• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Perpres Ditjen Pesantren Sudah Ditandatangani
Dibaca : 91 Kali
Saat Penerapan WFH, Muliardi Dorong Digitalisasi Layanan Kemenag Riau
Dibaca : 95 Kali
Meski WFH, Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal
Dibaca : 95 Kali
Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan
Dibaca : 104 Kali
Pemkab Siak Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Dibaca : 107 Kali

  • Home
  • Opini

Isra’ Mi’raj Dan Tantangan Sains

A Kasim
Sabtu, 25 Februari 2023 20:27:25 WIB
Cetak

Oleh : Sabbih S.Ud (Penyuluh Agama Islam Langgam, Pelalawan)
 

Telah menjadi mukjizat besar bagi Nabi Muhammad SAW bahwa Isra’ Mi’raj hanyalah terjadi bagi beliau tidak pada nabi lainnya, kisah ini juga diabadikan dalam Al Quran pada surat Al-Isra dan surat al-Najm.


Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa.
Sedangkan Mi’raj perjalan Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa sampai menembus langit ke tujuh bahkan melewati Sidrotulmuntaha.

Sidratulmuntaha ini lambang batas yang tidak seorang manusia atau makhluk lain bisa mengetahui lebih jauh.  Isra' Mi’raj menurut sains seperti dikemukakan oleh Tomas adalah perjalanan keluar dimensi ruang-waktu. Dengan demikian, Isra' Mi’raj bukan perjalanan biasa, bukan perjalanan dengan wahana antariksa, serta bukan perjalan antariksa.

Malaikat Jibril, Buraq, dan  jin, itu juga termasuk makhluk di luar dimensi ruang waktu. Karena itu mudah saja bagi malaikat mengajak nabi untuk melakukan perjalanan di luar ruang-waktu. Ini hal yang sama ketika iblis turun ke bumi dan bisa berada di mana pun dan tidak mati.

Bila mengikuti kecepatan cahaya 300.000 km / detik maka dapat dikalkulasikan sebagai berikut 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365,25 hari/tahun = 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012) km. Maka tahun cahaya didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun ketika melewati ruang hampa udara atau setara dengan 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012 ) km.

Bulan = 1,3 detik cahaya, Matahari= 8,3 menit cahaya, Mars = 3.1 menit cahaya, Jupiter = 33 menit cahaya, Pluto = 5,3 jam cahaya, Proxima Cetauri= 4.3 tahun cahaya Sirius = 8,58 tahun cahaya, Galaksi Andromeda = 2.300.000 tahun cahaya atau 2,3 juta tahun cahaya.

Makanya perjalan Isra' Mi’raj sudah diluar kalkulasi sains sebab kalau kalkulasi sains, nabi hanya Israk mikraj sekitar delapan jam mulai dari isya sampai menjelang subuh dipotong lagi perjalanan pulang pergi maka hanya sekitar 4 jam diperjalanan.

Sementara Nabi melewati tuju lapis langit dimana ketebalan jarak langit pertama dan kedua saja sudah 500 tahun perjalanan cahaya. Peristiwa isra’mi’raj menantang manusia adakah tekhnologi yang mampu menembus seperti itu? Jawabnya tidak ada, sebab kalau ada batallah kemu’jizatan nabi.

Namun setidaknya teori Isra’ Mi'’raj mengajak manusia untuk menciptakan kenderaan udara yang lebih cepat yang sampai saat ini baru ditemukan pesawat tercepat dunia  North American X-15 - 7.274,2 Km/jam. Hai jama´ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (QS. Ar-Rahman : 33).

Dalam ayat ini Allah jelas memberi tantangan kepada jin dan manusia dipersilahkan menembus penjuru langit namun tidak bisa mereka tembus kecuali dengan Sulthan . Sulthan dalam ayat ini dimaknai ulama tafsir dengan kekuatan dari Allah , maka ayat ini sebenarnya sudah mematahkan kesanggupan manusia tidak mungkin bisa menembusnya kecuali dapat Sulthan darinya.

Menurut analisa, dalam teori isra’ mi’raj ada beberapa masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh sains dan ilmu pengetahuan. Pertama, berjalan malam,ada apa sebenarnya rahasia berjalan malam sehingga nabi suruh bermusafir pada waktu malam sebab bumi dilipat dimalam hari. Sesungguhnya Allah melipat bumi untukku lalu aku melihat timur dan baratnya ( Ibnu Majah.)

Kedua , kenderaan Buraq, inipun tidak bisa dipecahkan oleh sains betapa cepatnya kenderaan ini yang digambarkan punya sayap ,dan dikirim Allah dari sorga.


Ketiga , Allah jumpakan nabi-nabi saat beliau dimasjidil Aqsha.Keempat, Allah perlihatkan alam ghaib mulai dari berangkat. Kelima, Sidrotul Muntaha,pohon disamping sorga yang dilewati oleh nabi 
Keenam pembedahan dada nabi sebelum berangkat membedah tanpa ada bekas luka dan mengeluarkan segumpal darah kotor bagian setan.

Hal-hal semacam ini tidak bisa dipecahkan oleh akal dan ilmu pengetahuan namun wajib di imani. Inilah yang disebut mu’jizat yang menyalahi dari adat kebiasaan untuk menguatkan kenabian itu sendiri.
Karena peristiwa ini diluar pengetahuan dan nalar manusia maka diawali-lah ayat isro’ dengan ucapan subhna  yang artinya maha suci Allah dengan sega keajaiban yang diciptakan nya , makanya kalau kita takjub kepada sesuatu kita ucapkan subhanallah.

Dan banyak sekali ayat kauniah yang diawali kata subhana yang memberi isyarat kepada manusia untuk menelitinya sehingga muncul kesadaran akan ke mahakuasa-an dan ke ajaiban Allah.(***)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Perpres Ditjen Pesantren Sudah Ditandatangani
02 April 2026
Saat Penerapan WFH, Muliardi Dorong Digitalisasi Layanan Kemenag Riau
02 April 2026
Meski WFH, Menag Instruksikan Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal
02 April 2026
Tekankan Penguatan Ekonomi, Bupati Siak Minta Kampung Inovatif Jadi Motor Pertumbuhan
02 April 2026
Pemkab Siak Perkuat Manajemen Talenta ASN, Wabup: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
02 April 2026
Kemenkum Riau dan PCR Berkolaborasi Kembangkan Aplikasi "Si Bapak"
02 April 2026
Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional
02 April 2026
Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH Satu Hari dalam Sepekan
02 April 2026
Lantik Anggota Bapekam se Kecamatan Mempura, Afni Tekankan Kolaborasi Program Strategis di Tengah Defisit Anggaran
01 April 2026
Lantik 12 Pejabat Fungsional, Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Akselerasi Kinerja dan Integritas
01 April 2026
TERPOPULER +
  • 1 Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
  • 2 Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
  • 3 Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
  • 4 Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
  • 5 Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
  • 6 Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif
  • 7 Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor
  • 8 Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
  • 9 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved