• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Ketua Kloter BTH 08 Rawat Jemaah Haji Sakit Layaknya Orang Tua Sendiri
Dibaca : 190 Kali
Jelang Armuzna, Tim Kesehatan Kloter BTH 09 Bengkalis-Pekanbaru Kawal Ketat Kesehatan Jemaah
Dibaca : 245 Kali
Karom dan Karu Kloter BTH 09 Ziarah ke Makam Almarhumah Marati di Maqbarah Syara'i Makkah
Dibaca : 266 Kali
Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan
Dibaca : 288 Kali
Seluruh Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tinggalkan Madinah Menuju Makkah
Dibaca : 314 Kali

  • Home
  • Sosialita

Wawancara Khusus dengan Kadishub Provinsi Riau

M Taufiq Oesman Hamid: Insya Allah September 2020 RoRo Dumai-Melaka Beroperasi

Redaksi
Selasa, 20 Agustus 2019 18:51:59 WIB
Cetak
Kadishub Riau M Taufiq Oesman Hamid
KEINGINAN masyarakat Riau bepergian ke luar negeri, khususnya ke Malaysia dan Thailand dalam waktu singkat dengan biaya murah menggunakan kapal laut yang aman dan nyaman bakal terwujud. 

Bagaimana tidak? Karena Pemerintah Indonesia, Malaysia dan Thailand telah sepakat menjadikan Bandar Sri Junjungan di Dumai menjadi pelabuhan Roll on Roll of (RoRo) internasional untuk wilayah bagian barat Indonesia.

Lalu, sejauhmana kesiapan Pemprov Riau melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Riau turut mendukung keinginan negara IMT-GT itu menjadikan Bandar Sri Junjungan menjadi pelabuhan internasional? 

Berikut wawancara khusus wartawan Hariantimes.com, Karmawijaya dengan Kadishub Riau M Taufiq Oesman Hamid, di ruang kerjanya, Senin (19/08/2019).

HT: Pak Kadis, kami dengar anda menghadiri pertemuan 11th Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Working Group on Transport Infrastructure di Palembang pada 19 Juli lalu. Bisa anda ceritakan apa saja persoalan penting yang dibicarakan delegasi-delegasi IMT-GT tentang RoRo Dumai Melaka?

T: Ya, saya menghadiri acara pertemuan itu, dan itu pertemuan IMT-GT kesekian kali yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia. 

Saat itu, kita (delegasi) Indonesia menjelaskan kepada delegasi Malaysia dan Thailand bahwa kita sudah punya pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan di Dumai, melayani rute domestik Dumai-Rupat bahkan Batam sampai ke Singapura. 

Selama ini, Malaysia menganggap kita sama sekali belum punya pelabuhan RoRo, dan baru siap-siap akan mulai membangunnya. Padahal pelabuhan RoRo kita sudah lama ready. Mereka (Malaysia) kaget setelah kita paparkan tentang kesiapan pelabuhan RoRo kita itu. Delegasi IMT-GT dari Thailand kemudian ikut mendesak pemerintah Malaysia melalui delegasinya untuk mempercepat pembangunan pelabuhan RoRo Malaysia di Melaka

Perlu saya jelaskan, semula rute pelayaran internasional Dumai-Melaka sudah disepakati dilayari kapal ferry RoRo rute Dumai-Melaka atau sebaliknya pada September 2019 ini. Karena Malaysia belum siap, maka IMT-GT di Palembang itu menyepakati RoRo Dumai-Melaka digeser waktu beroperasinya pada triwulan ketiga 2020, sekitar bulan September.

HT: Artinya Malaysia harus menggesa pembangunan pelabuhan RoRo mereka di Melaka?

T: Ya delegasi IMT-GT mintanya seperti itu. Dan pergeseran waktu pengoperasian RoRo Dumai-Melaka telah disepakati bersama.

HT: Di Kota Dumai ada pelabuhan PT. Pelindo (Persero) dan pelabuhan Bandar Sri Junjungan. Salah satu di antaranya disebut-sebut bakal difungsikan menjadi pelabuhan rute internasional RoRo Dumai-Melaka. Keputusan pemerintah Indonesia pelabuhan mana sebenarnya yang dijadikan pelabuhan RoRo Dumai-Melaka?

T: Pelabuhan Bandar Sri Junjungan, dan itu (pelabuhan) sudah lama ditunjuk dan ditetapkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebagai lokasi pelabuhan untuk kapal RoRo rute Internasional Dumai-Melaka.

Pelabuhan Bandar Sri Junjungan memang masih berstatus pelabuhan RoRo domestik sampai sekarang, namun statusnya otomatis akan menjadi pelabuhan internasional jika kapal-kapal berbobot melebihi 600 sampai dengan 700 gross tonnage (GT) Dumai-Melaka nantinya beroperasi. Dan, Insya Allah rencana besar pemerintah Indonesia dan negara tetangga kita yang tergabung dalam IMT-GT akan terwujud tahun depan.

HT: Apa dasar hukum penetapan Bandar Sri Junjungan menjadi pelabuhan kapal ferry RoRo Dumai-Melaka?

T: Sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Dumai pelabuhan Bandar Sri Junjungan peruntukannya memang sejak awal untuk pelabuhan RoRo. Sedangkan pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai berfungsi sebagai pelabuhan bongkar muat barang bukan difungsikan untuk RoRo.

HT: Mengenai standart operasional prosedur (SOP) Bandar Sri Junjungan. Apakah CIQS (Customs, Imigration, Quarantine and Security) yang menjadi SOP bagi sebuah pelabuhan RoRo rute internasional sudah terpenuhi di pelabuhan tersebut?

T: Customs, Imigration, Quarantine dan Security itukan terkait dengan administrasi. Menurut saya itu (CIQS) SOP Bandar Sri Junjungan tentunya sudah disiapkan Pemko Dumai sejak lama. Dan, saya kira masih cukup panjang waktu untuk menyiapkan CIQS lebih baik lagi. 

Silahkan Pemko Dumai merencanakan, membuat dan menetapkan standart pelabuhan RoRo itu bagusnya seperti apa karena kewenangan itu ada pada pemerintah daerah itu. Di sana (Dumai) juga ada lembaga pemerintah vertikal seperti Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai, kepolisian dan lai-lain yang pasti mau diajak Pemko Dumai menetapkan SOP pelabuhan itu berstandar internasional nantinya.

HT: Dalam rentang waktu satu tahun ini apa yang akan dikerjakan Dishub Riau untuk mengoptimalkan fungsi Bandar Sri Junjungan menjadi pelabuhan internasional kapal RoRo Dumai-Melaka nantinya?

T: Sesuai dengan kewenangan yang kami miliki, Dinas Perhubungan Riau melakukan kegiatan perawatan prasarana Bandar Sri Junjungan itu. Prasarana yang rusak kita perbaiki, misalnya perbaikan jalur masuk ke pelabuhan jadi perhatian kita.Pemeliharaan prasarana pelabuhan penting kita lakukan meskipun nantinya rute Dumai-Melaka 'batal' dioperasikan karena pelabuhan itu memang milik Riau, dan itu harus dipelihara sebab itu aset Riau yang menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat

Rencananya, pada tahun ini Dishub Riau akan mengajukan kegiatan breasting dolphin ke DPRD Provinsi Riau untuk menambah kekuatan kapasitas sandar kapal di dermaga pelabuhan Bandar Sri Junjungan.

Kami berharap kawan-kawan anggota dewan menyetujui usulan breasting dolphin yang nanti kami minta karena optimalisasi Bandar Sri Junjungan sebagai pelabuhan RoRo rute internasional merupakan "perintah" langsung dari Presiden Joko Widodo dan sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau.

Seandainya penambahan kapasitas pelabuhan dapat terwujud maka kapal-kapal berbobot 3000 GT nantinya dapat bersandar di dermaga Bandar Sri Junjungan itu. Untuk saat ini kemampuan dermaga Sri Junjungan baru mampu disandari kapal berbobot 600-700 GT.

HT: Seandainya DPRD Riau menolak usulan pembangunan breasting dolphin itu, apa langkah selanjutnya yang anda lakukan?

T: Kami akan mengajukan pembangunannya kepada pemerintah pusat. Tentu saja Detail Engineering Disigh (DED) kita buat dulu. Kami akan siapkan itu (DED) breasting dolphin pelabuhan Sri Junjungan pada APBD Perubahan Riau 2019 ini. Semoga tidak ada masalah soal ini.

HT: Anda yakin kerjasama IMT-GT terkait RoRo Dumai-Melaka terwujud September 2020?

T: Ini bukan soal yakin atau tidak yakin. Yang jelas pertemuan IMT-GT di Palembang beberapa waktu lalu menjadi pedoman bagi kita (pemerintah) bahwa RoRo Dumai-Melaka akan beroperasi September 2020.

Seandainya nanti ada pergeseran atau penundaan lagi itu bukan kewenangan Pemprov Riau menyelesaikannya karena ini (RoRo) itu programnya IMT-GT.

Saat ini yang penting dilakukan Pemprov Riau dan Pemko Dumai dan adalah menyiapkan prasarana yang dibutuhkan pada pelabuhan Bandar Sri Junjungan itu sesuai dengan kewenangan masing-masing. Dishub Riau misalnya bertugas menangani prasarana pelabuhan. 

Sedangkan Pemko Dumai bertanggung jawab terhadap wilayah daratan pelabuhan termasuk kesiapan CIQS nya. Sedangkan Kemenhub bertanggung jawab soal rute atau trayek RoRo internasional itu.

HT: Bagaimana dengan pengadaan kapal ferry RoRo Dumai-Melaka? Kapan tender pengadaannya dilakukan dan oleh siapa?

T: Pengadaan kapal RoRo dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui PT. ASDP Indonesia Ferry selaku operator pengelola jasa pelabuhan dan penyeberangan orang dan barang. Atau oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Menteri Perhubungan sesuai dengan peraturan pengadaan barang dan jasa yang berlaku.
Kami tidak berwenang melakukan itu (tender). Kewenangan kami sebatas perawatan pelabuhannya saja.

HT: Produk-produk atau komoditi apa saja dari Riau yang akan dipasarkan ke Malaysia, Thailand dan negara Asean lainnya yang nantinya diangkut menggunakan kapal-kapal dari pelabuhan RoRo Dumai-Melaka?

T: Saya tidak tahu. Itu kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Riau yang menanganinya. Tanya ke sana saja.
Tetapi menurut saya soal komoditi-komoditi apakah itu hasil-hasil pertanian ataupun barang dari Riau yang dibawa dengan kapal RoRo itu nantinya harus betul-betul jelas dari sekarang. Dan hal ini harus dibahas dengan serius.

Kita tentu tak mau kejadian matinya rute internasional Bitung-Dapau terjadi di Dumai-Melaka nantinya karena komoditi pertanian yang dibawa menggunakan ferry RoRo bukan barang yang laku di pasar negara tujuan pasar kita.(*)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Ketua Kloter BTH 08 Rawat Jemaah Haji Sakit Layaknya Orang Tua Sendiri

Karom dan Karu Kloter BTH 09 Ziarah ke Makam Almarhumah Marati di Maqbarah Syara'i Makkah

Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan

Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO

Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks

Ketua Kloter BTH 08 Rawat Jemaah Haji Sakit Layaknya Orang Tua Sendiri

Karom dan Karu Kloter BTH 09 Ziarah ke Makam Almarhumah Marati di Maqbarah Syara'i Makkah

Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan

Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO

Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

Momentum HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI, Raja Isyam: Tantangan Pers Hari Ini Semakin Kompleks



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Ketua Kloter BTH 08 Rawat Jemaah Haji Sakit Layaknya Orang Tua Sendiri
15 Mei 2026
Jelang Armuzna, Tim Kesehatan Kloter BTH 09 Bengkalis-Pekanbaru Kawal Ketat Kesehatan Jemaah
15 Mei 2026
Karom dan Karu Kloter BTH 09 Ziarah ke Makam Almarhumah Marati di Maqbarah Syara'i Makkah
14 Mei 2026
Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah, Pemerintah Pastikan Hak Jemaah Diselesaikan
14 Mei 2026
Seluruh Jemaah Haji Riau Gelombang Pertama Tinggalkan Madinah Menuju Makkah
13 Mei 2026
Immigration Goes to School, Imigrasi Pekanbaru Edukasi Pelajar SMKN 2 tentang Layanan Keimigrasian dan Bahaya TPPO
13 Mei 2026
Astra Internasional Serahkan Bantuan Duka untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
12 Mei 2026
Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional
11 Mei 2026
Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026
10 Mei 2026
Jemaah Haji Riau Sudah Laksanakan Umrah Wajib dan Proses Pembayaran DAM
10 Mei 2026
TERPOPULER +
  • 1 Gubernur Lemhannas: Media dan Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Menjaga Ketahanan Nasional
  • 2 Hadapi Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026
  • 3 Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
  • 4 Masuk Jajaran Perguruan Tinggi dengan Akreditasi UNGGUL, UIR Berhasil Masuk pada Angka 6 Persen
  • 5 PWI Riau Gelar Trofeo Sepakbola Mini Bersama PLN dan BRK Syariah
  • 6 Dari Riau Untuk Malaysia, Koperasi Pucuk Rebung Jaya Teken MoU Ekspor dengan Koperasi Petaling Berhad
  • 7 Dari Pagar Kantin ke Menara Bor,Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas Lewat Vokasi PHR
  • 8 UIR Hadirkan Tokoh Nasional di Kuliah Umum “Membangun Peradaban Hijau”
  • 9 Perpanjangan Perizinan Operasional Lembaga, IZI dan Kemenag Sumbar Lakukan Verifikasi Lapangan
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved