e-kohort dan pelaksanaan dapat dilakukan di Posyandu. Sehingga hasil screening akan dapat dipantau oleh petugas kesehatan di e-kohort kesehatan usia produktif dan bagi PUS perempuan yang berisiko dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas Kesehatan.

"Saya menyambut gembira kegiatan rapat pembentukan dan evaluasi jejaring skrining layak hamil, ANC dan stunting  ini. Besar harapan saya akan terus terjalin sinergitas. Sehingga akan tercipta dukungan dan komitmen yang kuat dari Dinas Kesehatan, Kemenag, Disdaldukcapil dan BKKBN dalam upaya percepatan penurunan AKI/AKB dan stunting di Provinsi Riau. Semoga tujuan kita dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia dan Riau khususnya dapat tercapai. Semoga pertemuan ini dapat meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu mendapat Ridho dari Allah SWT," harap drg Sri Sadono Mulyanto.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ombudsman Riau Terima 610 Akses Layanan, Bambang: Pemda dan Isu Kelistrikan Paling Banyak Dilaporkan

Terima Pengurus PWI Riau, SF Hariyanto: Acara Porwanas Nanti Kita Dukunglah

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides

Ombudsman Riau Terima 610 Akses Layanan, Bambang: Pemda dan Isu Kelistrikan Paling Banyak Dilaporkan

Terima Pengurus PWI Riau, SF Hariyanto: Acara Porwanas Nanti Kita Dukunglah

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
24 Oktober 2026
Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
24 Oktober 2026
Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
24 Oktober 2026
Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
24 Oktober 2026
Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
23 Oktober 2026
Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
23 Oktober 2026
Rudi Hendra Pakpahan Titipkan Estafet Kepemimpinan ke Edison Manik
23 Oktober 2026
Nel Ikhwan: Jejak Langkahnya Mampu Membawa Energi Baru dan Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral
23 Oktober 2026
Kemenag Siak Gelar Kemah 2026 Kerukunan, Kemah Madrasah, dan Kemah Ekoteologi
22 Oktober 2026
BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
21 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Koalisi Masyarakat Sipil Riau Gandeng Fraksi Partai Demokrat Dorong Kaukus Parlemen Hijau
  • 2 Ribuan Pelari Ramaikan Siak Run 2026, Pemkab Siak Dorong Sport Tourism
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kolaborasi Melalui Inovasi PASIH PERDA
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pembahasan Penyempurnaan Pedoman Pemeriksaan Protokol Notaris
  • 6 SK 2.994 ASN PPPK Paruh Waktu Diperpanjang, Afni: Bekerjalah dengan Baik, Loyal pada Rakyat
  • 7 Akselerasi Kinerja dan Konsolidasi Program Strategis, Kakanwil Pimpin Rapat Kinerja Kemenkum Riau
  • 8 IKAN PATIN Permudah Pengambilan Paspor, Pemohon Bisa Cek Status Secara Online
  • 9 SPS Riau Pelajari Strategi Pengembangan Media ke Batam News
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved