• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
Dibaca : 137 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Rapat Pengharmonisasian Ranperbup Bengkalis tentang Standar Harga Satuan
Dibaca : 165 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi
Dibaca : 148 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai
Dibaca : 149 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Dorong Pelindungan Pekerja Lintas Batas dan Kepastian Hukum
Dibaca : 162 Kali

  • Home
  • Opini

Melihat Kehidupan Masyarakat Pesisir Teluk Papal dalam Prespektif Sosiologi (3-habis)

Kebudayaan Masyarakat Nyaris Hilang Ditelan Zaman

Zulmiron
Ahad, 20 Desember 2020 18:01:41 WIB
Cetak
Masyarakat suku asli masih mengandalkan pendapatan mereka dari nelayan tradisonal.

Bengkalis, Hariantimes-com - Kebudayaan di masyarakat pesisir Teluk Papal sebagian besar sudah hampir hilang ditelan zaman. Karena tidak ada yang meneruskan. Orang zaman dulu sangat menghormati adat dan budaya di daerah ini.

Dikarenakan orang tua terdahulu tidak mewariskan budaya kepada keturunannya. Di daerah ini sewaktu dulu disetiap perayaan besar terdapat tradisi budaya setempat yang dinamakan Ketawak. Ketawak ini diikuti dengan suara keras yang berasal dari pukulan Gong dan gesekan biola. Lalu diiringi dengan tarian yang dilakukan oleh mayarakat setempat.

Mereka berharap tradisi budaya mereka bisa berkembang kembali. Karena saat ini mereka mengeluh akan kurang nya perhatian pemerintah dalam memfasilitasi kebudayaan mereka. Karena keterbatasan finansial untuk mengembangkan kembali budaya mereka.

Sekarang, ketika ada perhelatan pernikahan atau perayaan hari besar mereka tidak menggunakan tradisi dulu lagi. Mereka sudah menggunakan cara yang modren. Dengan menggunakan alat canggih seperti Bass, Tip dan lain sebagainya.

Sedangkan kondisi lingkungan pemukiman masyarakat pesisir, masih belum tersusun dengan baik dan terkesan kumuh dan tidak bersih. Sampah berserakan dimana-mana, baik sampah yang berasal dari pasang air laut ataupun sampah masyarakat setempat di daerah pesisir. Setiap masyarakat memiliki perilaku yang berbeda tergantung bagaimana masyarakat atau individu saling berinteraksi dengan lingkungannya.

Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, perilaku manusia dapat menentukan keberlanjutan kondisi lingkungan. Perilaku pengelolaan lingkungan hidup bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini tanpa merusak atau menurunkan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kesehatan masyarakat di daerah pesisir dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni memiliki kondisi kesehatan yang tidak baik, dikarenakan lingkungan tempat tinggal yang terlalu padat, sanitasi yang kurang baik, serta perilaku masyarakat itu sendiri.

Kebersihan lingkungan sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat sekitarnya, berbagai permasalahan muncul karena kurangnya informasi yang diditerima oleh masyarakat pesisir. Upaya yang harus diterapkan dilingkungan masyarakat ini dengan mengembangkan usaha pengendalian faktor lingkungan untuk mencegah timbulnya penyakit dan penularannya yang disebabkan oleh lingkungan tersebut. Didaerah mayarakat pesisir ini minim air bersih, terkadang mandi dan mencuci menggunakan air yang berasal dari laut.

Di masyarakat pesisir ini terdapat berbagai macam pengolahan ikan. Yang paling terbesar adalah pengolahan ikan asin. Ikan asin berasal dari ikan segar hasil tangkapan nelayan. Lalu, di produksi oleh masyarakat setempat dengan memberikan rasa asin yang berasal dari garam.

Kemudian proses akhir dilakukan penjemuran di bawah terik matahari yang cukup panas. Hingga ikan tersebut mengering. Proses penjemuran yang terlihat kurang bersih akan mengakibatkan berbagai penyakit bagi yang mengkonsuminya. Minimnya kesadaran akan kebersihan bagi masyarakat pesisir Teluk Papal ini lah yang menjadi kendala kesehatan di daerah ini.

Di sisi lain, yang menjadi kekhawatiran terbesar adalah dampak ekosistem pantai. Fenomena alam yang berasal dari laut yakni adanya erosi pantai yang disebut juga abrasi akhir-akhir ini cenderung meningkat. Karena dari tahun ketahun perambatan abrasi menjadi ancaman serius dan pasti akan terus merambah ke wilayah daratan. Namun disisi lain masyarakat disana masih banyak yang ingin tetap bertahan. Alasan mereka memilih bertahan karena itu adalah satu satunya tempat  tinggal yang dimiliki. Mengupayakan meminimalisir abrasi, masyarakat setempat melakukan penanaman bakau dan mangrove disekitar pantai.

Berkaitan dengan keberlangsungan hidup mayarakat pesisir, dilihat dari kondisi masyarakat yang masih terbelakang dan berada dalam posisi marginal. Hal ini berdampak besar pada kehidupan masyarakat pesisir. Terutama dalam hal pendidikan, kurangnya peran pemerintah akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak di daerah pesisir dan pengembangan budaya yang tidak terorganisir karena hilang ditelan zaman. Ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan mayarakat setempat untuk saling menumbuhkan kesadaran dan berupaya membangun kehidupan masyarakat pesisir menjadi lebih baik.(*)

Laporan : Husna Fathiyah

Mahasiswa STAIN Bengkalis

 


 Editor : a kasim

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
23 September 2026
Tuan Rumah ICoSTech 2026, UIR Perkuat Kolaborasi Riset Dan Inovasi Internasional
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Rapat Pengharmonisasian Ranperbup Bengkalis tentang Standar Harga Satuan
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai
23 September 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Dorong Pelindungan Pekerja Lintas Batas dan Kepastian Hukum
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Perkuat Sinergi Pembentukan Sentra KI Provinsi Riau
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Kebijakan Permenkumham Nomor 16 Tahun 2021
23 September 2026
Kerja ke Jepang, Wamenaker: Skill Bahasa Asing Itu Penting
23 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Perencanaan Regulasi Daerah
23 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 2 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 3 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 4 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 5 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 6 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
  • 7 Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang
  • 8 MNK Rokan Tonggak Baru Pionir Pengembangan MNK Indonesia oleh Pertamina
  • 9 Kanwil Kemenkum Riau Persiapkan Mediasi Dugaan Pelanggaran Indikasi Geografis Kopi Liberika Meranti
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved