• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
Dibaca : 201 Kali
Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring
Dibaca : 201 Kali
PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers
Dibaca : 205 Kali
Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
Dibaca : 253 Kali
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
Dibaca : 243 Kali

  • Home
  • Opini

Subsidi dan Teknologi, Kunci Menjaga Stabilitas Pangan di Tengah Mahalnya Biaya Input Pertanian

Zulmiron
Kamis, 30 Oktober 2025 17:59:43 WIB
Cetak
Heriyanto, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas islam Riau

Oleh : Heriyanto, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang dan Dosen Fakultas Pertanian Universitas islam Riau

STABILITAS pangan lokal, khususnya komoditas sayuran di Provinsi Riau kini menghadapi tantangan serius.

Biaya input pertanian yang terus melambung telah menjepit petani, membuat usaha tani sayuran menjadi tidak menguntungkan dan berisiko mengancam keberlanjutan produksi.

Menjawab tantangan krusial ini, akademisi dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) menyoroti dua solusi strategis: intervensi subsidi yang tepat sasaran dan adopsi teknologi pertanian modern.

Temuan ini dipaparkan dalam sebuah kajian ilmiah yang disampaikan saat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelita Hati, Pekanbaru.

Data kajian tersebut menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Ditemukan bahwa hampir seluruh, atau 99%, usahatani sayuran di Riau tidak efisien secara alokatif (harga). Inefisiensi ini disebabkan oleh rasio harga input yang dibayar petani.seperti pupuk, benih, dan pestisida jauh lebih besar daripada harga jual (output) yang mereka terima di pasar.

"Petani yang belum efisien secara alokatif disebabkan oleh rasio harga input yang dibayarkan petani lebih besar dari harga output yang mereka terima," tulis paparan tersebut.

Selain masalah harga, 85% petani sayuran juga ditemukan tidak efisien secara teknis. Artinya, penggunaan faktor produksi seperti lahan, pupuk, dan tenaga kerja belum sesuai dan belum mampu menghasilkan produksi yang optimal.

Dampaknya sangat serius. Pendapatan dari usahatani sayuran dirasa lebih kecil dibandingkan sektor lain seperti perkebunan. Hal ini memicu penurunan luas panen sayuran akibat banyaknya alih fungsi lahan menjadi areal perkebunan yang dianggap lebih menguntungkan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak langsung pada pasokan dan konsumsi masyarakat.

Subsidi dan Teknologi Sebagai Solusi

Menghadapi mahalnya harga sarana produksi (saprodi), merekomendasikan intervensi kebijakan yang konkret.

Pertama, "memberikan subsidi terhadap faktor produksi terutama benih, pupuk dan pestisida". Subsidi ini dinilai krusial untuk menekan biaya produksi yang tinggi akibat harga saprodi yang mahal. Dengan input yang lebih terjangkau, diharapkan petani dapat mengoptimalkan penggunaan faktor produksi sehingga usahatani menjadi efisien secara teknis dan produksi meningkat.

Kedua, perlunya "dukungan teknologi". Mengingat karakteristik lahan di Riau yang didominasi tanah organosol (gambut) dan podsolik merah kuning, penerapan teknologi modern menjadi kunci. Kajian ini merekomendasikan inovasi seperti sistem pengelolaan tanaman hidroponik, irigasi tetes, vertigasi, dan sistem pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang efektif.

Heriyanto menyimpulkan, pencapaian efisiensi teknis dan alokatif adalah syarat mutlak. Jika kedua efisiensi ini tercapai, maka efisiensi ekonomi akan tercapai dengan sendirinya, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
03 November 2026
Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring
03 November 2026
PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers
03 November 2026
Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
03 November 2026
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
02 November 2026
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
02 November 2026
Kawal Lima Ranperda Dumai, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Kepastian Hukum Daerah
02 November 2026
Perkuat Pengawasan Notaris, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Evaluasi Kebijakan
02 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi DPD PAPPRI Riau
02 November 2026
Menuju HPN 2027, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung
02 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
  • 2 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 3 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 4 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 5 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 6 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 7 Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
  • 8 Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
  • 9 Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved