3.840 Jemaah dan Petugas Percayakan Pembayaran DAM ke Addahi
Makkah, Hariantimes.com - Sejumlah jemaah haji Provinsi Riau bersama petugas haji mempercayakan pembayaran DAM melalui Addahi. Yakni, lembaga resmi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi untuk pengelolaan dan pelaksanaan DAM jemaah haji.
Pembayaran DAM ini sebagai konsekuensi pelaksanaan ibadah haji tamattu’.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon menyampaikan, hingga saat ini 82 persen jemaah haji Provinsi Riau telah menyelesaikan pembayaran DAM mereka.
“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah 82 persen atau 3.840 jemaah dan petugas haji Provinsi Riau telah menyelesaikan pembayaran DAM melalui Addahi. Sementara 2 kloter lagi yakni kloter BTH 11 dan 18 masih dalam proses pembayaran karena menunggu petugas Addahi datang ke kloter masing-masing,” ujar Defizon menjelaskan, pembayaran DAM melalui Addahi dipilih karena Adahi merupakan lembaga resmi Pemerintah Arab Saudi yang ditetapkan sebagai jalur resmi penyembelihan DAM dan kurban di Tanah Haram.
- Tingkatkan Kepatuhan dan Kualitas Layanan, Kemenkum Riau Lakukan Pengawasan Kantor Notaris Baru Secara Daring
- Transformasi Proses Bisnis Kemenkum Riau Dorong Reformasi dan Efisiensi Layanan Publik
- Perkuat Kualitas Kebijakan Publik, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Policy Talks Nasional Bersama Kemenkum Gorontalo
"Adahi ditetapkan sebagai jalur resmi penyembelihan DAM dan kurban di Tanah Haram. Menjamin transparansi dan keamanan dana jemaah. Serta sistemnya terintegrasi dengan Nusuk untuk memastikan proses sah secara syariat dan administrasi" Imbuh Defizon juga mengimbau seluruh jemaah agar tetap berkoordinasi dengan petugas kloter maupun petugas pembimbing ibadah dalam proses pembayaran DAM guna menghindari kesalahan dan memastikan pelaksanaan ibadah berjalan dengan baik.
“Pembayaran DAM merupakan bagian dari penyempurnaan ibadah haji tamattu’. Karena itu kami mengajak seluruh jemaah untuk menunaikannya melalui jalur resmi bukan dengan calo, hal ini agar lebih tertib, aman, dan sesuai syariat, serta terintegrasi dengan sistem Nusuk Masar milik Pemerintah Arab Saudi” tambahnya.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau terus melakukan pemantauan dan meminta petugas kloter memberi pendampingan terhadap proses pembayaran dam jemaah agar seluruh tahapan ibadah haji dapat berjalan lancar dan nyaman.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar