• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Juara II MTQ Nasional 2026, Afif Muhammad Thoifur Dapat Hadiah Umrah
Dibaca : 188 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi
Dibaca : 190 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Dedikasi dan Integritas
Dibaca : 184 Kali
Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota
Dibaca : 186 Kali
MoU Disiapkan di Rapimprov, Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi
Dibaca : 205 Kali

  • Home
  • Opini

Pentingnya Menanamkan Budi Pekerti pada Anak Sejak Dini

Redaksi
Ahad, 11 April 2021 11:10:39 WIB
Cetak
Oleh: Musalbiah,S.Ag (Guru PAI SD Negeri 3 Siak Kecil Kabupaten Bengkalis)

ZAMAN sekarang ini, maraknya penanaman modal yang berbentuk uang maupun jasa, mulai dari perusahaan kecil sampai perusahaan besar. Penanaman dapat diartikan orang yang menanam, apapun yang dia tanam dia berhak disebut penanam, baik itu menanam tumbuhan ataupun menanam budi pekerti yang akan menjadi kajian dalam penulisan artkel ini.

Kita bisa melihat berbagai ragam katakter manusia  dan tingkah lakunya. Karakter  tata krama atau budi pekerti manusia itu berbeda-beda. Perbedaan tersebut tentunya dipengaruhi oleh lingkungan di mana orang tersebut tinggal.

Budi pekerti merupakan nilai-nilai hidup manusia yang sungguh-sungguh dilaksanakan, bukan sekedar kebiasaan. Tapi berdasarkan pemahaman dan kesadaran diri untuk menjadi baik.

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) budi pekerti adalah suatu tingkah laku, akhlak,watak, perangai. Jika diartikan dalam bahasa arab adalah akhlak dan dari bahasa inggris adalah ethics. Sedangkan istilah budi pekerti dilihat dari segi etimologi merupakan gabungan dari dua kata yaitu budi dan pekerti.budi memiliki arti sadar, nalar, pikiran atau watak, pekerti merupakan suatu prilaku, perbuatan, perbuatan, tabiat. Sehingga keduanya mempunyai hubungan yang cukup erat karena memang pada dasarnya budi seseorang terdapat dalam batin sehingga tidak dapat terlihat sebelum dilakukan dalam bentuk yang dinakan pekerti (perbuatan).

Baca Juga :
  • Muliardi: Prestasi Ini Jadi Inspirasi bagi Peserta Didik Lainnya
  • 5.282 Mahasiswa Baru UIR Ikuti Rangkaian Kegiatan PKKMB 2026
  • KWQ Serahkan 40 Wakaf Al-Qur’an ke Siswa SMAN 1 Pekanbaru

Penanaman budi pekerti bertujuan untuk mengembangkan nilai, sikap dan prilaku siswa yang memancarkan yang memancarkan ahlak mulia/ budi pekerti luhur (Haidar, 2004). Hal ini mengandung arti dalam menanamkan budi pekerti tersebut adalah nilai-nilai ahklah mulia ke dalam diri anak yang kemudian terwujud dalam tingkah laku.

Pentingnya penanaman budi pekerti sejak dini, karena budi pekerti yang baik akan melahirkan etika, tata krama, prilaku baik dalam pergaulan, pekerjaan dan kehidupan sehari- hari. Kemudian siapa yang menanamkan budi pekerti tersebut ? pertama budi pekerti akan ditanamkan oleh lingkungan keluarga, kedua sekolah, ketiga oleh masyarakat dimana ia tinggal.

Penanaman budi pekerti di lingkungan keluarga. Keluarga merupakan intitusi pendidikan pertama yang di berikan kepada anak dalam pembentukan pribadinya. Di lingkungan keluarga proses sosialisasi, pengenalan terhadap lingkungan serta kesadaran diri anak pertama kali terbentuk. Bagaimana penanaman budi pekerti pada keluarga?

Pada dasarnya keluarga terdiri dari ayah ibu dan anak, akan tetapi  sanak keluarga lain pun dapat termasuk didalamnya. Kondisi ini bila dilihat dari segi penanaman budi pekerti mempunyai segi positif, yakni anak dapat belajar memperoleh pengalaman lebih banyak dalam pembentukan pribadinya.

Anak dapat belajar bagaimana ia harus berprilaku terhadap orang tuanya, neneknya, sepupu dan saudara-saudara yang lainnya. Dilingkungan keluarga terdapat norma-norma tertentu yang harus ditaati oleh anggota keluarga. Oleh karena itu anak dididik untuk berlaku disiplin dalam mentaati aturan-aturan tersebut. Dengan hal itu anak diharapkan mendisipkan dirinya, mengatur dirinya dan membuat kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Namun pendidikan anak untuk berdisiplin bukanlah satu-satunya bentuk penanaman budi pekerti. Apalagi diera globalisasi ini terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat terutama dalam keluarga, maka orang tua perlu mengatur strategi dalam memberi  penanaman budi pekerti pada anaknya.

Dalam penananman budi pekerti janganlah memaksa, menakut nakuti anak bahkan mengancam agar anak bisa mentaati apa yang diperintahkan kepada orang tuanya. Orang tua dalam memberikan penanam budi pekerti pada anaknya seharusnya dengan cara membuka pemahaman berpikir anak, sehingga anak dapat memahami keuntungan dan kerugian atas suatu perbuatan yang dilakukannya.

Penanaman budi pekerti tentu berpengaruh pada pembentukan budi pekerti luhur pada anak, remaja, dan sekaligus orang tua. Sehingga budi pekerti merupakan budaya hidup yang dilakukan manusia untuk mencapai kebahagiaan. Dalam penanaman budi pekerti luhur sedwati (1997:10-29) menyatakan ada 18 sifat-sifat budi pekerti luhur yang harus dimiliki seseorang yang bertujuan mengembangkan kemampuan anak untuk memberikan keputusan baik –buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kebaikan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Ada 18 sifat-sifat budi pekerti luhur yang harus dimiliki seseorang tersebut, adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, madiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air,menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, tanggung jawab.

Pelaksanaan penananman budi pekerti dapat dilakukandua prinsif , pertama pembiasaan , budi pekerti bukanlah  hafalan, bukan indroktinasi, bukan petuah atau nasehat melainkan bentuk pelatihan pembiasaan sehari-hari, yang dibutuhkan kerjasama, saling peduli antara pembimbing dengan orang tua untuk mendidik anaknya secara mendasar masalah prilaku  dan pembiasaan dalam tata krama. Yang kedua adalah memberikan teladan atau menjadi saksi nilai hidup yang dapat dilihat dan dirasakan, yang akhirnya akan menjadi suatu tindakan. Keteladanan pembimbing dan orang tua akan menjadi penyegar dan terang bagi anak dan terang bagi anak dalam menjalani kehidupannya (Adkhi, 2001:4)

Penanaman budi pekerti , mulai ditanamkan sejak usia dini, baik di rumah maupun disekolah, kemudian dilanjutkan dalam kehidupan masyarakat. Kita sebagai orang tua sekaligus masyarakat haruslah memberikan contoh teladan kepada anak-anak kita, bahkan orang-orang yang berada dilingkungan kita. Tutur kata dan  tingkah laku yang  kita perbuat dapat dijadikan panutan bagi orang di sekitar kita.***

 


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kakanwil Kemenkum Riau Rudy Hendra Pakpahan Dukung Penyiapan Fast-Track Layanan Apostille



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Juara II MTQ Nasional 2026, Afif Muhammad Thoifur Dapat Hadiah Umrah
21 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi
21 September 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Tekankan Dedikasi dan Integritas
21 September 2026
Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota
21 September 2026
MoU Disiapkan di Rapimprov, Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi
21 September 2026
Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi
20 September 2026
Siak Half Marathon 2026 Dilaunching, Syamsurizal: Jadi Iven Olahraga Tahunan dan Bisa Terus Berkembang
20 September 2026
Muliardi: Prestasi Ini Jadi Inspirasi bagi Peserta Didik Lainnya
20 September 2026
Kafilah Riau Masuk 8 Besar MTQN XXXI, Muliardi: Hasil dari Kerja Keras dan Doa
20 September 2026
Boy Bahrin: Kami Tidak Pernah Diperhatikan Pak Gubernur
20 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 2 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 3 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 4 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 5 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
  • 6 Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang
  • 7 MNK Rokan Tonggak Baru Pionir Pengembangan MNK Indonesia oleh Pertamina
  • 8 5.282 Mahasiswa Baru UIR Ikuti Rangkaian Kegiatan PKKMB 2026
  • 9 Era AI, Suyanto: Clickbait dan Disinformasi Jadi Ancaman Serius Dunia Pers
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved