• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
Dibaca : 307 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
Dibaca : 280 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Dibaca : 257 Kali
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
Dibaca : 274 Kali
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
Dibaca : 275 Kali

  • Home
  • Opini

Melihat Kehidupan Mayarakat Pesisir di Desa Teluk Papal dalam Prespektif Sosiologi (2)

‘’Ekonomi Mayarakat Masih Memprihatinkan’’

Redaksi
Ahad, 20 Desember 2020 17:58:14 WIB
Cetak
Sampan-sampan nelayan warga suku asli sebagai penopang ekonomi mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Bengkalis, Hariantimes-com -  Penduduk di daerah pesisir memiliki tingkat ekonomi yang relatif rendah. Karakteristik sosial ekonomi masyarakat pesisir sebagian besar bermata pencaharian disektor kelautan dan perikanan.

Pada umumnya setiap masyarakat menginginkan kondisi kehidupannya berkembang semakin baik. Suatu kehidupan dimana kebutuhan-kebutuhan dapat semakin terpenuhi sehingga ada rasa aman karena tidak lagi dihantui kekhawatiran hari esok, kehidupan yang memberikan iklim kondusif guna aktualisasi diri dan untuk terwujudnya proses relasi sosial yang harmonis dan berkeadilan.

Dengan demikian, apabila kehidupan saat sekarang belum memenuhi kondisi ideal tersebut, selalu ada dorongan untuk melakukan perubahan sebagai bentuk usaha guna mewujudkannya. Demikian juga apabila terdapat realitas yang dianggap menghambat tercapainya kondisi ideal tersebut akan mendorong usaha untuk melakukan perubahan untuk memperbaikinya.

Pada awal kemerdekaan negara yang sedang berkembang, mereka menyadari bahwa dilihat dari kondisi sosial ekonominya, posisi mereka jauh ketinggalan dari negara lain yang dianggap sudah maju. Oleh sebab itu, sangat mengherankan apabila pada era saat ini terdapat pembagian kelompok didalam sebuah negara yaitu adanya perbedaan suku dan ras.

Dalam sebuah kelompok tertentu yaitu salah satunya di daerah masyarakat pesisir menyadari akan ketertinggalannya. Mereka berusaha melakukan upaya untuk mempersempit jarak dengan kelompok lainnya.

Walaupun demikian, dalam upaya tersebut sekalipun tidak menutup pintu terhadap bantuan dari luar, akan tetapi tetap mengedepankan kemandirian. Wujud dari kemandirian tersebut berasal dari kerja keras mereka dalam menunjang ekonomi yaitu dengan tetap mencari penghasilan dari laut.

Berdasarkan prespektif keterbelakangan dan kemandirian tersebut upaya pembangunan masyarakat dilakukan dengan memadukan otoritas dari pemerintah dengan potensi dan partisipasi masyarakat. (Soetomo, 2011 : 37-38).

Dalam dinamika kehidupan masyarakat sosial sering terjadi adanya perkembangan ekonomi yang berdampak pada kehidupan yang semakin individualistis dan atomistis sehingga memperlemah solidaritas sosial dan integrasi sosial.

Solidaritas sosial dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk modal sosial yang berdampak positif bagi pembangunan ekonomi, sebaliknya pembangunan ekonomi melalui tindakan kolektif dalam kehidupan komunitas semakin memperkokoh solidaritas sosial dan integrasi sosial. (Soetomo, 2011 : 39-40)

Masyarakat pesisir Desa Teluk Papal memiliki tingkat ekonomi yang masih standar. Jika dilihat dari penghasilan sebagai seorang nelayan. Mereka merupakan salah satu yang paling unggul. Akan tetapi, penghasilan yang diperoleh tidak di gunakan untuk jangka panjang.

Dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang relative dalam tingkat kesejahteraan rendah, maka dalam jangka panjang tekanan sumber daya masyarakat pesisir akan semakin besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir ke depannya.

Masyarakat peisir paling rentan terhimpit berbagai tekanan. Kebutuhan hidup mereka juga tergantung pada iklim, apabila cuaca tidak mendukung dan perkiraan pasang surut air laut yang tidak menentu membuat mereka harus memberhentikan pencaharian mereka sebagai seorang nelayan. Mereka harus menunggu beberapa hari hingga kondisi iklim membaik.(bersambung)

                    


 Editor : a kasim

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
06 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
06 November 2026
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
06 November 2026
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
06 November 2026
Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
  • 2 Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 3 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • 4 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 5 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 6 Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
  • 8 Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
  • 9 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved