• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum
Dibaca : 199 Kali
Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru
Dibaca : 242 Kali
Bersama Rumah Sehat Segar Jakarta, IKWI Riau Gelar Baksos Layanan Terapi Akupunktur dan Fashdu
Dibaca : 233 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta ke Pelaku Kreatif di Kampar
Dibaca : 299 Kali
ForKI Siap Berkiprah Lagi Kawal Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan di Riau
Dibaca : 349 Kali

  • Home
  • Hukrim

Dua Terdakwa Kasus Pencemaran Lingkungan Divonis Hukuman Percobaan

Redaksi
Kamis, 19 Oktober 2023 06:50:53 WIB
Cetak
SIDANG VONIS: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis menggelar sidang vonus dua terdakwa kasus pencemaran lingkungan PKS PT SIPP di PN Bengkalis dengan vonis hukuman percobaan, Selasa (17/10/2023).

BENGKALIS,  Hariantimes.com - Setelah mengalami penundaan persidangan, akhirnya sidang vonis dua terdakwa kasus pencemaran lingkungan oleh PKS PT SIPP yang beralamat di Duri diputuskan oleh Majelis Hakim Pengadilan (PN) Bengkalis dengan hukuman percobaan.

Kedua terdakwa, masing-masing  Erik Kurniawan (Direktur) dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 7 tahun penjara dan Agus Nugroho (GM)  5 tahun penjara. Namun dalam sidang vonis yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Bayu Soho Rahadjo SH dua hakim anggota, dengan JPU kejari Bengkalis Yuriko divonis hukuman percobaan dan tidak dilakukan penahanan

Terdakwa Erik yang duduk dikursi pesakitan PN Bengkalisnmengenakan baju batik dan Agus Nurgoho mengenakan kemeja biru didamping penasehat hukumnya terlihat tenang saat Ketua Majelis Hakim PN Bengkalis membacakan putusan.

Humas PN Bengkalis Ulwan Maluf SH yang juga anggota mejelis, usai mengikuti sidang vonis kedua terdakwa menjelaskan,  bahwa terdakwa didakwa oleh penuntut umum dengan bentuk dakwaan alternatif yaitu Pasal 98 Ayat (1) jo Pasal 116 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor : 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP atau Pasal 104 jo Pasal 116 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP, sehingga memberikan kewenangan kepada Majelis Hakim untuk memilih dakwaan mana yang terbukti berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan.

Baca Juga :
  • Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli
  • Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera
  • Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi

Ia menjelaskan, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan PKS PT SIPP memiliki instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah yang dihasilkan. IPAL yang dimiliki oleh perusahaan berjumlah 13 kolam.

Disebutkannya, bahwa kolam IPAL milik PT SIPP tersebut mengalami kebocoran sebanyak 2 kali yaitu pada bulan Oktober 2020 dan Februari 2021. Berdasarkan database di DLH Bengkalis, PT SIPP tidak memiliki Izin pengolahan limbah cair (IPLC) untuk kegiatan pengolahan air limbah dan tidak memiliki izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan Dumping.

Atas tidak dimilikinya izin tersebut jelas Ulwan, perusahaan telah berusaha membuat izin tersebut dengan berbagai macam langkah yang lengkapnya terdapat dalam putusan, bahwa PT SIPP mengalirkan air limbah belum diolah ke kolam yang bukan merupakan bagian dari sistem IPAL milik PT SIPP.

Dari kolam tersebut air limbah belum diolah tersebut, langsung dibuang ke media lingkungan, tentu dikategorikan sebagai melakukan bypass aliran air limbah yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan

Dikatakan Ulwan, berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut Majelis Hakim berpendapat dan memilih dakwaan alternatif kedua, yang terbukti yaitu Pasal 104 jo Pasal 116 Ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

"Majelis Hakim menghukum para terdakwa dengan dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda sejumlah Rp200 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan, dengan percobaan selama 2 tahun," ujarnya.

Menurutnya, putusan ini dengan pertimbangan yuridis tindak pidana lingkungan lebih mengutamakan hukuman atau sanksi administratif, berupa denda dan hukum Perdata. Apabila sudah melaksanakan sanksi-sanksi yang dijatuhkan dan sudah melunasi membayar sanksi denda tersebut, tidak boleh dilakukan hukuman pidana atau mempenjarakan.

"Karena sudah dihukum dengan sanksi administratif dan membayar perbuatan tersebut. Apabila itu dilaksanakan maka terjadilah over kriminalisasi dan akan berdampak negatif dalam sistem hukum yang dijalankan," ujarnya.

Dijelaskan Ulwan,  penegakkan hukum pidana lingkungan tetap memperhatikan asas Ultimum Remedium, yang mewajibkan penerapan penegakan hukum pidana sebagai upaya terakhir setelah penerapan penegakan aturan hukum lainnya termasuk hukum administrasi.

Selain itu jelas Ulwan, limbah sawit saat ini dikategorikan  bukan limbah berbahaya dan beracun (non B3) berdasarkan PP No.101 tahun 2014 dan PP No.22 tahun 2021 dan aturan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja Nomor : 11 tahun 2020 berdasarkan lampiran 14 disebut limbah sawit adalah Spent Bleaching Earth non B3 dengan kode nomor 108.

Dijelaskannya, perusahaan juga telah berusaha untuk memenuhi kekurangan dokumen izin pembuangan limbah, dan juga telah melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya, setelah terjadinya kebocoran kolam IPAL PT SIPP, termasuk membayar denda sanksi administratif paksaan pemerintah berdasarkan surat Keputusan Bupati Bengkalis Nomor : 442/KPTS/VI/2021 sebesar Rp101 juta.

"Melalui praktik implementasi penjatuhan pidana ini, terlihat terbukanya peluang pelaksanaan keadilan restoratif, yang lebih berorientasi pada perbaikan keadaan, korban dan diri terdakwa tanpa mengenyampingkan kepentingan penegakan hukummnya," ujarnya.

Selain itu kata Ulwan, Majelis Hakim dengan mempertimbangkan kerugian yang diderita oleh lahan sekitar perusahaan, juga memberikan pidana tambahan kepada terdakwa Erick Kurniawan yaitu, membayar biaya pemulihan lingkungan atas lahan di sekitar perusahaan, yang telah terbukti tercemar oleh limbah perusahaan akibat tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa sebagaimana tersebut dalam amar putusan angka 1 sejumlah Rp250 juta dalam jangka waktu paling lama 6 bulan

"Juga memperbaiki kinerja IPAL, sehingga air limbah yang dibuang ke media lingkungan sudah memenuhi ketentuan baku mutu dalam jangka waktu paling lama 1 tahun. Juga memeriksa kadar parameter baku mutu air limbah cair secara periodik, sekurangnya sekali dalam sebulan atas biaya perusahaan pada laboratorium rujukan, melakui pelaksanaannya diawasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis," ujarnya.

Usai pembacaan vonis manjelis hakim, Kuasa Hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sedangkan JPU Yuriko langsung menyatakan banding.

"Karena JPU masih menyatakan banding dan pihak terdakwa menyatakan pikir-pikir, maka putusan majelis hakim ini belum memiliki kekuatan hukum tetap, karena ada proses banding ke PT Riau di Pekanbaru," ujar Bayu Soho Rahadjo, Ketua Majelis Hakim PN Bengkalis sambil menutup persidangan.

Sedangkan kedua terdakwa didampingi satu orang kuasa hukumnya langsung terburu-buru keluar dari Kantor PN Bengkalis dan masuk ke mobil dan pergi meniggalkan kantor PN.

"Maaf bang. Kita buru-buru, karena mau menyeberang roro," ucap Kuasa Hukum Kedua terdakwa sambil masik mobilnya.(don)

 


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan

Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera

Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi

Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam

Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Polda Riau Perkuat Deteksi Dini dan Patroli

Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan

Perambah Mangrove Ditangkap, Bupati Rohil: Harus Jadi Efek Jera

Geram Lihat Mangrove Dirusak, Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi

Irjen Pol Herry: Tak Ada Ampun bagi Perusak Alam

Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Perkuat Koneksi Pekanbaru, Indosat Hadirkan Paket 5G, HiFi Air dan IM3 Platinum
04 Oktober 2026
Dukung Ekonomi Digital dan Indonesia Emas, Indosat Perluas Jaringan 5G ke Pekanbaru
04 Oktober 2026
Bersama Rumah Sehat Segar Jakarta, IKWI Riau Gelar Baksos Layanan Terapi Akupunktur dan Fashdu
03 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta ke Pelaku Kreatif di Kampar
02 Oktober 2026
ForKI Siap Berkiprah Lagi Kawal Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan di Riau
02 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Persiapkan Penilaian IRH 2027
02 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
02 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik PASTI ADA SOLUSI Episode 19
02 Oktober 2026
PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten
02 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI yang Lebih Inklusif dan Tepat Sasaran
01 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 26 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos Semifinal Gen Halal Championship 2026
  • 2 Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
  • 3 Lepas Kontingen PPSN VI 2026 Menuju Jatim, Syahruddin: Berkompetisi dengan Baik dan Jaga Kekompakkan
  • 4 Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina
  • 5 Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
  • 6 Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
  • 7 Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
  • 8 Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
  • 9 Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved