• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Berbagi Al-Qur’an di SMAN 9, Pimpinan KWQ dan Pewakaf Beri Motivasi ke Siswa
Dibaca : 226 Kali
Komaruddin Ajak Insan Pers Terus Jadi Garda Terdepan Menjaga Demokrasi
Dibaca : 209 Kali
Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tuntas Diberangkatkan ke Tanah Suci
Dibaca : 250 Kali
Donor Darah Sempena HPN 2026 di PWI Riau, PMI Pekanbaru Kumpulkan 69 Kantong Darah dari Pendonor
Dibaca : 292 Kali
Jemaah Haji Riau Kloter BTH 11 Diberangkatkan, Defizon: 3.981 Orang Telah Menuju Tanah Suci
Dibaca : 333 Kali

  • Home
  • Opini

Pentingnya Menanamkan Budi Pekerti pada Anak Sejak Dini

A Kasim
Ahad, 11 April 2021 11:10:39 WIB
Cetak
Oleh: Musalbiah,S.Ag (Guru PAI SD Negeri 3 Siak Kecil Kabupaten Bengkalis)

ZAMAN sekarang ini, maraknya penanaman modal yang berbentuk uang maupun jasa, mulai dari perusahaan kecil sampai perusahaan besar. Penanaman dapat diartikan orang yang menanam, apapun yang dia tanam dia berhak disebut penanam, baik itu menanam tumbuhan ataupun menanam budi pekerti yang akan menjadi kajian dalam penulisan artkel ini.

Kita bisa melihat berbagai ragam katakter manusia  dan tingkah lakunya. Karakter  tata krama atau budi pekerti manusia itu berbeda-beda. Perbedaan tersebut tentunya dipengaruhi oleh lingkungan di mana orang tersebut tinggal.

Budi pekerti merupakan nilai-nilai hidup manusia yang sungguh-sungguh dilaksanakan, bukan sekedar kebiasaan. Tapi berdasarkan pemahaman dan kesadaran diri untuk menjadi baik.

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) budi pekerti adalah suatu tingkah laku, akhlak,watak, perangai. Jika diartikan dalam bahasa arab adalah akhlak dan dari bahasa inggris adalah ethics. Sedangkan istilah budi pekerti dilihat dari segi etimologi merupakan gabungan dari dua kata yaitu budi dan pekerti.budi memiliki arti sadar, nalar, pikiran atau watak, pekerti merupakan suatu prilaku, perbuatan, perbuatan, tabiat. Sehingga keduanya mempunyai hubungan yang cukup erat karena memang pada dasarnya budi seseorang terdapat dalam batin sehingga tidak dapat terlihat sebelum dilakukan dalam bentuk yang dinakan pekerti (perbuatan).

Baca Juga :
  • Tingkatkan Kesejahteraan Guru, Menag: Yang Kompeten dan Memiliki Sertifikat Pendidik Berhak atas TPG
  • Unilak Wisuda 1.253 Lulusan, Prof Junaidi: Mohon Doa S3 Hukum Berdiri
  • Himaprodi Pendidikan Biologi UNRI Siap Gelar Pekan Penghijauan ke-35 di Kampar Hulu

Penanaman budi pekerti bertujuan untuk mengembangkan nilai, sikap dan prilaku siswa yang memancarkan yang memancarkan ahlak mulia/ budi pekerti luhur (Haidar, 2004). Hal ini mengandung arti dalam menanamkan budi pekerti tersebut adalah nilai-nilai ahklah mulia ke dalam diri anak yang kemudian terwujud dalam tingkah laku.

Pentingnya penanaman budi pekerti sejak dini, karena budi pekerti yang baik akan melahirkan etika, tata krama, prilaku baik dalam pergaulan, pekerjaan dan kehidupan sehari- hari. Kemudian siapa yang menanamkan budi pekerti tersebut ? pertama budi pekerti akan ditanamkan oleh lingkungan keluarga, kedua sekolah, ketiga oleh masyarakat dimana ia tinggal.

Penanaman budi pekerti di lingkungan keluarga. Keluarga merupakan intitusi pendidikan pertama yang di berikan kepada anak dalam pembentukan pribadinya. Di lingkungan keluarga proses sosialisasi, pengenalan terhadap lingkungan serta kesadaran diri anak pertama kali terbentuk. Bagaimana penanaman budi pekerti pada keluarga?

Pada dasarnya keluarga terdiri dari ayah ibu dan anak, akan tetapi  sanak keluarga lain pun dapat termasuk didalamnya. Kondisi ini bila dilihat dari segi penanaman budi pekerti mempunyai segi positif, yakni anak dapat belajar memperoleh pengalaman lebih banyak dalam pembentukan pribadinya.

Anak dapat belajar bagaimana ia harus berprilaku terhadap orang tuanya, neneknya, sepupu dan saudara-saudara yang lainnya. Dilingkungan keluarga terdapat norma-norma tertentu yang harus ditaati oleh anggota keluarga. Oleh karena itu anak dididik untuk berlaku disiplin dalam mentaati aturan-aturan tersebut. Dengan hal itu anak diharapkan mendisipkan dirinya, mengatur dirinya dan membuat kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Namun pendidikan anak untuk berdisiplin bukanlah satu-satunya bentuk penanaman budi pekerti. Apalagi diera globalisasi ini terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat terutama dalam keluarga, maka orang tua perlu mengatur strategi dalam memberi  penanaman budi pekerti pada anaknya.

Dalam penananman budi pekerti janganlah memaksa, menakut nakuti anak bahkan mengancam agar anak bisa mentaati apa yang diperintahkan kepada orang tuanya. Orang tua dalam memberikan penanam budi pekerti pada anaknya seharusnya dengan cara membuka pemahaman berpikir anak, sehingga anak dapat memahami keuntungan dan kerugian atas suatu perbuatan yang dilakukannya.

Penanaman budi pekerti tentu berpengaruh pada pembentukan budi pekerti luhur pada anak, remaja, dan sekaligus orang tua. Sehingga budi pekerti merupakan budaya hidup yang dilakukan manusia untuk mencapai kebahagiaan. Dalam penanaman budi pekerti luhur sedwati (1997:10-29) menyatakan ada 18 sifat-sifat budi pekerti luhur yang harus dimiliki seseorang yang bertujuan mengembangkan kemampuan anak untuk memberikan keputusan baik –buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kebaikan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Ada 18 sifat-sifat budi pekerti luhur yang harus dimiliki seseorang tersebut, adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, madiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air,menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, tanggung jawab.

Pelaksanaan penananman budi pekerti dapat dilakukandua prinsif , pertama pembiasaan , budi pekerti bukanlah  hafalan, bukan indroktinasi, bukan petuah atau nasehat melainkan bentuk pelatihan pembiasaan sehari-hari, yang dibutuhkan kerjasama, saling peduli antara pembimbing dengan orang tua untuk mendidik anaknya secara mendasar masalah prilaku  dan pembiasaan dalam tata krama. Yang kedua adalah memberikan teladan atau menjadi saksi nilai hidup yang dapat dilihat dan dirasakan, yang akhirnya akan menjadi suatu tindakan. Keteladanan pembimbing dan orang tua akan menjadi penyegar dan terang bagi anak dan terang bagi anak dalam menjalani kehidupannya (Adkhi, 2001:4)

Penanaman budi pekerti , mulai ditanamkan sejak usia dini, baik di rumah maupun disekolah, kemudian dilanjutkan dalam kehidupan masyarakat. Kita sebagai orang tua sekaligus masyarakat haruslah memberikan contoh teladan kepada anak-anak kita, bahkan orang-orang yang berada dilingkungan kita. Tutur kata dan  tingkah laku yang  kita perbuat dapat dijadikan panutan bagi orang di sekitar kita.***

 


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

437 Jemaah Riau BTH 09 Menuju Madinah, Defizon: Ddampingi 2 PHD dan 4 Petugas Kloter

Umumkam Pemenang Lomba Menulis Opini, Syahrul Aidi Serap Aspirasi 5 Asosiasi Media dan Wartawan Riau

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Inovasi Digital Hukum

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Redefinisi Fakir dan Miskin: Memberi 'Ikan' atau 'Kail'?

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

437 Jemaah Riau BTH 09 Menuju Madinah, Defizon: Ddampingi 2 PHD dan 4 Petugas Kloter

Umumkam Pemenang Lomba Menulis Opini, Syahrul Aidi Serap Aspirasi 5 Asosiasi Media dan Wartawan Riau

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Inovasi Digital Hukum

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Redefinisi Fakir dan Miskin: Memberi 'Ikan' atau 'Kail'?

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Berbagi Al-Qur’an di SMAN 9, Pimpinan KWQ dan Pewakaf Beri Motivasi ke Siswa
05 Mei 2026
Komaruddin Ajak Insan Pers Terus Jadi Garda Terdepan Menjaga Demokrasi
05 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tuntas Diberangkatkan ke Tanah Suci
05 Mei 2026
Donor Darah Sempena HPN 2026 di PWI Riau, PMI Pekanbaru Kumpulkan 69 Kantong Darah dari Pendonor
04 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Kloter BTH 11 Diberangkatkan, Defizon: 3.981 Orang Telah Menuju Tanah Suci
04 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Kloter BTH 03 Bergerak ke Makkah, Satu Jemaah Dirawat di RS Saudi German Hospital
03 Mei 2026
Hari Kebebasan Pers se Dunia, Ketum SMSI Firdaus Tegaskan Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi
03 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Kloter BTH 10 Diberangkatkan, Defizon: 3.537 jemaah Sudah di Terbangkan ke Madinah
03 Mei 2026
437 Jemaah Riau BTH 09 Menuju Madinah, Defizon: Ddampingi 2 PHD dan 4 Petugas Kloter
01 Mei 2026
Semarakkan HPN dan HUT ke-80, PWI Riau Gelar Donor Darah Senin Mendatang
01 Mei 2026
TERPOPULER +
  • 1 437 Jemaah Riau BTH 09 Menuju Madinah, Defizon: Ddampingi 2 PHD dan 4 Petugas Kloter
  • 2 Semarakkan HPN dan HUT ke-80, PWI Riau Gelar Donor Darah Senin Mendatang
  • 3 Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan
  • 4 Lindungi Hak Buruh, Pemerintah Perketat Aturan Main Outsourcing
  • 5 445 Jemaah Kloter BTH 08 Menuju Tanah Suci, Defizon: Berangkat Tanpa 'Open Seat'
  • 6 Pemkab Siak Berkomitmen Jadi Garda Terdepan dalam Mmerangi Peredaran Narkoba
  • 7 Abaikan Sengketa Informasi, Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau
  • 8 Pemkab Siak Terima Bantuan 20 Traktor Roda 4, Afni: Ini Janji Bapak Menteri Pertanian
  • 9 Dawanus Mahmud Muhammad, Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved