• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
PRB 2026 Diikuti 1.578 Peserta, M Job Kurniawan: Langkah Nyata Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Dibaca : 295 Kali
Mahasiswa Spesialis Medikal Bedah Unimus Bersama Tenaga Klinik dan Dosen Kembangkan Terapi Kombinasi Aromaterapi Lavender dan Latihan Napas
Dibaca : 239 Kali
Hadirkan AIvolusi5G, Indosat Perkuat Kualitas dan Keamanan Jaringan di Medan
Dibaca : 268 Kali
Unri Kukuhkan 8 Profesor, Dari Ahli Rantai Pasok Ikan Hingga Perancang Mobil Masa Depan
Dibaca : 251 Kali
PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan ke Sultan HB X
Dibaca : 258 Kali

  • Home
  • Opini

Tradisi Lampu Colok dan Barakan

Zulmiron
Jumat, 29 April 2022 15:32:30 WIB
Cetak
Tradisi Lampu Colok dan Barakan.

Oleh: Bagus Santoso (Wakil Bupati Bengkalis)

Alhamdulillah jelang lebaran tahun 2022 ini, warga khususnya yang tinggal di pulau Bengkalis penuh suka cita karena dapat menggelar dua tradisi zaman ke zaman yaitu pertama pasang lampu colok mulai malam 27 Ramadhan kedua “Barakan” atau rombongan menjalin silaturahmi berkekalan kunjungi rumah ke rumah setelah sholat Idul Fitri.

Disebut malam nujuh likur mendampingi Bupati Kasmarni meresmikan festival lampu colok di Desa Damai Kecamatan Bengkalis. Tumpah ruah warga menyambut dengan gembira Ria seakan “ melepas tebat” setelah dua tahun sirna.

Saya belum menemukan rujukan asal muasal sebutan 27 Ramadhan dikenal nujuh likur dibaca “liko” Melayu. Mengacu Hitungan jawa angka diatas 20 memang ada sebutan likur. 21 dibaca selikur, 22 rolikur dan seterusnya sampai 27 pitulikur, 28 wolulikur lalu 29 songolikur.

Mengutip dari dinding Facebook Gubernur Riau Syamsuar  dengan status Menerangi malam Nujuh likur, 27 Ramadhan, sekaligus merawat tradisi. Dikatakan Tradisi Lampu Colok yang sudah menjadi turun-temurun sejak dahulu. 
Salah satu wujud rasa kegembiraan menyambut hari yang fitri, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.

Senada yang tertulis pada dinding Facebook Tengku Sayed Hasrian Alhinduan pada status Menerangi malam nujuh likur 27 Ramadhan sekaligus merawat tradisi lampu colok sudah menjadi turun temurun sejak dahulu, salah satu wujud rasa kegembiraan menyambut hari yang fitri, bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Lampu colok adalah bagian dari kebudayaan Melayu yang telah ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh Menteri Kebudayaan.

Apapun bentuk dan rujukannya Lampu colok memang begitu dinantikan. Bahkan ada yang menyebutkan ramadhan tanpa lampu colok seakan hampa tak berkesan.  Ibarat hidangan makanan baru lengkap kalau sudah empat sehat lima sempurna.

Hal yang membanggakan lampu colok pada tahun 2022 ini juga terpasang di halaman depan kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau. Orang nomor satu di provinsi Riau ini mengatakan dengan di adakannya festival lampu colok sebagai pelestarian budaya yang identik dengan ciri khas Melayu.

“Barakan” Kekalkan Silaturahmi.

Haru biru lampu colok akan berlanjut “barakan” selepas menunaikan sholat Idul Fitri. Ada lampu colok maka ada “barakan” kegiatan warga berkunjung dari rumah ke rumah orang sekampung berlangsung tiga sampai tujuh hari.

“Barakan” sudah menjadi tradisi turun temurun bertujuan mengekalkan tautan silaturahmi. Seiring persiapan lampu colok juga sudah dimaklumkan oleh Ketua RT,RW biasanya di Masjid atau Mushola tentang giliran rumah rumah yang akan di kunjungi berombongan. Dari pengalaman urutannya sesuai dengan kesepakatan bersama. Atau ada kesepakatan tak tertulis kalau tahun lalu dari Rumah ujung timur berikutnya dari ujung Barat.

Tata cara berombongan antara kampung satu dengan yang lainnya juga berbeda. Misalnya hari pertama kaum laki laki lalu  hari kedua kaum wanita berlanjut hari ketiga untuk remaja dan anak- anak. Hari ke empat dan seterusnya baru berkunjung ke luar atau antar kampung.

Maka segala aneka macam makanan dan minuman disediakan setiap rumah. Silaturahmi menjadi mengasyikkan karena melimpah keberkahan kebahagian.

Barakan bukan hanya di Tanah Melayu khususnya Bengkalis. 
Konon, tradisi barakan di Jawa baca pisowanan telah ada sejak abad ke-18. bermula dari tradisi Kraton Mangkunegaran, Surakarta, kita mengenal tradisi halalbihalal, yaitu maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Tradisi asli Indonesia ini seakan-akan ingin mengejawantahkan perintah Allah Sawt dalam QS. Al-A`raf ayat 199, "Jadilah pemaaf dan anjurkanlah orang berbuat baik, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."

Sahabat, lebaran ini kita mudik. Tentu teriring agenda halalbihalal bersama keluarga, sanak kerabat, dan teman-teman di kampung halaman. Bukan sekadar mempererat rasa persaudaraan, terlebih untuk menjaga kewarasan mental dan pikiran. Setelah didera pandemi COVID-19 hingga tahun ketiga, kita perlu membentuk koneksi sosial dengan menjaga hubungan antar teman dan keluarga.

Begitu banyak hikmah silaturahmi, di antaranya mendapatkan rida Allah Swt, membuat gembira sanak saudara, menggembirakan malaikat, mendapatkan pujian baik dari sesama, mencegah iblis menggoda manusia, menambah umur, mendapatkan berkah dalam rezeki, menggembirakan orang-orang yang meninggal dunia, bertambah erat tali persaudaraan, dan menambah pahala setelah kita meninggal karena sanak kerabat akan selalu mendoakan. Sungguh, energi kembali ke fitri turut mendorong kita untuk berlomba-lomba mengembalikan jiwa pada kesucian.

Namun, hikmah yang melimpah tersebut tidak harus menjadi tujuan. Di sini, kita belajar memahami bahwa kebaikan pada dasarnya akan kembali kepada para pelakunya. Seperti disebutkan di atas, orang yang gemar menjalin silaturahmi akan lebih dikenang dan abadi meskipun dirinya telah tiada.

Terakhir, ada baiknya kita merentangkan energi kembali ke fitri ini lebih lebar lagi. Silaturahmi tidak hanya dilakukan di momen-momen khusus seperti Idul Fitri saja, namun bisa kita lakukan kapan saja dan di mana saja. Sungguh, ini adalah salah satu pekerjaan yang paling dicintai oleh Allah Swt dan Rasul-Nya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)

Rekonsialisasi Elit Riau

Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers

Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme

Subsidi dan Teknologi, Kunci Menjaga Stabilitas Pangan di Tengah Mahalnya Biaya Input Pertanian

Bhabinkamtibmas Minas Jaya Bripka Rosady Elian Raih Penghargaan Green Policing Award Polda Riau 2025

Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)

Rekonsialisasi Elit Riau

Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers

Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme

Subsidi dan Teknologi, Kunci Menjaga Stabilitas Pangan di Tengah Mahalnya Biaya Input Pertanian

Bhabinkamtibmas Minas Jaya Bripka Rosady Elian Raih Penghargaan Green Policing Award Polda Riau 2025



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
PRB 2026 Diikuti 1.578 Peserta, M Job Kurniawan: Langkah Nyata Menjawab Kebutuhan Masyarakat
19 Januari 2026
Mahasiswa Spesialis Medikal Bedah Unimus Bersama Tenaga Klinik dan Dosen Kembangkan Terapi Kombinasi Aromaterapi Lavender dan Latihan Napas
22 Januari 2026
Hadirkan AIvolusi5G, Indosat Perkuat Kualitas dan Keamanan Jaringan di Medan
20 Januari 2026
Unri Kukuhkan 8 Profesor, Dari Ahli Rantai Pasok Ikan Hingga Perancang Mobil Masa Depan
19 Januari 2026
PWI Pusat Anugerahkan Anggota Kehormatan ke Sultan HB X
22 Januari 2026
Pengurus PWI DIY 2025–2030 Dilantik, Sri Sultan HB X: Kemerdekaan Pers Harus Berjalan Beriringan dengan Integritas
22 Januari 2026
Cegah Listrik Padam di Sumatera, PLN Minta Gubernur Sumsel Buka Jalan Truk Batubara di Lubuk Linggau
22 Januari 2026
KI Riau Gesa Penyelesaian Sengketa Informasi
22 Januari 2026
UIR Mewujudkan Kontribusi Pendidikan bagi Masyarakat Pasaman
22 Januari 2026
Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat
14 Januari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Dua Babinsa Koramil 0321- 02/TP Patroli Siskamling di Rantau Kopar
  • 2 Raih 27 Suara, HR Mambang Mit Terpilih Nahkodai FKPMR
  • 3 Kanwil Kemenkum Bentuk Tim Kerja Divisi Pelayanan Hukum Bidang AHU dan KI
  • 4 Semarakkan HAB ke-80, Kemenag Pekanbaru Gelar Jalan Sehat Kerukunan
  • 5 Dengan Berkebaya Laboh Kekek, IKWI Riau Turut Berperan Pecahkan MURI Tari Zapin Massal
  • 6 Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek Riau Pecahkan Rekor Dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda
  • 7 Masuk MURI, SF Hariyanto: Zapin akan Terus Menari di Bumi Lancang Kuning
  • 8 1.026 Karateka se Riau Bertarung di Ajang Forki Riau Open Championship
  • 9 Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved