• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out
Dibaca : 184 Kali
Versi EduRank dan UniRank, UIR Tiga Tahun Berturut Sukses Duduki Peringkat 1 PTS se Riau
Dibaca : 177 Kali
Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR
Dibaca : 180 Kali
Dorong Produktivitas Petani, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Dua Unit Mesin Panen Padi
Dibaca : 181 Kali
Prodi Magister Manajemen Rekayasa Unilak Resmi Berdiri, Junaidi: Siap Menerima Mahasiswa Baru
Dibaca : 168 Kali

  • Home
  • Opini

Memberi Ruang Passion dan Hobi di Sekolah

Zulmiron
Jumat, 07 Mei 2021 10:00:00 WIB
Cetak
Fitri Handayani.

Oleh: Fitri Handayani (Guru SD Negeri 116 Pekanbaru)

APA yang salah dengan dunia pendidikan kita? Pertanyaan ini kembali diajukan untuk kita menyadari bahwa perubahan minset tentang pelayanan pembelajaran di dunia sekolah amatlah penting.

Sekolah selayaknya mampu membangkitkan rasa percaya diri anak dalam belajar. Mengetahui potensi dirinya, lalu percaya akan kemampuannya, karena kemampuan yang dimiliki inilah yang justru akan membawa anak pada kesuksesan hidup. 

Namun banyak hal yang membuat anak tidak mampu mengetahui potensi dirinya. Hal inilah yang menurut penulis termasuk di antara beberapa kesalahan pendidikan kita. Kurangnya ruang passion dan hobi di sekolah. Bahkan ada sekolah yang tidak mempedulikan itu sama sekali. Semua waktu anak dihabiskan untuk belajar dalam kelas dan belajar.

Jika diperhatikan, sepertinya ruang ini tidak ditemukan di sekolah. Bahkan tidak ada ruang bagi anak untuk menanyakan apa keahlianku, apa yang akau akan lakukan? Sistem pendidikan sepertinya tidak peduli.

Coba dilihat kenyataan kehidupan anak yang belajar di sekolah, setiap waktu hidupnya diatur oleh bunyi bel. Sepenuhnya waktu 7 hingga 8 jam di sekolah diisi dengan belajar, belajar, dan belajar. 

Tidak cukup itu saja, betapa banyak anak setelah belajar 8 jam di sekolah, ketika mereka pulang membawa setumpuk tugas yang harus dikerjakan di rumah. Namanya pekerjaan rumah (PR).
 
Mengerjakan tugas inipun membutuhkan waktu panjang, sehingga anak tidak memiliki waktu lagi untuk bersosialisasi dengan keluarga, apalagi untuk sedikit peduli dengan lingkungan rumahnya misalnya dengan membantu memasak, menyuci pakaian, membersihkan rumah, sudah tidak ada ruang untuk itu.

Sesunggunya passion ini mesti ditumbuhkembangkan oleh sekolah, ruang untuk ini seharusnya diberikan secara leluasa. Membuat anak suka, menumbuhkan kesenangan terhadap sesuatu, itu maknanya. Karena kenyataanya jika anak sudah tertarik dengan sesuatu, maka pastilah ia akan peduli untuk melakukannya. Kebahagiaan itu termasuk ketika kita menemukan sesuatu yang menarik yang pada akhirnya menimbulkan minat. Maka menumbuhkan rasa cinta, gairah, dan hasrat pada sesuatu, inilah yang seharusnya dilakukan oleh sekolah.  

Pertanyaannya, berapa banyak sekolah yang mencoba untuk menumbuhkan rasa ini? Atau adakah ruang untuk ini di sekolah? Guru yang mengajar selayaknya lebih banyak mengajak anak menumbuhkan rasa suka terhadap materi yang diberikan. Bukan justru memaksa dan memaksa. Namun sebaiknya guru memperhatikan anak yang diajarnya apakah suka terhadap materi, metode, cara mengajar dan lainnya.

Hobi anak berbeda-beda, bahkan kembar identik pun memiliki hobi yang tidak sama. Tentunya cara yang dilakukan oleh guru pun selayaknya tidak sama. Namun, dapat diperhatikan betapa sistem pendidikan kita mengajarkan hal yang sama dengan cara yang sama, bahkan dengan penilaian yang sama.

Setiap anak harus belajar hal yang sama pada saat yang sama bahkan dengan cara yang sama. Tidak jarang guru yang menganggap ini sesuatu yang lumrah dan biasa, padahal daya tangkap anak tidaklah sama. Tipe belajar mereka jugya berbeda. Sehingga dengan cara yang sama tadi mengakibatkan ada anak yang tidak paham sama sekali. Pada akhirnya guru beranggapan anak bodoh.

Tentunya ini tidak sesuai dengan kodrat manusia, masing-masing dari kita adalah unik dan berbeda dengan cara kita sendiri. Seharusnya guru yang menyesuaikan diri dengan gaya belajar anak, bukan sebaliknya.

Betapa banyak orang berbakat yang gagal pada sistem sekolah tradisional, sistem yang tidak mempedulikan potensi anak. Pada kenyataannya ada yang mampu mengatasi, namun tidak sedikit yang tersingkir dan kehilangan kendali. 

Dengan demikian perlu dipahami oleh guru bahwa setiap manusia punya passion dan hobi yang berbeda. Tugas sekolah sebagai lembaga pendidikan memberikan ruang untuk itu. Temukan dan kembangkan itu secara baik dan positif.*


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out
09 April 2026
Versi EduRank dan UniRank, UIR Tiga Tahun Berturut Sukses Duduki Peringkat 1 PTS se Riau
09 April 2026
Tak Kunjung Tuntas, DPRD Pekanbaru Bawa Kasus Mafia Tanah Sudirman ke Jamintel, DPR dan Menteri ATR
09 April 2026
Dorong Produktivitas Petani, Wabup Siak Syamsurizal Serahkan Dua Unit Mesin Panen Padi
09 April 2026
Prodi Magister Manajemen Rekayasa Unilak Resmi Berdiri, Junaidi: Siap Menerima Mahasiswa Baru
09 April 2026
Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I
08 April 2026
Dari Kebun ke Energi, Asian Agri dan Apical Tingkatkan Nilai Sawit
08 April 2026
Indosat dan Google Berkolaborasi Hadirkan Akses Google Gemini AI Plus
08 April 2026
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
08 April 2026
Lantik 12 Pejabat, Menaker: Layanan Publik Harus Jadi Prioritas
07 April 2026
TERPOPULER +
  • 1 Demi Ketahanan Energi, PHR Tahan Laju Penurunan Produksi Blok Rokan
  • 2 Perpres Ditjen Pesantren Sudah Ditandatangani
  • 3 Saat Penerapan WFH, Muliardi Dorong Digitalisasi Layanan Kemenag Riau
  • 4 Meski WFH, Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal
  • 5 Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan
  • 6 Pemkab Siak Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
  • 7 Kemenkum Riau dan PCR Berkolaborasi Kembangkan Aplikasi "Si Bapak"
  • 8 Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
  • 9 Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Satu Hari dalam Sepekan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved