• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
PLN UID Riau-Kepri Gandeng Komunitas EV
Dibaca : 150 Kali
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
Dibaca : 226 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
Dibaca : 248 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
Dibaca : 219 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
Dibaca : 219 Kali

  • Home
  • Sosialita

Diskusi Lingkungan Warnai Festival Hammock 2025

Zulmiron
Selasa, 16 Desember 2025 16:30:00 WIB
Cetak
Diskusi Lingkungan Warnai Festival Hammock 2025.

Kampar, Hariantimes.com - Laskar Penggiat Ekowisata (LPE) Riau menggelar Festival Hammock tahun 2025 di Hutan Adat Imbo Putui, Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Satu (13/12/2025) dan Minggu (14/12/2025).

Berbagai kegiatan mewarnai festival ini, mulai dari diskusi lingkungan, nonton film tentang masyarakat adat, panggung ekspresi, sharing community, menjelajahi Imbo Putui hingga penanaman pohon.

‘’Alhamdulillah, berbagai kegiatan dalam Fsetival Hammock tahun ini bisa dilaksanakan dengan baik meski sedikit agak terkendala karena hujan deras yang mengguyur sepanjang malam. Diskusi lingkungan, bebarapa rangkaian acara di malam hari, menjelejahi Imbo Putui hingga menanam pohon, semuanya terlaksana dengan baik,’’ ujar Ketua Panitia, Yanda Rahmanto.

Diskusi lingkungan Sabtu sore itu mennghadirkan tiga nara sumber diskusi. Mereka adalah Direktur Walhi Riau Eko Yunanda, Manager Program Paradigma Fandi Rahman dan Ketua LPHA Imbo Putui Bang Bren. Diskusi dipandu Direktur Salmah Creative Writing (SCW) Siti Salmah.

Baca Juga :
  • Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
  • Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
  • Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan

Dalam paparannya, Ketua LPHA  membeberkan kondisi Hutan Adat Imbo Putui yang saat ini luasnya 251 hektare (ha).

Pada awalnya Imbo Putui memiliki luas 418 ha, tapi kemudian dikuasi oleh perusahaan 167 ha. Masyarakat setempat sudah berusaha mengambil kembali lahan yang diambil perusahaan tersebut, tapi hasilnya sia-sia.

‘’Sampai kapanpun kami akan mempertahankan hutan ini. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi Hutan Adat yang di-SK-kan oleh Menteri Kehutanan. Sehingga tidak ada siapapun yang bisa mengambil. Kami sudah berusaha mengambil lahan yang dikelola perusahaan, tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Yang tersisa inilah yang harus dijaga, diletasrikan dan diharapkan berdampak secara ekonomi bagi masyarakat. Makanya menjadi tempat wisata alam,’’ ujar Bang Bren.

Direktur Walhi Riau, Eko Yunanda pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya proses pewarisan antar generasi dan peran orang muda agar hutan yang diperjuangkan, dipertahankan dan dikelola orang-orang tua sebelumnya bisa dipertahankan dan dijaga juga oleh generasi berikutnya, serta diwariskan kembali.

Dikatakannya keadilan ekologis merupakan tuntutan yang harus disuarakan orang muda, khususnya di Riau. Mengingat industri ekstraktif yang menguasai lebih dari 50 persen daratan Riau menyebabkan hilangnya tutup hutan alam, merusak habitat satwa, merampas ruang hidup masyarakat adat dan tempatan, mencemari sungai dan udara serta merusak ekosistem gambut di Riau.

Melihat kondisi ini, gerakan orang muda Riau sangat penting. Terlebih orang muda  sebagai pewaris yang bertanggungjawab memastikan lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi generasi berikutnya. Hal ini dapat dimulai dengan mendorong evaluasi perizinan korporasi perusak lingkungan, kemudian mendesak negara memulihkan lingkungan dan ruang hidup sebagai wujud pemulihan hak seluruh subjek ekologis

Sementara itu, Fandi membeberkan tentang Hutan Adat sebagai pendingin bumi. Dan menyoroti kesalahan persepsi yang sering terjadi: melihat hutan hanya sebagai objek visual yang 'instagramable'.

"Kita datang ke sini mencari udara sejuk karena di kota suhu makin panas ekstrem. Tapi kita sering lupa, kesejukan itu ada karena hutan ini bekerja keras menyerap karbon. Setiap batang pohon di Imbo Putui adalah mesin penyerap emisi. Jika hutan ini hilang, kita bukan hanya kehilangan tempat wisata, tapi kita kehilangan perisai menghadapi bencana iklim,’’ tegas Fandi.

Diskusi yang dilaksanakan di ruang terbuka tersebut berakhir dengan tanya jawab dan pembagian dorrprize bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari narasumber. Malam harinya, peserta mengikuti rangkaian acara di tenda utama karena hujan. Di sana mereka nonton film bersama, mengikuti panggung ekspresi dan sharing community. Sedangkan paginya, mereka mengikuti jelajah Imbo Putui dan penanaman pohon.

‘’Ini bukan Festival Hammock yang pertama, tapi yang keempat. Pertama dilaksanakan tahun 2016 di hutan Buluhcina. Festival kedua tahun 2017 juga di hutan Buluhcina. Selanjutnya terhenti karena Covid dan aktif lagi tahun 2024 festival ketiga juga di hutan Buluhcina, dan sekarang festival ke empat di Hutan Adat Imbo Putui. Alhamdulillah peserta hampir 100 orang dari berbagai kabupaten di Riau. Panitia juga melibatkan masyarakat tempatan. Semoga mimpi menjaga hutan secara bersama-sama dengan mengajak masyaralat luas, mulai dengan menumbuhkan pohon-pohon dengan menanam hingga turut melestarikannya akan terwujud,’’ papar Koordinator LPE Riau Muhammad Aprianda.

LPE Riau merupakan salah satu Organisasi Anggota (OA) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)_ Riau dari 12 OA yang ada di Walhi. Maka,  kegiatan ini dihadiri juga oleh OA Walhi Riau yang lain, Eksekutif Daerah Walhi Riau Eko Yunanda hadir sebagai nara sumber diskusi didampingi seluruh stafnya. Acara ini sendiri dibuka daa ditutup oleh Dewan Daerah Walhi Riau, Kunni Masrohanti yang juga salah satu pendiri LPE Riau.

Walhi Riau mengucapkan terimakasih kepada LPE yang sudah berkerja keras melaksanakan Festival Hammock 2025 yang juga merupakan salah satu cara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan melestarikannya. Dengan cara berwisata dengan basis lingkungan, kampanye menjaga hutan akan lebih mudah diterima, khususnya anak-anak muda seperti peserta yang hadir hari ini. Menjaga hutan, berarti menjaga pohon. Sekali lagi tahniah LPE apalagi kegiatannya banyak, ada menanam pohonnya juga.

"Terimaksih LPHA dan Pokdarwis yang sudah menerima keluarga besar Walhi Riau. Sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan di Hutan Adat Imbo Putui. Terimakasih kepada seluruh peserta dan tetaplah bersama LPE Riau,’’ kata Kunni.(rls)

 


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

PLN UID Riau-Kepri Gandeng Komunitas EV

Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum

Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan

Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing

Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu

PLN UID Riau-Kepri Gandeng Komunitas EV

Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum

Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan

Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing

Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
PLN UID Riau-Kepri Gandeng Komunitas EV
25 September 2026
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Evaluasi Kebijakan Pelayanan Pewarganegaraan
24 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
24 September 2026
Anindya Bakrie: Modal, Teknologi dan Inovasi Harus Mengalir ke Daerah
24 September 2026
Kaukus Parlemen Hijau Riau Segera Dideklarasikan, Fraksi PKS Nyatakan Dukungan
24 September 2026
Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati Tampil Membawakan Syair Melayu
24 September 2026
Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
23 September 2026
Tuan Rumah ICoSTech 2026, UIR Perkuat Kolaborasi Riset Dan Inovasi Internasional
23 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 2 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 3 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 4 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 6 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 7 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono bagi Tahanan dan Pelaksanaan Pidana Alternatif
  • 9 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved