• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
Dibaca : 175 Kali
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
Dibaca : 171 Kali
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
Dibaca : 172 Kali
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
Dibaca : 163 Kali
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
Dibaca : 175 Kali

  • Home
  • Opini

Dua Jempol untuk Firdaus, Suara Daerah Menggema di Dunia

Zulmiron
Sabtu, 03 Mei 2025 15:10:00 WIB
Cetak
Ketua umum SMSI Pusat Firdaus di kegiatan peringatan World Press Freedom Day 2025 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Oeh: Zulfikar Tanjung (Anggota Litbang SMSI Pusat)

DI TENGAH  gegap gempita peringatan World Press Freedom Day 2025 yang digelar meriah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, ada satu sosok yang patut kita beri dua jempol penuh apresiasi: Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Kiprah dan keteguhan sikapnya dalam mengangkat marwah media siber daerah ke panggung global bukan hanya menginspirasi, tapi juga menegaskan bahwa kepemimpinan yang jujur, konsisten, dan memahami ruh zaman adalah kunci utama kemajuan pers Indonesia.

Bukan sekadar hadir sebagai tamu, SMSI di bawah kepemimpinan Firdaus tampil aktif, membawa semangat dari daerah untuk dunia.

Baca Juga :
  • Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
  • Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik

Melalui booth pameran yang menyuarakan “Suara Media Siber dari Daerah untuk Dunia”, SMSI menjelma sebagai simbol kekuatan jurnalisme lokal yang beretika, berdaya saing, dan melek digital.

Langkah ini bukan sekadar representasi organisasi, melainkan manifestasi dari visi besar seorang pemimpin yang tahu bahwa media daerah bukan pelengkap, tetapi fondasi dari keberagaman informasi yang berkualitas.

*Mengapa Firdaus Patut Diapresiasi?*

Pertama, kesadaran momentum. Firdaus memahami betul bahwa World Press Freedom Day bukan sekadar seremoni tahunan.

Ia menjadikannya panggung untuk memperlihatkan eksistensi media lokal sebagai bagian penting dalam demokrasi global. Di tengah derasnya arus informasi digital yang seringkali didominasi pusat-pusat informasi dunia, ia memastikan bahwa suara dari kabupaten, kota, dan pelosok Indonesia tidak hanya terdengar, tapi juga dihargai.

Kedua, komitmen pada nilai dan etika jurnalisme. Firdaus tidak terjebak dalam glamor kebebasan pers yang bebas tanpa arah. Ia menekankan bahwa kebebasan harus dibarengi tanggung jawab, bahwa kecepatan harus diiringi akurasi, dan bahwa media yang dipercaya adalah media yang menjaga integritas. Di tengah disrupsi algoritma dan tekanan ekonomi, ia tetap menanamkan pada anggotanya bahwa jurnalisme adalah jalan pengabdian kepada kebenaran.

Ketiga, penguatan struktur dan jaringan media daerah. Di bawah kepemimpinannya, SMSI tak hanya menjadi organisasi pers terbesar di Indonesia, tapi juga yang paling merata ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Ini bukan capaian administratif semata, tapi bukti keberhasilan strategi membangun ekosistem media yang saling menopang dan berjejaring.

*Ruh Momentum Ini: Kebebasan Pers sebagai Nafas Demokrasi*

World Press Freedom Day adalah momen reflektif bagi seluruh insan pers di dunia. Di sinilah kita kembali diingatkan bahwa kebebasan pers bukanlah hak istimewa segelintir orang, tetapi syarat utama agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, kritis, dan membebaskan.

Dalam konteks Indonesia, di mana media daerah seringkali berada di bawah bayang-bayang kekuasaan lokal atau minim dukungan infrastruktur, kehadiran SMSI menjadi jembatan untuk menjadikan mereka setara di mata demokrasi.

Ruh dari momentum ini, seperti ditegaskan Firdaus, adalah bagaimana menjadikan media bukan sekadar kanal berita, tapi penjaga moral publik. Sebuah media yang merdeka, bertanggung jawab, dan punya keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat tanpa takut dikekang atau dibeli.

*Manfaat bagi Profesionalisme Media Siber Daerah*

Dampak dari kiprah SMSI dalam momentum ini sungguh luas. Pertama, meningkatkan kepercayaan publik terhadap media daerah. Ketika media lokal dilihat tampil percaya diri di panggung internasional, publik juga akan lebih menghargai produk jurnalistik mereka.

Kedua, memperkuat etos profesionalisme di kalangan wartawan lokal — bahwa menjadi jurnalis di daerah tidak membuat mereka kurang penting dibandingkan jurnalis nasional. Ketiga, membuka peluang kerja sama lintas daerah dan internasional, baik dalam bentuk pelatihan, kolaborasi konten, hingga akses dukungan sumber daya.

Di sinilah letak keunggulan seorang Firdaus — ia bukan hanya pemimpin organisasi, tapi pemimpin pergerakan. Pergerakan untuk membangkitkan martabat media siber lokal agar berdiri sejajar, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di kancah global. Kepemimpinan yang membumi, tapi bermata dunia.

Maka tak berlebihan jika dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini, kita memberi jempol penuh salut kepada Firdaus. Ia telah membuktikan bahwa dari daerah, suara kebenaran bisa menggema hingga ke dunia.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
27 Maret 2026
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
27 Maret 2026
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
25 Maret 2026
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
26 Maret 2026
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
25 Maret 2026
Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif
17 Maret 2026
Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor
16 Maret 2026
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
  • 2 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 3 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 4 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 5 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 6 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 7 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 8 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 9 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved