• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli
Dibaca : 152 Kali
26 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos Semifinal Gen Halal Championship 2026
Dibaca : 186 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Inventarisasi Peta Permasalahan Hukum 2026
Dibaca : 165 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
Dibaca : 157 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
Dibaca : 216 Kali

  • Home
  • Wisata

Kunjungan Jurnalistik Pemenang LKJ Manggala Agni ke Manado

Eko: Bunaken Sudah Mendunia, Bahkan Super Dunia

Redaksi
Jumat, 27 September 2019 22:30:08 WIB
Cetak
Panitia dan pemenang LKJ Manggala Agni saat menikmati indahnya pasir timbul di Pulau Bungin.
Manado, Hariantimes.com - Rombongan pemenang terbaik Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) Manggala Agni mengunjungi sejumlah objek wisata menarik di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (27/09/2019).

Sebelum bertolak ke lokasi yang dituju, pemenang terbaik LKJ Manggala Agni melakukan meeting poin di Kantor Balai Taman Nasional (TN) Bunaken. Pada meeting ini, pemenang LKJ diberi penjelasan singkat atau gambaran umum terkait kawasan TN Bunaken. Selanjutnya melakukan persiapan keberangkatan menuju Pulau Nain, Bungin (Pasir Timbul) dan Manthehage serta menginap di Woka Resort & Dive, Manado Tua, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"Kita melakukan meeting poin dulu di Kantor Balai TN Bunaken dulu. Habis itu kita terus berangkat ke Dernaga Grand Luley. Dari Dermaga Grand Lauley, kita berangkat menuju ke Pulau Nain. Selama perjananan ke Pulau Naim, kita melintasi bagian utara TN Bunaken. Semoga kita ada keberuntungan melihat Ikan Lumba-Lumba dan Ikan Paus disitu. Karena itu jarang sekali muncul. Tetapi, untuk Lumba-Lumba itu di antara jam 08.30 sampai 09.30 dia melintas. Di Bali itu orang mengejar. Tapi di Teluk Manado ini orang tidak perlu mengejar. Setiap hari ada," ujar Eko Wahyu Handoyo SHut selaku pejabat Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai TN Bunaken kepada awak media, Kamis (26/09/2019) malam.

Lalu, ada berapa jumlah komunitas Ikan Lumba-Lumba di Teluk Manado ini? Eko mengatakan, kalau Lumba-Lumba itu setasean. Bisa mencapai ratusan bahkan ribuan ekor.

"Kita tidak bisa menghitung secara pasti. Sedangkan Ikan Paus jelas setasean. Jumlahnya soliter. Ada dua, tiga. Tapi kadang-kadang munculnya banyak. Yang jelas tidak lebih dari 10 ekor. Sementara Lumba-Lumba akan banyak sekali muncul," sebut Eko.

Perjalanan selanjutnya beber Eko, menuju Pulau Nain. Namun belum sampai di pulaunya, tapi di reef luar. Yakni di rataan terumbu, karena tergantung pasang surut air untuk bisa kapal masuk. 

"Kita ke daerah Bungin (pasir timbul). Kalau orang sini bilang pasir timbul. Jangka waktu Bungin itu antara 30 menit hingga 60 menit. Pas saat surut rendah. Setelah itu tergenang air lagi. Nah sebelum surut, kapal-kapal wisata itu berhenti untuk menikmati keindahan pasir timbul," jelas Eko.

Dari Bungin, sebut Eko lagi, menuju Pulau Nain. Dan dalam perjalan bisa melihat terumbu karang, budi daya rumput laut, rumah suku bajo (tompal) termasuk sistem sosial dan budaya masyarakat serta sumber air jere. 

"Setelah itu, kita menuju Dermaga Buhias (Mantehage). Di Dermaga Buhias, bisa melihat suasana menara pandang, mangrove park mantehage, rural village sambil jalan menuju ke Desa Tinongko untuk berdiskusi dengan Kader Konservasi di Building Information Center bersama Kader Konservasi," jelas Eko.

Usai mengunjungi Pulau Manthehage, rombongan diajak ke pulau sebelahnya yakni Pulau Manado Tua. 

"Pulau Manado Tua adalah cikal bakalnya Kota Manado sebenarnya. Di Pulau Manado ini pula lah, rombongan menginap semalam di Woke Resort & Dive untuk persiapan pendakian. Dimana pendakiannya tidak curam.  Karena kependekkan jaraknya yakni sekitar 400 meter diatas permukaan lain atau sekitar 1,5 kilometer, memang agak miring sedikit. Kira-kira 6 jam lah kita habiskan untuk itu. Dan jam 12 kita turun lagi untuk berkemas-kemas untuk menuju ke Pulau Bunaken," terang Eko.

Lantas apa harapan terhadap kunjungan jurnalistik ini? Eko menyebutkan, Bunaken kan sudah mendunia. Bahkan super dunia. 

"Kita berharap ini menjadi publikasi yang memberikan efek positif untuk pengembangan pariwisata dan kehidupan masyarakat yang memanfaatkan jasa lingkungan dan wisata alam di Bunaken ini, Sulawesi Utara Khususnya dan Indonesia pada umumnya," harap Eko.

Lalu seberapa banyak tingkat destinasi wisatawan berkunjung ke Pulau Naim, Bungin, Manthehage, Manado Tua dan Bunaken ini? Eko menyebutkan sekitar 20 ribuan wisatawan mancanegara masuk ke Pulau Bunaken. Sedangkan untuk wisatawan lokal tergantung season saja. Tapi kira-kira hampir 40 ribu. 

"Mudah-mudahan dengan pemberitaan teman-teman wartawan ini, kita bisa meningkatkan jumlah kunjungan khusus untuk wisatawan ekultur. Karena ini kawasan pelestarian alam dan bukan wisatawan yang merusak. Tapi wisatawan yang memberikan efek positif untuk pengembangan pelestarian dan ekowisata di Bunaken ini," ujar Eko.(*)

Penulis/Editor: Zulmiron


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi

Pererat Silaturahmi, Neutron Lancang Kuning Riau Deklarasi dan Touring ke Harau

Peserta SNA ke-29 Jelajah Budaya di Siak

Gerakkan Kesejahteraan Desa, Masyarakat Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz

Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi

Pererat Silaturahmi, Neutron Lancang Kuning Riau Deklarasi dan Touring ke Harau

Peserta SNA ke-29 Jelajah Budaya di Siak

Gerakkan Kesejahteraan Desa, Masyarakat Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing

Jemaah Haji Siak di Arafah, dr Atika: Semua dalam Kondisi Stabil

Aksi “Jemput Bola”, Petugas Medis Pantau Jamaah Lansia dan Risti ke RS King Abdul Aziz



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli
29 September 2026
26 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos Semifinal Gen Halal Championship 2026
29 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Inventarisasi Peta Permasalahan Hukum 2026
29 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
29 September 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
28 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Berikan Edukasi Hukum kepada Masyarakat Tuah Negeri
28 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Paralegal Melalui SIBAPAK
28 September 2026
50 Kepala TK, SD Hingga SMP Ikuti Pelatihan dan Seminar Jurnalistik PWI Meranti
28 September 2026
Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar
28 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan IG
28 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Suara Qurani Rizki Arya Dinata dari Meranti Tembus ke Final MTQ Nasional 2026
  • 2 Siswa Kelas VI MI Assidiqiyah Siak Lolos ke Final Cabang Tartil Al-Qur’an Putra MTQ Nasional 2026
  • 3 Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
  • 5 Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 7 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI
  • 9 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved