Suara Qurani Rizki Arya Dinata dari Meranti Tembus ke Final MTQ Nasional 2026
Semarang, Hariantimes.com - Dari Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, perjalanan Rizki Arya Dinata membawanya hingga ke panggung MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
Siswa kelas IX MTs Negeri 1 Kepulauan Meranti itu berdiri di antara para qari muda terbaik dari berbagai penjuru Indonesia pada babak final Tilawah Al-Qur’an Golongan Anak.
Di hadapan dewan hakim, Rizki kembali melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suara yang selama ini diasah melalui latihan demi latihan itu kini membawanya mewakili Provinsi Riau di salah satu panggung tilawah terbesar di Tanah Air.
Bagi Rizki, sampai ke babak final MTQ Nasional menjadi pengalaman yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar hasil perlombaan. Di Semarang, ia bertemu dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai provinsi, menyaksikan kemampuan mereka, sekaligus menguji hasil belajarnya sendiri.
“Saya bersyukur bisa sampai ke babak final MTQ Nasional. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya ingin memberikan penampilan terbaik dan terus belajar agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam membaca Al-Qur’an,” ungkap Rizki.
Berada di antara para qari muda terbaik justru membuat semangatnya bertambah. Ia menyadari masih banyak hal yang harus dipelajari dan diasah selepas MTQ Nasional.
Menjelang penampilannya di babak final, Rizki pun menitipkan satu permintaan sederhana.
“Saya mohon doa dari orang tua, guru, teman-teman, dan masyarakat Riau. Semoga saya bisa tampil dengan baik dan tetap percaya diri,” tuturnya.
Di balik langkah Rizki menuju panggung nasional, ada keluarga yang setia membersamai. Putra M. Sartono yang tumbuh di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, itu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an.
Bagi M. Sartono, keberhasilan sang anak mencapai final MTQ Nasional menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, ia tak ingin Rizki berhenti pada capaian itu.
“Sebagai orang tua, kami tentu sangat bangga dan bersyukur Rizki bisa sampai ke babak final MTQ Nasional. Bagi kami, ini bukan hanya soal hasil perlombaan, tetapi tentang proses dan perjuangan yang sudah dilaluinya,” ujar Sartono.
Pesan yang selalu ia titipkan kepada Rizki pun sederhana: tetap rendah hati dan jangan berhenti belajar.
“Kami selalu mengingatkan Rizki agar tetap rendah hati, jangan cepat puas, dan terus mencintai Al-Qur’an. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk perjalanan Rizki ke depan,” tambahnya.
Perjalanan dari Selatpanjang hingga Semarang itu memang tidak ditempuh dalam sehari. Ada latihan yang berulang, bimbingan para guru, dukungan keluarga, serta keberanian seorang siswa madrasah untuk terus mengasah suaranya.
Kini, panggung final MTQ Nasional 2026 menjadi salah satu persinggahan penting dalam perjalanan Rizki bersama Al-Qur’an. Apa pun hasil yang dibawanya pulang ke Kepulauan Meranti, satu hal telah ia buktikan: dari sebuah madrasah di ujung Riau, suara Qurani seorang anak dapat tumbuh, melangkah jauh, dan terdengar di panggung nasional.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar