• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kemenkum Riau Salurkan Bantuan Sosial ke Berbagai Panti di Pekanbaru
Dibaca : 132 Kali
UIR Raih Penghargaan Campus Entrepreneurial Marketing Award Riau 2026
Dibaca : 130 Kali
Kakanwil Berikan Pengarahan Kepada Peserta Maganghub Kemnaker
Dibaca : 137 Kali
Satukan Langkah Hadapi Tantangan Daerah, Wabup Siak Ajak Penuhi Hak Anak
Dibaca : 248 Kali
Syamsurizal: Wujud Nyata Kekuatan Iman, Kerukunan dan Kebersamaan
Dibaca : 209 Kali

  • Home
  • Opini

Tradisi Lampu Colok dan Barakan

Zulmiron
Jumat, 29 April 2022 15:32:30 WIB
Cetak
Tradisi Lampu Colok dan Barakan.

Oleh: Bagus Santoso (Wakil Bupati Bengkalis)

Alhamdulillah jelang lebaran tahun 2022 ini, warga khususnya yang tinggal di pulau Bengkalis penuh suka cita karena dapat menggelar dua tradisi zaman ke zaman yaitu pertama pasang lampu colok mulai malam 27 Ramadhan kedua “Barakan” atau rombongan menjalin silaturahmi berkekalan kunjungi rumah ke rumah setelah sholat Idul Fitri.

Disebut malam nujuh likur mendampingi Bupati Kasmarni meresmikan festival lampu colok di Desa Damai Kecamatan Bengkalis. Tumpah ruah warga menyambut dengan gembira Ria seakan “ melepas tebat” setelah dua tahun sirna.

Saya belum menemukan rujukan asal muasal sebutan 27 Ramadhan dikenal nujuh likur dibaca “liko” Melayu. Mengacu Hitungan jawa angka diatas 20 memang ada sebutan likur. 21 dibaca selikur, 22 rolikur dan seterusnya sampai 27 pitulikur, 28 wolulikur lalu 29 songolikur.

Mengutip dari dinding Facebook Gubernur Riau Syamsuar  dengan status Menerangi malam Nujuh likur, 27 Ramadhan, sekaligus merawat tradisi. Dikatakan Tradisi Lampu Colok yang sudah menjadi turun-temurun sejak dahulu. 
Salah satu wujud rasa kegembiraan menyambut hari yang fitri, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.

Senada yang tertulis pada dinding Facebook Tengku Sayed Hasrian Alhinduan pada status Menerangi malam nujuh likur 27 Ramadhan sekaligus merawat tradisi lampu colok sudah menjadi turun temurun sejak dahulu, salah satu wujud rasa kegembiraan menyambut hari yang fitri, bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Lampu colok adalah bagian dari kebudayaan Melayu yang telah ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh Menteri Kebudayaan.

Apapun bentuk dan rujukannya Lampu colok memang begitu dinantikan. Bahkan ada yang menyebutkan ramadhan tanpa lampu colok seakan hampa tak berkesan.  Ibarat hidangan makanan baru lengkap kalau sudah empat sehat lima sempurna.

Hal yang membanggakan lampu colok pada tahun 2022 ini juga terpasang di halaman depan kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau. Orang nomor satu di provinsi Riau ini mengatakan dengan di adakannya festival lampu colok sebagai pelestarian budaya yang identik dengan ciri khas Melayu.

“Barakan” Kekalkan Silaturahmi.

Haru biru lampu colok akan berlanjut “barakan” selepas menunaikan sholat Idul Fitri. Ada lampu colok maka ada “barakan” kegiatan warga berkunjung dari rumah ke rumah orang sekampung berlangsung tiga sampai tujuh hari.

“Barakan” sudah menjadi tradisi turun temurun bertujuan mengekalkan tautan silaturahmi. Seiring persiapan lampu colok juga sudah dimaklumkan oleh Ketua RT,RW biasanya di Masjid atau Mushola tentang giliran rumah rumah yang akan di kunjungi berombongan. Dari pengalaman urutannya sesuai dengan kesepakatan bersama. Atau ada kesepakatan tak tertulis kalau tahun lalu dari Rumah ujung timur berikutnya dari ujung Barat.

Tata cara berombongan antara kampung satu dengan yang lainnya juga berbeda. Misalnya hari pertama kaum laki laki lalu  hari kedua kaum wanita berlanjut hari ketiga untuk remaja dan anak- anak. Hari ke empat dan seterusnya baru berkunjung ke luar atau antar kampung.

Maka segala aneka macam makanan dan minuman disediakan setiap rumah. Silaturahmi menjadi mengasyikkan karena melimpah keberkahan kebahagian.

Barakan bukan hanya di Tanah Melayu khususnya Bengkalis. 
Konon, tradisi barakan di Jawa baca pisowanan telah ada sejak abad ke-18. bermula dari tradisi Kraton Mangkunegaran, Surakarta, kita mengenal tradisi halalbihalal, yaitu maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Tradisi asli Indonesia ini seakan-akan ingin mengejawantahkan perintah Allah Sawt dalam QS. Al-A`raf ayat 199, "Jadilah pemaaf dan anjurkanlah orang berbuat baik, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."

Sahabat, lebaran ini kita mudik. Tentu teriring agenda halalbihalal bersama keluarga, sanak kerabat, dan teman-teman di kampung halaman. Bukan sekadar mempererat rasa persaudaraan, terlebih untuk menjaga kewarasan mental dan pikiran. Setelah didera pandemi COVID-19 hingga tahun ketiga, kita perlu membentuk koneksi sosial dengan menjaga hubungan antar teman dan keluarga.

Begitu banyak hikmah silaturahmi, di antaranya mendapatkan rida Allah Swt, membuat gembira sanak saudara, menggembirakan malaikat, mendapatkan pujian baik dari sesama, mencegah iblis menggoda manusia, menambah umur, mendapatkan berkah dalam rezeki, menggembirakan orang-orang yang meninggal dunia, bertambah erat tali persaudaraan, dan menambah pahala setelah kita meninggal karena sanak kerabat akan selalu mendoakan. Sungguh, energi kembali ke fitri turut mendorong kita untuk berlomba-lomba mengembalikan jiwa pada kesucian.

Namun, hikmah yang melimpah tersebut tidak harus menjadi tujuan. Di sini, kita belajar memahami bahwa kebaikan pada dasarnya akan kembali kepada para pelakunya. Seperti disebutkan di atas, orang yang gemar menjalin silaturahmi akan lebih dikenang dan abadi meskipun dirinya telah tiada.

Terakhir, ada baiknya kita merentangkan energi kembali ke fitri ini lebih lebar lagi. Silaturahmi tidak hanya dilakukan di momen-momen khusus seperti Idul Fitri saja, namun bisa kita lakukan kapan saja dan di mana saja. Sungguh, ini adalah salah satu pekerjaan yang paling dicintai oleh Allah Swt dan Rasul-Nya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille

DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026

Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi

Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan

Jual Beli Jabatan dan Krisis Moral Kekuasaan, Sebuah Analisis Psikologi atas OTT Bupati Kuantan Singingi

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille

DWP Kanwil Kemenkum Riau Gelar Arisan Keempat Tahun 2026

Energi untuk Masa Depan, Saatnya Indonesia Berani Bertransisi

Otopsi Psikologis Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Keagamaan

Jual Beli Jabatan dan Krisis Moral Kekuasaan, Sebuah Analisis Psikologi atas OTT Bupati Kuantan Singingi



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kemenkum Riau Salurkan Bantuan Sosial ke Berbagai Panti di Pekanbaru
10 Agustus 2026
UIR Raih Penghargaan Campus Entrepreneurial Marketing Award Riau 2026
10 Agustus 2026
Kakanwil Berikan Pengarahan Kepada Peserta Maganghub Kemnaker
10 Agustus 2026
Satukan Langkah Hadapi Tantangan Daerah, Wabup Siak Ajak Penuhi Hak Anak
09 Agustus 2026
Syamsurizal: Wujud Nyata Kekuatan Iman, Kerukunan dan Kebersamaan
09 Agustus 2026
Fun Walk Mewarnai Hari Pengayoman ke-81 di Kanwil Kemenkum Riau
09 Agustus 2026
Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Sosialisasi Layanan KI
09 Agustus 2026
Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Buka Layanan KI, AHU dan Bantuan Hukum Gratis
09 Agustus 2026
Fun Walk Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kebersamaan
09 Agustus 2026
Hilirisasi Sawit Harus Dibarengi Penguatan Ekosistem dari Hulu Hingga Hilir
08 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar
  • 2 PPI Lestarikan Kekayaan Budaya Melalui Karya Sastra
  • 3 Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
  • 4 Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum "PASTI Ada Solusi" Episode 9
  • 7 Menteri PPN/Bappenas Prof Rachmat Pambudy Keynote Speaker SIEXPO 2026 di Pekanbaru
  • 8 Evaluasi Kinerja Semester I 2026, Kanim Pekanbaru Raih Penghargaan Humas Most Popular
  • 9 Pianisril-Zulkifli Ali Juarai Fun Pingpong Competition SKK Migas-EMP-PWI Riau
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved