• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
Dibaca : 153 Kali
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
Dibaca : 158 Kali
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
Dibaca : 152 Kali
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
Dibaca : 146 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
Dibaca : 199 Kali

  • Home
  • Riau

99 Persen Karhutla Hasil Ulah Tangan Manusia

Doni: Utamakan Pencegahan, Bukan Penanggulangan

Redaksi
Kamis, 11 Juli 2019 07:22:25 WIB
Cetak
Kepala BNPB Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).
Pekanbaru, Hariantimes.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi selama ini 99 persen penyebabnya karena hasil ulah tangan manusia.

Bahkan, ada ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengatakan 100 persen kebakaran tersebut disebabkan manusia.

"Saya katakan 99 persen karhutla yang terjadi disebabkan oleh manusia," tegas 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (Purn) Doni Monardo pada acara tatap muka dengan pemerhati lingkungan termasuk mahasiswa se Provinsi Riau di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (10/07/2019).

Untuk mengatasi permasalahan ini, tandas Doni, satuan tugas (satgas) pencegahan karhutla harus melakukan pendekatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung, khususnya bagi mereka yang ada di daerah yang masuk kawasan rawan terbakar. Tujuannya, supaya tidak ada lagi aktivitas membakar lahan dan hutan.

"Apabila sosialisasi larangan membakar lahan dan hutan tidak juga berhasil menyadarkan manusia, maka berapapun anggaran yang akan dikucurkan oleh pemerintah untuk mengatasi karhutla akan sia-sia saja. Karena itu, satgas harus bisa mengajak rakyat dan mempengaruhi mereka supaya tidak mau membakar lagi. Baik itu sengaja, maupun tidak sengaja dan termasuk mereka yang sengaja membakar karena dibayar. Tetapi kalau langkah-langkah ini tidak juga berhasil, maka polisi harus berani menegakkan hukum," tuturnya.

Mantan Danjen Kopassus ini mengingatkan, tahun ini diprediksi kemarau relatif panjang, meski tak seperti 2015 lalu. Karena itu provinsi yang selama ini menjadi langganan Karhutla seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan perlu ada persiapan dini. 

Terlebih, tanah gambut di Riau memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Gambut di Riau bisa mencapai puluhan meter yang jika terjadi kebakaran akan sulit dipadamkan. Untuk itu, perlu melakukan antispiasi sedini mungkin sebelum terjadinya Karhutla, yakni dengan melakukan pencegahan. Dan pencegahan sangat diutamakan. Mengingat potensi Karhutla terjadi diyakini 99 persen karena ulah manusia. Karena itu, pendekatan bersifat humanis terhadap masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama dan unsur lainnya. 

"Utamakan pencegahan, bukan penanggulangan. Kebakaran ada dua faktor yakni karena alam dan manusia. Berdasarkan hasil kajian dari alam kecil hanya 1 persen. Sementara 99 persen manusia," katanya.

Meski Karhutla 99 persen disebabkan ulah manusia, namun Doni menyebutkan, ulah manusia dimaksud tidak hanya karena adanya pembukaan lahan untuk membuka perkebunan warga secara tradisional. Tetapi juga karena adanya warga yang sengaja dibayar untuk tujuan tertentu. 

Doni tak menegaskan siapa yang menyuruh warga membakar lahan termasuk untuk kepentingan apa. Namun dengan dua hal itu diyakini penyebab kenapa persoalan Karhutla di Riau terus berulang setiap tahunnya.

Meski diakui Karhutla di Riau yang dulu pernah beberapa kali sampai ke negara tetangga, kiki sudah mulai bisa diatasi. Tetapi adanya Karhutla yang terus terjadi setiap tahunnya menegaskan cara-cara membakar lahan yang menyebabkan terjadinya Karhutla.

Tercatat sejak awal tahun hingga bulan Juli ini, lahan yang terbakar di Riau sudah mencapai 3.429,89 hektar. Dari ribuan hektar kawasan yang terbakar tersebut, paling luas  terdapat di Kabupaten Bengkalis, yakni dengan luas 1.435.83 hektar.(*/ron)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides

Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang

BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau

Kanwil Kemenkum Riau Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Seleksi

Kurangi Sengketa Informasi Publik, Komisioner KI Riau Intensifkan Pembinaan PPID Kabupaten/Kota

Langgar Ketentuan Keimigrasian, Warga Malaysia Dideportasi

PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides

Syahrul Aidi Dorong Pemprov Riau Perkuat Kerjasama Pendidikan, Tenaga Kerja dan Investasi dengan Jepang

BMKG Deteksi Kabut Asap Kiriman dari Wilayah di Sebelah Selatan Riau



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Memelihara Alam Semesta, Menag Minta Para Imam Gunakan Pendekatan Keagamaan
26 September 2026
Buka IGIC 2026, Menag: Mari Kita Jadikan Masjid sebagai Meeting Point
26 September 2026
Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Kontingen PGRI Siak Borong 7 Medali Emas
26 September 2026
Mahadar: Mari Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Guru
26 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Implementasi Pedoman dan Aplikasi SIKIDA
25 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau dan Universitas Riau Tingkatkan Kapasitas ASN
25 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Pemutakhiran Data dan Pengembangan Kompetensi Secara Elektronik
25 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Dialog Interaktif dan Penguatan Evaluasi Kinerja Kemenkum
25 September 2026
PLN UID Riau-Kepri Gandeng Komunitas EV
25 September 2026
Optimalisasi Capaian Kinerja B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Rapat Anev Kinerja Kemenkum
24 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 2 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
  • 3 FORMAS Bersama BSPIA akan Gelar Indonesia-China Digital City & Security Technology Application Forum 2026
  • 4 PLN Bersama Pemprov Riau Kementerian Terkait Perkuat Sinergi Mempercepat Program Lides
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkenalkan Inovasi HARMONITAS
  • 6 Silaturahmi dengan SMSI Riau, Fikri Fardhian: Media Mitra Strategis dalam Menyampaikan Informasi yang Akurat ke Masyarakat
  • 7 Di Tengah Disrupsi AI, Syahrul Aidi: Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Pers
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Bantuan Hukum Pro Bono bagi Tahanan dan Pelaksanaan Pidana Alternatif
  • 9 Perkenalkan Diri ke PWI, Fikri Fardhian: Hubungan PHR dengan Insan Pers Harus Terjalin Seperti Saudara
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved