• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
Dibaca : 150 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
Dibaca : 170 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
Dibaca : 153 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
Dibaca : 153 Kali
Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
Dibaca : 172 Kali

  • Home
  • Opini

Idul Fitri: Kembali ke Titik Nol

Zulmiron
Kamis, 28 April 2022 13:15:33 WIB
Cetak
Eddy ASnawi.

Oleh: Eddy Asnawi/Dosen Unilak

Tanpa terasa kita sudah memasuki penghujung ramadhan, tinggal hitungan hari, yang dinantikan pun akan tiba, hari raya Idul Fitri. Seiring datangnya Hari Raya Idul Fitri, kembali terdengar suara-suara takbir dan tahmid berkumandang di setiap masjid-masjid negeri muslim, mengagungkan kebesaran Illahi. Terasa alunan takbir menggetarkan hati  kaum muslimin yang baru saja melepas kepergian bulan Ramadhan yang sangat dirindukan dan dinantikan kedatangannya.

Apa petikan hikmah merayakan hari raya Idul Fitri yang setiap tahun kita  laksanakan ditengah derasnya kehidupan modern seperti sekarang ini cenderung materialistis dan individualis. Orientasi hidup yang lebih mengedepankan egoisme, yang merugikan orang lain, yang bisa menyebabkan putusnya hubungan silatuhrahmi, seperti yang diramalkan oleh Alvin Toffler, bahwa zaman modern akan melahirkan manusia-manusia impersonal, manusia yang tercerabut dari nilai-nilai kemanusiaannya.

Tafsir Idul Fitri  dimaknai “kembali kepada kesucian”, kembali ke fitrahnya , kembali kepada jatidiri kemanusiaannya. Bahkan Ali Syariati,  menyebutkan sebagai  deklarasi “kemerdekaan dan kemuliaan kemanusiaan” dengan mengumandangkan asma Allah swt saat Idul Fitri. Penulis melukiskan Idul Fitri, kembali ke titik nol.  

Pada fitrahnya,  Manusia dilahirkan dalam keadaan merdeka dan kemuliaan. Tidak ada perbedaan kehormatan yang didasarkan etnis, ras, dan golongan.Yang membedakan adalah nilai ketaqwaanya, sebagaimana kalamullah “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” ( QS. Al Hujurat: 13). Artinya nilai-nilai ruhaniah ketaqwaan seseorang pada  penghambaan kepada Allah semata-mata menyebabkan dia memperoleh derajat kemuliaan dalam kehidupan di dunia ini. Bukan diletakan pada ukuran materi; berupa  pangkat, jabatan, kekuasaan ataupun kekayaan yang dimiliki seseorang yang diperoleh dari penghambaan pada manusia.    

Menyambut kemenangan di hari raya Idul Fitri bukanlah identik dengan kemewahan  matrialistik. Akan tetapi, kemenangan spritual yang terbebas dari berhala-hala nafsu duniawi, dengan menampakkan mencari jati diri atau hakekat hidup manusia yang berorientasi pada kebenaran dan kebaikan. Islam adalah agama yang hanif yang tidak membutuhkan kehidupan hedonisme.

Hari Raya Idul Fitri memiliki makna kembali kepada fitrah. Kembali yang dimaksud adalah kembali pada kehidupan yang lurus yang membuat kita menjadi damai dan tertib.

Nabi Muhamad saw menyampaikan pesan,”Bahwa hari raya Idul Fitri bukanlah untuk mereka yang berpakaian serba dan mewah tapi Idul Fitri itu bagi mereka yang ketaatan dan kepatuhanya semakin meningkat”.

Nilai-nilai ruhaniah berupa ketaatan dan kepatuhan pada penghambaan kepada Allah itulah yang diutamakan yang disebut dengan Pakaian ketaqwaan  yang mesti dilekatkan pada diri seorang muslim dalam menyambut hari Raya Idul Fitri.

Dengan Bertaqwa itu akan menjadikan orang yang bertanggung jawab atas dirinya dan peka terhadap lingkunganya (sense of crisis). Pribadi taqwa lah yang dimaksud Rasulullah berhak menyandang Idul Fitri.  

“Minal Aidin wal Faizin” semoga kita termasuk orang –orang yang kembali kepada fitrah kemanusiaan  dan orang-orang yang menang. Mohon maaf lahir dan batin.

Pekanbaru, 27 April 2022


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
24 September 2026
Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
24 September 2026
Kaukus Parlemen Hijau Riau Segera Dideklarasikan, Fraksi PKS Nyatakan Dukungan
24 September 2026
Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu
24 September 2026
Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
23 September 2026
Tuan Rumah ICoSTech 2026, UIR Perkuat Kolaborasi Riset Dan Inovasi Internasional
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Rapat Pengharmonisasian Ranperbup Bengkalis tentang Standar Harga Satuan
23 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 2 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 3 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 4 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 6 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 7 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono bagi Tahanan dan Pelaksanaan Pidana Alternatif
  • 9 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved