• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Sukseskan Puncak Peringatan HPN, Pengurus PWI Pusat Rapat Konsolidasi Bersama Panitia
Dibaca : 173 Kali
Lantik 5 Penyidik PNS di Riau, Rudy Hendra Pakpahan: Kami Berharap Selalu Berpedoman pada Aturan Hukum yang Berlaku
Dibaca : 173 Kali
Pelindungan KI Sektor Ekonomi Kreatif, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Dinas Pariwisata
Dibaca : 167 Kali
Operasi Keselamatan LK 2026, Satlantas Polres Siak Gencarkan Edukasi Tertib Lalu Lintas
Dibaca : 181 Kali
Dukung LK 2026, Polres Siak Periksa Kelengkapan Berkendara Milik Seluruh Personel
Dibaca : 182 Kali

  • Home
  • Meranti

1.170 Balita di Meranti Menderita Stunting

Redaksi
Kamis, 05 Desember 2019 20:47:13 WIB
Cetak
Acara Pertemuan dan Pencegahan Penurunan Stunting Lintas Sektor, di Ballroom Hotel AKA Meranti, Selatpanjnag, Kamis (05/12/2019).

Meranti, Hariantimes.com - Dari hasil pendataan pihak Dinas Kesehatan Meranti, saat ini sebanyak 1.170 Balita di Meranti menderita Stunting atau 12 persen dari total Balita se Kabupaten Meranti.

Meski secara angka tergolong cukup besar, namun jumlah Balita penderita Stunting di Meranti masih dibawah rata-rata Nasional yang mencapai 30.8 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr Roswita menungkapkan, jumlah Stunting terbesar di Meranti tersebar di 24 desa dari 103. Di antaranya Pelantai, Sungai Tohor Barat dan lainnya. Namun untuk yang tertinggi berada di Desa Tanjung Dahrul Takzim Kecamatan Tebing Tebing Tinggi Barat dengan jumlah balita penderita mencapai 30 persen.

"Angka Stunting di Meranti mencapai 12 persen masih jauh dibawah rata-rata Nasional yang mencapai 30.8 persen. Artinya, masih diposisi aman. Meski begitu, masalah ini perlu ditangani dengan serius agar dapat ditekan dan tidak terjadi penambahan," jelas Roswita saat menghadiri dan membuka acara Pertemuan dan Pencegahan Penurunan Stunting Lintas Sektor, di Ballroom Hotel AKA Meranti, Selatpanjnag, Kamis (05/12/2019).

Kadiskes menyampaikan, masalah Stunting di Indonesia mendapat perhatian serius dari Pemerintan Pusat untuk dituntaskan. Tak tanggung-tanggung, untuk penanganan masalah ini langsung dipimpin Wakil Presiden RI.

Untuk mendukung program ini, katanya, Pemerintan Pusat pun menganggarkan dana miliaran rupiah untuk dikucurkan di tahun 2020 mendatang. Dana ini dititipkan dibeberapa OPD terkait. Salah satunya Dinas Kesehatan Meranti.

"Untuk Dinas Kesehatan di tahun 2020 kita diberikan dana Rp1.5 miliar. Belum lagi OPD terkait lainnya," sebut Kadiskes dr Roswita.

Menurut Roswita, upaya yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Meranti untuk menuntaskan masalah Stunting di Meranti adalah dengan pembentukan Tim Satgas berkoordinasi dengan OPD/Dinas terkait, pihak Desa, Kecamatan serta Kader Posyandu untuk melakukan pendataan dan penanganan cepat. Adapun strategi penanganan akan difokuskan pada Desa-Desa yang memiliki angka Stunting diatas 20 persen.

"Untuk desa-desa yang memilik angka Stunting di atas 20 persen, akan kita lakukan intervensi. Sehingga masalah Stunting dapat segera dituntaskan," ujar Roswita.

Locus Penuntasan Stunting

Letak Meranti yang berada di kawasan perbatasan atau strategis nasional, membuat daerah ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Untuk itu, Pemerintah Pusat telah menetapkan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai salah satu Lokus (lokasi) penuntasan masalah Stunting di Indonesia.

Bahkan, keinginan Pemerintah Pusat untuk menuntaskan masalah Stunting di Indonesia ini sangat sejalan dengan  komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.

Sekda Meranti H Yulian Norwis SE MM mengatakan, saat ini Pemkab Meranti telah membentuk Satgas mulai dari pemerintahan terkecil RT/RW, desa, kecamatan. Satgas ini dibentuk untuk mendata dan mengawasi Stunting diwilayahnya masing-masing agar dilakukan penanganan cepat.

"Dengan keterlibatan semua pihak, kita menargetkan tahun 2020 mendatang Meranti bebas dari Stunting," jelas Sekda.

Untuk lebih mengoptimalkan upaya tersebut, kata Sekda, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah pula mengeluarkan himbauan kepada RT/RW, Perangkat Desa dan Kecamatan untuk bersama-sama dengan Kader Posyandu untuk melakukan pengawasan dan pendataan.

"Kita juga meminta kepada Kades untuk menggunakan sebagian dana Desa dalam upaya penuntasan masalah Stunting diwilayahnya. Jika penuntasan masalah ini dilakukan secara bersama-sama saya yakin tahun 2020 mendatang Meranti akan terbebas dari masalah Stunting," pungkas Sekda.

Kegiatan tersebur dihadiri Kepala Dinas/Bagian, serta Camat dan Kades se Kabupaten Kepulauan Meranti. Di antaranya Kepala Dinas Sosial Perlindunga Perempuan dan Anak Agusyanto SE MSi, Kasatpol PP Meranti Helfandi SE MSi, Kepala Dinas Pertanian Idris Sudin, Sekretaris Dinas Perikanan Heldi, Sekretaris Dinas Perindag Meranti Rudi SAg MH, Sekretaris Disdukcapil Meranti, Sekretaris Bappeda Meranti, Kepala Puskesmas dan lainnya.

Juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang diawali oleh Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H Yulian Norwis SE MM, diikuti Perwakilan OPD, Camat, Kades dan Kepala Puskemas se Kabupaten Meranti.(*)


Penulis: Tengku Harzuin


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Sukseskan Puncak Peringatan HPN, Pengurus PWI Pusat Rapat Konsolidasi Bersama Panitia
03 Februari 2026
Lantik 5 Penyidik PNS di Riau, Rudy Hendra Pakpahan: Kami Berharap Selalu Berpedoman pada Aturan Hukum yang Berlaku
03 Februari 2026
Pelindungan KI Sektor Ekonomi Kreatif, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Dinas Pariwisata
03 Februari 2026
Operasi Keselamatan LK 2026, Satlantas Polres Siak Gencarkan Edukasi Tertib Lalu Lintas
03 Februari 2026
Dukung LK 2026, Polres Siak Periksa Kelengkapan Berkendara Milik Seluruh Personel
03 Februari 2026
SMSI Riau Kirim Delegasi ke Puncak HPN 2026 di Serang, Banten
03 Februari 2026
Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Semarang Luncurkan Video Edukasi Multimodal Terapi Kombinasi untuk Pasien Hipertensi
02 Februari 2026
HPN 2026 di Banten, Dewan Pers Sosialisasikan Pendataan Media Massa
02 Februari 2026
PW Hima Persis Riau Minta Pemerintah dan Aparat Harus Tegas
01 Februari 2026
Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama
01 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Dukung Mobilitas Masyarakat Tanah Putih, Maxim Perkuat Ekspansi di Riau
  • 2 Glico WINGS Luncurkan Es Krim Frostbite Potabee, Jadi Pionir Inovasi Pertama di Indonesia
  • 3 Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Notaris Melalui Lanjutan Pemeriksaan Protokol
  • 4 Para 'Penjaga Energi' Malam Tanpa Tidur Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri
  • 5 Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara di Bogor
  • 6 Renovasi Rampung, MAN 2 Pekanbaru Siap Perkuat Mutu Pendidikan
  • 7 Kepatuhan Platform Digital Terhadap Perpres 32/2024 Rendah
  • 8 Presiden Prabowo Siap Hadiri HPN 2026 di Banten
  • 9 MAN 1 Pekanbaru Buka PMBM 2026/2027, Tersedia Dua Jalur Penerimaan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved