• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
Dibaca : 223 Kali
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
Dibaca : 220 Kali
UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara
Dibaca : 222 Kali
Dorong Pemerataan Akses Keadilan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Layanan Bantuan Hukum
Dibaca : 219 Kali
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
Dibaca : 300 Kali

  • Home
  • Meranti

1.170 Balita di Meranti Menderita Stunting

Redaksi
Rabu, 22 Januari 2020 18:44:29 WIB
Cetak
Rakor Analisis Program Penurunan Stunting di Meranti.
Meranti, Hariantimes.com - Berdasarkan hasil pendataan Dinas Kesehatan Meranti, saat ini, sebanyak 1.170 balita atau 12 persen dari total balita di Kabupaten Kepulauan Meranti menderita Stunting. 

Meski secara angka tergolong cukup besar, namun jumlah Balita penderita Stunting di Meranti masih dibawah rata-rata nasional yang mencapai 30.8 persen. 

"Jumlah Stunting terbesar di Kepulauan Meranti tersebar di 24 desa dari 103. Di antaranya Desa Pelantai, Sungai Tohor Barat dan lainnya. Namun untuk yang tertinggi berada di Desa Tanjung Dahrul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat dengan jumlah balita penderita mencapai 30 persen," beber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Irmansyah di ruang rapat Bappeda Meranti, Rabu (22/01/2020). 

Rapat koordinasi (rakor) Analisis Program Penurunan Stunting di Meranti Tahun 2020 ini dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim.

Turut hadir Asisten I Sekdakab Meranti Syamsuddin SH MH, Kepala Bappeda Meranti Dr H Makmun Murod, Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr Misri, dan Jajaran Pejabat Eselon II/Kepala OPD di Meranti, Kabag Kesra Sekdakab. Meranti Hery Saputra SH, Camat Tebing Tinggi Rayah Pribadi SH serta para Camat dan Pejabat Eselon III lainnya, Perwakilan Kemenag Meranti, Perwakilan Baznas Meranti, Kepala Puskesmas se Kabupaten Meranti dan lainnya.

Dalam rapat tersebut terungkap, bahwa penyebab persoalan Stunting di Meranti cukup kompleks bukan hanya disebabkan karena faktor kemiskinan tapi juga karena pola pikir, perilaku masyarakat serta dampak lingkungan dan lainnya.

Dalam rakor tersebut juga disampaikan masukkan dari Camat dan Kades. Salah satunya menyarankan honor kader Posyandu sebagai ujung tombak yang berhubungan langsung dengan ibu dan anak sehingga mampu bekerja lebih optimal.

Selain itu, juga ada usulan dari Dinas BLH Meranti yang akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang dengan sengaja membuang limbahnya kelaut yang menyebkan produksi ikan menipis mangrove rusak dan peningkatan kemiskinan.

"Untuk memberikan efek jera kita akan mempidanakan perusahaan-perusahaan yang membuang limbahnya kelaut maupun aliran sungai," ujar Kadis Lingkungan Hidup Meranti Drs  Irmansyah seraya mengatakan, Pemkab Meranti menargetkan di tahun 2020 ini masalah Stunting dapat dituntaskan dan menjadikan Meranti bebas kasus Stunting. 

Sementara Wakil Bupat Meranti H. Said Hasyim mengatakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat komit menindaklanjuti instruksi Presiden yang meminta kasus Stunting yang terjadi didaerah dapat dituntaskan. Sehingga anak Indonesia dapat tumbuh dengan baik. Langkah yang diambil oleh Pemkabl Meranti adalah dengan mensinergikan seluruh program dari OPD/Dinas yang didukung oleh Kecamatan dan Desa serta Kader Posyandu untuk bersama-sama mengatasi masalah yang sedang viral tersebut.

"Utuk tahap awal Pemkab Meranti adalah dengan menggelar rapat Analisis Program Penurunan Stunting di Meranti Tahun 2020 yang digelar oleh Bappeda Meranti untuk menghimpun masukkan dari OPD, Kecamatan serta Desa terkait apa penyebab utama pemicu terjadinya Stunting di Meranti," terang Bupati.

Dalam rapat koordinasi itu terungkap, bahwa penyebab kasus Stunting di Meranti cukup unik dan komplek karena bukan saja disebabkan karena faktor kemiskinan tapi juga disebabkan karena pola fikir dan perilaku dari orangtua yang salah. 

Dari hasil pantauanya dilapangan terhadap keluarga anak penderita Stunting diwilayahnya ternyata tidak berasal dari keluarga miskin namun anaknya bisa kekurangan gizi.

"Kami mendapati ada orang tua yang lebih mementingkan membeli pulsa dan rokok daripada memberi makanan bergizi pada anaknya," sebut Kades.

Selain itu masalah Stunting juga dapat ditmbulkan oleh kondisi lingkungan yang kotor sehingga para Balita gampang terserang penyakit yang semakin diperparah dengan lambatnya penanganan.

Kemudian masalah Stunting juga disebabkan karena kurang optimalnya sosialisasi dari Posyandu untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada para ibu terkait upaya pencegahan dan penanganan jika terjadi Stunting. 

Jadi untuk menuntaskan masalah ini, Wabuo menginstruksikan kepada semua OPD terkait lebih pro aktif dalam upaya penuntasan Stunting melalui berbagai program yang dilaksanakan yang disinkronkan dengan 23 indikator penyebab Stunting.

Misal dari Dinas Kesehatan dalam mendistribusikan Tablet tambah darah untuk para remaja putri selain itu juga pemberian Imunisasi pada Balita, Dinas PU untuk pengadaan Sanitasi dan air bersih, Penguatan UPT Puskesmas dalam melaksanakan Siaga Aktif, Dinas Pendidikan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan dalam upaya menjamin ketersediaan pangan, Dinas Perikanan untuk menjamin ketersediaan ikan yang berkualitas, Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menciptakan kebersihan lingkungan, Camat dan Desa untuk melakukan pengawasan dan pendataan warga untuk dikomunikasikan dengan OPD terkait dalam hal penanganan dan lainnya.

Selain itu juga perlu dilakukan sinkronisasi dengan tenaga pendamping kementrian yang saat ini masih dirasa kurang klop dan cenderung bekerja sendiri-sendiri, seperti PKH dari Kementrian Sosial, Pendamping Desa Kementrian Desa, PPL Perikanan dan lainnya dengan begitu semua dapat satu visi dan satu gerakan dalam mengentaskan berbagai masalah di Kabupaten Meranti khususnya masalah pengentasan kemiskinan dan Stunting ini.(Humas PemkabMeranti)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

50 Kepala TK, SD Hingga SMP Ikuti Pelatihan dan Seminar Jurnalistik PWI Meranti

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI

Lantik Pengurus PWI Meranti, Raja Isyam: Jaga Integritas dan Tingkatkan Kompetensi

Kakanwil Kemenag Riau Ajak Seluruh ASN Terus Perkuat Sinergi dan Jaga Kekompakan

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

50 Kepala TK, SD Hingga SMP Ikuti Pelatihan dan Seminar Jurnalistik PWI Meranti

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengawasan IG Sagu Meranti dan Dorong Pembentukan Sentra KI

Lantik Pengurus PWI Meranti, Raja Isyam: Jaga Integritas dan Tingkatkan Kompetensi

Kakanwil Kemenag Riau Ajak Seluruh ASN Terus Perkuat Sinergi dan Jaga Kekompakan

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara
04 November 2026
Dorong Pemerataan Akses Keadilan, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Layanan Bantuan Hukum
04 November 2026
Komisioner KI Riau Turun ke Inhu Lakukan Penguatan Kapasitas PPID
03 November 2026
Perkuat Sentra KI Perguruan Tinggi, Kanwil Kemenkum Riau Lanjutkan Monitoring
03 November 2026
PWI dan Bakom Sepakat Perkuat Literasi Informasi dan Industri Pers
03 November 2026
Ramli Walid: Kerukunan dan Persatuan Harus Terus Dirawat Bersama
03 November 2026
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
02 November 2026
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
02 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 2 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 3 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
  • 4 RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
  • 5 Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas
  • 6 Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
  • 7 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 8 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 9 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved