• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
Dibaca : 213 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
Dibaca : 208 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Dibaca : 189 Kali
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
Dibaca : 214 Kali
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
Dibaca : 216 Kali

  • Home
  • Opini

Krisis PWI Bukan Fitnah, Melainkan Buah Kepemimpinan Hendry

Zulmiron
Rabu, 20 Agustus 2025 15:17:05 WIB
Cetak

Oleh: Dar Edi Yoga (Wakil Bendahara Umum PWI Pusat 2018-2023)

OPINI Hudono, Ketua PWI Yogyakarta, berjudul "Mengapa Memilih Hendry Ch Bangun?" mencoba menggambarkan Hendry Ch Bangun (HCB) sebagai korban fitnah dan persekongkolan politik internal. 

Sekilas narasi itu meyakinkan, namun jika diteliti lebih dalam, justru menyingkap kelemahan mendasar dalam kepemimpinan HCB.

1. Persoalan Dana UKW

Hudono menekankan adanya audit independen dan SP2Lid dari kepolisian. Tetapi ia menutup mata bahwa SP2Lid bukan akhir segalanya. Kasus itu masih bisa dibuka kembali melalui gelar perkara khusus.

Lebih dari itu, inti persoalan bukan sekadar ada atau tidaknya unsur pidana, melainkan integritas dan transparansi. Dana dari Forum Humas BUMN (FH BUMN) adalah uang publik, sehingga pengelolaannya harus dipertanggungjawabkan secara terbuka. Audit independen yang disebut-sebut seharusnya dipublikasikan agar semua pihak bisa menilai secara objektif. Jika hasil audit justru dinyatakan tidak boleh dibuka untuk umum, itu menimbulkan tanda tanya besar: apa yang sebenarnya disembunyikan? Transparansi tanpa akses publik hanyalah jargon kosong.

Lebih memprihatinkan lagi, HCB masih menggugat FH BUMN ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara wanprestasi, menuntut pelunasan sisa dana. Fakta ini memperlihatkan bahwa polemik dana belum selesai dan justru mempertebal krisis kepercayaan.

Ketika organisasi pers terbesar di Indonesia saja dirundung masalah seperti ini, kepercayaan publik otomatis runtuh.

2. Legitimasi Hukum yang Runtuh

Hudono menjadikan SK Kemenkumham sebagai bukti sah kepemimpinan Hendry. Namun, fakta terbaru justru sebaliknya. Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) sudah memblokir dokumen AHU PWI Pusat karena adanya dualisme kepengurusan.

Pemblokiran itu berarti legalitas HCB tidak bisa dijadikan alasan tunggal untuk mengklaim kepemimpinan. Apalah artinya SK jika di lapangan sebagian besar provinsi justru menolak mengakui? Legalitas administratif tanpa legitimasi anggota hanyalah simbol kosong.

3. Alasan KLB yang Diabaikan

Hudono menyebut KLB sebagai aksi makar. Padahal, KLB justru lahir sebagai reaksi atas krisis kepercayaan. Banyak pengurus daerah merasa terpinggirkan, aspirasinya tak didengar, dan akhirnya memilih mencari jalan alternatif.

KLB adalah gejala nyata kegagalan seorang ketua umum. Kepemimpinan dinilai bukan dari seberapa kuat bertahan di kursi jabatan, melainkan dari seberapa mampu merawat kepercayaan anggotanya.

4. Klaim Pemersatu yang Kontradiktif

Hudono menyebut Hendry sebagai sosok pemersatu. Namun faktanya, Hendry melaporkan rekan seorganisasi ke polisi, menuding pihak lain makar, lalu tampil dengan narasi persatuan. Itu bukan wajah pemersatu, melainkan wajah pemecah.

Persatuan tidak lahir dari ancaman pidana, melainkan dari sikap rendah hati dan keterbukaan.

Penutup: Saatnya Jujur

Krisis PWI hari ini tidak lahir dari fitnah atau rekayasa, tetapi dari akumulasi kesalahan dalam kepemimpinan HCB. Terlalu banyak energi organisasi dihabiskan untuk membela diri, bukan memperkuat kapasitas anggota. PWI, yang seharusnya menjadi penopang kebebasan pers, justru terjebak dalam drama kepengurusan.

Menjelang Kongres Persatuan pada 29-30 Agustus 2025 di Cikarang, kita perlu keberanian untuk jujur: Hendry bukan jawaban atas krisis ini. Ia bagian dari masalah, bukan solusi. Memilih kembali Hendry Ch Bangun hanya akan memperpanjang kebuntuan, sementara kebutuhan terbesar PWI adalah pemimpin baru yang bersih, visioner, dan dipercaya semua pihak. ***


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
06 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
06 November 2026
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
06 November 2026
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
06 November 2026
Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 2 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • 3 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 4 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 5 Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
  • 7 Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
  • 8 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
  • 9 RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved