• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Wujudkan Green Policing, Polda Riau 'Sulap' Pemukiman Transmigran Jadi Kebun Buah
Dibaca : 124 Kali
HAB ke-80 Jadi Momentum Refleksi bagi Seluruh ASN Kemenag
Dibaca : 120 Kali
Penobatan 12 Bunda Inklusi Kabupaten/Kota, Tina Mailinda: Titik Awal Penguatan Komitmen Bersama
Dibaca : 139 Kali
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Penegakan Hukum Memasuki Era Baru
Dibaca : 161 Kali
Atasi Banjir di Panam, 10 Danau di Unri Diproyeksi Jadi Embung dan Kolam Resapan Air
Dibaca : 173 Kali

  • Home
  • Nasional

Cegah Karhutla Dampak El Nino, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Kolaborasi dan Teknologi

Zulmiron
Senin, 21 Agustus 2023 16:12:22 WIB
Cetak
Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Kolaborasi dan Teknologi Cegah Dampak El Nino.

Jakarta, Hariantimes.com - Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino tahun ini diperparah dengan adanya Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang membuat potensi kekeringan menjadi lebih besar dibandingkan tiga tahun terakhir.

Potensi kekeringan itu berimplikasi pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang juga menguat.

Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dampak fenomena El Nino itu, Sinar Mas Agribusiness and Food memperkuat kolaborasi lintas sektor dan pengembangan teknologi

Upaya-upaya kolaborasi Sinar Mas Agribusiness and Food antara lain menggelar apel siaga gabungan, latihan penanggulangan karhutla bersama, serta sosialisasi berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti unsur pemerintahan, TNI-Polri, dan masyarakat umum.

Kolaborasi pun diperkuat dengan pengembangan teknologi berbasis satelit yang mampu memberikan informasi deteksi titik panas (hotspot) tiga kali lebih cepat.

Serangkaian upaya ini dilakukan untuk mencegah dampak perubahan iklim berupa karhutla di wilayah-wilayah rawan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena El Nino dan IOD positif saling menguatkan sehingga membuat musim kemarau tahun ini dapat menjadi lebih kering dan curah hujan pada kategori rendah hingga sangat rendah.

“Jika biasanya curah hujan berkisar 20 mm per hari, maka pada musim kemarau ini angka tersebut menjadi sebulan sekali atau bahkan tidak ada hujan sama sekali,” ujarnya.

Fenomena El Nino merupakan pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya. Sementara fenomena IOD terjadi karena perbedaan suhu permukaan laut antara dua wilayah yaitu di Samudera Hindia bagian barat dan Samudera Hindia bagian timur.

Indonesia menghadapi kedua fenomena tersebut sekaligus. Puncak kemarau kering diprediksi akan terjadi di bulan Agustus hingga awal bulan September.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Head of Fire and Peat Management Sinar Mas Agribusiness and Food, Anselmus A Supriyanto mengatakan, kolaborasi antarpihak harus diperkuat. Tahun ini, kegiatan pencegahan karhutla seperti apel siaga dan peningkatan kapasitas tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (KTD) lebih ditingkatkan. Hingga Agustus 2023, tercatat 17 kali apel siaga dan 10 kali pelatihan dasar karhutla telah diselenggarakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food.

“Fenomena iklim tahun ini cukup berat sehingga membuat sebagian wilayah Indonesia sangat rentan terjadi karhutla. Kami meningkatkan pelatihan petugas dan apel siaga untuk bersama-sama membentuk kewaspadaan. Apel siaga berlangsung di berbagai kabupaten di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat, serta didukung oleh pemerintah daerah setempat,” ujar Supriyanto.

Sinar Mas Agribusiness and Food, lanjut Supriyanto, mengedepankan sinergi dengan para pemangku kepentingan di area operasional. Langkah sinergi ini misalnya tercermin melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Program yang berlangsung di Pulau Sumatera dan Kalimantan sejak 2016 ini membekali 105 desa rentan karhutla dengan pelatihan pencegahan kebakaran, infrastruktur dasar pemadaman kebakaran, serta sosialisasi dan implementasi proses peringatan dini untuk menghadapi risiko kebakaran.

Menurut Supriyanto, kerja sama yang terjalin baik antara perusahaan dengan masyarakat dapat memperkuat komitmen bersama terhadap pencegahan karhutla. Sejak 1997, Sinar Mas Agribusiness and Food telah menerapkan kebijakan anti-bakar untuk pembukaan lahan yang diperkuat dengan komitmen anti-kegiatan di lahan gambut (No Peat) pada tahun 2010.

Supriyanto menilai, berkat kolaborasi yang apik dengan pemangku kepentingan, manfaat baiknya pun dapat terasa hingga saat ini.

“Pada 2022 lalu, sebanyak 99,96 persen kawasan kelola perusahaan terbebas dari karhutla. Kita bersama-sama berupaya mempertahankan dan meningkatkan torehan tersebut. Sinergi yang baik melalui berbagai program harus kita jaga bersama, bukan hanya di area perusahaan, tetapi juga di seluruh wilayah rentan kebakaran. Karhutla hanya akan menimbulkan dampak buruk bagi sosial, lingkungan, dan ekonomi,” ungkapnya.

Penerapan teknologi

Sinar Mas Agribusiness and Food memadukan upaya-upaya konvensional dan teknologi mutakhir dalam mencegah ancaman karhutla. Upaya ini didukung oleh sekitar 10.000 orang yang tergabung dalam tim KTD, yang terdiri dari karyawan perusahaan dan masyarakat siaga api (MSA) binaan perusahaan. Mereka memiliki tugas masing-masing: ada yang bertugas di lapangan untuk melakukan patroli dan penanggulangan karhutla secara langsung, ada pula yang memantau kondisi ancaman karhutla dari ruang kontrol.

Memperkuat pengawasan karhutla salah satunya dilakukan melalui aplikasi digital GeoSMART Fire-Hotspot Monitoring Site. Aplikasi ini mampu memberikan informasi deteksi titik panas tiga kali lebih cepat dari proses semi-otomatis sebelumnya.

GeoSMART dikembangkan sejak 2021, digunakan sejak awal 2022, dan terus diperbarui fiturnya hingga kini. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi satelit NOAA, VIIRS, SUOMI, dan MODIS yang diakses otomatis dari situs SiPongi-KLHK dan atau LAPAN.

Menurut Supriyanto, penggunaan sistem aplikasi GeoSMART telah dikembangkan secara otomatis untuk mendeteksi titik panas hingga radius dua kilometer di luar area konsesi perusahaan. Keunggulan GeoSMART bukan hanya terletak pada cakupan areanya yang luas, tetapi juga kecepatan aplikasi ini dalam menerima dan mengolah sinyal deteksi titik panas. Kecepatan penerimaan dan pengiriman informasi sangat berpengaruh terhadap upaya pencegahan karhutla.

Sebelumnya, tanpa aplikasi GeoSMART, sinyal titik panas baru dapat diterima 12 jam sekali, atau 2 kali sehari. Melalui penggunaan aplikasi GeoSMART, sinyal titik panas dapat diterima 4 jam sekali, atau 6 kali sehari. Efisiensi ini membuat respons tim KTD juga menjadi lebih cepat. GeoSMART merupakan salah satu upaya dalam manajemen terpadu pencegahan karhutla Sinar Mas Agribusiness and Food.

“GeoSMART bukanlah satu-satunya cara kami mengembangkan teknologi sistem peringatan dini. Kami juga melakukan pemutakhiran peta rawan kebakaran lahan, sistem peringkat bahaya kebakaran atau fire danger rating system, serta deteksi taktis kejadian kebakaran lahan melalui patroli rutin, pantauan menara api, dan teknologi CCTV deteksi kebakaran lahan,” jelas Supriyanto.

Pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas petugas belum cukup untuk mengantisipasi karhutla jika tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai.

Menurutnya, Sinar Mas Agribusiness and Food terus melengkapi sarana dan prasarana pencegahan karhutla. Hingga saat ini perusahaan memiliki 172 embung air, 163 menara api, 176 kendaraan angkut personel, 269 kendaraan patroli, 115 truk pemadan kebakaran, 307 pompa jinjing, dan 141 pompa induk.

“Berdasarkan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah, pihak perusahaan juga diwajibkan berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di sekitar wilayah operasionalnya. Oleh karena itu kami selalu siap berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan area bebas karhutla,” tandas Supriyanto.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Penegakan Hukum Memasuki Era Baru

Sepanjang 2025, Astra Berupaya Ciptakan Program Unggulan Berbasis Komunitas Desa

Kemerdekaan Pers, Profesionalisme dan Ekonomi Media Jadi Tantangan

Perkuat Solidaritas di Momen Natal, Kemenag Gelar Festival Kasih Nusantara 2025

Indosat SIGAP Dukung Pemulihan Jaringan, Lebih dari 92 Persen BTS di Aceh Kembali Beroperasi

Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Merawat Keluarga

KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Penegakan Hukum Memasuki Era Baru

Sepanjang 2025, Astra Berupaya Ciptakan Program Unggulan Berbasis Komunitas Desa

Kemerdekaan Pers, Profesionalisme dan Ekonomi Media Jadi Tantangan

Perkuat Solidaritas di Momen Natal, Kemenag Gelar Festival Kasih Nusantara 2025

Indosat SIGAP Dukung Pemulihan Jaringan, Lebih dari 92 Persen BTS di Aceh Kembali Beroperasi

Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Merawat Keluarga



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Wujudkan Green Policing, Polda Riau 'Sulap' Pemukiman Transmigran Jadi Kebun Buah
02 Januari 2026
HAB ke-80 Jadi Momentum Refleksi bagi Seluruh ASN Kemenag
02 Januari 2026
Penobatan 12 Bunda Inklusi Kabupaten/Kota, Tina Mailinda: Titik Awal Penguatan Komitmen Bersama
02 Januari 2026
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Penegakan Hukum Memasuki Era Baru
02 Januari 2026
Atasi Banjir di Panam, 10 Danau di Unri Diproyeksi Jadi Embung dan Kolam Resapan Air
02 Januari 2026
Realisasi PAD Pajak Pekanbaru Capai Rp1,170 Triliun, Agung: Naiknya Rp300 Miliar Lebih
01 Januari 2026
Lantik 5.137 PPPK Paruh Waktu, Wako Pekanbaru: Jangan Terlalu Euforia.
31 Desember 2025
Upaya Pengelolaan Stres Pasien, Dosen Unimus Launching Intervensi Video Self-Management Hipertensi Ber-HKI
02 Januari 2026
Semangat Toleransi Menguat, Kemenag Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Taluk Kuantan
02 Januari 2026
IZI Launching Kampung Ramadhan di Koto Kaciak, Maninjau
02 Januari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Ketua Iluni SMPN 1 Matur Angkatan 86 Serahkan Bantuan ke Rekan Sejawat Terdampak Longsor di Pauh dan Sidang Tangah
  • 2 Pengurus Matua Saiyo Provinsi Riau Serahkan Bantuan ke Pekeja Perbaikan Irigasi Banda Badarun
  • 3 Lulus Profesi Insinyur di Unand, Dosen UIR Akmar Efendi Soroti Pemanfaatan Metode Machine Learning
  • 4 Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Merawat Keluarga
  • 5 Kemenhan Bersama PWI Pusat Agendakan Khusus Retret 200 Wartawan di Akmil Magelang
  • 6 Hanafi: Apa yang Dirasakan Warga Agam Juga Dirasakan oleh Kami di Perantauan
  • 7 Kuota Haji 2026 Riau Berkurang Jadi 4.682, Defizon: Alhamdulillah Jauh di Atas Rata-Rata Nasional
  • 8 Refleksi Kinerja 2025, Menag: Agama Bangkitkan Semangat Bangun Bangsa
  • 9 Dorong Penguatan Karakter Anak Sejak Dini,Sekolah Binaan PT KTU Taja Pagelaran Seni dan Kreativitas
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved