• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Hadapi Ancaman Karhutla di Riau, Hanif Faisol: Diperlukan Langkah Antisipasi yang Lebih Serius dan Terintegrasi
Dibaca : 98 Kali
Defizon: Satu Jemaah Kloter BTH 07 Tertunda Keberangkatannya
Dibaca : 147 Kali
Menag Nasaruddin Umar tak Larang Warga Sembelih Kurban
Dibaca : 200 Kali
Hingga 28 April, 1.720 Jemaah Haji Asal Riau Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci
Dibaca : 216 Kali
Adaptasi Cepat, Kemnaker Dorong Lulusan Polteknaker Kuasai AI hingga Sektor Berkelanjutan
Dibaca : 217 Kali

  • Home
  • Opini

Reshuffle Kabinet Prabowo: Ibarat Mandi Safar, Menyucikan Pemerintahan dari Noda Lama

Zulmiron
Rabu, 10 September 2025 15:42:03 WIB
Cetak

Oleh: Salamuddin Toha (Kader Hima Persis Riau)

DALAM khazanah Melayu, *Mandi Safar* bukan sekadar ritual turun ke sungai atau laut. 

Ia adalah simbol penyucian diri, menolak bala, dan mengharap keberkahan hidup. Air yang mengalir menjadi lambang kejernihan, sementara prosesi itu diniatkan untuk membersihkan jiwa dari segala noda, agar langkah manusia kembali seimbang dengan alam dan sesama.

Dalam bingkai ini, reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dapat diibaratkan sebagai *mandi safar politik*: sebuah usaha membersihkan tubuh pemerintahan dari noda lama, sekaligus menyiapkan bahtera negara untuk berlayar lebih jauh di samudera kekuasaan.

Baca Juga :
  • Rabu Malam, Zulhas Lantik DPW PAN Riau dan 12 DPD PAN di Gelanggang Remaja
  • Nakhodai Hanura Riau, Arsadianto Rachman: Saya Berjanji akan Bekerja All Out
  • Dorong Reinterpretasi Pasal 34 UUD 1945, Syahrul Aidi Usulkan Redefinisi 'Fakir Miskin'

Dalam tradisi politik modern, reshuffle kabinet sering dipahami sebagai langkah teknokratis untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Namun di balik itu, ia juga adalah *ritual politik*. Pepatah Melayu mengingatkan, _“air yang keruh jangan dibiarkan mengalir, nanti merusak sawah di hilir.”_ Demikian pula, bila ada menteri yang gagal, terseret konflik kepentingan, atau mengabaikan amanah rakyat, maka ia mesti diganti.

Bagi Prabowo, reshuffle bukan hanya soal mengganti nama, melainkan upaya menjaga *marwah kepemimpinan*. Kabinet yang tidak solid akan membuat bahtera pemerintahan oleng. Karena itu, proses ini layaknya *menyapu laman rumah*, membuang dedaunan kering dan ranting yang berserakan agar halaman kembali rapi.

Namun reshuffle kabinet di Indonesia tidak pernah steril dari politik. Sistem presidensial kita dibangun di atas koalisi besar yang kerap berlapis kepentingan. Di titik ini, reshuffle sering ditafsirkan sebagai *panggung bagi pembagian kursi*.

Bila reshuffle hanya dijalankan sebagai politik balas budi terhadap partai koalisi, ia tidak lebih dari *mandi tanpa sabun*: basah tapi tidak bersih. Publik akan menilai reshuffle hanyalah *ritual tanpa ruh*, sekadar mengakomodasi tuntutan partai, bukan menjawab kebutuhan rakyat.

Namun bila reshuffle diarahkan untuk menghadirkan menteri yang lebih profesional, bersih, dan visioner, maka ia bisa menjadi momentum *mandi safar* yang sejati: penyucian pemerintahan dari noda lama dan pembaharuan arah kebijakan untuk masa depan.

Rakyat tidak peduli siapa partai pengusung di belakang seorang menteri. Yang dilihat hanyalah kinerja: apakah harga sembako lebih stabil, apakah lapangan kerja tercipta, apakah layanan publik lebih baik.

Dalam pepatah Melayu disebut, _“sekali air bah, sekali tepian berubah.”_ Demikian pula reshuffle: ia adalah gelombang yang bisa mengubah tepian politik. Publik berharap tepian yang baru lebih tegak, bukan makin runtuh. Oleh sebab itu, Prabowo perlu memastikan kabinet hasil reshuffle benar-benar diisi oleh sosok yang mampu bekerja, bukan sekadar pandai beretorika.

Momentum reshuffle terjadi di tengah situasi negeri yang penuh tantangan. Ekonomi global masih rapuh, harga pangan sering bergejolak, ketimpangan sosial melebar, sementara krisis lingkungan semakin nyata.

Di hadapan persoalan ini, reshuffle seharusnya menghadirkan menteri-menteri yang berani dan jernih pikirannya. Tanpa keberanian, kebijakan hanya jadi rutinitas tanpa terobosan. Tanpa kejernihan, kebijakan mudah dikotori kepentingan jangka pendek.

Prabowo mesti mengingat, reshuffle bukan hanya soal politik kekuasaan, tetapi juga soal *politik keberlanjutan*: bagaimana memastikan negeri ini tetap tegak berdiri, dengan rakyat yang sejahtera dan lingkungan yang terjaga.

Seperti mandi safar yang diniatkan untuk menyucikan diri, reshuffle kabinet Prabowo akan dinilai dari sejauh mana ia mampu *menyucikan pemerintahan dari noda lama*: politik transaksional, praktik korupsi, dan kebijakan yang tak berpihak pada rakyat.

Bila reshuffle hanya berhenti pada kosmetik politik, ia akan segera dilupakan. Tetapi bila reshuffle ini benar-benar menghadirkan kejernihan, ia akan tercatat sebagai *titik balik kepemimpinan Prabowo*, langkah awal untuk menjaga marwah bangsa.

Mandi safar hanyalah simbol. Yang menentukan bukanlah airnya, tetapi niat yang membersihkan. Begitu pula reshuffle: bukan nama yang diganti, melainkan tekad menyucikan negeri.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Umumkam Pemenang Lomba Menulis Opini, Syahrul Aidi Serap Aspirasi 5 Asosiasi Media dan Wartawan Riau

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Inovasi Digital Hukum

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Redefinisi Fakir dan Miskin: Memberi 'Ikan' atau 'Kail'?

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan

Umumkam Pemenang Lomba Menulis Opini, Syahrul Aidi Serap Aspirasi 5 Asosiasi Media dan Wartawan Riau

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Inovasi Digital Hukum

Pasca Ops Ketupat 2026, Polda Riau Intensifkan KRYD

Redefinisi Fakir dan Miskin: Memberi 'Ikan' atau 'Kail'?

Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.

Penguatan Lembaga Komisi Informasi Menuju Budaya Kerja Badan Publik yang Transparan



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Hadapi Ancaman Karhutla di Riau, Hanif Faisol: Diperlukan Langkah Antisipasi yang Lebih Serius dan Terintegrasi
29 April 2026
Defizon: Satu Jemaah Kloter BTH 07 Tertunda Keberangkatannya
29 April 2026
Menag Nasaruddin Umar tak Larang Warga Sembelih Kurban
28 April 2026
Hingga 28 April, 1.720 Jemaah Haji Asal Riau Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci
28 April 2026
Adaptasi Cepat, Kemnaker Dorong Lulusan Polteknaker Kuasai AI hingga Sektor Berkelanjutan
28 April 2026
Peringati Hari K3 Internasional, Kemnaker Tekankan Pentingnya Kesejahteraan Mental di Kantor
28 April 2026
Himaprodi Pendidikan Biologi UNRI Siap Gelar Pekan Penghijauan ke-35 di Kampar Hulu
28 April 2026
Delapan Jemaah Haji Riau Jatuh Sakit, Defizon: Kami Imbau Jemaah Benar-Benar Jaga Kondisi
28 April 2026
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
27 April 2026
Bupati Siak Serukan Kolaborasi Hadapi Super El Nino 2026: "Jaga Gambut Tetap Basah"
27 April 2026
TERPOPULER +
  • 1 Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
  • 2 Sosialisasi EMIS GTK IMP, Syamsurizal Tekankan Akurasi Data Madrasah di Siak
  • 3 Rapat TIMPORA Kabupaten Kampar 2026, Imigrasi Pekanbaru Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing
  • 4 Akhiri Penantian 22 Tahun, Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang
  • 5 Ikuti Policy Talks Nasional, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Analis Kebijakan
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Inovasi Digital Hukum
  • 7 Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah
  • 8 Rahul Nahkodai Karang Taruna Riau, Hendrik Firnanda: Momentum Kebangkitan Pemuda
  • 9 Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved