• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
Dibaca : 150 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
Dibaca : 170 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
Dibaca : 153 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
Dibaca : 153 Kali
Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
Dibaca : 172 Kali

  • Home
  • Opini

Tradisi Lampu Colok dan Barakan

Zulmiron
Jumat, 29 April 2022 15:32:30 WIB
Cetak
Tradisi Lampu Colok dan Barakan.

Oleh: Bagus Santoso (Wakil Bupati Bengkalis)

Alhamdulillah jelang lebaran tahun 2022 ini, warga khususnya yang tinggal di pulau Bengkalis penuh suka cita karena dapat menggelar dua tradisi zaman ke zaman yaitu pertama pasang lampu colok mulai malam 27 Ramadhan kedua “Barakan” atau rombongan menjalin silaturahmi berkekalan kunjungi rumah ke rumah setelah sholat Idul Fitri.

Disebut malam nujuh likur mendampingi Bupati Kasmarni meresmikan festival lampu colok di Desa Damai Kecamatan Bengkalis. Tumpah ruah warga menyambut dengan gembira Ria seakan “ melepas tebat” setelah dua tahun sirna.

Saya belum menemukan rujukan asal muasal sebutan 27 Ramadhan dikenal nujuh likur dibaca “liko” Melayu. Mengacu Hitungan jawa angka diatas 20 memang ada sebutan likur. 21 dibaca selikur, 22 rolikur dan seterusnya sampai 27 pitulikur, 28 wolulikur lalu 29 songolikur.

Mengutip dari dinding Facebook Gubernur Riau Syamsuar  dengan status Menerangi malam Nujuh likur, 27 Ramadhan, sekaligus merawat tradisi. Dikatakan Tradisi Lampu Colok yang sudah menjadi turun-temurun sejak dahulu. 
Salah satu wujud rasa kegembiraan menyambut hari yang fitri, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.

Senada yang tertulis pada dinding Facebook Tengku Sayed Hasrian Alhinduan pada status Menerangi malam nujuh likur 27 Ramadhan sekaligus merawat tradisi lampu colok sudah menjadi turun temurun sejak dahulu, salah satu wujud rasa kegembiraan menyambut hari yang fitri, bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Lampu colok adalah bagian dari kebudayaan Melayu yang telah ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh Menteri Kebudayaan.

Apapun bentuk dan rujukannya Lampu colok memang begitu dinantikan. Bahkan ada yang menyebutkan ramadhan tanpa lampu colok seakan hampa tak berkesan.  Ibarat hidangan makanan baru lengkap kalau sudah empat sehat lima sempurna.

Hal yang membanggakan lampu colok pada tahun 2022 ini juga terpasang di halaman depan kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau. Orang nomor satu di provinsi Riau ini mengatakan dengan di adakannya festival lampu colok sebagai pelestarian budaya yang identik dengan ciri khas Melayu.

“Barakan” Kekalkan Silaturahmi.

Haru biru lampu colok akan berlanjut “barakan” selepas menunaikan sholat Idul Fitri. Ada lampu colok maka ada “barakan” kegiatan warga berkunjung dari rumah ke rumah orang sekampung berlangsung tiga sampai tujuh hari.

“Barakan” sudah menjadi tradisi turun temurun bertujuan mengekalkan tautan silaturahmi. Seiring persiapan lampu colok juga sudah dimaklumkan oleh Ketua RT,RW biasanya di Masjid atau Mushola tentang giliran rumah rumah yang akan di kunjungi berombongan. Dari pengalaman urutannya sesuai dengan kesepakatan bersama. Atau ada kesepakatan tak tertulis kalau tahun lalu dari Rumah ujung timur berikutnya dari ujung Barat.

Tata cara berombongan antara kampung satu dengan yang lainnya juga berbeda. Misalnya hari pertama kaum laki laki lalu  hari kedua kaum wanita berlanjut hari ketiga untuk remaja dan anak- anak. Hari ke empat dan seterusnya baru berkunjung ke luar atau antar kampung.

Maka segala aneka macam makanan dan minuman disediakan setiap rumah. Silaturahmi menjadi mengasyikkan karena melimpah keberkahan kebahagian.

Barakan bukan hanya di Tanah Melayu khususnya Bengkalis. 
Konon, tradisi barakan di Jawa baca pisowanan telah ada sejak abad ke-18. bermula dari tradisi Kraton Mangkunegaran, Surakarta, kita mengenal tradisi halalbihalal, yaitu maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Tradisi asli Indonesia ini seakan-akan ingin mengejawantahkan perintah Allah Sawt dalam QS. Al-A`raf ayat 199, "Jadilah pemaaf dan anjurkanlah orang berbuat baik, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."

Sahabat, lebaran ini kita mudik. Tentu teriring agenda halalbihalal bersama keluarga, sanak kerabat, dan teman-teman di kampung halaman. Bukan sekadar mempererat rasa persaudaraan, terlebih untuk menjaga kewarasan mental dan pikiran. Setelah didera pandemi COVID-19 hingga tahun ketiga, kita perlu membentuk koneksi sosial dengan menjaga hubungan antar teman dan keluarga.

Begitu banyak hikmah silaturahmi, di antaranya mendapatkan rida Allah Swt, membuat gembira sanak saudara, menggembirakan malaikat, mendapatkan pujian baik dari sesama, mencegah iblis menggoda manusia, menambah umur, mendapatkan berkah dalam rezeki, menggembirakan orang-orang yang meninggal dunia, bertambah erat tali persaudaraan, dan menambah pahala setelah kita meninggal karena sanak kerabat akan selalu mendoakan. Sungguh, energi kembali ke fitri turut mendorong kita untuk berlomba-lomba mengembalikan jiwa pada kesucian.

Namun, hikmah yang melimpah tersebut tidak harus menjadi tujuan. Di sini, kita belajar memahami bahwa kebaikan pada dasarnya akan kembali kepada para pelakunya. Seperti disebutkan di atas, orang yang gemar menjalin silaturahmi akan lebih dikenang dan abadi meskipun dirinya telah tiada.

Terakhir, ada baiknya kita merentangkan energi kembali ke fitri ini lebih lebar lagi. Silaturahmi tidak hanya dilakukan di momen-momen khusus seperti Idul Fitri saja, namun bisa kita lakukan kapan saja dan di mana saja. Sungguh, ini adalah salah satu pekerjaan yang paling dicintai oleh Allah Swt dan Rasul-Nya.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
24 September 2026
Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
24 September 2026
Kaukus Parlemen Hijau Riau Segera Dideklarasikan, Fraksi PKS Nyatakan Dukungan
24 September 2026
Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu
24 September 2026
Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
23 September 2026
Tuan Rumah ICoSTech 2026, UIR Perkuat Kolaborasi Riset Dan Inovasi Internasional
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Rapat Pengharmonisasian Ranperbup Bengkalis tentang Standar Harga Satuan
23 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 2 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 3 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 4 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 6 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 7 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono bagi Tahanan dan Pelaksanaan Pidana Alternatif
  • 9 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved