• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Dua Babinsa Koramil 0321- 02/TP Patroli Siskamling di Rantau Kopar
Dibaca : 542 Kali
Raih 27 Suara, HR Mambang Mit Terpilih Nahkodai FKPMR
Dibaca : 493 Kali
Kanwil Kemenkum Bentuk Tim Kerja Divisi Pelayanan Hukum Bidang AHU dan KI
Dibaca : 522 Kali
Semarakkan HAB ke-80, Kemenag Pekanbaru Gelar Jalan Sehat Kerukunan
Dibaca : 1631 Kali
Dengan Berkebaya Laboh Kekek, IKWI Riau Turut Berperan Pecahkan MURI Tari Zapin Massal
Dibaca : 712 Kali

  • Home
  • Opini

Krisis Ahklak Para Pejabat Indonesia, Sebuah Potret Buram Kepemimpinan

Zulmiron
Rabu, 26 Februari 2025 10:32:00 WIB
Cetak
Benz Jono Hartono (Praktisi Media Massa).

Oleh: Benz Jono Hartono (Praktisi Media Massa)

Pembukaan
Indonesia sebagai negara demokrasi yang kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur, seharusnya memiliki pemimpin yang berakhlak baik dan menjadi teladan bagi masyarakat. 

Namun, realitas yang terjadi justru menunjukkan sebaliknya. Berbagai kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, hingga perilaku tidak etis dari para pejabat negara semakin sering mencuat ke publik. Hal ini menandakan adanya krisis akhlak dalam kepemimpinan yang perlu segera diatasi.

Manifestasi Krisis Akhlak Pejabat

Baca Juga :
  • Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)
  • Besok, PAN Riau Gelar Musda Serentak
  • Rapat Perdana DPW PAN Riau, Sahidin: Susunlah Program yang Menyentuh Rakyat

Krisis akhlak pejabat terlihat dalam berbagai bentuk, di antaranya:

1.Korupsi yang Merajalela
Korupsi menjadi masalah kronis di Indonesia. Dari tingkat pusat hingga daerah, banyak pejabat yang terlibat dalam kasus suap, penggelapan dana, dan penyalahgunaan anggaran. Ironisnya, tak sedikit dari mereka yang seharusnya menjadi penegak hukum justru ikut terlibat. Ini mencerminkan lemahnya integritas dan moralitas pejabat dalam menjalankan amanah rakyat.

2. Penyalahgunaan
Kekuasaan
Banyak pejabat yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, bukan untuk melayani rakyat. Misalnya, nepotisme dalam pengangkatan jabatan, perizinan proyek yang sarat kepentingan pribadi, hingga perlakuan hukum yang berbeda antara orang berkuasa dan rakyat biasa.

3. Kurangnya Keteladanan dan Etika Publik
Pejabat seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam berperilaku baik. Namun, kenyataannya, banyak pejabat yang terlibat dalam skandal asusila, gaya hidup hedonis, hingga tindakan tidak terpuji seperti mengumpat di depan umum atau bersikap arogan terhadap rakyat.

4. Minimnya Rasa Empati terhadap Rakyat
Banyak kebijakan yang dibuat tanpa mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat kecil. Ketika rakyat kesulitan ekonomi, pejabat malah sibuk menikmati fasilitas mewah, studi banding ke luar negeri, atau menaikkan gaji sendiri tanpa melihat kondisi ekonomi negara.

Akar Masalah Krisis Akhlak
Beberapa faktor utama yang menyebabkan krisis akhlak para pejabat antara lain:

a. Lemahnya Pendidikan Moral dan Etika:
Banyak pejabat yang memiliki kecerdasan akademik tinggi, tetapi tidak dibarengi dengan moralitas yang kuat. Pendidikan di Indonesia masih lebih menekankan aspek kognitif daripada karakter.

b. Lingkungan Politik yang Tidak Sehat:
Budaya politik transaksional menyebabkan banyak pejabat lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan rakyat.

c. Kurangnya Pengawasan dan Hukuman yang Tegas:
Banyak kasus korupsi yang berakhir dengan hukuman ringan atau bahkan remisi, sehingga tidak memberikan efek jera.

d. Budaya Materialisme dan Hedonisme:
Masyarakat cenderung mengukur kesuksesan dari kekayaan dan jabatan, bukan dari integritas dan kontribusi terhadap rakyat.

Solusi untuk Mengatasi Krisis Akhlak Pejabat

Untuk mengatasi krisis ini, diperlukan langkah-langkah konkret seperti:

1. Pendidikan Karakter Sejak Dini
Etika dan moral harus menjadi bagian utama dalam sistem pendidikan, terutama bagi calon pemimpin dan pejabat negara.

2. Penegakan Hukum yang Tegas dan Tanpa Pandang Bulu
Pemberian sanksi yang berat bagi pejabat yang melakukan pelanggaran, termasuk hukuman seumur hidup bagi koruptor besar.

3. Reformasi Sistem Politik
Menghilangkan budaya politik uang dan memperketat seleksi calon pemimpin berdasarkan rekam jejak moral dan integritas.

4. Meningkatkan Peran Masyarakat dalam Pengawasan
Masyarakat harus lebih aktif dalam mengawasi dan melaporkan penyimpangan yang dilakukan oleh pejabat.

Penutup
Krisis akhlak pejabat di Indonesia merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat dan masa depan bangsa. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa semakin merusak tatanan pemerintahan dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama, baik dari pejabat, masyarakat, maupun lembaga hukum untuk menegakkan nilai-nilai moral dan integritas dalam kepemimpinan.
Indonesia membutuhkan pemimpin yang gtidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, agar negara ini benar-benar dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.

Penulis Praktisi Media Masa di Jakarta


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)

Rekonsialisasi Elit Riau

Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers

Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme

Subsidi dan Teknologi, Kunci Menjaga Stabilitas Pangan di Tengah Mahalnya Biaya Input Pertanian

Bhabinkamtibmas Minas Jaya Bripka Rosady Elian Raih Penghargaan Green Policing Award Polda Riau 2025

Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)

Rekonsialisasi Elit Riau

Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers

Tahun Berganti, Antara Optimisme dan Pesimisme

Subsidi dan Teknologi, Kunci Menjaga Stabilitas Pangan di Tengah Mahalnya Biaya Input Pertanian

Bhabinkamtibmas Minas Jaya Bripka Rosady Elian Raih Penghargaan Green Policing Award Polda Riau 2025



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Dua Babinsa Koramil 0321- 02/TP Patroli Siskamling di Rantau Kopar
12 Januari 2026
Raih 27 Suara, HR Mambang Mit Terpilih Nahkodai FKPMR
12 Januari 2026
Kanwil Kemenkum Bentuk Tim Kerja Divisi Pelayanan Hukum Bidang AHU dan KI
12 Januari 2026
Semarakkan HAB ke-80, Kemenag Pekanbaru Gelar Jalan Sehat Kerukunan
11 Januari 2026
Dengan Berkebaya Laboh Kekek, IKWI Riau Turut Berperan Pecahkan MURI Tari Zapin Massal
11 Januari 2026
Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek Riau Pecahkan Rekor Dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda
11 Januari 2026
Masuk MURI, SF Hariyanto: Zapin akan Terus Menari di Bumi Lancang Kuning
11 Januari 2026
1.026 Karateka se Riau Bertarung di Ajang Forki Riau Open Championship
10 Januari 2026
Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)
10 Januari 2026
749 Karya Terbanyak dalam Lima Tahun, Dewan Juri Tetapkan Peraih Anugerah Adinegoro 2025
10 Januari 2026
TERPOPULER +
  • 1 Dua Babinsa Koramil 0321- 02/TP Patroli Siskamling di Rantau Kopar
  • 2 Kanwil Kemenkum Bentuk Tim Kerja Divisi Pelayanan Hukum Bidang AHU dan KI
  • 3 Semarakkan HAB ke-80, Kemenag Pekanbaru Gelar Jalan Sehat Kerukunan
  • 4 Dengan Berkebaya Laboh Kekek, IKWI Riau Turut Berperan Pecahkan MURI Tari Zapin Massal
  • 5 Tari Zapin Massal Berkebaya Laboh Kekek Riau Pecahkan Rekor Dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda
  • 6 Masuk MURI, SF Hariyanto: Zapin akan Terus Menari di Bumi Lancang Kuning
  • 7 1.026 Karateka se Riau Bertarung di Ajang Forki Riau Open Championship
  • 8 Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)
  • 9 749 Karya Terbanyak dalam Lima Tahun, Dewan Juri Tetapkan Peraih Anugerah Adinegoro 2025
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved