• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
Dibaca : 270 Kali
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
Dibaca : 266 Kali
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
Dibaca : 263 Kali
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
Dibaca : 249 Kali
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
Dibaca : 255 Kali

  • Home
  • Politik

Resep Mujarab Caleg Meraih Kemenangan

Politisi Perlu Memahami Dahsyatnya Pengaruh Komunikasi Nonverbal

Redaksi
Selasa, 08 Januari 2019 13:56:38 WIB
Cetak
Bagus Santoso
Oleh: Bagus Santoso
(Mahasiswa S3 Ilmu Politik, Praktisi Politik dan Anggota DPRD Riau)

SIAPA menabur benih unggul di lahan subur, niscaya memanen hasil gemilang. Kecuali mengabaikan gulma dan hama.

Siapa cerdas komunikasi, peluang menjadi pemenang dalam setiap kontestasi terbuka lebar. Bahkan survei terbaru di negara maju, 80 persen yang menduduki jabatan strategis di perusahaan berasal dari karyawan yang menguasai komunikasi verbal maupun non verbal. 

Lalu bagaimana di wilayah politik?Survei terakhir di kalangan ahli psikologi mengatakan, 70 persen masa depan seseorang sangat ditentukan oleh komunikasi. Sinergis dengan itu, di kalangan konsultan perilaku juga menjelaskan hasil survei yang mengatakan 70 persen warna masa depan seseorang ditentukan oleh etika perilaku. 

Kalau hasil kedua survei tersebut dipakai untuk membedah potensi pasar demokrasi Indonesia 2019, maka bisa dikatakan indikator keterpilihan seorang politisi pada Pemilu Legislatif 2019 dapat dilihat sejauhmana bentuk komunikasi dan etika perilakunya dalam masyarakat. 

Berangkat dari dua indikator keterpilihan itulah, maka setiap politisi perlunya memahami dahsyatnya pengaruh komunikasi nonverbal (bahasa tubuh) dalam politik.

Bentuk komunikasi yang paling mendasar dan sangat menentukan dalam mempengaruhi orang lain, adalah komunikasi nonverbal. Menurut antropolog, sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Dalam konteks komunikasi politik, berikut ini adalah beberapa contoh perilaku yang menunjukkan komunikasi non verbal yang sangat berpengaruh dalam meraih simpati orang lain.

Semua atribut yang melekat pada diri seseorang menjadi alat komunikasi kepada orang lain. Seorang perempuan yang berkunjung ke kampung memenuhi undangan pernikahan memakai baju yang seksi, secara tidak langsung telah memproklamirkan diri sebagai perempuan yang kurang mematuhi etika.

Berkunjung ke pasar tradisional dengan memakai semua perhiasan akan memberi pesan kepada orang di sekitar sebagai orang yang haus pujian dan selalu menganggap diri lebih hebat dibanding orang lain. Menutup pintu rumah di tengah kerumunan orang yang sedang bergotong-royong membersihkan got dari ancaman nyamuk demam berdarah, menyampaikan pesan sebagai orang yang miskin jiwa sosial.

Mengendarai mobil sambil kaca tertutup memasuki kompleks perumahannya, bisa ditafsirkan sebagai tetangga yang sombong dan tidak mau peduli nasib orang lain yang ketimpa musibah. Malas tersenyum kepada orang-orang di sekitarnya, baik di kantor, di perjalanan, atau di lingkungan sosialnya, akan mendapat pembenaran sebagai orang yang sombong dan angkuh.***Resep Mujarab Caleg Meraih Kemenangan
Politisi Perlu Memahami Dahsyatnya Pengaruh Komunikasi Nonverbal 
   
Oleh: Bagus Santoso, Mahasiswa S3 Ilmu Politik, Praktisi Politik dan Anggota DPRD Riau

SIAPA menabur benih unggul di lahan subur, niscaya memanen hasil gemilang. Kecuali mengabaikan gulma dan hama.

Siapa cerdas komunikasi, peluang menjadi pemenang dalam setiap kontestasi terbuka lebar. Bahkan survei terbaru di negara maju, 80 persen yang menduduki jabatan strategis di perusahaan berasal dari karyawan yang menguasai komunikasi verbal maupun non verbal. 

Lalu bagaimana di wilayah politik?Survei terakhir di kalangan ahli psikologi mengatakan, 70 persen masa depan seseorang sangat ditentukan oleh komunikasi. Sinergis dengan itu, di kalangan konsultan perilaku juga menjelaskan hasil survei yang mengatakan 70 persen warna masa depan seseorang ditentukan oleh etika perilaku. 

Kalau hasil kedua survei tersebut dipakai untuk membedah potensi pasar demokrasi Indonesia 2019, maka bisa dikatakan indikator keterpilihan seorang politisi pada Pemilu Legislatif 2019 dapat dilihat sejauhmana bentuk komunikasi dan etika perilakunya dalam masyarakat. 

Berangkat dari dua indikator keterpilihan itulah, maka setiap politisi perlunya memahami dahsyatnya pengaruh komunikasi nonverbal (bahasa tubuh) dalam politik.

Bentuk komunikasi yang paling mendasar dan sangat menentukan dalam mempengaruhi orang lain, adalah komunikasi nonverbal. Menurut antropolog, sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. 

Dalam konteks komunikasi politik, berikut ini adalah beberapa contoh perilaku yang menunjukkan komunikasi non verbal yang sangat berpengaruh dalam meraih simpati orang lain.

Semua atribut yang melekat pada diri seseorang menjadi alat komunikasi kepada orang lain. Seorang perempuan yang berkunjung ke kampung memenuhi undangan pernikahan memakai baju yang seksi, secara tidak langsung telah memproklamirkan diri sebagai perempuan yang kurang mematuhi etika.

Berkunjung ke pasar tradisional dengan memakai semua perhiasan akan memberi pesan kepada orang di sekitar sebagai orang yang haus pujian dan selalu menganggap diri lebih hebat dibanding orang lain. Menutup pintu rumah di tengah kerumunan orang yang sedang bergotong-royong membersihkan got dari ancaman nyamuk demam berdarah, menyampaikan pesan sebagai orang yang miskin jiwa sosial.

Mengendarai mobil sambil kaca tertutup memasuki kompleks perumahannya, bisa ditafsirkan sebagai tetangga yang sombong dan tidak mau peduli nasib orang lain yang ketimpa musibah. Malas tersenyum kepada orang-orang di sekitarnya, baik di kantor, di perjalanan, atau di lingkungan sosialnya, akan mendapat pembenaran sebagai orang yang sombong dan angkuh.*


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rapat Perdana DPW PAN Riau, Sahidin: Susunlah Program yang Menyentuh Rakyat

PerKPU RI Rahasiakan Data Capres dan Cawapres, Zufra Irwan: Itu Keliru dan Penafsiran yang Sesat Terhadap UU KIP

HUT Bawaslu, Abdul Wahid: Saya Adalah Pemimpin yang Tidak Mau Menciderai Demokrasi dengan Money Politic

KPU Siak Tetapkan Dr Afni-Syamsurizal Sebagai Bupati Terpilih

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rapat Perdana DPW PAN Riau, Sahidin: Susunlah Program yang Menyentuh Rakyat

PerKPU RI Rahasiakan Data Capres dan Cawapres, Zufra Irwan: Itu Keliru dan Penafsiran yang Sesat Terhadap UU KIP

HUT Bawaslu, Abdul Wahid: Saya Adalah Pemimpin yang Tidak Mau Menciderai Demokrasi dengan Money Politic

KPU Siak Tetapkan Dr Afni-Syamsurizal Sebagai Bupati Terpilih



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
27 Maret 2026
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
27 Maret 2026
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
25 Maret 2026
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
26 Maret 2026
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
25 Maret 2026
Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif
17 Maret 2026
Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor
16 Maret 2026
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
  • 2 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
  • 3 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 4 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 5 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 6 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 7 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 8 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 9 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved