• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 199 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 503 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 510 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 439 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 567 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Mendiktisaintek Kunker ke Unilak, Prof Junaidi: Sebagain Besar Mahasiswa Disabilitas Memilih Prodi Bisnis Digital

Zulmiron
Ahad, 29 Juni 2025 15:25:19 WIB
Cetak
Mendiktisaintek RI Prof Brian Yuliarto PhD melakukan kunjungan kerja ke Unilak, Sabtu (28/06/2025).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia Prof Brian Yuliarto PhD melakukan kunjungan kerja ke Universitas Lancang Kuning (Unilak) untuk bertemu dengan Rektor, mahasiswa, dosen, kepala sekolah luar biasa dan masyarakat, di aula gedung Pustaka, Sabtu (28/06/2025).

Kunjungan ke kampus Unilak ini dalam rangka memberikan dukungan dan apresiasi positif kepada Unilak untuk peningkatan akses dan kualitas pendidikan yang telah dijalankan Unilak selama 43 tahun sejak berdiri, yang di kemas dalam dialog bersama Menteri Pendidikan dan anggota komisi X Dr Hj Karmila Sari dengan tema mewujudkan Pendidikan inklusi, aksesibilitas dan kesetaraan di perguruan tinggi.

Saat tiba di Unilak Prof Brian disambut langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali haji Prof Dr Irwan Effendi, Rektor Unilak Prof Dr Junaidi,  Kepala LLDIWKI Wilayah 17 Dr Nopriandi, wakil rektor, dosen dan mahasiswa.

Prof Junaidi dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Prof Brian yang hadir di kampus Unilak, ini merupakan suatu kebanggaan bagi Unilak.  

Baca Juga :
  • Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning
  • Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIR berbagai 1.100 Paket Berbuka Puasa dan Takjil ke Mahasiswa dan Masyarakat
  • Dosen SMB UNIMUS Juara I Penulis Terbaik Nasional

Di depan Menteri, Prof Junaidi menyampaikan sejak tahun 2022, Unilak telah resmi menerima mahasiswa disabilitas.

"Kami tahu anak-anak kita perlu akses lebih pendidikan di perguruan tinggi. Tiap bertemu dan berbicara dengan kawan-kawan dari Sekolah Luar Biasa, ada keinginan yang kuat menyambung di perguruan tinggi, namun perguruan tinggi yang menerima sangat terbatas, maka dari itu Unilak memutuskan menerima mahasiswa disabilitas, untuk memberikan kesempatan mereka mengenyam hak pendidikan tinggi," katanya.

Diceritakan Prof Junaidi, sebagain besar mahasiswa disabilitas Unilak memilih Prodi Bisnis Digital.

"Kami memiliki komitmen kuat dengan akhirnya mendirikan prodi Pendidikan Khusus. Padahal diawal proses, prodi ini berlaku moratorium. Dan saya pikir Prodi ini penting untuk didirkan. Kemudian bertemu Direkur Kelembagaan, maka Prodi ini resmi berdiri di Unilak dan kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri. Cita cita mahasiswa ini sangat mulia. Ada ingin jadi guru, pengusaha dan lain-lain. Seluruh mahasiswa disabilitas ini kami berikan beasiswa. Kemudian kami berikan beasiswa Pemda, dan juga beasiswa dari Unilak. Ini komitmen kami memberikan layanan penyandang disabilitas. Dan kami telah mendirikan Pusat Layanan psikologi dan Disabilitas. Berjalannya waktu, kami mendirikan relawan mahasiswa disablitas, ternyata apa? minat teman-teman mahasiswa lainnya tinggi untuk membantu mahasiswa disabiltas. Dan pada akhirnya beberapa mahasiswa telah magang di Bank Riau Kepri. Tugas berat kita adalah bagaimana menempatkan mereka di dunia kerja.” ujar Prof Junaidi.

Dikesempatan itu, Prof Junaidi juga menyarankan untuk mengajak merubah cara sudut pandang. Selama ini memandang mereka sebagai penyandang disabilitas, padahal mereka punya kemampuan, kenapa tidak kemampuan ini yang kita pandang kita liat.

"Kita latih untuk memberikan kesempatan. Perguruan tinggi, pemerintah dan swasta berperan memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat bekerja sehingga bisa mandiri secara ekonomi," katanya.

Sementara itu, Mendiksaintek Prof Brian dalam arahan dan pemaparannya menyebutkan. Negara telah memiliki landasan hukum program dan konsep kesetaraan sejak tahun 1990an hingga kini. Semua anak berhak mendapatkan pendidikan dan perlindungan tentu termasuk disabilitas.

Dijelaskan Prof Brian, sudah cukup banyak dasar hukum yang mendorong penyandang disabilitas selayakanya mendapatkan pendidikan yang sama dengan kebanyakan anak-anak lainya, ada Undang undang nomo 8 tahun 2016 hak pendidikan inklusif dan kewajiban Unit Layanan Disabilitas (ULD) di Perguruan Tinggi.

Jadi ULD sesungguhnya kewajiban di perguruan tinggi. ada UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengatakan hak setara atas pendidikan berkualitas bagi seluruh warga negara. Di dalam aturan itu ada kewajiban pemerintah dan PT menyediakan akomodasi akademik fisik yang layak, friendly. Dan Permendikbud Ristek tahun 2023 penegasan wajibnya pembentukan ULD. Kemudian kampus inklusif menjadi indikator dalam perguruan tinggi.

Jadi sampai saat ini sesungguhnya,  baru ada 149 perguruan tinggi  yang memiliki ULD, jadi perlu kita tingkatkan. Terdapat 249 perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa disabilitas dari 4.000 perguruan tinggi di Indonesia salah satunya Unilak. Dan pada data terdapat 3.582 mahasiswa disabilitas yang berkuliah di perguruan tinggi se Indonesia.

“Saya berterima kasih kepada Unilak yang sudah cukup aktif dan bisa menjadi percontohan bagi kampus-kampus lainnya untuk mengembangkan layanan disabilitas. Perlu ada keberanian dan kebijakan kongkrit bagi PT dalam mengembangkan layanan yang ramah terhadap disabilitas. Dan ini perlu kita tingkatkan dan sosialisasikan, saya pribadi berkomitmen sangat senang membantu dan memfasilitasi. Bisa saja kami memberikan rekomendasi bagi perusahaan untuk lulusan disabiltias dapat bekerja. Bagi adik-adik yang berprestasi yang ingin beasiswa ke luar negeri, saya senang memberikan rekomendasi beasiswa LPDP, ini tentu menjadi suatu ikon atau menjadi inspirasi bagi kampus kampus lain. Pendidikan sejatinya tidak memberikan perbedaaan," ujar Prof Brian.

Pelaksanaan diskusi bersama Menteri juga diisi penampilan tari kesenian Randai Kuantan yang ditampilkan dari mahasiswa disabilitas. Mendiksanintek Prof Brian tampak antusias dan senang menari Randai Kuantan bersama dengan anggota DPR RI Dr Karmila ikut Rektor dan para undangan.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning

Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIR berbagai 1.100 Paket Berbuka Puasa dan Takjil ke Mahasiswa dan Masyarakat

Safari Ramadhan 1447 H, UIR Perkuat Dakwah dan Ukhuwah bersama Masyarakat

Gelar Kuliah Umum, UIR dan The Chicago School Amerika Serikat Bahas Tantangan Perilaku Gen Z

Dosen SMB Unimus Luncurkan Buku Ajar Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

Wujudkan Ekoteologi dan Ketahanan Pangan, MAN Insan Cendekia Siak Panen Raya Melati Kepang

Resmi Buka Prodi Magister Pendidikan Matematika, UIR Hadirkan Kurikulum Machine Learning

Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan, UIR berbagai 1.100 Paket Berbuka Puasa dan Takjil ke Mahasiswa dan Masyarakat

Safari Ramadhan 1447 H, UIR Perkuat Dakwah dan Ukhuwah bersama Masyarakat

Gelar Kuliah Umum, UIR dan The Chicago School Amerika Serikat Bahas Tantangan Perilaku Gen Z

Dosen SMB Unimus Luncurkan Buku Ajar Terapi Kombinasi untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi

Wujudkan Ekoteologi dan Ketahanan Pangan, MAN Insan Cendekia Siak Panen Raya Melati Kepang



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 2 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 3 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 4 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 5 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 6 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 7 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 8 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 9 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved