UIR Ikut Terlibat di Riau Edutech Campus Summit Expo 2026
Periode Tahun Baru, Trafik Indosat Melonjak Double Digit
Ditopang Ekspor Non Migas yang Tumbuh 21,18 Persen, Asep: Neraca Perdagangan Riau Surplus
Pekanbaru, Hariantimes.com - Sepanjang Januari 2025 hingga November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Provinsi Riau surplus.
Surplus ini ditopang oleh nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan impor, meskipun terjadi penurunan kinerja perdagangan pada November 2025.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi menyampaikan, nilai ekspor Riau selama Januari 2025 hingga November 2025 mencapai US$19,21 miliar atau tumbuh 16,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
“Secara kumulatif, Januari 2015 sampai November 2025, ekspor Riau meningkat signifikan dan tetap mampu menjaga surplus neraca perdagangan. Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor non migas yang tumbuh 21,18 persen,” ungkap Asep Riyadi, baru-baru ini.
Asep menjelaskan, nilai ekspor nonmigas Riau selama Januari 2025 hingga November 2025 tercatat sebesar US$18,16 miliar, meningkat dari US$14,98 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara ekspor migas justru mengalami penurunan sebesar 29,85 persen menjadi US$1,05 miliar akibat turunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak dan minyak mentah.
Meski secara kumulatif mencatatkan pertumbuhan, ekspor Riau pada November 2025 mengalami kontraksi. Nilai ekspor November 2025 tercatat sebesar US$1,63 miliar atau turun 4,55 persen dibandingkan November 2024. Ekspor nonmigas juga turun 4,06 persen menjadi US$1,52 miliar.
Menurut Asep, dari sepuluh komoditas utama ekspor nonmigas Januari 2025 hingga November 2025, lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan nilai tambahan ekspor mencapai US$2,52 miliar atau tumbuh 31,84 persen.
“Selain itu, peningkatan juga terjadi pada berbagai produk kimia, bahan kimia organik, makanan olahan, kertas dan karton, buah-buahan, serta bahan-bahan nabati. Namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan cukup dalam, seperti ampas dan sisa industri makanan,” jelasnya.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Riau dengan nilai US$3,06 miliar, disusul India US$1,59 miliar dan Malaysia US$1,27 miliar. Ketiga negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 32,59 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau. Sementara ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa masing-masing mencapai US$3,34 miliar dan US$2,13 miliar.
Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan selama Januari 2025 hingga November 2025 meningkat 21,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan ekspor hasil pertanian tumbuh 22,27 persen.
Di sisi lain, nilai impor Riau selama Januari 2025 hingga November 2025 tercatat sebesar US$1,50 miliar atau turun 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan impor terutama terjadi pada impor nonmigas yang turun 16,19 persen menjadi US$1,37 miliar.
“Dengan nilai ekspor yang mencapai US$19,21 miliar dan impor sebesar US$1,50 miliar, neraca perdagangan Riau masih mencatatkan surplus yang sangat besar sepanjang Januari 2025 hingga November 2025,” kata Asep menambahkan, impor Riau pada November 2025 juga mengalami penurunan tajam sebesar 38,76 persen dibandingkan November 2024 menjadi US$101,94 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya impor nonmigas, meskipun impor migas mengalami kenaikan.
Dari sisi penggunaan barang, selama Januari 2025 hingga November 2025 impor barang modal, barang konsumsi, serta bahan baku dan penolong masing-masing mengalami penurunan. Impor barang modal turun paling dalam, yakni 59,13 persen, mencerminkan melambatnya kebutuhan investasi impor.
Asep menegaskan, surplus neraca perdagangan ini mencerminkan kuatnya daya saing ekspor Riau di pasar internasional, khususnya pada komoditas unggulan nonmigas.
“Ke depan, menjaga stabilitas kinerja ekspor dan mengendalikan impor menjadi kunci agar surplus neraca perdagangan Provinsi Riau tetap berkelanjutan,” sebut Asep Riyadi.(*)
.jpeg)










Tulis Komentar