• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 213 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 227 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 203 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 303 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 308 Kali

  • Home
  • Meranti

Angka Kemiskinan di Meranti 43 Ribu Jiwa

Bupati: Kita Ingin Kemiskinan di Meranti Dapat Turun Signifikan

Redaksi
Senin, 27 Januari 2020 14:48:32 WIB
Cetak
Penandatanganan MoU antara Pemkab Meranti dalam hal ini Bupati Meranti Drs H Irawan MSi dan Presiden Institut Otonomi Daerah Prof DR Djohermansyah Johan.

Meranti, Hariantimes.com - Angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti jauh menurun dari saat kabupaten ini terbentuk. Yakni dari angka 43 persen lebih menjadi 27 persen saat ini atau sebanyak 43 ribu jiwa.

"Di tengah angka kemiskinan yang cukup tinggi itu, ternyata kinerja ekonomi Meranti cukup baik mencapai 3.9 persen. Angka ini jauh diatas rata-rata Provinsi Riau yang hanya berkisar diangka 2,3 persen. Artinya pertumbuhan ekonomi di Meranti lebih baik dari Kabupaten Kota lainnya di Riau," ujar Bupati Meranti Drs H. Irwan MSi saat membuka sekaligus mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Potensi Ekonomi dan Strategi Perencanaan Pembangunan Ekonomi di Meranti, Senin (27/01/2020).

Turut hadir sebagai Nara Sumber Presiden Institut Otonomi Daerah Jakarta Prof Dr Djohermansyah Johan, Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah, Penjabat Sekdakab. Meranti Bambang Supriyanto SE MM, Kepala Bappeda Meranti Dr H Makmun Murod MM, Asisten III Sekdakab. Meranti H. Rosdaner SPd MPd, serta Jajaran Pejabat Eselon II dan III, serta Camat Se-Kabupaten Meranti, Ketua MUI Meranti H Mustafa SAg MM, Pimpinan Perguruan Tinggi, Perwakilan Perusahaan PT EMP, RAPP, Sampoerna Agro, Pihak Perbankan, Ormas, Tokoh Masyarakat/Agama dan stakeholders terkait lainnya.

Dikatakan Bupati, salah satu tujuan FGD ini adalah untuk menyusun formulasi perencanaan yang tepat dalam menggesa pembangunan daerah.

"Pemkab Meranti dalam memberikan kemudahan perizinan bagi pengusaha dan investor yang ingin berinvetasi di Kota Sagu" kata Bupati.

Disamping itu, kata Bupati lagu, Pemkab Meranti berupaya secepatnya untuk melaksanakan kegiatan anggaran. Sehingga dana APBD tidak lama-lama mengendap di bank. Selain itu, juga selalu berupaya membayar gaji dan insentif pegawai tepat waktu. Dengan begitu uang dapat beredar dipasaran dan menggerakan sektor-sektor ekonomi masyarakat.

Yang tak kalah penting, sebut Irwan, Pemkab Meranti berkomitmen menjamin semua industri kerakyatan berjalan dengan lancar dengan tidak membiarkan perilaku birokrasi pola lama yang berbelit-belit, sehingga menghambat jalannya investasi di suatu daerah.

"Kita selalu mendorong agar anggaran yang ada segera digunakan. Sehingga dapat beredar dipasaran. Kita juga tidak membiarkan perilaku birokrasi yang dapat menghambat berkembangnya investasi," jelas Bupati seraya menyampaikan, Pemkab Meranti selalu memberikan kemudahan kepada pengusaha dan investor yang ingin berinvestasi di Meranti. 

"Kepada para pejabat, saya minta untuk memberikan kemudahan kepada pengusaha. Sehingga mereka tidak merasa berat untuk membuka usaha di Meranti. Jangan ada lagi kata jika bisa dipermudah kenapa dipersulit," tegas Bupati. 

Bupati mengibaratkan pengusaha atau investor seperti memelihara ayam bertelor emas yang jika dirawat dan diperhatikan dengan baik akan menghasilkan banyak telor yang manfaatnya akan dirasakan oleh pemeliharanya yakni pemerintah sendiri.

OPD yang dimaksud Bupati adalah Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Dimana Bupati telah menginstruksikan untuk melakukan pelayanan prima dengan memanfaatkan teknologi internet. Sehingga para pengusaha yang ingin mengurus izin tidak perlu lagi datang ke kantor tapi cukup dengan membuka situs Pemda di internet semua administrasi perizinan selesai.

"Jadi bagi pengusaha tidak perlu lagi datang kekantor untuk mengurus perizinan cukup akses lewat internet saja, tahun ini saya harapkan tidak ada lagi yang dipersulit, kita ingin kemiskinan di Meranti dapat turun signifikan dan pelayanan publik yang sebakin baik," pungkas Bupati Irwan. 

Kepala Bappeda Meranti Dr H Makmun Murod menyampaikan, Kabupaten Meranti masih memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi dibanding kabupaten/kota lainnya di Riau. Namun dibalik permasalahan itu, ternyata pertumbuhan ekonomi di Kota Sagu ini naik cukup signifikan. Artinya, jika semua potensi ekonomi yang ada di Meranti dapat dikelola dengan maksimal diyakini dapat menyelesaikan permasalahan kemiskinan tersebut.

"Melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat dirumuskan berbagai strategi solusi untuk menuntaskan kemiskinan dan percepatan pembangunan daerah," harap Makmun Murod.

Adapun tujuan dari acara ini, beber Makmun Murod, pertama untuk mengidentifikasi potensi ekonomi sebagai dasar peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Kedua untuk mendorong penguatan dan pengembangan produk lokal. Ketiga untuk menyusun formulasi perencanaan yang tepat dalam menggesa pembangunan di Meranti.

Sekedar informasi dalam kegiatan FGD yang ditaja oleh Bappeda Meranti itu, menghadirkan narasumber yang sangat profesional yakni Prof Dr Djohermasnyah Johan (Presiden Institut Otonomi Daerah dan juga Mantan Dirjend Otda Kemendagri).

Diharapkan melalui pemaparan mantan Plt. Gubernur Riau ini dapat memberikan pemahaman kepada para Kepala OPD untuk merumuskan berbagai program kebijakan dalam upaya pengentasan masalah kemiskinan dan mengesa pertumbuhan serta kesejahteraan masyarakat Meranti. 

Sekedar informasi dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Meranti dalam hal ini Bupati Meranti Drs H Irawan MSi dan Presiden Institut Otonomi Daerah Prof DR Djohermansyah Johan terkait dukungan perumusan kebijakan pembangunan.(*)

Penulis : Tengku Harzuin


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved