• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
Dibaca : 213 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
Dibaca : 208 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
Dibaca : 189 Kali
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
Dibaca : 214 Kali
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
Dibaca : 216 Kali

  • Home
  • Opini

Cahaya di Tengah Kegelapan

Perjuangan untuk Keadilan Ekologis

Zulmiron
Selasa, 26 Agustus 2025 22:43:26 WIB
Cetak

Oleh: Boy Jerry Even Sembiring (Calon Direktur Eksekutif Nasional WALHI periode 2025-2029)


WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) sebagai organisasi lingkungan muncul sebagai sumber cahaya yang sampai saat ini memainkan perannya untuk membangun perlawanan terhadap kapitalisme ekstraktif dan rezim otoriter yang telah merusak alam serta menggerus ruang demokrasi.

Oligarki politik dan bisnis saling bergandengan tangan untuk mengeksploitasi sumber daya alam secara massif mengabaikan hak asasi manusia (HAM) dan memperburuk ketidakadilan. WALHI menegaskan komitmennya untuk tetap membangun gerakan keadilan ekologis dan memulihkan Indonesia dari luka-luka yang dalam.

Konteks perjuangan WALHI tak bisa dilepaskan dari "triple planetary crisis" yaitu: perubahan iklim, polusi yang merajalela, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Krisis ini bukanlah bencana alam semata, melainkan hasil dari era "capitalocene" sebuah istilah yang tepat menggambarkan bagaimana logika kapitalisme, yang dijalankan oleh elit bisnis dan politisi terhubung, menjadikan alam sebagai mesin keuntungan tanpa batas.

Baca Juga :
  • Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
  • Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
  • Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu

Bukan manusia secara umum yang harus disalahkan, tapi sistem yang mendorong konsumsi berlebihan dan eksploitasi tak terkendali. Di Indonesia, krisis ini bermanifestasi secara beragam di setiap wilayah: Papua dirampok hutan dan tambangnya, Maluku dan Sulawesi hancur oleh hilirisasi nikel, Bali serta Nusa Tenggara tercekik industrialisasi pariwisata dan pertambangan, Jawa runtuh akibat industrialisasi masif, sementara Sumatera dan Kalimantan porak-poranda oleh industri kehutanan dan sawit. Pendekatan WALHI harus merespon isu tersebut agar agenda advokasi benar-benar efektif dan kontekstual.

Lebih mengkhawatirkan lagi, rezim otoriter yang berkolaborasi dengan kelompok bisnis-politik semakin memperkuat ketidakadilan hukum. Hukum yang seharusnya melindungi rakyat justru dijadikan alat penindasan, legitimasi eksploitasi, dan pelanggengan kekuasaan. Di sini, WALHI melihat peluang sekaligus tantangan: WALHI bukan hanya berjuang untuk lingkungan, tapi juga "rumah gerakan rakyat" yang menyatukan berbagai elemen sosial. Organisasi ini menghubungkan isu lokal dengan global, memastikan advokasi yang komprehensif dan inklusif.

Sinergi gerakan rakyat dan solidaritas internasional menjadi kunci, di mana WALHI menuntut tanggung jawab korporasi multinasional serta negara-negara Utara yang menyumbang jejak karbon terbesar. Kedepan WALHI perlu membawa agenda “EKOLOGIS” yang ambisius, dengan tujuh pilar strategis: pengarusutamaan keadilan ekologis dalam kebijakan publik, penguatan demokrasi dan ruang sipil, internalisasi nilai keadilan gender serta antargenerasi, pengembangan kader melalui pendidikan kritis, pembangunan narasi penolakan terhadap kapitalisme berbasis pertumbuhan, dan pembentukan blok politik kerakyatan dari masyarakat sipil.

Strategi utamanya bersifat kolektif, terkoneksi, dan transformatif mengintegrasikan advokasi terpadu, perlawanan sistemik, serta investasi jangka panjang dalam kaderisasi dan narasi anti-kapitalisme berbasis riset ilmiah. 
Selain itu, peningkatan kapasitas kelompok perempuan dan keadilan gender menjadi bagian tak terpisahkan, memastikan gerakan yang inklusif dan berkeadilan. Pendekatan ini bukan utopia belaka, melainkan roadmap konkret untuk mentransformasi pola ekonomi dan politik ekstraktif menuju kedaulatan rakyat serta tatanan sosial-ekologi yang adil dan berkelanjutan. WALHI perlu mendorong kelompok, komunitas hingga aktor global untuk bergabung dalam gerakan ini.

Hanya melalui kerja kolektif dan solidaritas, kita bisa menjawab tantangan krisis triple planetary yang mendesak. Pada akhirnya, WALHI bukan sekadar menyelamatkan alam; lembaga ini berjuang untuk mengembalikan wajah demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia. Di tengah kegelapan oligarki kapitalis, WALHI adalah cahaya yang kita butuhkan, sebuah pengingat bahwa perubahan radikal dimungkinkan, asal kita bersatu. Saatnya masyarakat sipil bangkit, sebelum terlambat.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Persiapan Peacemaker Training 2026
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pendalaman Materi Perancang
06 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat Kurang Mampu
06 November 2026
Kakanwil Tanda Tangani Addendum Kontrak Bantuan Hukum Periode II Bersama 22 LBH
06 November 2026
Kemenkum Riau Ikuti CoP BPSDM Hukum
06 November 2026
Ruang Fiskal Menyempit, Kebutuhan Pembangunan Meningkat
06 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
05 November 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan Indikasi Geografis
04 November 2026
Cetak Paralegal Muda, Kanwil Kemenkum Riau Bekali 40 Mahasiswa UIN Suska Akses Keadilan
04 November 2026
TERPOPULER +
  • 1 Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 2 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • 3 Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
  • 4 Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
  • 5 Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
  • 7 Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
  • 8 Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
  • 9 RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved