• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
Dibaca : 195 Kali
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
Dibaca : 257 Kali
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
Dibaca : 256 Kali
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
Dibaca : 285 Kali
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
Dibaca : 306 Kali

  • Home
  • Opini

Melihat Kehidupan Masyarakat Pesisir Teluk Papal dalam Prespektif Sosiologi (3-habis)

Kebudayaan Masyarakat Nyaris Hilang Ditelan Zaman

Zulmiron
Ahad, 20 Desember 2020 18:01:41 WIB
Cetak
Masyarakat suku asli masih mengandalkan pendapatan mereka dari nelayan tradisonal.

Bengkalis, Hariantimes-com - Kebudayaan di masyarakat pesisir Teluk Papal sebagian besar sudah hampir hilang ditelan zaman. Karena tidak ada yang meneruskan. Orang zaman dulu sangat menghormati adat dan budaya di daerah ini.

Dikarenakan orang tua terdahulu tidak mewariskan budaya kepada keturunannya. Di daerah ini sewaktu dulu disetiap perayaan besar terdapat tradisi budaya setempat yang dinamakan Ketawak. Ketawak ini diikuti dengan suara keras yang berasal dari pukulan Gong dan gesekan biola. Lalu diiringi dengan tarian yang dilakukan oleh mayarakat setempat.

Mereka berharap tradisi budaya mereka bisa berkembang kembali. Karena saat ini mereka mengeluh akan kurang nya perhatian pemerintah dalam memfasilitasi kebudayaan mereka. Karena keterbatasan finansial untuk mengembangkan kembali budaya mereka.

Sekarang, ketika ada perhelatan pernikahan atau perayaan hari besar mereka tidak menggunakan tradisi dulu lagi. Mereka sudah menggunakan cara yang modren. Dengan menggunakan alat canggih seperti Bass, Tip dan lain sebagainya.

Sedangkan kondisi lingkungan pemukiman masyarakat pesisir, masih belum tersusun dengan baik dan terkesan kumuh dan tidak bersih. Sampah berserakan dimana-mana, baik sampah yang berasal dari pasang air laut ataupun sampah masyarakat setempat di daerah pesisir. Setiap masyarakat memiliki perilaku yang berbeda tergantung bagaimana masyarakat atau individu saling berinteraksi dengan lingkungannya.

Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, perilaku manusia dapat menentukan keberlanjutan kondisi lingkungan. Perilaku pengelolaan lingkungan hidup bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini tanpa merusak atau menurunkan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kesehatan masyarakat di daerah pesisir dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni memiliki kondisi kesehatan yang tidak baik, dikarenakan lingkungan tempat tinggal yang terlalu padat, sanitasi yang kurang baik, serta perilaku masyarakat itu sendiri.

Kebersihan lingkungan sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat sekitarnya, berbagai permasalahan muncul karena kurangnya informasi yang diditerima oleh masyarakat pesisir. Upaya yang harus diterapkan dilingkungan masyarakat ini dengan mengembangkan usaha pengendalian faktor lingkungan untuk mencegah timbulnya penyakit dan penularannya yang disebabkan oleh lingkungan tersebut. Didaerah mayarakat pesisir ini minim air bersih, terkadang mandi dan mencuci menggunakan air yang berasal dari laut.

Di masyarakat pesisir ini terdapat berbagai macam pengolahan ikan. Yang paling terbesar adalah pengolahan ikan asin. Ikan asin berasal dari ikan segar hasil tangkapan nelayan. Lalu, di produksi oleh masyarakat setempat dengan memberikan rasa asin yang berasal dari garam.

Kemudian proses akhir dilakukan penjemuran di bawah terik matahari yang cukup panas. Hingga ikan tersebut mengering. Proses penjemuran yang terlihat kurang bersih akan mengakibatkan berbagai penyakit bagi yang mengkonsuminya. Minimnya kesadaran akan kebersihan bagi masyarakat pesisir Teluk Papal ini lah yang menjadi kendala kesehatan di daerah ini.

Di sisi lain, yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah dampak ekosistem pantai. Fenomena alam yang berasal dari laut yakni adanya erosi pantai yang disebut juga abrasi akhir-akhir ini cenderung meningkat. Karena dari tahun ketahun perambatan abrasi menjadi ancaman serius dan pasti akan terus merambah ke wilayah daratan. Namun disisi lain masyarakat disana masih banyak yang ingin tetap bertahan. Alasan mereka memilih bertahan karena itu adalah satu satunya tempat  tinggal yang dimiliki. Mengupayakan meminimalisir abrasi, masyarakat setempat melakukan penanaman bakau dan mangrove disekitar pantai.

Berkaitan dengan keberlangsungan hidup mayarakat pesisir, dilihat dari kondisi masyarakat yang masih terbelakang dan berada dalam posisi marginal. Hal ini berdampak besar pada kehidupan masyarakat pesisir. Terutama dalam hal pendidikan, kurangnya peran pemerintah akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak di daerah pesisir dan pengembangan budaya yang tidak terorganisir karena hilang ditelan zaman. Ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan mayarakat setempat untuk saling menumbuhkan kesadaran dan berupaya membangun kehidupan masyarakat pesisir menjadi lebih baik.(*)

Laporan : Husna Fathiyah

Mahasiswa STAIN Bengkalis

 


 Editor : a kasim

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

Mengapa Harus Don Kancil?

Kemenkum Riau Lakukan Koordinasi Layanan KI dan Penghimpunan Dokumen PKS

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

Perkuat Silaturahmi Insan Pers, PWI Riau Sembelih 6 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing,

APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

Mengapa Harus Don Kancil?

Kemenkum Riau Lakukan Koordinasi Layanan KI dan Penghimpunan Dokumen PKS

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

Perkuat Silaturahmi Insan Pers, PWI Riau Sembelih 6 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing,



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tinjau Arena Perlombaan Hari Pertama MTQ XLIV, Ketua LPTQ Riau: Evaluasi akan Terus Dilakukan Setiap Hari
28 Juni 2026
Kapal Harimau Buas Meriahkan Pawai Perahu Hias MTQ Riau di Sungai Batang Kuantan
27 Juni 2026
Nasaruddin Umar: Luar Biasa! Satu Kafilah Pesertanya Lebih dari Seribu Orang
27 Juni 2026
Torehkan Prestasi Nasional, Siswa SMAN 8 Pekanbaru Bawa Pulang Emas dan Perunggu
27 Juni 2026
Menag: Ruang Baru bagi Penguatan Spiritual dan Peradaban Umat
27 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penguatan Tugas dan Fungsi Balai Harta Peninggalan Medan
26 Juni 2026
Rarak dan Calempong Kuansing Warnai Penerimaan Kafilah MTQ XLIV Riau 2026
26 Juni 2026
Perkuat Integritas dan Profesionalitas, LPTQ Riau Gelar Orientasi dan Pembekalan Dewan Hakim MTQ ke-44 Tingkat Provinsi
26 Juni 2026
Kemenkum Riau Dorong Ranperda Penanaman Modal yang Inklusif dan Berbasis HAM
26 Juni 2026
Melalui FGD Strategis, Kemenkum Riau Dorong Harmonisasi Perizinan Daerah
26 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Waspada Penipuan!, UIR Tegaskan Tidak Pernah Menagih UKT Melalui WhatsApp, SMS Maupun Medsos
  • 2 KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
  • 3 16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
  • 4 Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
  • 6 Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
  • 9 APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved