Basnang Said: PMA 30 Tahun 2025 Perkuat Tata Kelola Pesantren
Komisi VIII DPR RI Serahkan Bantuan untuk Pesantren dan 8.800 PIP
Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan
Karhutla Terjadi di Air Hitam Pekanbaru, Manggala Agni Padamkan Api di Lahan Gambut
Pekanbaru, Hariantimes.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kota Pekanbaru.
Kali ini, kebakaran melanda lahan di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (08/07/2026) sore. Dan hingga proses pemadaman berakhir pada pukul 19.00 WIB, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, tim Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru menerima informasi kebakaran pada sore hari dan segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman bersama unsur terkait.
"Laporan dari Daops Manggala Agni Sumatera IV/Pekanbaru menunjukkan kebakaran terjadi di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Tim gabungan langsung melakukan pemadaman, namun hingga sore status api masih belum padam," ujar Ferdian.
Berdasarkan laporan lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih kurang 1 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 0,3 hektare berhasil dipadamkan pada hari pertama operasi.
Lahan yang terbakar merupakan areal Areal Penggunaan Lain (APL) dengan vegetasi berupa pakisan, semak belukar, dan kelapa sawit. Jenis tanah di lokasi adalah gambut, sehingga api membakar permukaan maupun bagian bawah tanah yang menyulitkan proses pemadaman.
Operasi pemadaman melibatkan personel Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri.
Tim menggunakan satu unit pompa Mini Striker dengan pola satu jalur pemadaman untuk mengejar kepala api. Sumber air diperoleh dari kanal yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Ferdian menambahkan, berdasarkan informasi Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera diperkirakan meningkat dalam sepekan ke depan.
Menurutnya, FFMC merupakan indikator yang menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran berdasarkan kondisi cuaca dan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar, seperti humus permukaan, dedaunan kering, alang-alang, dan material organik lainnya di lapisan atas tanah.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan," imbau Ferdian.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar