• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
Dibaca : 502 Kali
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
Dibaca : 491 Kali
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
Dibaca : 480 Kali
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
Dibaca : 454 Kali
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
Dibaca : 450 Kali

  • Home
  • Nasional

Seminar Internasional ‘Media Massa yang Berkelanjutan dalam Tantangan Digitalisasi Platform Global’

Pengelola Media Tak Sepenuhnya Tergantung pada Platform Digital

Zulmiron
Rabu, 08 Februari 2023 21:44:34 WIB
Cetak
Seminar Internasional bertajuk ‘Media Massa yang Berkelanjutan dalam Tantangan Digitalisasi Platform Global’.

Medan, Hariantimes.com - Teknologi digital menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru yang menggiurkan untuk memproduksi konten, menciptakan interaksi dan menjangkau khalayak secara lebih intens.

Dan ini penting untuk dipikirkan bagaimana agar penerbit atau pengelola media tak sepenuhnya tergantung pada platform digital.

"Penerbit seharusnya tak cuma mengandalkan jerjasama dengan platform digital dalam mendistribusikan konten, meraih pendapatan dan mengelola data pengguna,” ujar Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal Sembiring Depari pada Seminar Internasional bertajuk ‘Media Massa yang Berkelanjutan dalam Tantangan Digitalisasi Platform Global’ di Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (07/02/2023).

Menurut Atal yang juga menjabat sebagai Presiden CAJ (Confederation ASEAN Journalist) sejak Oktober 2022, sector media dan profesi wartawan termasuk yang mesti mempersiapkan diri menerima kebaikan dan juga mengantisipasi keburukan dari kehadiran media-media sosial seperti Facebook, Google, Amazon, Apple, Alibaba, Twitter dan lainnya.

"Tak ada sektor yang bisa menghindar dari transformasi digital," katanya.

Sementara itu, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Usman Kansong yang hadir sebagai keynote speech mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika yang berhalangan berharap seminar internasional yang digelar lewat kolaborasi CAJ, PWI dan BBC Media Action serta sejumlah pakar terkait sebagai pembicara, mampu menghadirkan solusi dari problem dari Kerjasama yang timpang antara pengelola media dan platform digital. 

Seminar berjalan menarik dengan sejumlah pembicara top dari beragam latar belakang. Ada Rod Sims dari Universitas Nasional Australia, Agus Sudibyo, Anggota Dewan Pers yang juga menginisiasi regulasi pengelolaan media di Indonesia.  

Llau ada juga Nelson Yap, anggota Australian Press Council yang juga Publisher & Editor of Australian Property Journal yang tergabung dalam LINA Australia. Juga Dahlan Dahi, CEO Tribun Network. Semua pemateri begitu gamblang dan lugas dalam menyampaikan materinya dengan dipandu oleh Moderator cerdas, Christiana Chelsia Chan yang juga merupakan Sekjen dari CAJ. 

Nelson Yap mengemukakan soal bagaimana posisi tawar yang benar oleh pengelola media ke platform digital yang ketika itu diperkenal kan langsung oleh Pemerintah Australia.

Nelson juga memaparkan bagaimana situasi dan kondisi media pers di Australia yang awalnya mengalami kurang menyenangkan dan mengalami ketimpangan. Apalagi jika melihat di antara mereka yang tak dilirik platform besar seperti Google atau Facebook.

Nelson benar-benar mengalami pengalaman itu. “Sebagai penerbit media kecil tentu kami mengalami bagaimana kami tak dianggap  platform global seperti google dan facebook. Meskipun tergabung di Public Interest Publishers Alliance (PIPA) yang diperkenalkan pemerintah Australia dengan bargaining code bekerja sama dengan platform digital, tapi kenyataannya mereka hanya melirik media-media besar seperti News Ltd, Nine, Seven West Media, ABC dan beberapa grup media menengah terpilih,” jelas Nelson.

Platform digital itu tak tertarik dan tak merespon komunikasi dengan mereka yang merupakan media kecil. "Kemudian The ACCC di bawah kepemimpinan Rod Sims memperkenalkan ketidakseimbangan kekuatan antara platform digital raksasa dan media kecil dan memungkinkan untuk bersatu," beber Nelson lagi.

Sementara Agus Sudibyo mengatakan, pemilik media tak bisa berjalan tanpa platform digital. Sebab jika diperhatikan sampai 80 persen google dan facebook mengontrol pemberitaan, juga iklan.

"Penerbit dan pengelola media harus bernegosiasi dengan google dan facebook karena memang merupakan platform digital. Mereka harus membantu anggotanya bagaimana mempersiapkan diri agar media di Indonesia memiliki peluang, bagaimana menuntut Google, FB agar berita yang dihasilkan media ada nilai beritanya," tutur Agus.

Dahlan Dahi pun menyatakan hal serupa dengan Agus dan Nelson. Menurutnya, CEO Tribun Network ini yang terpenting saat ini adalah bagaimana media mampu dan harus cerdas mengembangkan teknologi digital.

“Kita semua tahu ada banyak model sosial media seperti facebook, twitter, youtube dan masih banyak lagi. Terpenting bagaimana media mampu memanfaatkannya agar ekosistem media bisa terus berkembang,” kata Dahlan.

Salah satu perwakilan Dubes Asing dari Polandia, Karolina Ionescu yang juga mengikuti jalannya seminar internasional ini mengatakan gembira bisa mengambil bagian di seminar yang menambah wawasan berpikirnya soal media dan segala tuntutannya.

“Sejauh ini saya bisa mengerti dan itu menambah wawasan saya soal industri media yang ternyata ikut terganggu dengan kehadiran media sosial. Tapi, senang sekali mendengar media terus survive untuk mendapat solusinya,” tutur Karolina dengan bahasa Inggris fasih.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026

Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM

Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM

Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026

Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM

Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
27 Maret 2026
Rapat Bersama BKD, Bupati Siak Afni Dorong Optimalisasi Peningkatan PAD
27 Maret 2026
Apel Perdana Pasca Lebaran, Afni: Kita Wajib Survive dalam Kondisi Apapun
25 Maret 2026
Terima Tokoh Lintas Agama, Muliardi: Kerukunan yang Telah Terjalin Harus Terus Kita Rawat dan Tingkatkan
26 Maret 2026
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag: Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA
25 Maret 2026
Safari Ramadhan di Masjid Al-Adzim Polda Riau, Kapolri Imbau Semua Pihak Swaspada Terhadap Narasi-Narasi Provokatif
17 Maret 2026
Syahrial Abdi: Kebijakan Ini Mewajibkan Setiap Pegawai untukTtetap Produktif Meski Tidak Berada di Kantor
16 Maret 2026
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Meski WFA Pasca Idul Fitri, KUA Tenayan Raya Tetap Layani Nikah di Balai dan Luar Balai
  • 2 Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
  • 3 Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
  • 4 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 5 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 6 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 7 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 8 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 9 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved