• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 289 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 309 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 258 Kali
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
Dibaca : 369 Kali
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
Dibaca : 370 Kali

  • Home
  • Meranti

Kembangkan Food Industry Sagu

Bupati Irwan Minta Pemerintah Pusat Lebih Fokus dan Serius

Redaksi
Selasa, 10 Maret 2020 19:19:07 WIB
Cetak
Ditjen Perkebunan Kementan menggelar FGD di ruang rapat Gedung C Kementan di Jakarta, Selasa (10/03/2020).
Jakarta, Hariantimes.com - Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir MSi meminta pemerintah pusat lebih fokus dan serius mendorong pengembangan komoditi sagu. 

Salah satunya dengan mengembangkan food industry sagu, sehingga pasar produk berbahan sagu semakin luas.

Permintaan itu disampaikan Irwan saat menjadi narasumber pada focus group discussion (FGD) Akselerasi Peningkatan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditi Sagu serta Produk Turunannya. FGD ini digelar oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) di ruang rapat Gedung C Kementan di Jakarta, Selasa (10/03/2020).

FGD ini sendiri dipimpin Sekretaris Dirjen Perkebunan Antarjo Dikin. Terlihat hadir Direktur Pengolahan Pemasaran Perkebunan Ditjen Perkebunan Dedi Junaidi, pejabat dari Kementerian Perdagangan, pakar sagu Prof Bintoro, sejumlah pengusaha food industry, serta beberapa pejabat dari daerah penghasil Papua dan Sulawesi Selatan. Sedang dari Meranti, ikut mendampingi Kepala Bappeda Makmun Murod, Kadis Perkebunan dan Hortikultura Tengku Efendi, dan Kabag Humas dan Protokoler Rudi Hasan.

"Hampir seluruh sagu yang diekspor berasal dari Meranti. Khusus dari Meranti banyak diekspor langsung ke Malaysia dalam bentuk sagu basah. Di sana diolah menjadi food industry dengan kemasan yang menarik dan rasa yang enak," cerita Bupati.

Kondisi ini terjadi, jelas Irwan, karena pengembangan food industry di Malaysia lebih maju. Bahkan mereka mengekspor kembali dengan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

"Jika di Papua ada anggapan sagu punya Papua tapi Meranti punya nama. Namun kami di Meranti malah ada anggapan Meranti punya sagu Malaysia punya nama," sebutnya yang disambut tawa peserta FGD.

Untuk itulah Irwan berharap pelaku usaha food industry di tanah air lebih banyak menggunakan sagu sebagai salah satu bahan baku produk. Dia mencontohkan banyak produk turunan yang sudah dikeluarkan pelaku industri kecil berbasis sagu di Meranti seperti mie sagu, beras analog sagu, dan gula sagu.

Bahkan Irwan menyarankan agar pihak Kementerian bisa meninjau bagaimana food industry di Batu Pahat Malaysia dalam mengolah produk turunan sagu. "Kenyataannya sagu memiliki pasar yang sangat luas," tegasnya.

Irwan juga mengakui produk sagu Meranti terutama sagu memang dikenal luas. Namun di Meranti sendiri susah membeli tepung sagu di pasaran secara bebas. Hal ini karena belum dipanen, batang-batang sagu sudah dibeli pelaku usaha pengolahan sagu.

"Jika ada yang ingin beli 10 ton saja saya yakin akan antre seminggu karena produk tepung sagu di kilang-kilang sagu tersebut sudah ada yang punya," ungkapnya.

Saat ini tujuan pasar utama produk tepung sagu Meranti adalah Malaysia dan Cirebon. Selain itu diekspor ke Korea Selatan dan Jepang. 

"Untuk meningkatkan produksi sagu, kami di Meranti telah membuat kebijakan melarang tanaman sawit karena tanah di Meranti itu gambut. Untuk itu kami juga butuh program konservasi," tegas Irwan.

Dalam kesempatan itu Bupati Irwan juga mengenalkan peserta dengan Ny Saptarini, salah seorang pakar pengolahan makanan berbasis sagu dari Universitas Trisakti.
Sementara itu Prof Bintoro menjelaskan prospek sagu sebagai tanaman asli Indonesia sangat potensial. "Sagu adalah bahan pangan yang sehat, bisa diolah menjadi gula dan bioenergi," jelas dia.

Prof Bintoro juga memaparkan impor beras tanah air terus meningkat bahkan tahun 2018 mencapai 1,04 juta ton. Sedangkan impor gula 2017 mencapai 4,47 juta ton. Demikian pula Impor gandum mencapai 10 juta ton lebih.

Peluang pasar sagu juga dipaparkan oleh Ny. Iriana Trimurty Ryacudu, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan. Menurutnya saat ini ada kebutuhan sagu mencapai satu juta ton dari Amerika Serikat.

"Kebutuhan sagu Amerika itu mencapai satu juta ton. Dan ini peluang karena belum terpenuhi," ungkap dia.

Sesditjen Antarjo pula menjelaskan ke depan perlu komitmen lintas sektoral untuk mengembang sagu. Selain potensinya besar juga tanaman asli Indonesia.

"Memang kita perlu sinergitas, membuat grand design yang dilaksanakan bersama, membuka akses pasar dan melakukan konservasi," tegas dia.

Kerjasama Produk Walet
FGD ini pula dimanfaatkan Irwan untuk melaporkan mengenai usaha sarang burung walet di Kepulauan Meranti. Menurutnya banyak bangunan sarang walet yang dibangun di perkebunan sagu di nilai produksi ratusan ton pertahun.

"Namun sayang belum memberi sumbangan yang baik terhadap pendapatan daerah karena belum ada kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dengan petugas Karantina di lapangan," ungkap Bupati.

Padahal walet tersebut diekspor dengan harga fantastis ke China. Berhubung dalam pertemuan tersebut ada pejabat karantina yang ada dibawah naungan Kementan, Irwan meminta bisa mengkondisikan petugas karantina di lapangan mau bekerjasama dalam pengawalan ekspor sarang walet sehingga memberi sumbangsih pada pendapatan daerah.(*)

Penulis: Tengku Harzuin


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Kunker ke Meranti Bersama Gubri, Kapolda Riau: Satkamling Garda Terdepan Menjaga Keamanan Lingkungan

Kemenag Riau Launching Gerakan Wakaf Uang di Meranti

Dorong Solusi Pemberdayaan Umat, Penaiszawa Kemenag Riau Lakukan Pendampingan Kampung Zakat di Sungai Cina

Tokopedia bersama IZI Riau Salurkan 100 Paket Ramadhan di Wilayah 3T Kepulauan Meranti

Jelang Ramadhan, IZI Riau Laksanakan Program Benah Musholla di Desa Teluk Samak

Hari Lahan Basah se Dunia, PHR Turut Serta Jaga Ekosistem Gambut di Pulau Terluar Indonesia



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
16 Maret 2026
Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 2 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 3 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 4 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
  • 5 Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'
  • 6 Buka Puasa Bersama, FPKB Santuni Anak Yatim
  • 7 Kemerdekaan Pers Bagian dari HAM
  • 8 Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM
  • 9 Buka Puasa Bersama, Ketum PWI Ajak Wartawan Jaga Kejernihan Berpikir
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved