• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Penuh Rangkaian Kegiatan Nasional
Dibaca : 151 Kali
Perkuat Komunikasi Publik, Imigrasi Siak Gandeng PWI Riau
Dibaca : 157 Kali
Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang
Dibaca : 162 Kali
Tim Perpustakaan El-Hayaah MAN 1 Pekanbaru Stand Teredukatif di Festival Literasi Provinsi Riau 2026
Dibaca : 225 Kali
Hadapi Era AI dan UU ITE, PWI Dumai Perkuat Kompetensi Wartawan
Dibaca : 226 Kali

  • Home
  • Indragiri Hilir

Membangkitkan Aroma Liberica di Negeri Seribu Parit

Zulmiron
Jumat, 30 Juni 2023 10:53:37 WIB
Cetak
Budi memetik biji kopi liberica di pekarangan rumahnya.

Inhil, Hariantimes.com - Hujan turun membasahi tanah saat Budi Rianto baru saja menuangkan kopi hitam dalam gelas kaca.

Pada sore yang dingin itu, daun-daun pinang merunduk diselimuti kabut dan gemericik air terdengar jelas di genangan parit. Namun dalam rumah panggung kayu sederhana milik Budi, suasana terasa nyaman dengan obrolan dan uap kopi yang sama hangat. Ada kisah nostalgia yang sedang mengalir.

Budi menunjuk sebuah pohon kopi di pekarangan rumahnya. Dari sanalah segala rasa dan aroma kopi yang kini tersaji di depan mata berasal.

“Kopi yang kita minum ini adalah kopi liberica. Pohonnya ada di luar sana. Ditanam oleh mertua saya hampir setengah abad yang lalu,” ujar Budi.

Menurutnya, bibit kopi tersebut dibawa dari Lampung dan ditanam di lahan sekitar rumah untuk konsumsi pribadi. 
Meski pohon kopi itu telah berusia puluhan tahun, tetapi Budi baru mengenalnya pada tahun 2012 lalu.

Saat itu, ia baru pindah ke rumah yang kini ia tempati, tepatnya di Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

“Saya baru tahu setelah saya menikah dan pindah ke sini. Ketika saya membersihkan kebun, saya lihat ada beberapa pohon kopi yang sudah besar. Saya rawat pohon itu dan mencoba mengolah bijinya,” ungkap Budi.

Pada mulanya, Budi tidak memahami jenis kopi apa yang tumbuh di pekarangan rumahnya. Namun setelah banyak berbincang dengan para penggemar kopi, ia pun mengetahui bahwa kopi tersebut berjenis liberica, sebuah jenis yang berasal dari negara Liberia. Kopi ini memiliki aroma pekat yang khas, dengan ukuran pohon dan buah yang lebih besar dibandingkan kopi arabica dan robusta.

Kopi yang dihasilkan dari kebun sendiri memberikan kebahagiaan luar biasa bagi Budi. Ia gemar berkebun, ia gemar meminum kopi, dan semua kegemaran itu bisa ia ciptakan sendiri.

“Ini sebuah hal yang menyenangkan bagi saya. Oleh karena itu, saya ingin berbagi kesenangan kepada orang-orang terdekat, kepada keluarga dan teman-teman saya di sini. Jika telah ada kopi bubuk yang siap seduh, saya selalu bagikan kepada mereka,” ujar Budi.

Lambat laun, semakin banyak orang yang mengenal kopi liberica olahan Budi. Banyak orang yang menyukainya. Pesanan pun mulai berdatangan meski dalam volume kecil.

“Yang memesan itu kerabat saya. Mereka menyukai kopi ini. Saya tidak mematok harga khusus karena saya bahagia jika ada orang-orang yang suka dengan kopi olahan saya,” kata Budi.

Suatu hari, terbesit ide di kepala Budi. Ia ingin mengajak teman-temannya untuk turut serta berbudi daya kopi liberica. Ia membayangkan betapa menariknya jika pohon kopi ini tumbuh lestari, menghadirkan lebih banyak kehangatan dan cita rasa bagi banyak orang.

“Saya ingin saling berbagi kopi ini dengan teman-teman. Syukur-syukur jika dapat menghasilkan penghasilan tambahan untuk keperluan sehari-hari,” harapnya.

Namun, Budi menyadari proses yang harus ditempuh tidaklah mudah, karena memiliki keterbatasan pengetahuan dalam budi daya dan pengolahan kopi.

Budi pun tidak memiliki banyak pengalaman untuk membentuk sebuah kelompok.

“Saya merasa semangat, begitu juga teman-teman. Kami ingin budi daya kopi menciptakan pemberdayaan yang lebih luas. Namun kami juga bingung bagaimana sebaiknya memulai agar rencana ini berhasil,” keluhnya.

Menebar cita rasa bersama
Di tengah kebimbangan itu, Budi bertemu dengan tim Community Economic Empowerment (CEE) Sinar Mas Agribusiness and Food, melalui anak usahanya PT Bumipalma Lestaripersada (BPLP).

Budi banyak bertukar pikiran dan berusaha mencari cara agar kopi liberica semakin berkembang di Indragiri Hilir, Negeri Seribu Parit.

“Saya mendapat jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi. Saya menemukan arah yang dapat membuat budi daya kopi ini terus berkembang,” ucapnya.

Upaya pendampingan dari pihak perusahaan telah memberikan banyak perubahan bagi Budi, yang kini tergabung dalam Kelompok Tani Karya Lestari bersama 8 orang lainnya.

“Dulu kami tidak memiliki banyak pohon kopi, mungkin hanya seratusan pohon di pekarangan. Saat ini kami bisa memperbanyak pohon kopi hingga 2.000 pohon yang tersebar hingga ke 9 desa di Keritang,” ujar Budi yang merasa senang karena bibit kopinya semakin dikenal luas.

Ketua Kelompok Tani Karya Lestari, Mardi, juga merasakan manfaat dari kehadiran Sinar Mas Agribusiness and Food dalam pengembangan usaha kopi ini.

“Dukungan sarana produksi kopi juga sangat membantu dalam menghasilkan produk yang lebih baik. Kami dibantu beberapa alat pengolah kopi yaitu pemecah biji kopi, alat sangrai, kemudian alat mengubah biji menjadi bubuk kopi,” ungkap Mardi.

Menurut Mardi, terdapat peningkatan hasil produksi berkat kehadiran alat-alat tersebut. Sebelumnya, jika menggunakan cara tradisional, 1 kilogram biji kopi hanya dapat diolah menjadi 6 ons kopi bubuk. Sementara dengan menggunakan peralatan, jumlah biji yang sama dapat diolah menjadi 7,5 ons kopi bubuk atau 1,5 ons lebih banyak.

“Tekstur dan rasanya juga jadi lebih baik. Selain itu, waktu dan tenaga yang dikeluarkan pun lebih efisien,” katanya.

Menurut Budi, berbagai pendampingan mulai dari teknik budi daya, pengolahan, manajemen kelompok, hingga pengemasan dan pemasaran, membuat produknya menjadi lebih baik dan semakin dikenal masyarakat luas.

Ia pun bersyukur karena mampu mendapatkan penghasilan tambahan dari usaha kopi yang diberi nama ‘Lestari Liberica’ ini.  

“Alhamdulillah dalam satu pekan minimal ada pesanan 2 kilogram kopi bubuk. Usaha sampingan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga pinang dan kelapa sedang rendah,” ungkap Budi sembari merasa bersyukur karena perusahaan telah membantu pelengkapan administrasi usaha seperti sertifikat halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga usahanya bisa kian profesional.

Head of Economic Empowerment, Sustainability, and Strategic Projects Sinar Mas Agribusiness and Food, Jusupta Tarigan mengatakan, petani kopi liberica di Indragiri Hilir memiliki potensi sekaligus tantangan dalam mengembangkan usaha. Mereka memerlukan akses dan dukungan dalam meningkatkan pengetahuan budi daya, manajemen bisnis, hingga akses permodalan.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, di bawah payung program Community Economic Empowerment, kami memberikan pendampingan bagi Pak Budi dan kawan-kawan mulai dari budi daya yang lestari hingga pemasaran produk. Kami berharap melalui program ini terdapat peningkatan hasil produksi dan penjualan bagi masyarakat yang terlibat langsung. Semoga ke depannya lebih banyak lagi orang yang bisa terlibat dan merasakan hasilnya,” tandas Jusupta.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Belasan Warga Tembilahan Luka-Luka Diserang Monyet Ekor Panjang

Sempena Hari Pohon se Dunia 2025, BDPN dan Perempuan Duanu Tanam 10.000 Mangrove

Go To School di Yayasan Nantara, SMSI Inhil Bersama IKM Bagikan Ginas Gratis ke Santri

Cegah Stunting, SMSI Inhil Ajak Anak TK Hidup Sehat dengan Susu Ginas

Goes To School, SMSI Inhil Bagikan 80.000 Susu dan Edukasi Cerdas Bermedia

Resmikan Dapur SPPG di Inhil, Kapolda Riau Minta Polres Memantau 24 Jam

Belasan Warga Tembilahan Luka-Luka Diserang Monyet Ekor Panjang

Sempena Hari Pohon se Dunia 2025, BDPN dan Perempuan Duanu Tanam 10.000 Mangrove

Go To School di Yayasan Nantara, SMSI Inhil Bersama IKM Bagikan Ginas Gratis ke Santri

Cegah Stunting, SMSI Inhil Ajak Anak TK Hidup Sehat dengan Susu Ginas

Goes To School, SMSI Inhil Bagikan 80.000 Susu dan Edukasi Cerdas Bermedia

Resmikan Dapur SPPG di Inhil, Kapolda Riau Minta Polres Memantau 24 Jam



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Penuh Rangkaian Kegiatan Nasional
12 Agustus 2026
Perkuat Komunikasi Publik, Imigrasi Siak Gandeng PWI Riau
12 Agustus 2026
Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang
12 Agustus 2026
Tim Perpustakaan El-Hayaah MAN 1 Pekanbaru Stand Teredukatif di Festival Literasi Provinsi Riau 2026
11 Agustus 2026
Hadapi Era AI dan UU ITE, PWI Dumai Perkuat Kompetensi Wartawan
11 Agustus 2026
Kemenkum Riau Perkuat Harmonisasi Rencana Kerja Perangkat Daerah Pelalawan Tahun 2027
11 Agustus 2026
Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Pemahaman Hak Kepesertaan TASPEN dan BPJS Kesehatan bagi ASN
11 Agustus 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Donor Darah
11 Agustus 2026
Lagi, KWQ Salurkan 60 Al-Qur’an untuk Hafidz MI TAQ dan SMA MuTi
11 Agustus 2026
Imigrasi Tanjungpinang Gandeng PT Pos Indonesia Hadirkan Layanan Antar Paspor IDEPAS
11 Agustus 2026
TERPOPULER +
  • 1 Karhutla Pematang Pudu Belum Padam, Ferdian: Tim Lakukan Penyekatan Agar Api Tak Merembet
  • 2 PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar
  • 3 PPI Lestarikan Kekayaan Budaya Melalui Karya Sastra
  • 4 Wamenkes Tekankan Inovasi dan Riset Kesehatan
  • 5 Prabowo Ajak Jajaran Kadin Indonesia Perkuat Kolaborasi antara Pemerintah dan Dunia Usaha
  • 6 Ingin Lanjut S2 Komunikasi? UIR Buka Pendaftaran hingga 22 Agustus 2026
  • 7 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Komunikasi dan Transformasi Organisasi
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum "PASTI Ada Solusi" Episode 9
  • 9 Menteri PPN/Bappenas Prof Rachmat Pambudy Keynote Speaker SIEXPO 2026 di Pekanbaru
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved