Karom dan Karu Kloter BTH 09 Ziarah ke Makam Almarhumah Marati di Maqbarah Syara'i Makkah
Makkah, Hariantimes.com - Suasana duka berbalut keikhlasan dan kekhusyukan mewarnai kegiatan ziarah yang dilakukan jajaran Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Kloter BTH 09.
Mereka bertolak menuju Maqbarah Syara'i (Sharae) di Makkah untuk ziarah memanjatkan doa secara langsung di pusara almarhumah Marati (65), jemaah haji Indonesia yang baru saja berpulang ke Rahmatullah.
Almarhumah Marati merupakan jemaah haji yang tergabung dalam Rombongan 09, Kloter BTH 09, asal Kabupaten Bengkalis dan wafat di kamar hotel pada Rabu (13/05/2026).
Kepergian almarhumah di Tanah Suci ini meninggalkan duka mendalam. Segenap petugas Kloter, Karom, Karu, beserta seluruh jemaah BTH 09 turut menyampaikan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya.
"Kami segenap petugas dan jemaah kloter BTH 09 merasa kehilangan. Namun, kami bersaksi almarhumah adalah orang baik yang dipanggil Allah SWT di tempat dan waktu yang sangat mulia. Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan doa kami untuk beliau," ungkap perwakilan petugas kloter.
Sebelum dimakamkan di Maqbarah Syara'i, jenazah almarhumah Marati telah mendapatkan penghormatan tertinggi. Jenazah dibawa ke Masjidil Haram dan disalatkan oleh jutaan umat Islam usai pelaksanaan salat Subuh berjemaah.
Bagi masyarakat Indonesia, Maqbarah Syara'i (Sharae) mungkin belum sepopuler Pemakaman Ma'la. Namun, pemakaman ini memegang peranan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Maqbarah Syara'i adalah kompleks pemakaman umum di Makkah yang secara khusus diperuntukkan bagi jemaah haji atau warga negara asing (non-Saudi Arabia) yang wafat di Kota Makkah.
Terletak sekitar 15 kilometer dari Masjidil Haram, mendekati arah perbatasan menuju Thaif. Berbeda dengan pemakaman di Tanah Air, Maqbarah Syara'i berupa hamparan tanah luas di kawasan berbukit batu. Makam-makam di sini dibuat sangat sederhana. Tidak ada bangunan kijing, keramik, maupun nama yang tertulis di atas nisan. Setiap makam hanya ditandai dengan gundukan tanah yang sejajar dan dua buah bongkahan batu bersahaja sebagai penanda letak kepala dan kaki.
Keseragaman bentuk makam di Maqbarah Syara'i ini seolah memberikan pesan spiritual yang kuat: bahwa di hadapan Sang Pencipta, seluruh manusia dari berbagai ras, negara, dan latar belakang memiliki kedudukan yang sama, hanya berbekal kain kafan dan amal ibadahnya. Di hamparan tanah penuh kesederhanaan inilah, almarhumah Marati kini beristirahat dengan tenang. Semoga husnul khatimah.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar