• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
Dibaca : 166 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
Dibaca : 155 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Dibaca : 146 Kali
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
Dibaca : 177 Kali
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
Dibaca : 180 Kali

  • Home
  • Indragiri Hilir

Belasan Warga Tembilahan Luka-Luka Diserang Monyet Ekor Panjang

Zulmiron
Kamis, 06 Agustus 2026 20:23:17 WIB
Cetak
Tim WRU BBKSDA Riau memasang jaring di lokasi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Konflik satwa liar jenis Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) terjadi di Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk menangani konflik ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Bidang KSDA Wilayah I terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai pemangku kepentingan.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono menegaskan, penanganan konflik satwa liar harus dilakukan secara terukur. Untuk itu, baik pemerintah, aparat keamananan, dan masyarakat harus bersinergi bersama.

"Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan konflik satwa liar. Namun demikian, upaya mitigasi juga harus tetap mengedepankan prinsip konservasi. Karena itu, kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pemantauan, identifikasi, serta penanganan yang tepat terhadap individu satwa penyebab konflik tanpa menimbulkan risiko yang lebih besar bagi masyarakat maupun satwa itu sendiri," kata Supartono.

Tim WRU BBKSDA Riau pada Rabu (05/06/2026) melaksanakan koordinasi bersama Kapolres Indragiri Hilir, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Tembilahan dan Lurah Tembilahan Kota. Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Lurah Tembilahan Kota tersebut bertujuan menyamakan langkah penanganan sekaligus mengevaluasi perkembangan konflik yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga :
  • Johny S Mundung: 12.000 Warga Dilaporkan Mulai Terserang ISPA
  • BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau
  • Karhutla Belum Terkendali, Tiga Titik Kebakaran di Riau Masih Jadi Fokus Penanganan

Berdasarkan hasil koordinasi, konflik terjadi di kawasan Parit 12, Parit 13, Parit 14, dan Parit 15, Jalan Malagas, Kelurahan Tembilahan Kota.

Sejak pertama kali dilaporkan pada 23 Juli 2026 hingga 5 Agustus 2026, tercatat 19 warga mengalami luka akibat serangan. Selain itu menimbulkan keresahan dan dampak psikologis di tengah masyarakat. Hasil pemantauan sementara menunjukkan bahwa serangan diduga dilakukan oleh satu individu Monyet Ekor Panjang dewasa yang diperkirakan berjenis kelamin jantan, dengan ciri khusus terdapat bekas luka (codet) pada bagian pipi.

Pola serangan umumnya terjadi ketika korban berada seorang diri atau dalam kondisi lengah, dengan sasaran gigitan pada bagian kaki sebelum satwa melarikan diri.

Hingga saat ini, individu tersebut juga belum merespons umpan yang diberikan berupa pisang. Sebelum keterlibatan Tim WRU BBKSDA Riau, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bersama Forkopimda telah melakukan berbagai upaya penanganan, antara lain penyisiran lokasi menggunakan jaring dan tangguk yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah kecamatan, relawan, serta unsur masyarakat.

Berbagai langkah mitigasi juga telah dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya korban baru. Melalui rapat koordinasi tersebut disepakati bahwa penanganan konflik akan mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus tetap memperhatikan prinsip-prinsip konservasi satwa liar.

Seluruh pihak diminta untuk tidak melakukan perburuan terhadap satwa, melainkan memperkuat pemantauan di lapangan dan menyiapkan kandang perangkap sebagai sarana evakuasi yang aman apabila individu satwa berhasil teridentifikasi.

BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari beraktivitas seorang diri di lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan satwa, tidak memberikan pakan kepada satwa liar, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat individu monyet dengan ciri-ciri yang telah diidentifikasi.

Balai Besar KSDA Riau mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi. Penanganan konflik satwa liar memerlukan kerja sama seluruh pihak agar keselamatan masyarakat dapat terjamin, sekaligus memastikan satwa liar tetap ditangani sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi satwa liar.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Sempena Hari Pohon se Dunia 2025, BDPN dan Perempuan Duanu Tanam 10.000 Mangrove

Go To School di Yayasan Nantara, SMSI Inhil Bersama IKM Bagikan Ginas Gratis ke Santri

Cegah Stunting, SMSI Inhil Ajak Anak TK Hidup Sehat dengan Susu Ginas

Goes To School, SMSI Inhil Bagikan 80.000 Susu dan Edukasi Cerdas Bermedia

Resmikan Dapur SPPG di Inhil, Kapolda Riau Minta Polres Memantau 24 Jam

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Imigrasi Tembilahan Tanam Pohon Kelapa Serentak

Sempena Hari Pohon se Dunia 2025, BDPN dan Perempuan Duanu Tanam 10.000 Mangrove

Go To School di Yayasan Nantara, SMSI Inhil Bersama IKM Bagikan Ginas Gratis ke Santri

Cegah Stunting, SMSI Inhil Ajak Anak TK Hidup Sehat dengan Susu Ginas

Goes To School, SMSI Inhil Bagikan 80.000 Susu dan Edukasi Cerdas Bermedia

Resmikan Dapur SPPG di Inhil, Kapolda Riau Minta Polres Memantau 24 Jam

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Imigrasi Tembilahan Tanam Pohon Kelapa Serentak



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
06 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
06 November 2026
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
06 November 2026
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
06 November 2026
Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 2 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • 3 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 4 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 5 Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
  • 7 Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
  • 8 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
  • 9 RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved