• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
Dibaca : 287 Kali
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
Dibaca : 255 Kali
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
Dibaca : 259 Kali
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
Dibaca : 238 Kali
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
Dibaca : 304 Kali

  • Home
  • Ekonomi

BBKSDA Riau dan YTNTN Berupaya Usir Gajah Liar Dari Kebun Warga Cerenti

Redaksi
Ahad, 28 Juni 2020 18:26:26 WIB
Cetak
Tim BBKSDA Riau dan YTNTN Bersama Masyarakat Cerenti saat melaksanakan upaya pengusiran gajah liar 
Cerenti, HarianTimes.com - Lebih kurang dua pekan sudah kawanan gajah liar merusak lahan perkebunan milik masyarakat Desa Pesikaian dan Pulau Panjang, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Warga di dua desa di Kecamatan Cerenti sudah sangat resah dengan kedatangan tamu tak diundang ini. Dimana kedatangannya merusak lahan perkebunan sawit warga setempat tersebut.

Hal itu lah yang diungkapkan oleh salahsatu warga setempat, Eky kepada salah satu media di Kabupaten Kuansing. Dimana kata dia, kejadian ini bukan untuk yang pertama kalinya lagi.

"Kawanan Gajah liar ini sudah sangat merugikan masyarakat, hampir dua Minggu kami begadang malam menjaga kebun agar kawanan gajah ini tidak masuk dan merusak. Bukan hanya kali ini, sebelumnya kawanan gajah liar ini juga pernah datang yang mengakibatkan ratusan batang kelapa sawit habis buat jadi santapan gajah tersebut," ujarnya.

Dari pantauan HarianTimes.com pada Minggu (28/6/2020) di lapangan, Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) sejak Rabu (24/6/2020) lalu sudah di lokasi tersebut, guna melakukan upaya pengusiran bersama warga terhadap gajah liar tersebut.

"Sejak tanggal 24 Juni 2020 lalu, tim dari Resort KSDA Lingkup Bidang Wilayah I Kerumutan Selatan sudah berada di lokasi, guna menindak lanjuti atas laporan dari Camat Cerenti Yuhendra, bahwa ada kawanan gajah liar yang memasuki dan memakan tanaman sawit masyarakat Desa Pesikaian. Sekitar pukul 09.15 WIB, tim berangkat menuju ke lokasi penanganan konflik satwa liar gajah sumatera di Desa Pesikaian," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono melalui Kabid Wilayah I, Andri Hansen Siregar melalui Humas BBKSDA, Dian Indriati.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa, setelah sampai Tim melakukan Koordinasi dengan Kepala Desa, terkait adanya kemunculan satwa liar gajah sumatera di perkebunan masyarakat tersebut. Menurut Informasi ketika itu, sambungnya, Gajah tersebut sudah 3 hari di perkebunan masyarakat, dan berjumlah 2 (dua) ekor.

"Selanjutnya tim bersama masyarakat melakukan penyelusuran ke areal biasa satwa liar gajah melintas, namun tim tidak menjumpai tanda tanda keberadaan gajah liar tersebut. Setelah itu tim melakukan sosialisasi terhadap masyarakat supaya tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa yang dapat berhadapan dengan hukum," ucapnya.

Sekitar pukul 16. 49 WIB, kata Dian, tim mendapatkan informasi adanya masyarakat mendengar suara satwa tersebut. "Tim pun langsung menuju ke lokasi dan melakukan penyelusuran ke dalam hutan, dan sekira pukul 17.47 WIB, tim menemukan fisik gajah liar yang berjumlah 2 ekor jantan yang di perkirakan berumur 12 sampai 13 tahun. Lokasi berada sekitar 1 km dr jalan Lintas Inhu-Kuansing," jelasnya.

"Sampai saat ini, tim KSDA Riau dan YTNTN masih berada dan melakukan upaya penggiringan bersama masyarakat untuk pengusiran satwa gajah liar tersebut, dari lahan perkebunan masyarakat," tandasnya.*


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Indosat Tampilkan Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Double-Digit pada Laba Bersih

Hadirkan AIvolusi5G, Indosat Perkuat Kualitas dan Keamanan Jaringan di Medan

Percepat Pembangunan Daerah, Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Pembiayaan Syariah dengan BRK Syariah

Periode Tahun Baru, Trafik Indosat Melonjak Double Digit

Ditopang Ekspor Non Migas yang Tumbuh 21,18 Persen, Asep: Neraca Perdagangan Riau Surplus

Indosat Tampilkan Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Pertumbuhan Double-Digit pada Laba Bersih

Hadirkan AIvolusi5G, Indosat Perkuat Kualitas dan Keamanan Jaringan di Medan

Percepat Pembangunan Daerah, Pemkab Kuansing Jajaki Kerjasama Pembiayaan Syariah dengan BRK Syariah

Periode Tahun Baru, Trafik Indosat Melonjak Double Digit

Ditopang Ekspor Non Migas yang Tumbuh 21,18 Persen, Asep: Neraca Perdagangan Riau Surplus



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
15 Maret 2026
Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
14 Maret 2026
Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
14 Maret 2026
Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
14 Maret 2026
Pecahkan Rekor MURI, Dave Hendrik dan Iwet 11 Jam Live TikTok Tanpa Putus Bareng Indosat
14 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Demi THR, Zufra Irwan: Jangan "Gadaikan" Integritas
  • 2 Lantik 60 Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Siak Afni Tekankan ASN Melayani Masyarakat
  • 3 Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran
  • 4 Perdana Digelar, Kakanwil Kemenag Riau Harap Lomba Kaligrafi Mampu Hidupkan Seni Al-Qur’an di Masyarakat
  • 5 Pemkab Siak Bahas Kesiapan Hadapi Arus Mudik dan Inflasi Jelang Lebaran
  • 6 Sekdakab Siak Mahadar Minta Masyarakat tidak Membakar Sampah Sembarangan
  • 7 Safari Ramadhan Pemkab Siak di Tualang, Wabup Ajak Masyarakat Dukung Program Pemerintah
  • 8 Buka Puasa Bersama, PWI Riau Hadirkan UAS dan Santuni Anak Yatim
  • 9 Masjid Al Husna Marpoyan Salah Satu Masjid Ramah Pemudik di Riau
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved