PILIHAN
+
Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR
Dibaca : 161 Kali
Halal bi Halal PGRI Riau, Adolf Bastian: Mari Kita Perbarui Niat
Dibaca : 152 Kali
PWI Pusat Serahkan Sagu Hati ke Ahli Waris Almarhum Zulmansyah Sekedang
Dibaca : 162 Kali
Lewat Pelatihan Wirausaha, Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas
Dibaca : 182 Kali
Dihadiri Danrem 031/WB
Gubri Buka Lomba Pacu Jalur di Kuansing
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi lomba Pacu Jalur tahun 2018.
Kuansing, Hariantimes com - Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi lomba Pacu Jalur tahun 2018.
Acara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Limuno, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Senin (29/08/2018), ditandai dengan pemukulan gong.
Acara pembukaan disaksikan oleh Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Sonny Aprianto SE MM, para Kasrem 031/Wira Bima, perwakilan Kementrian Pariwisata, Bupati Kuansing, serta ketua Panitia lomba Pacu Jalur tahun 2018.
Gubri mengungkapkan, konon kegiatan lomba dayung ini merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900-an.
"Perahu atau jalur, dahulu, sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi atau pun hasil hutan. Kebiasaan menggunakan perahu inilah yang mungkin merupakan cikal bakal kegiatan Pacu Jalur," terang pria yang akrab disapa Andi Rachman ini.
Pada zaman penjajahan Belanda, ungkap Gubri, Pacu Jalur juga dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda untuk memeringati serta memeriahkan hari ulang tahun ratu mereka yang bernama Ratu Wilhelmina. Namun, semenjak Indonesia merdeka, Pacu Jalur berangsur-angsur dijadikan upacara khas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam perkembangannya, sebut Andi Rachman, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan simpati dari berbagai kawasan, terutama daerah-daerah kawasan Riau dan sekitarnya serta mancanegara.
"Oleh karena itu, saat ini festival Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi saja, melainkan telah menjadi pesta rakyat milik masyarakat Riau dan kawasan sekitarnya. Festival yang bernuasa tradisional ini telah ditetapkan masuk ke dalam Kalender Pariwisata Nasional," terang Andi Rachman.(*/ron)
.jpeg)










Tulis Komentar