• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 234 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 244 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 222 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 318 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 323 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Workshop Edukasi Proklim Menuju Terbentuknya KKN Didukung Kementerian LHK dan HSF Indonesia

Zulmiron
Rabu, 05 Juni 2024 14:05:18 WIB
Cetak
workshop Edukasi Proklim Menuju Terbentuknya KKN Tematik dengan tema Perubahan Iklim Sebagai Kontribusi Terhadap Nationali Determined Contribution (NDC), Selasa 04 hingga 06 Juni 2024.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Wakil Rektor II Unilak Dr Jeni Wardi membuka workshop Edukasi Proklim Menuju Terbentuknya KKN Tematik dengan tema Perubahan Iklim Sebagai Kontribusi Terhadap Nationali Determined Contribution (NDC), Selasa 04 hingga 06 Juni 2024.

Kegiatan workshop edukasi proklim bekerjasama dan mendapatkan dukungan dari Kementerian KLHK dan Hanns Seidel Foundation (HSF) Indonesia, sebagai peserta yaitu 200 mahasiswa Unilak dengan narasumber Dirjen PPI KLHK Ir Noer Adi Wardojo MSc, Saiful Hak (LPPM Universitas Negeri Padang), Balai PPI Pekanbaru, Penggerak Proklim dan sejumlah dosen dan para peneliti. Turut hadir SesDitjenPPI KLHK Agus Rusly, Dekan FIA Unilak, Manggala Agni dan lain lain.

Sesditjen PPI KLHK Agus Rusly dalam sambutannya memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk Unilak atas kolaborasi pengendalian perubahan iklim. Ada beberapa hal yang ingin disampaikan tentang perubahan iklim tingkat nasional.

Berdasarkan data BNPB bulan Mei hampir 800 bencana, kejadian bencana didominasi hydrometrologi, banjir karhutla, gelombang pasang dan kekeringan ini sekitar 98 persen dan bencana geologi 1,2 persen.

Baca Juga :
  • Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim

"Pengendalian Karhutla kita berhasil. Tingkat Kahutla di tahun 2023 hingga awal 2024 bisa ditekan dan ini disyukuri," katanya.

Untuk perubahan klim, Indonesia punya target penurunan emisi rumah kaca 29 persen. Di Internasional, Indonesia bersama 10 negara dunia menjaga supaya kenaikan susu global dibawah 1,5 derajat celsius.

Para ilmuwan dan akedemisi telah memiliki informasi dan sientec dan menjadi informasi kebijakan global untuk mengurangi gas rumah kaca. Melalui program proklim tiga KKN Tematik, sangat membantu sekali dengan menggandeng perguruan tinggi melalui pengabdian penelitian, pengajaran dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi.

"KKN tematik sudah dicanangkan. Dan ini salah satu langkah strategis mengajak perguruan tinggi untuk implementasi perluas pencegahan perubahan iklim.  Dengan demikian, KKN tematik memiliki kontribusi yang nyata. Mahasiswa menjadi penghubung antara pelaksanaan aksi mitigasi di lapangan. Bisa saling asih asah, asuh sangat memudahkan kita untuk mendapatkan informasi cepat, akurat dan terpercaya. Melalui workshop ini kita saling sinergi berkolaborasi mencapai tujuan nasional, mampu mengatasi perubahan iklim dan berupaya mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan HSF Indonesia Nila Puspita mengatakan, HSF merupakan organisasi nirlaba yang berpusat di Jerman dan berada lebih dari 54 negara, bersifat pendidikan, workhsop, FGDbdan lain lain.

"Di Indonesia, kami berdiri sejak 1993. Kami telah bemitra dengan KLHK Dirjen PPI. Kegiatan telah banyak kami lakukan terkait perubahan iklim. Ada di Sumsel, Sulsel, Kalimantan, Jawa. Dengan perguruan tinggi kami bersama dengan Universitas Hasanuddin dan Unilak. Kami sangat senang bekerjasama dengan Dirjen PPI KLHK dan memberikan kontribusi pada perubahan Iklim Indonesia. Di Unilak kami canangkan Green kampus dan mewujudkan dimasa datang dan mendukung KKN tematik," katanya

Kegiatan ini adalah awal menuju KKN tematik. Diharapkan mahasiswa dapat mengekspos baik teori dan kegiatan di lapangan. Sehingga mereka bebas memilih kurikulum merdeka belajar yang di gagas Dikti. Mahasiswa harus penting dan memahami perubahan iklim dimasa depan adik-adik adalah calon pemimpin masa depan. Sehingga mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan mitigasi tentang perubahan iklim.

"Saya ucapkan terema kasih FIA Unilak dan tim sehingga berjalan dengan baik," ucap Nila.

Sementara itu, Wakil Rektor II Unilak Dr Jeni Wardi memberikan dukungan pelaksanaan workshop perubahan Iklim.

"Saya harap adik-adik mahasiswa dapat mengikuti dengan baik. Terima kasih telah menggandeng Unilak dan melibatkan generasi mahasiswa. Kami sebagai penyelenggara Unilak sangat apresiasi, kerjasama ini dapat terus diperkuat. Menurut saya, keterlibatan mahasiswa dalam perubahan iklim adalah spesial. Karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan, mahasiswa akan berinteraksi ke masyarakat, maka bisa program pencegahan perubahan iklim dapat disebarkan luaskan," ujar Dr Jeni Wardi.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning

Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIR berbagai 1.100 Paket Berbuka Puasa dan Takjil ke Mahasiswa dan Masyarakat

Safari Ramadhan 1447 H, UIR Perkuat Dakwah dan Ukhuwah bersama Masyarakat

Gelar Kuliah Umum, UIR dan The Chicago School Amerika Serikat Bahas Tantangan Perilaku Gen Z

Dosen SMB Unimus Luncurkan Buku Ajar Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

Wujudkan Ekoteologi dan Ketahanan Pangan, MAN Insan Cendekia Siak Panen Raya Melati Kepang

Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning

Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIR berbagai 1.100 Paket Berbuka Puasa dan Takjil ke Mahasiswa dan Masyarakat

Safari Ramadhan 1447 H, UIR Perkuat Dakwah dan Ukhuwah bersama Masyarakat

Gelar Kuliah Umum, UIR dan The Chicago School Amerika Serikat Bahas Tantangan Perilaku Gen Z

Dosen SMB Unimus Luncurkan Buku Ajar Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

Wujudkan Ekoteologi dan Ketahanan Pangan, MAN Insan Cendekia Siak Panen Raya Melati Kepang



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved