• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
Dibaca : 116 Kali
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 378 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 624 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 625 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 542 Kali

  • Home
  • Opini

Idul Fitri: Kembali ke Titik Nol

Zulmiron
Kamis, 28 April 2022 13:15:33 WIB
Cetak
Eddy ASnawi.

Oleh: Eddy Asnawi/Dosen Unilak

Tanpa terasa kita sudah memasuki penghujung ramadhan, tinggal hitungan hari, yang dinantikan pun akan tiba, hari raya Idul Fitri. Seiring datangnya Hari Raya Idul Fitri, kembali terdengar suara-suara takbir dan tahmid berkumandang di setiap masjid-masjid negeri muslim, mengagungkan kebesaran Illahi. Terasa alunan takbir menggetarkan hati  kaum muslimin yang baru saja melepas kepergian bulan Ramadhan yang sangat dirindukan dan dinantikan kedatangannya.

Apa petikan hikmah merayakan hari raya Idul Fitri yang setiap tahun kita  laksanakan ditengah derasnya kehidupan modern seperti sekarang ini cenderung materialistis dan individualis. Orientasi hidup yang lebih mengedepankan egoisme, yang merugikan orang lain, yang bisa menyebabkan putusnya hubungan silatuhrahmi, seperti yang diramalkan oleh Alvin Toffler, bahwa zaman modern akan melahirkan manusia-manusia impersonal, manusia yang tercerabut dari nilai-nilai kemanusiaannya.

Tafsir Idul Fitri  dimaknai “kembali kepada kesucian”, kembali ke fitrahnya , kembali kepada jatidiri kemanusiaannya. Bahkan Ali Syariati,  menyebutkan sebagai  deklarasi “kemerdekaan dan kemuliaan kemanusiaan” dengan mengumandangkan asma Allah swt saat Idul Fitri. Penulis melukiskan Idul Fitri, kembali ke titik nol.  

Pada fitrahnya,  Manusia dilahirkan dalam keadaan merdeka dan kemuliaan. Tidak ada perbedaan kehormatan yang didasarkan etnis, ras, dan golongan.Yang membedakan adalah nilai ketaqwaanya, sebagaimana kalamullah “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” ( QS. Al Hujurat: 13). Artinya nilai-nilai ruhaniah ketaqwaan seseorang pada  penghambaan kepada Allah semata-mata menyebabkan dia memperoleh derajat kemuliaan dalam kehidupan di dunia ini. Bukan diletakan pada ukuran materi; berupa  pangkat, jabatan, kekuasaan ataupun kekayaan yang dimiliki seseorang yang diperoleh dari penghambaan pada manusia.    

Menyambut kemenangan di hari raya Idul Fitri bukanlah identik dengan kemewahan  matrialistik. Akan tetapi, kemenangan spritual yang terbebas dari berhala-hala nafsu duniawi, dengan menampakkan mencari jati diri atau hakekat hidup manusia yang berorientasi pada kebenaran dan kebaikan. Islam adalah agama yang hanif yang tidak membutuhkan kehidupan hedonisme.

Hari Raya Idul Fitri memiliki makna kembali kepada fitrah. Kembali yang dimaksud adalah kembali pada kehidupan yang lurus yang membuat kita menjadi damai dan tertib.

Nabi Muhamad saw menyampaikan pesan,”Bahwa hari raya Idul Fitri bukanlah untuk mereka yang berpakaian serba dan mewah tapi Idul Fitri itu bagi mereka yang ketaatan dan kepatuhanya semakin meningkat”.

Nilai-nilai ruhaniah berupa ketaatan dan kepatuhan pada penghambaan kepada Allah itulah yang diutamakan yang disebut dengan Pakaian ketaqwaan  yang mesti dilekatkan pada diri seorang muslim dalam menyambut hari Raya Idul Fitri.

Dengan Bertaqwa itu akan menjadikan orang yang bertanggung jawab atas dirinya dan peka terhadap lingkunganya (sense of crisis). Pribadi taqwa lah yang dimaksud Rasulullah berhak menyandang Idul Fitri.  

“Minal Aidin wal Faizin” semoga kita termasuk orang –orang yang kembali kepada fitrah kemanusiaan  dan orang-orang yang menang. Mohon maaf lahir dan batin.

Pekanbaru, 27 April 2022


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 2 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 3 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 4 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 5 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 6 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 7 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 8 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 9 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved