• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
Dibaca : 168 Kali
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
Dibaca : 187 Kali
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
Dibaca : 188 Kali
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
Dibaca : 357 Kali
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
Dibaca : 412 Kali

  • Home
  • Politik

Resep Mujarab Caleg Meraih Kemenangan

Politisi Perlu Memahami Dahsyatnya Pengaruh Komunikasi Nonverbal

Redaksi
Selasa, 08 Januari 2019 13:56:38 WIB
Cetak
Bagus Santoso
Oleh: Bagus Santoso
(Mahasiswa S3 Ilmu Politik, Praktisi Politik dan Anggota DPRD Riau)

SIAPA menabur benih unggul di lahan subur, niscaya memanen hasil gemilang. Kecuali mengabaikan gulma dan hama.

Siapa cerdas komunikasi, peluang menjadi pemenang dalam setiap kontestasi terbuka lebar. Bahkan survei terbaru di negara maju, 80 persen yang menduduki jabatan strategis di perusahaan berasal dari karyawan yang menguasai komunikasi verbal maupun non verbal. 

Lalu bagaimana di wilayah politik?Survei terakhir di kalangan ahli psikologi mengatakan, 70 persen masa depan seseorang sangat ditentukan oleh komunikasi. Sinergis dengan itu, di kalangan konsultan perilaku juga menjelaskan hasil survei yang mengatakan 70 persen warna masa depan seseorang ditentukan oleh etika perilaku. 

Kalau hasil kedua survei tersebut dipakai untuk membedah potensi pasar demokrasi Indonesia 2019, maka bisa dikatakan indikator keterpilihan seorang politisi pada Pemilu Legislatif 2019 dapat dilihat sejauhmana bentuk komunikasi dan etika perilakunya dalam masyarakat. 

Berangkat dari dua indikator keterpilihan itulah, maka setiap politisi perlunya memahami dahsyatnya pengaruh komunikasi nonverbal (bahasa tubuh) dalam politik.

Bentuk komunikasi yang paling mendasar dan sangat menentukan dalam mempengaruhi orang lain, adalah komunikasi nonverbal. Menurut antropolog, sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Dalam konteks komunikasi politik, berikut ini adalah beberapa contoh perilaku yang menunjukkan komunikasi non verbal yang sangat berpengaruh dalam meraih simpati orang lain.

Semua atribut yang melekat pada diri seseorang menjadi alat komunikasi kepada orang lain. Seorang perempuan yang berkunjung ke kampung memenuhi undangan pernikahan memakai baju yang seksi, secara tidak langsung telah memproklamirkan diri sebagai perempuan yang kurang mematuhi etika.

Berkunjung ke pasar tradisional dengan memakai semua perhiasan akan memberi pesan kepada orang di sekitar sebagai orang yang haus pujian dan selalu menganggap diri lebih hebat dibanding orang lain. Menutup pintu rumah di tengah kerumunan orang yang sedang bergotong-royong membersihkan got dari ancaman nyamuk demam berdarah, menyampaikan pesan sebagai orang yang miskin jiwa sosial.

Mengendarai mobil sambil kaca tertutup memasuki kompleks perumahannya, bisa ditafsirkan sebagai tetangga yang sombong dan tidak mau peduli nasib orang lain yang ketimpa musibah. Malas tersenyum kepada orang-orang di sekitarnya, baik di kantor, di perjalanan, atau di lingkungan sosialnya, akan mendapat pembenaran sebagai orang yang sombong dan angkuh.***Resep Mujarab Caleg Meraih Kemenangan
Politisi Perlu Memahami Dahsyatnya Pengaruh Komunikasi Nonverbal 
   
Oleh: Bagus Santoso, Mahasiswa S3 Ilmu Politik, Praktisi Politik dan Anggota DPRD Riau

SIAPA menabur benih unggul di lahan subur, niscaya memanen hasil gemilang. Kecuali mengabaikan gulma dan hama.

Siapa cerdas komunikasi, peluang menjadi pemenang dalam setiap kontestasi terbuka lebar. Bahkan survei terbaru di negara maju, 80 persen yang menduduki jabatan strategis di perusahaan berasal dari karyawan yang menguasai komunikasi verbal maupun non verbal. 

Lalu bagaimana di wilayah politik?Survei terakhir di kalangan ahli psikologi mengatakan, 70 persen masa depan seseorang sangat ditentukan oleh komunikasi. Sinergis dengan itu, di kalangan konsultan perilaku juga menjelaskan hasil survei yang mengatakan 70 persen warna masa depan seseorang ditentukan oleh etika perilaku. 

Kalau hasil kedua survei tersebut dipakai untuk membedah potensi pasar demokrasi Indonesia 2019, maka bisa dikatakan indikator keterpilihan seorang politisi pada Pemilu Legislatif 2019 dapat dilihat sejauhmana bentuk komunikasi dan etika perilakunya dalam masyarakat. 

Berangkat dari dua indikator keterpilihan itulah, maka setiap politisi perlunya memahami dahsyatnya pengaruh komunikasi nonverbal (bahasa tubuh) dalam politik.

Bentuk komunikasi yang paling mendasar dan sangat menentukan dalam mempengaruhi orang lain, adalah komunikasi nonverbal. Menurut antropolog, sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Dalam konteks komunikasi politik, berikut ini adalah beberapa contoh perilaku yang menunjukkan komunikasi non verbal yang sangat berpengaruh dalam meraih simpati orang lain.

Semua atribut yang melekat pada diri seseorang menjadi alat komunikasi kepada orang lain. Seorang perempuan yang berkunjung ke kampung memenuhi undangan pernikahan memakai baju yang seksi, secara tidak langsung telah memproklamirkan diri sebagai perempuan yang kurang mematuhi etika.

Berkunjung ke pasar tradisional dengan memakai semua perhiasan akan memberi pesan kepada orang di sekitar sebagai orang yang haus pujian dan selalu menganggap diri lebih hebat dibanding orang lain. Menutup pintu rumah di tengah kerumunan orang yang sedang bergotong-royong membersihkan got dari ancaman nyamuk demam berdarah, menyampaikan pesan sebagai orang yang miskin jiwa sosial.

Mengendarai mobil sambil kaca tertutup memasuki kompleks perumahannya, bisa ditafsirkan sebagai tetangga yang sombong dan tidak mau peduli nasib orang lain yang ketimpa musibah. Malas tersenyum kepada orang-orang di sekitarnya, baik di kantor, di perjalanan, atau di lingkungan sosialnya, akan mendapat pembenaran sebagai orang yang sombong dan angkuh.*


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rapat Perdana DPW PAN Riau, Sahidin: Susunlah Program yang Menyentuh Rakyat

PerKPU RI Rahasiakan Data Capres dan Cawapres, Zufra Irwan: Itu Keliru dan Penafsiran yang Sesat Terhadap UU KIP

HUT Bawaslu, Abdul Wahid: Saya Adalah Pemimpin yang Tidak Mau Menciderai Demokrasi dengan Money Politic

KPU Siak Tetapkan Dr Afni-Syamsurizal Sebagai Bupati Terpilih

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rapat Perdana DPW PAN Riau, Sahidin: Susunlah Program yang Menyentuh Rakyat

PerKPU RI Rahasiakan Data Capres dan Cawapres, Zufra Irwan: Itu Keliru dan Penafsiran yang Sesat Terhadap UU KIP

HUT Bawaslu, Abdul Wahid: Saya Adalah Pemimpin yang Tidak Mau Menciderai Demokrasi dengan Money Politic

KPU Siak Tetapkan Dr Afni-Syamsurizal Sebagai Bupati Terpilih



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Buku Kearifan Baduy hingga Jejak Adinegoro Diluncurkan di HPN 2026
08 Februari 2026
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
09 Februari 2026
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
08 Februari 2026
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
09 Februari 2026
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
07 Februari 2026
Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
07 Februari 2026
Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
07 Februari 2026
HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
07 Februari 2026
Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan PWI Pusat-HPN 2026 di Banten
07 Februari 2026
HPN 2026 Beri Efek Berganda bagi Pariwisata, UMKM dan Citra Daerah
07 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 PWI Tetapkan Juara AJP 2026, Karya Jurnalistik Terbaik Rekam Pengabdian Polri
  • 2 Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Bisa Diangkat PPPK
  • 3 UIR Buka PMB Jalur RPL, Berikut Daftar Program Studinya!
  • 4 Jelang Ramadhan, FKIP UIR Gelar Konser Orkestra Religi Spektakuler di Gedung Idrus Tintin
  • 5 PWI Riau Berangkatkan 110 Delegasi Hadiri HPN 2026 di Serang, Banten
  • 6 Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo CS Minta Salinan 709 Dokumen
  • 7 Audiensi Strategis dengan Plt Gubri, Kakanwil Kemenkum Riau Laporkan Penguatan 1.862 Posbankum Desa/Kelurahan
  • 8 Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers
  • 9 FPK Riau Minta Tempat Hiburan di Pekanbaru Patuhi Aturan dan Nilai Melayu
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved