• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
Dibaca : 232 Kali
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
Dibaca : 264 Kali
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
Dibaca : 284 Kali
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
Dibaca : 299 Kali
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
Dibaca : 301 Kali

  • Home
  • Nasional

Hoaks hingga Malinformasi Ancam Integritas Demokrasi

Zulmiron
Sabtu, 07 Maret 2026 17:29:27 WIB
Cetak
Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Albertus Wahyurudhanto saat menjadi narasumber dalam rapimnas SMSI yang berlangsung di Jakarta, Jumat (06/03/2026).

Jakarta, Hariantimes.com - Perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan serius bagi dunia media. Terutama menjelang kontestasi politik dan pemilu di masa depan.

Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Albertus Wahyurudhanto saat menjadi narasumber dalam Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Jumat (06/03/2026).

Menurut Albertus, setidaknya terdapat tiga ancaman utama dalam ekosistem informasi digital saat ini, yaitu misinformation, disinformation dan malinformation. Dan misinformation merupakan informasi yang salah namun disebarkan tanpa niat jahat. Sementara disinformation adalah informasi yang salah dan sengaja diproduksi untuk menipu publik.

Adapun malinformation merupakan informasi yang sebenarnya berbasis fakta, tetapi digunakan untuk menyakiti atau merugikan pihak lain, misalnya melalui pembocoran data pribadi tanpa kepentingan publik.

Baca Juga :
  • Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas
  • PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten
  • Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar

“Ketiga hal ini punya dampak yang sangat buruk yaitu merusak integritas demokrasi, memecah kohesi sosial dan menurunkan kepercayaan publik terhadap media maupun penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Albertus juga memaparkan, dunia media terus mengalami evolusi dari model tradisional menuju sistem yang semakin terintegrasi dan berbasis teknologi.

Pada tahap awal, media beroperasi secara terpisah antara media cetak, televisi, dan media online. Namun dalam perkembangannya muncul konsep cross media, di mana satu jurnalis dapat menghasilkan konten untuk berbagai platform sekaligus.

Seiring perkembangan teknologi, media bahkan mulai membangun lembaga riset sendiri untuk menghasilkan data dan analisis independen. Model ini pernah dikembangkan oleh sejumlah media besar yang memiliki unit penelitian internal guna memperkuat kualitas pemberitaan.

Menurutnya, saat ini dunia media telah  memasuki era baru yang sangat dipengaruhi oleh teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

AI kini tidak hanya menjadi alat bantu analisis bagi akademisi, tetapi juga telah dimanfaatkan oleh banyak media besar untuk memantau berbagai sumber informasi global, mengompresi data berita, hingga membantu menentukan isu yang layak menjadi headline.

“Sekarang dalam hitungan menit AI bisa merangkum berbagai berita internasional dari banyak sumber, lalu membantu redaksi menentukan isu yang paling menonjol,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tersebut juga memiliki risiko jika tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang ketat.

“Algoritma bisa saja keliru. Karena itu verifikasi tetap menjadi kunci utama dalam kerja jurnalistik,” tegasnya.

Albertus menilai tantangan terbesar media menjelang pemilu mendatang adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan dan akurasi informasi.

Tekanan untuk memproduksi berita secara cepat demi mengejar trafik dan klik sering kali berpotensi memicu penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, ia juga menyoroti fenomena echo chamber atau ruang gema di media sosial, di mana publik cenderung hanya mengonsumsi informasi yang memperkuat pandangan politiknya sendiri. Kondisi tersebut dinilai dapat memperparah polarisasi politik di masyarakat.

“Ketika orang sudah memiliki preferensi politik tertentu, maka informasi yang bertentangan dengan keyakinannya akan dianggap salah, sementara informasi yang mendukungnya dianggap benar,” katanya juga mengingatkan adanya praktik manipulasi opini publik melalui penggunaan akun robot, komentar otomatis, serta rekayasa konten audio maupun visual yang dapat menyebarkan propaganda secara masif dalam waktu singkat.

Dalam konteks itu, Albertus menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Media bukan sekadar penyampai informasi. Media adalah bagian dari infrastruktur politik yang menghubungkan figur politik dengan publik,” ujarnya.

Karena itu, media memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ruang publik tetap rasional, terbuka, dan berbasis informasi yang akurat.

Menurutnya, media online kini menjadi penopang utama ruang publik karena memiliki jangkauan yang sangat luas dan mampu menyebarkan informasi secara cepat tanpa batas geografis.

Namun, di tengah persaingan trafik dan tuntutan kecepatan, media tetap harus menjaga etika jurnalistik dan memastikan setiap informasi telah diverifikasi secara benar.

“Tantangan media hari ini adalah menggabungkan kecepatan dengan akurasi, kreativitas dengan etika, serta kompetisi trafik dengan tanggung jawab publik,” kata Albertus menambahkan bahwa kualitas demokrasi di masa depan sangat bergantung pada kemampuan media menjaga integritas informasi dan mencegah penyebaran disinformasi di ruang publik.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas

PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten

RUPSLB Perpanjangan Masa Jabatan Presdir dan CEO Indosat

Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Jaga Ketahanan Nasional, PWI Perkuat Sinergi dengan Lemhannas

PWI Luncurkan Website Terintegrasi, Cak Munir: Diharapkan Bergulir Konsisten

RUPSLB Perpanjangan Masa Jabatan Presdir dan CEO Indosat

Nasaruddin Umar: Saya Merasa Tidak Pantas untuk Dipilih Jadi Pimpinan Imam Besar

Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Syahrul Aidi: Indonesia Tetap Konsisten Berdiri Bersama Rakyat Palestina



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
31 Oktober 2026
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
31 Oktober 2026
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
31 Oktober 2026
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
30 Oktober 2026
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
30 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
30 Oktober 2026
Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
30 Oktober 2026
Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
29 Oktober 2026
RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Konsultasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bengkalis
29 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 2 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 3 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 4 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 5 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 6 Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
  • 7 Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
  • 8 Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
  • 9 Rudi Hendra Pakpahan Titipkan Estafet Kepemimpinan ke Edison Manik
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved