• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Lantik Pengurus PWI Meranti, Raja Isyam: Jaga Integritas dan Tingkatkan Kompetensi
Dibaca : 204 Kali
Indosat Percepat Transformasi Berbasis AI, Vikram: Semakin Integral dalam Pengalaman Digital Sehari-Hari Pelanggan
Dibaca : 193 Kali
First Half Media Update 2026, Vikram: NeoCloud Jadi Mesin Pertumbuhan Indosat
Dibaca : 242 Kali
Di Tengah Perubahan Industri, Wamenaker: Job Fair Buka Peluang Kerja
Dibaca : 165 Kali
Pemkab Siak Perbaiki 152,3 Km Jalan Rusak
Dibaca : 180 Kali

  • Home
  • Meranti

Data Masalah Untuk Dibahas Bersama Kementerian Terkait

Wabup Meranti dan Tim Kemenko Polhukam Kunjungi Pulau Terluar

Redaksi
Rabu, 19 Juni 2019 23:42:23 WIB
Cetak
Wabup Kepulauan Meranti H Said Hasyim bersama Tim Kemenko Polhukam mengunjungi pulau terluar di Kecamatan Rangsang dan Rangsang Pesisir, Rabu (19/06/2019).
Meranti, Hariantimes.com - Waki Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim bersama Tim Kemenko Polhukam mengunjungi pulau terluar tepatnya di Kecamatan Rangsang dan Rangsang Pesisir, Rabu (19/06/2019).

Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung kondisi daerah dan permasalahan diberanda terdepan Indonesia itu guna dicarikan solusi penyelesaian di Kemenko Polhukam berkoordinasi dengan Kementerian.

Turut hadir dalam Rakor  mewakil Gubernur Riau Asisten I Sekdaprov Riau H Ahmadsyah Harofie, Anggota Tim Kemenko Polhukam RI Kolonel TNI Sugeng, Danramil Selatpanjang Mayor TNI Irwan, Perwakilan Polres Meranti Kompol Areng, Kapolsek Rangsang, Danposal, Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Putra SH, Kabag Perbatasan Efieldi, Kabag Adpem Sekda Padli SIP, Sekretaris Dinas PU Meranti Arif Rahman, Kabid Bappeda Meranti Hambali, Camat Rangsang Drs. Tunjiarto MSi, Camat Rangsang Pesisir M. Nasir, Danposal dan jajaran Pejabat Eselon III lainnya, Kepala Desa se Kecamatan Rangsang dan Rangsang Pesisir. 

Rombongan Kemenko Polhukam yang dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan Menkopolhukam RI Brigjend TNI Yasid Sulistya mengunjungi lokasi Abrasi di Desa Tanjung Gemuk dan Gayung Kiri, potensi perkebunan Kelapa, Karet, lokasi rawan Karhutla dan jalan-jalan desa di Kecamatan Rangsang dan Rangsang Pesisir.

Lokasi terakhir adalah Patok Perbatasan Indonesia dan Malaysia yang berada di Desa Talnjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir.

Kunjungan diawali di Kecamatan Rangsang. Rombongan Tim Kemenko Polhukam dan Wakil Bupati beserta jajaran disambut langsung oleh Camat Rangsang Drs Tunjiarto yang langsung menggelar pertemuan dengan unsur Kecamatan, Desa serta tokoh masyarakat bertempat di Aula Kantor Camat Rangsang.

Pada kesempatan itu, Camat Rangsang Tunjiarto memaparkan profil Kecamatan Rangsang yang memiliki luas 411 KM. Berhadapan langsung dengan Selat Malaka, bagian Utara berbatasan dengan Selat Malaka, bagian Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Bagian Barat berbatasan dengan Kecamatan Rangsang Pesisir, Bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Karimun Kepulauan Riau. 

Kecamatan Rangsang memiliki Potensi perkebunan Kelapa (80 %), selebihnya Karet, Kopi dan Pinang. Masalah yang dihadapi Kecamatan Rangsang cukup komplek seperti abrasi yang terjadi di 4 Desa yakni Tanjung Bakau, Tanjung Gemuk, Gayung Kiri dan Topang.

"Berdasarkan pengukuran dari pihak terkait abrasi yang terjadi di Kecamatan Rangsang sudah mencapai 2 kilometer. Penyebabnya adalah ombak kuat karena berbatasan dengan Selat Malaka dan diperburuk dengan stuktur tanah Gambut yang mudah tergerus air laut," beber Camat Tunjiarto.b

Masalah lainnya yakni rendahnya harga jual hasil perkebunan Kelapa. Dimana saat ini harga kelapa per butir kepada tengkulak hanya berkisar Rp600 hingga Ro1200. Padahal sebelumnya bisa mencapai Rp2.000.

"Masyarakat berharap pemerintan bisa mengkondisikan harga jual yang lebih tinggi. Selain itu peremajaan kebun kelapa yang telah berusia 20 tahunan untuk mempertahankan hasil produksi yang baik," ujar Camat.

Masalah lainnya adalah terjadinya bencana banjir tahunan di wilayah sentra ekonomi (pasar). Saat bencana terjadi, pasar akan dibanjiri air asin. Dan yang tak kalah penting adalah masalah Kebakaran Hutan dan Lahan di saat terjadi kemarau atau panas ekstrim yang sering terjadi di bulan Juni. 

Selain itu, juga masalah infrastruktur jalan yang cukup memprihatinkan penuh lubang dan berkabut. Untuk itu, Camat berharap Pemerintan Pusat melalui Kemenko Polhukam dapat mencarikan solusi untuk masalah infrastruktur yang terjadi di Kecamatan Rangsang sebagai beranda terdepan Indonesia.

"Jika masalah infrastruktur jalan ini bisa dituntaskan, kami yakin ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Karena mobilitas orang dan hasil pertanian dapat dengan mudah dibawa untuk dipasarkan," jelasnya.

Dan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, Camat Rangsang juga berharap Pemerintan Pusat dapat membantu pengembangan Potensi wisata Tasik Air putih  yang masih alami dan diyakini dapat menjadi destinasi wisata potensial, potensi airnya pun dapat diolah menjadi pusat air bersih.

Sementara itu,  Wakil Bupati H Said Hasyim berharap dukungan dari Pemerintan Pusat, terutama Kemenko Polhukam untuk membangun Pulau Terluar di Meranti agar keluar dari kondisi desa tertinggal.

Diceritakan Wakil Bupati H Said Hasyim, dulunya Kecamatan Rangsang merupakan daerah yang makmur. Bahkan menjadi salah satu pusat perdagangan. Saking majunya, banyak dihuni oleh berbagai pendatang dari berbagai daerah di nusantara yang hidup rukun dan damai.

Namun saat ini, kehidupan masyarakat cukup memprihatinkan. Meski berada di daerah perbatasan, namun kondisi masyarakat jauh tertinggal dibanding negara Singapura dan Malaysia.

"Potensi sumber daya alam sangat besar. Namun kehidupan masyarakat masih miskin. Untuk itu, perlu pembenahan wilayah tata ruang," ucap Wabup.

Menurut Wabup, kondisi masyarakat yang miskin juga akan berpengaruh pada pertahanan negara.

"Yang terpenting bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab kalau masyarakat miskin, maka akan berdampak pada pertahanan negara," ujar Wabup.

Dihadapan Asdep Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan Menkopolhukam RI Brigjend TNI Yasid Sulistya dan rombongan, Wabup H Said Hasyim juga berharap Kemenko Polhukam dapat mendukung penuntasan masalah Karlahut, mengalokasikan dana untuk membangun infrastruktur jalan jalan didaerah terluar yang otomatis masuk jalan Nasional.

Dan kepada Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Sekdaprov Riau Hm Ahmadsyah Harofie, Wabup mengusulkan OPD terkait Pemprov Riau dapat turun ke Meranti. Sehingga mengetahui kondisi real di lapangan untuk diberikan alokasi anggaran.

Setelah mendengarkan semua masukkan dan usulan dari Wakil Bupati dan Camat Rangsang, Asdep Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan Menkopolhukam RI Brigjend TNI Yasid Sulistya melalui Anggota Tim Kemenko Polhukam Kolonel Sugeng mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu membangun Pulau terluar di Meranti yang menjadi beranda terdepan NKRI. 

"Ya kita akan berupaya membantu menuntaskan berbagai masalah yang terjadi. Sesuai dengan tugasnya, Kemenko Polhukam yang membawahi 19 Kementeqrian akan berkoordinasi dengan Kementeqrian terkait agar program yang ada dapat dilaksanakan di Meranti," ujar Kolonel Sugeng. 

Dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI, sebut Kolonel Sugeng, Kemenko Polhukam juga akan mengupayakan pembangunan pos-pos pengamanan di pulau terluar ini. Dimana dampaknya dengan adanya pos-pos pengamanan pulau terluar akan memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan terhadap masyarakat sekitar.(azw)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Lantik Pengurus PWI Meranti, Raja Isyam: Jaga Integritas dan Tingkatkan Kompetensi

Kakanwil Kemenag Riau Ajak Seluruh ASN Terus Perkuat Sinergi dan Jaga Kekompakan

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Lantik Pengurus PWI Meranti, Raja Isyam: Jaga Integritas dan Tingkatkan Kompetensi

Kakanwil Kemenag Riau Ajak Seluruh ASN Terus Perkuat Sinergi dan Jaga Kekompakan

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Lantik Pengurus PWI Meranti, Raja Isyam: Jaga Integritas dan Tingkatkan Kompetensi
28 Juli 2026
Indosat Percepat Transformasi Berbasis AI, Vikram: Semakin Integral dalam Pengalaman Digital Sehari-Hari Pelanggan
28 Juli 2026
First Half Media Update 2026, Vikram: NeoCloud Jadi Mesin Pertumbuhan Indosat
28 Juli 2026
Di Tengah Perubahan Industri, Wamenaker: Job Fair Buka Peluang Kerja
28 Juli 2026
Pemkab Siak Perbaiki 152,3 Km Jalan Rusak
28 Juli 2026
Semangat Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik
28 Juli 2026
Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual
28 Juli 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Kesiapan Purnabakti
28 Juli 2026
Kemenkum Riau Dorong Nanas Mahkota Siak Raih Perlindungan Indikasi Geografis
28 Juli 2026
Kemenkum Riau Kawal Penguatan Regulasi Daerah
28 Juli 2026
TERPOPULER +
  • 1 Zufra Irwan: Harus Bersih, Tanpa Diwarnai Jatah Fraksi atau Partai Politik
  • 2 PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Bagi Generasi Muda Riau
  • 3 Kemenkum Riau Ikuti Kick Off Kolaborasi Lintas Kementerian
  • 4 Supriyadi: Instrumen Penting Mendorong Budaya Deteksi Dini Penyakit
  • 5 Komisi XIII DPR RI Tinjau Layanan Kantor Imigrasi Pekanbaru
  • 6 Kakanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Tata Kelola Kinerja Organisasi
  • 7 Kemenkum Riau Gelar Diskusi Publik Layanan Kewarganegaraan di Siak
  • 8 Kemenkum Riau Hadiri FGD Kurikulum Magister Kenotariatan dan Doktor Ilmu Hukum Unri
  • 9 Asap Karhutla di Mandau Berangsur Hilang, Manggala Agni Lanjutkan Mopping Up
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved