• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Pemprov Banten dan Panitia Gelar Rakor Persiapan HPN 2026
Dibaca : 153 Kali
Rapat Khusus dengan Kemenhan, PWI Pusat Matangkan Persiapan Retret Wartawan
Dibaca : 204 Kali
Dukung Stabilitas Kamtibmas, Kapolres Dumai Ajak Seluruh Satpam Perkuat Sinergi dengan Kepolisian
Dibaca : 166 Kali
Lantik Pejabat Baru, Imigrasi Pekanbaru Perkuat Kinerja Organisasi
Dibaca : 188 Kali
Menenun Harapan, Ikhtiar Pemuda Sakai Merajut Asa di Industri Migas
Dibaca : 186 Kali

  • Home
  • Pendidikan

FKIP UMRI Gelar Workshop P2MPK

Redaksi
Jumat, 10 Agustus 2018 01:58:20 WIB
Cetak
FKIP UMRI menggelar workshop Pengembangan Perangkat dan Media Pembelajaran Kolaboratif (P2MPK) bagi dosen dan guru, baru-baru ini. 
Pekanbaru, Hariantimes.Com - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar workshop Pengembangan Perangkat dan Media Pembelajaran Kolaboratif (P2MPK) bagi dosen dan guru, baru-baru ini. 

Workshop ini diselenggarakan guna memberi pengalaman kepada dosen agar berkolaborasi dengan guru di sekolah. Sehingga mereka memahami kebutuhan seperti apa diperlukan untuk memaksimalkan proses mengajar di sekolah.

Rektor UMRI, Dr Mubarak MSi dalam sambutannya mengatakan, memperbaiki kurikulum sangat penting agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Sebab kurikulum yang baik bisa dihasilkan kalau semua stakeholder dan pengguna ikut terlibat dalam penyusunannya.

Rektor juga menekankan kepada peserta workshop agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi terkini. Anak yang diajarkan saat ini adalah generasi milenial. Mereka hidup di era revolusi industri 4.0 yang akrab dengan dunia digital dan kecerdasan buatan.

Sementara, pengajarnya kebanyakan adalah generasi yang hidup di era revolusi industri 3.0. Tak heran, mahasiswa dan siswa sekarang cenderung lebih pintar. Mereka lebih paham tentang berbagai hal meski tak membaca buku.

“Di kelas, mereka seperti tidak memperhatikan guru atau dosennya mengajar. Namun ketika ditanya, mereka bisa menjawabnya,”kata Mubarak.

Melihat kondisi ini, Rektor Mubarak tak menutup kemungkinan jika kelak keberadaan guru tergantikan dengan teknologi. Namun, Rektor menekanknn, tetap ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Itulah yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan guru saat ini. Langkah awalnya, yaitu lewat perbaikan kurikulum yang mesti mengikuti zaman.

“Untuk itu, kemitraan harus berlanjut. Dosen harus sering turun ke sekolah-sekolah, bertemu guru dan melihat kondisi saat ini. Karena jika tidak, maka guru akan kalah dengan siswa,” tegasnya.

Ditambahkan Mubarak, Umri beberapa waktu lalu Umri telah menyusun Kurikulum sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Untuk teknisnya, diwujudkan lewat program yang didukung kementerian ini. Dalam program ini, kurikulum dijabarkan lagi dengan pemaparan soal pola pembelajaran yang baik. Termasuk perangkat sesuai mata pelajaran yang dipelajari itu.

“Disini ada diskusi dan berbagi. Instruktur akan memberi materi lalu didiskusikan bagaimana pengembangan perangkat pendidikan di sekolah. Misalnya mata pelajaran biologi, apa saja perangkat yang harus disiapkan agar tujuan pembelajaran tercapai,” ungkapnya.  

Sementara Dekan FKIP Umri Edi Ismanto ST MKom menjelaskan, program ini merupakan kesempatan yang diberikan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Tujuannya adalah untuk melaksanakan penugasan dosen terjun ke sekolah-sekolah.
 
"Kegiatan itu juga menjadi ajang sharing informasi keilmuan pengajaran serta berbagi perangkat ajar dengan perkembangan teknologi saat ini. Tujuannya, bagaimana metode pembelajaran yang lebih baik agar menghasilkan cara belajar yang menggembirakan," kata Edi.

Kemudian, kata Edi, pihaknya juga mengharapkan terciptanta kemitraan yang sejati antara FKIP Umri dengan sekolah mitra. Untuk itu, dalam teknisnya, para dosen Umri akan mengajar bersama guru selama delapan kali pertemuan dalam 2 bulan.

Edi menegaskan, jadwal mengajar disesuaikan dengan kondisi di sekolah. Sehingga dipastikan kegiatan tersebut tak mengganggu aktivitas belajar mengajar yang sudah terjadwal di sekolah. Kemudian, di tahap akhir, akan ada assessment penilaian bagi siswa serta dihasilkannya jurnal pembelajaran.

Menurut Edi, program ini memang tidak menyasar seluruh mata pelajaran di sekolah. Karena mata pelajarannya disesuaikan dengan program studi (Prodi) yang ada di FKIP. Yaitu, pendidikan informatika, pendidikan bahasa inggris, pendidikan elektronika dan pendidikan IPA.

“Jadi sekolah yang ditunjuk pun adalah yang memiliki kompetensi ilmu yang sesuai dengan prodi di FKIP,” jelasnya.

Dia menambahkan, kontribusi untuk pemerintah pusat lewat program ini adalah, perguruan tinggi mampu berkontribusi dalam mengatasi masalah yang muncul akibat perubahan kurikulum di sekolah. Sehingga ketika ada masalah, bisa dipecahkan lewat kemitraan dengan perguruan tinggi.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

UIR Ikut Terlibat di Riau Edutech Campus Summit Expo 2026

Perkuat Layanan Akademik, Unri Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium

Unilak Buka Pendataran Mahasiswa Baru 2026, UKT Bisa Dicicil Hingga 3 Kali

Upaya Pengelolaan Stres Pasien, Dosen Unimus Launching Intervensi Video Self-Management Hipertensi Ber-HKI

Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning

Dosen Pendidikan dan Dosen Spesialis Medikal Bedah Lahirkan Inovasi SOP Berbasis HKI

UIR Ikut Terlibat di Riau Edutech Campus Summit Expo 2026

Perkuat Layanan Akademik, Unri Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium

Unilak Buka Pendataran Mahasiswa Baru 2026, UKT Bisa Dicicil Hingga 3 Kali

Upaya Pengelolaan Stres Pasien, Dosen Unimus Launching Intervensi Video Self-Management Hipertensi Ber-HKI

Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning

Dosen Pendidikan dan Dosen Spesialis Medikal Bedah Lahirkan Inovasi SOP Berbasis HKI



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Pemprov Banten dan Panitia Gelar Rakor Persiapan HPN 2026
08 Januari 2026
Rapat Khusus dengan Kemenhan, PWI Pusat Matangkan Persiapan Retret Wartawan
08 Januari 2026
Dukung Stabilitas Kamtibmas, Kapolres Dumai Ajak Seluruh Satpam Perkuat Sinergi dengan Kepolisian
08 Januari 2026
Lantik Pejabat Baru, Imigrasi Pekanbaru Perkuat Kinerja Organisasi
08 Januari 2026
Menenun Harapan, Ikhtiar Pemuda Sakai Merajut Asa di Industri Migas
08 Januari 2026
Pastikan Anggaran 2026 Akuntabel, Rudy: Saya Instruksikan Seluruh Jajaran Bergerak Cepat dan Profesional
07 Januari 2026
Terkait Program Magang Hub, Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Kedisiplinan dan Inovasi
07 Januari 2026
UIR Ikut Terlibat di Riau Edutech Campus Summit Expo 2026
07 Januari 2026
Periode Tahun Baru, Trafik Indosat Melonjak Double Digit
07 Januari 2026
Luncurkan Tabung Harmoni Hijau, Irjen Pol Herry Heryawan: Kita Bangun Masa Depan yang Mandiri dan Sejahtera
07 Januari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers
  • 2 Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme
  • 3 Lewat Pelatihan Laundry Sepatu, PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas
  • 4 Lewat Penetapan RKAP, RUPS SPR Kunci Arah Bisnis 2026
  • 5 Sepanjang 2025, Astra Berupaya Ciptakan Program Unggulan Berbasis Komunitas Desa
  • 6 Kemerdekaan Pers, Profesionalisme dan Ekonomi Media Jadi Tantangan
  • 7 Perkuat Solidaritas di Momen Natal, Kemenag Gelar Festival Kasih Nusantara 2025
  • 8 Jadi Magnet Tujuan Liburan, Pemko Pekanbaru Posisikan UMKM sebagai
  • 9 Sepanjang 2025, Tindak Pidana di Wilkum Polda Riau 11.651 Perkara
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved