• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
Dibaca : 263 Kali
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
Dibaca : 290 Kali
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
Dibaca : 314 Kali
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
Dibaca : 319 Kali
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
Dibaca : 320 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Literasi Harus Tepat Sasaran, Prof Junaidi: Jangan Pakai Istilah yang Rumit-Rumit

Zulmiron
Selasa, 06 Agustus 2024 15:36:20 WIB
Cetak
FGD Sinergi Gerakan Literasi Hulu dan Hilir di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, Selasa (06/08/2024).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Literasi haruslah tepat sasaran dan memberikan dampak bagi sosial development.

Oleh karena itu, pegiat literasi harus bisa menyampaikan dengan istilah-istilah yang tidak rumit dan mudah dimengerti oleh masyarakat pada umumnya.

"Jangan pakai istilah yang rumit-rumit seperti 'inklusi sosial' itu tidak semua orang paham," saran Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau Prof Dr Junaidi SS MHum saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Sinergi Gerakan Literasi Hulu dan Hilir: Kolaborasi dan Aksi Literasi Mewujudkan Riau Cerdas Menuju Indonesia Emas dalam event Festival Literasi 2024 yang berlangsung di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, Selasa (06/08/2024).

Junaidi mengajak para pegiat literasi menggunakan istilah sesuai target atau sasaran dari program literasi, istilah yang dipahami sesuai dengan segmen masyarakat.

Baca Juga :
  • Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
  • 139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
  • Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026

Menurutnya, kemampuan setiap masyarakat tidak bisa disamaratakan, baik masyarakat yang tinggal di kota atau di desa.

"Saran saya ketika kita rumuskan program literasi, sesuaikan dengan sasarannya siapa dan sampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami," jelasnya,

Selain itu, Junaidi iuga menegaskan, jika literasi sekarang ini tak hanya sekedar mengajak orang untuk membaca, tetapi bagaimana agar literasi dapat memberdayakan orang, sehingga sasaran dari program literasi dapat menjadi individu yang lebih berkembang secara individual.

Dikatakannya, apabila seseorang menjadi lebih kuat dan produktif setelah membaca suatu teks atau bacaan, itu menjadi tanda jika literasi yang dilakukan telah berhasil. Keberhasilan literasi, dapat dilihat dari tindakan setelahnya.

"Saran saya, tidak hanya sekedar membaca lagi, tapi ada critical thinking, bagaimana seseorang membaca tidak langsung percaya tetapi dianalisis sehingga ada perubahan setelahnya," tukas Junaidi.

Tak hanya itu, Junaidi juga memaparkan, jika dewasa ini buku tak hanya sekedar buku, tetapi apakah buku itu bermanfaat ketika dibaca oleh orang lain, terlebih industri buku kini tak seperti dulu, dimana saat ini semua orang bisa membuat buku.

"Saya menyarankan kepada penggerak literasi agar merambah ke wilayah digital dan memperluas makna dari buku. Apalagi di zaman serba digital dimana media-media sosial hadir di tengah kehidupan masyarakat yang menyediakan beragam informasi. "Memang kita harus masuk ke wilayah ebook atau justru buku itu maknanya diperluas, jika itu adalah teks. Ketika kita baca postingan di media sosial atau menontonnya, apakah itu sama nilainya dengan membaca buku?" imbuhnya.

Menurut Junaidi, anak-anak terbiasa membaca teks digital dibandingkan dengan buku cetak, sehingga program literasi juga harus masuk ke ranah digital. Dengan demikian, komunitas-komunitas literasi kini juga harus bergerak. Selain membedah buku tetapi juga membedah video seperti TikTok, Youtube, dan lain-lain.

"Mungkin banyak yang berbeda pendapat tapi sekarang itu yang kita hadapi," ujarnya.

Junaidi berharap, dengan meningkatkan literasi dengan program-program yang lebih bermanfaat dan tepat sasaran serta diterima oleh berbagai segmen masyarakat, maka dapat meningkatkan produktivitas yang berimbas pada meningkatnya sumber daya manusia (SDM) Riau.

Dalam FGD tersebut juga hadir pembicara-pembicara lain seperti Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Toha Machsum dan Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Riau Sutriyono.

Agenda FGD tersebut berlangsung usai pembukaan Festival Literasi yang dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani mewakili PJ Gubernur Riau SF Hariyanto. Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Mimi Yuliani Nazir.

Sejumlah perguruan tinggi ikut mendukung kegiatan festival literasi 2024. Unilak sendiri memamerkan puluhan buku dari UPT Pustaka, kemudian informasi penerimaan mahasiswa baru gelombang tahun 2024.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak

Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas

Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri

Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, UIR dan PT APGWI Teken MoU dan PKS

2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026

Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak

Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas

Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri

Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, UIR dan PT APGWI Teken MoU dan PKS

2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
31 Oktober 2026
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
31 Oktober 2026
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
31 Oktober 2026
Himpunan Siompu Kampar Riau Audiensi dengan Anggota DPD RI, Didis Mardisna: Semoga Bisa Berkolaborasi di Banyak Program
30 Oktober 2026
Perkuat Pengelolaan JDIH, Kanwil Kemenkum Riau Terima Konsultasi DPRD Inhu
30 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Ranperda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bengkalis
30 Oktober 2026
Afni: Patut Diwariskan dan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Sekarang
30 Oktober 2026
Enam Mahasiswa Internasional Tampil Nyanyi Lagu Lancang Kuning di Acara Wisuda Unilak
29 Oktober 2026
RDP Pansus DPRD Riau, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Hapus Green Policing Peninggalan Heryman
29 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Fasilitasi Konsultasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kabupaten Bengkalis
29 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 2 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 3 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 4 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 5 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 6 Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
  • 7 Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
  • 8 Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
  • 9 Edison Manik: Momen Pulang Kampung untuk Mengabdi di Riau
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved