• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 315 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 333 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 280 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 391 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 393 Kali

  • Home
  • Politik

Jelang 2024, Dheni Kurnia: 'Politik Panjat Pinang' atau 'Politik Belah Bambu' Masih Laku di Riau

Zulmiron
Ahad, 05 Juni 2022 20:08:01 WIB
Cetak
Penasehat Ahli Gubernur Riau Bidang Informasi dan Komunikasi, H Dheni Kurnia.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Menghadapi pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) di 2024, beberapa figur sudah mulai menyatakan diri sebagai kontestan.

Fenomena ini tentu hal yang wajar di tengah arus demokrasi yang terus berkembang.

Namun sangat disayangkan, fenomena ini diikuti dengan sikap atau tindakan segelintir orang yang mengarah kepada upaya saling jegal. Bahkan juga pemaksaan kehendak yang tentu saja sangat bertolak-belakang dengan semangat demokrasi itu sendiri.

"Fenomena inilah yang menurut hemat saya terjadi belakangan ini. Figur yang hendak dijegal itu ya tentu saja pemimpin yang saat ini sedang berkuasa, siapa lagi kalau bukan Gubernur Riau Pak Syamsuar sebagai incumbent," ungkap Penasehat Ahli Gubernur Riau Bidang Informasi dan Komunikasi, H Dheni Kurnia kepada pers di Pekanbaru, Sabtu (04/06/2022).

Kompetisi di era demokrasi sebenarnya hal yang positif. Namun, sambung Dheni, ternyata masih ada yang menggunakan cara-cara yang tak santun dan tak bermarwah yang terkesan bar-bar itu.

"Kompetisi yang baik itu kan, nyalakan lampu kita, jangan padamkan lampu orang seharusnya kan begitu," ulas mantan Ketua PWI Riau dua periode itu.

Namun gaya-gaya lama yang cenderung menghalalkan segala cara ternyata masih jadi andalan dalam strategi politik sebagian orang, tambahnya.

"Jadi istilah 'politik panjat pinang' atau 'politik belah bambu', ternyata masih laku di Riau ini, dan itu memang sudah dari dulu terjadi," sindir Dheni lagi.

Akibat politik panjat pinang itu juga, ungkap Dheni, banyak tokoh Riau yang akhirnya tenggelam sebelum waktunya.

"Padahal mungkin yang bersangkutan masih punya peluang untuk strata yang lebih tinggi. Tapi dipaksa dijatuhkan, ditarik ke bawah," kata Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau ini mengingatkan.

Dikatakan juga, era revolusi teknologi 4.0, dimana hampir tidak ada lagi tindak-laku yang bisa disembunyikan, semestinya cara-cara berpolitik gaya lama yang terkesan bar-bar mesti ditinggalkan.

"Karena masyarakat sekarang sudah bisa menilai sendiri, ini misalnya hanya goreng-gorengan politik, ini pasti ada agenda terselubung, atau misalnya, kok tiba-tiba ada ormas yang selama ini tak pernah concern dengan soal-soal korupsi tiba-tiba bersuara lantang, ada apa? Anehkan," kata Dheni dengan nada bertanya.

Masyarakat Riau yang kental dengan budaya Melayu, mestilah menghormati cara-cara berpolitik yang santun, karena itu juga menunjukkan kapasitas dan marwah seseorang.

"Melayu identik dengan Islam. Makanya adat bersendi syara', syara' bersendi kitabullah. Artinya kita mesti menjunjung nilai-nilai ke-Islaman termasuk dalam berdemokrasi," demikian Dheni.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rapat Perdana DPW PAN Riau, Sahidin: Susunlah Program yang Menyentuh Rakyat

PerKPU RI Rahasiakan Data Capres dan Cawapres, Zufra Irwan: Itu Keliru dan Penafsiran yang Sesat Terhadap UU KIP

HUT Bawaslu, Abdul Wahid: Saya Adalah Pemimpin yang Tidak Mau Menciderai Demokrasi dengan Money Politic

KPU Siak Tetapkan Dr Afni-Syamsurizal Sebagai Bupati Terpilih

Simposium Nasional SMSI, Prof Taufiqurokhman: Pilkada Langsung Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat

Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak

Rapat Perdana DPW PAN Riau, Sahidin: Susunlah Program yang Menyentuh Rakyat

PerKPU RI Rahasiakan Data Capres dan Cawapres, Zufra Irwan: Itu Keliru dan Penafsiran yang Sesat Terhadap UU KIP

HUT Bawaslu, Abdul Wahid: Saya Adalah Pemimpin yang Tidak Mau Menciderai Demokrasi dengan Money Politic

KPU Siak Tetapkan Dr Afni-Syamsurizal Sebagai Bupati Terpilih



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved