• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
Dibaca : 163 Kali
16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
Dibaca : 262 Kali
Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
Dibaca : 264 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
Dibaca : 238 Kali
Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
Dibaca : 250 Kali

  • Home
  • Opini

Reshuffle Kabinet Prabowo: Ibarat Mandi Safar, Menyucikan Pemerintahan dari Noda Lama

Zulmiron
Rabu, 10 September 2025 15:42:03 WIB
Cetak

Oleh: Salamuddin Toha (Kader Hima Persis Riau)

DALAM khazanah Melayu, *Mandi Safar* bukan sekadar ritual turun ke sungai atau laut. 

Ia adalah simbol penyucian diri, menolak bala, dan mengharap keberkahan hidup. Air yang mengalir menjadi lambang kejernihan, sementara prosesi itu diniatkan untuk membersihkan jiwa dari segala noda, agar langkah manusia kembali seimbang dengan alam dan sesama.

Dalam bingkai ini, reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dapat diibaratkan sebagai *mandi safar politik*: sebuah usaha membersihkan tubuh pemerintahan dari noda lama, sekaligus menyiapkan bahtera negara untuk berlayar lebih jauh di samudera kekuasaan.

Baca Juga :
  • Rakerwil I PAN Riau Hasilkan Sejumlah Rekomendasi, Sahidin: Jika Kita Solid dan Kompak, Kerja Mudah Dapat Dilaksanakan
  • Lantik DPW dan 12 DPD PAN se Riau, Zulkifli Hasan: Kepengurusan Ini Harus Segera Menyentuh Aspirasi Rakyat
  • Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja

Dalam tradisi politik modern, reshuffle kabinet sering dipahami sebagai langkah teknokratis untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Namun di balik itu, ia juga adalah *ritual politik*. Pepatah Melayu mengingatkan, _“air yang keruh jangan dibiarkan mengalir, nanti merusak sawah di hilir.”_ Demikian pula, bila ada menteri yang gagal, terseret konflik kepentingan, atau mengabaikan amanah rakyat, maka ia mesti diganti.

Bagi Prabowo, reshuffle bukan hanya soal mengganti nama, melainkan upaya menjaga *marwah kepemimpinan*. Kabinet yang tidak solid akan membuat bahtera pemerintahan oleng. Karena itu, proses ini layaknya *menyapu laman rumah*, membuang dedaunan kering dan ranting yang berserakan agar halaman kembali rapi.

Namun reshuffle kabinet di Indonesia tidak pernah steril dari politik. Sistem presidensial kita dibangun di atas koalisi besar yang kerap berlapis kepentingan. Di titik ini, reshuffle sering ditafsirkan sebagai *panggung bagi pembagian kursi*.

Bila reshuffle hanya dijalankan sebagai politik balas budi terhadap partai koalisi, ia tidak lebih dari *mandi tanpa sabun*: basah tapi tidak bersih. Publik akan menilai reshuffle hanyalah *ritual tanpa ruh*, sekadar mengakomodasi tuntutan partai, bukan menjawab kebutuhan rakyat.

Namun bila reshuffle diarahkan untuk menghadirkan menteri yang lebih profesional, bersih, dan visioner, maka ia bisa menjadi momentum *mandi safar* yang sejati: penyucian pemerintahan dari noda lama dan pembaharuan arah kebijakan untuk masa depan.

Rakyat tidak peduli siapa partai pengusung di belakang seorang menteri. Yang dilihat hanyalah kinerja: apakah harga sembako lebih stabil, apakah lapangan kerja tercipta, apakah layanan publik lebih baik.

Dalam pepatah Melayu disebut, _“sekali air bah, sekali tepian berubah.”_ Demikian pula reshuffle: ia adalah gelombang yang bisa mengubah tepian politik. Publik berharap tepian yang baru lebih tegak, bukan makin runtuh. Oleh sebab itu, Prabowo perlu memastikan kabinet hasil reshuffle benar-benar diisi oleh sosok yang mampu bekerja, bukan sekadar pandai beretorika.

Momentum reshuffle terjadi di tengah situasi negeri yang penuh tantangan. Ekonomi global masih rapuh, harga pangan sering bergejolak, ketimpangan sosial melebar, sementara krisis lingkungan semakin nyata.

Di hadapan persoalan ini, reshuffle seharusnya menghadirkan menteri-menteri yang berani dan jernih pikirannya. Tanpa keberanian, kebijakan hanya jadi rutinitas tanpa terobosan. Tanpa kejernihan, kebijakan mudah dikotori kepentingan jangka pendek.

Prabowo mesti mengingat, reshuffle bukan hanya soal politik kekuasaan, tetapi juga soal *politik keberlanjutan*: bagaimana memastikan negeri ini tetap tegak berdiri, dengan rakyat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga.

Seperti mandi safar yang diniatkan untuk menyucikan diri, reshuffle kabinet Prabowo akan dinilai dari sejauh mana ia mampu *menyucikan pemerintahan dari noda lama*: politik transaksional, praktik korupsi, dan kebijakan yang tak berpihak pada rakyat.

Bila reshuffle hanya berhenti pada kosmetik politik, ia akan segera dilupakan. Tetapi bila reshuffle ini benar-benar menghadirkan kejernihan, ia akan tercatat sebagai *titik balik kepemimpinan Prabowo*, langkah awal untuk menjaga marwah bangsa.

Mandi safar hanyalah simbol. Yang menentukan bukanlah airnya, tetapi niat yang membersihkan. Begitu pula reshuffle: bukan nama yang diganti, melainkan tekad menyucikan negeri.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

Mengapa Harus Don Kancil?

Kemenkum Riau Lakukan Koordinasi Layanan KI dan Penghimpunan Dokumen PKS

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

Perkuat Silaturahmi Insan Pers, PWI Riau Sembelih 6 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing,

APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

Mengapa Harus Don Kancil?

Kemenkum Riau Lakukan Koordinasi Layanan KI dan Penghimpunan Dokumen PKS

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

Perkuat Silaturahmi Insan Pers, PWI Riau Sembelih 6 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing,



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
KLH/BPLH Perkuat Pencegahan Karhutla di Lahan Gambut Riau
20 Juni 2026
16 Tokoh Terima Anugerah SMSI 2026, Ketum SMSI Firdaus: Pers Merdeka Kunci Demokrasi Sehat
19 Juni 2026
Wadah Aspirasi Masyarakat, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik "PASTI ADA SOLUSI"
19 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pengawasan Protokol Notaris di Inhu
19 Juni 2026
Tinjau Inovasi CEOR Minas, Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional
19 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual di Rohil
19 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau dan FH Unri Perkuat Sinergi Kukerta Berdampak
18 Juni 2026
APP Group Perkuat Kolaborasi di Pelalawan
18 Juni 2026
Perkuat Akuntabilitas Organisasi, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis dan Evaluasi Peningkatan Kinerja
18 Juni 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dampingi Penyusunan Ranperda Tunjangan DPRD Siak
18 Juni 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kakanwil Kemenkum Riau Hadiri Pelepasan Peserta Magang Kemnaker Batch III Secara Hybrid
  • 2 Warga Minas Rajut Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele
  • 3 Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo
  • 4 Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub
  • 5 Seminar Nasional di UPNVJ, Assoc Prof Harry Setiawan Dorong Penerapan AI yang Adaptif dan Terukur
  • 6 Kemenag Buka Pendaftaran Seleksi Enam Calon Eselon II
  • 7 Terkait Lanskap Media Massa, Ketum SMSI Firdaus Petakan Pengaruh Politik global dan Masa Depan Pers Nasional
  • 8 Pimpin Apel Jumat Pagi, Rudy Hendra Pakpahan: Saya Minta Seluruh Jajaran Terus Memacu Performa Kerja dan Jaga Akuntabilitas
  • 9 Pelayanan Informasi Publik Kemenag, Ismail Cawidu: Prinsip MALE Jadi Landasan Penting
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved