• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Karhutla Belum Terkendali, Tiga Titik Kebakaran di Riau Masih Jadi Fokus Penanganan
Dibaca : 126 Kali
Perkuat Komunitas Orado, Klub KOMPAK Pekanbaru Gelar Turnamen Antar Klub se Riau
Dibaca : 214 Kali
Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden
Dibaca : 225 Kali
IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset
Dibaca : 228 Kali
Jaga Hubungan dengan Pelanggan agar Tetap Loyal, Kunci Keberhasilan Wirausaha
Dibaca : 304 Kali

  • Home
  • Sosialita

Luncurkan Buku "Aku Malako Kociak", Kunni Masrohanti: Upaya Konservasi Alam dan Budaya dengan Jalan Puisi

Zulmiron
Senin, 29 Januari 2024 20:04:12 WIB
Cetak
Komunitas Seni Rumah Sunting bersama Yayasan Pendidikan Konservasi Alam (Yapeka) meluncurkan buku berjudul 'Aku Malako Kociak', Sabtu ((27/01/2024).

Pekanbaru, Hariantimes.com - Komunitas Seni Rumah Sunting bersama Yayasan Pendidikan Konservasi Alam (Yapeka) meluncurkan buku berjudul 'Aku Malako Kociak', Sabtu ((27/01/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan di Basecamp Rumah Sunting Jalan Tigasari, Tangkerang Selatan ini  diwarnai dengan Bincang Literasi, pembacaan puisi 'Aku Malako Kociak' oleh anak-anak tempatan dan penyair Riau serta  performance art oleh seniman-seniman Riau.

Kunni Masrohanti, founder sekaligus Pembina Rumah Sunting mengungkapkan terimakasihnya kepada Yapeka dan masyarakat Malako Kociak  Desa Tanjung Beringin, Kampar Kiri Hulu yang memberi semangat dan dukungan penuh sehingga proses latihan menulis puisi berjalan lancar dan puisi-puisi itu berhasil dibukukan.

"Kami di Rumah sunting hanya punya modal keahlian, tenaga dan kemauan untuk mengajarkan menulis puisi, hanya punya konsep dan pemikiran bagaimana literasi konservasi dengan jalan puisi ini bisa berjalan. Beruntung kami bertemu YAPEKA, bisa berkerjasama sehingga program literasi ini bisa berjalan dan buku hasil pendampingan literasi puisi konservasi selesai kami bukukan. Sangat lebih beruntung kami karena ketika kami beramai-ramai tiba di Malako Kociak langsung dipolukpangku oleh seluruh Datuk Ninik Mamak. Terimaksih Mas Awe, tetimakasih Datuk Pucuk," kata Kunni saat Bincang Literasi kepada Agustinus Wijayanto alias Awe dan Datuk Pucuk Ajizman yang duduk di sebelahnya malam itu.

Baca Juga :
  • IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset
  • Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit
  • Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan

Kunni juga menekankan Konservasi tidak bisa dilaksanakan sendiri, harus berkolaborasi. Tidak bisa dari tengah apalagi pucuk, tapi harus dari akar, yakni dengan melibatkan anak-anak untuk memahami pentingnya konservasi sejak usia dini.

"Bagi kami, konservasi bukan hanya upaya perlindungan dan penyelamatan alam saja, tapi juga budaya, adat istiadat,  kearifan lokal dan masyarakatnya. Bicara lingkungan  alam, rimba raya tidak bisa dipisahkan dengan budaya masyarakatnya. Maka konservasi tidak bisa sendiri, kita harus bersama-sama dengan cara kita masing-masing tapi tujuannya sama. Pertemuan malam ini memang sekelas komunitas, tapi Saya yakinkan bapak ibu bahwa pertemuan ini, kegiatan malam ini, sangat berkualitas. Inilah upaya konservasi alam dan budaya dengan jalan puisi," tegas Kunni.

Agustinus Wijayanto, Program Manager ITHCP Phase III yang juga menjadi narasumber malam itu mengungkapkan rasa syukur karena program konservasi khususnya terkait harmonisasi masyarakat Rimbang Baling dengan harimau  melalui jalan literasi berjalan lancar.

"Sebetulnya kenal dengan kawan-kawan Rumah Sunting sudah cukup lama. Tapi ya, baru ini berjodoh untuk menjalankan program bersama. Tentu kami berharap ke depan kerjasama ini bisa berlanjut. Kami mengucapkan terimakasih kepada Rumah Sunting, Balai Besar KSDA dan seluruh masyarakat Tanjung Beringin yang selalu mendukung prgram-program kami," kata Agustinus yang akrab disapa Awe.

Andri Hansen Siregar Kepla Seksi Wilayah II Balai Besar KSDA yang juga menjadi narasumber malam itu menegaskan pentingnya kolaborasi untuk kerja-kerja konservasi.

"Seluas itu hutan, sebanyak itu masyarakat yang tinggal dalam kawasan hutan konservasi, maka sudah semestinya konservasi itu menjadi tanggungjawab bersama. Terimakasih kepada masyarakat dan semua pihak yang sudah berkerjasama selama ini," katanya yang hadir di ruang Zoom Meeting.

Selain tiga narasumber, tanggapan demi tanggapan tentang hadirnya buku 'Aku Malako Kociak' dan pentingnya Literasi Konservasi disampaikan Kepala Balai Bahasa Riau Toha Machsum, Datuk Pucuk Malako Kociak Tanjung Beringin Ajizman, Ketua Forum Komunikasi Antar Desa di Subayang Adamri, dan Staf urusan Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Konflik Tenurial Kawasan Konservasi.Subdit Pengendalian Pengelolaan Kawasan Konservasi ?Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi ? Ditjen KSDAE, KLHK, Septian Wiguna S.Hut.

Mereka mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan dan peluncuran buku tersebut. "Saya sendiri merasa sangat beruntung hadir di sini malam ini. Rumah Sunting bicara konservasi pada generasi Z, ini luar biasa," kata Septian.

Hadir juga malam itu berbagai komunitas baik sastra maupun pegiat alam. Ada Perempuan Peduli Adat (PPA) Lipatkain, Majelis Sastra Riau (MSR), Community Pena Terbang (Competer), Organisasi Essemble, Suwang Project, Sanggar Linayungan dari Malako Kociak Tanjung Beringin, seniman, penyair Riau dan masih banyak lainnya. Sanggar Linayungan menampilkan silat dan musik tradisi Calempong.

Hujan deras yang sempat mengguyur malam itu, membuat Bincang Literasi Konservasi yang semula direncanakan di halaman, berpindah ke teras basecamp Rumah Sunting. Tapi begitu bincang literasi hujan reda, kegiatan pun dipusatkan di halaman basecamp.

Di sinilah penandatanganan cover buku 'Aku Malako Kociak' sebagai wujud peluncuran, dilaksanakan. Dilanjutkan dengan penyerahan buku dari Founder Rumah Sunting Kunni Masrohanti kepada masyarakat Malako Kociak yang diwakili Datuk Pucuk Ajizman, dan dari Yapeka dalam hal ini oleh Agustinus Wijayanto kepada Ditjen KLHK, Septian.

Diramaikan Pembacaan Puisi, Syair dan Musik

Prosesi peluncuran buku 'Aku Malako Kociak' diramaikan dengan pembacaan puisi oleh Penyair Riau Muhammad Asqalani Eneste dan anak-anak tempatan RW 05 yang tinggal di sekitar basecamp Rumah Sunting. Mereka latihan selama dua hari dan tampil dengan membacakan puisi berjudul Tuak Bolang dan Hutan Gundul. Kedua puisi ini ada dalam buku 'Aku Malako Kociak'.

Anak-anak yang tampil mengenakan baju kurung da tengkuluk atau penutup kepala khas masyarakat Kampar Kiri Hulu, termasuk Malako Kociak Tanjung Beringin. Mereka juga tidak menggunakan alas kaki. Selain karena hujan, penampilan mereka diharapkan mendapat ruh sebagai perwakilan anak-anak Malako Kociak.

Tampil juga penampilan musik tradisi Calempong dan silat dari Sanggar Linayungan, langsung dari Malako Kociak. Pesilat tersebut yakni Harun dan Topik. Sedangkan musik tradisi calempong  dimainakn Falozen, Anto berkolaborasi dengan Taufik Yendra Pratama Direktur Suwang Project yang juga tim pendampingan Rumah Sunting di Malako Kociak sebelumnya.

Tampil juga Organic Essemble yang dipimpin Agus Violin berkolaborasi dengan Miftah Kuala dengan lagu-lagu Melayu. Sedang pembacaan syair Batimang dilantunkan oleh Siska Armiza ketika prosesi peluncuran berlangsung sehingga benar-benar khidmat.(*)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset

Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit

Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 15 Bersama Menteri Hukum RI

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas

Bekali Mahasiswa Kukerta, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Bantuan Hukum dan Posbankum

IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset

Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit

Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan

Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 15 Bersama Menteri Hukum RI

Kanwil Kemenkum Riau Dorong Produk Hukum Daerah Berkualitas

Bekali Mahasiswa Kukerta, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Bantuan Hukum dan Posbankum



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Karhutla Belum Terkendali, Tiga Titik Kebakaran di Riau Masih Jadi Fokus Penanganan
06 September 2026
Perkuat Komunitas Orado, Klub KOMPAK Pekanbaru Gelar Turnamen Antar Klub se Riau
06 September 2026
Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden
05 September 2026
IKWI Riau Dorong Perempuan Berani Tampil dan Ubah Mindset
05 September 2026
Jaga Hubungan dengan Pelanggan agar Tetap Loyal, Kunci Keberhasilan Wirausaha
04 September 2026
Wamenaker Ajak Mahasiswa Kawal Kedaulatan Ekonomi dan Program Ketenagakerjaan
04 September 2026
Menaker Targetkan Peserta TIH Jadi Pencipta Lapangan Kerja
04 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Percepat Pemenuhan Data Indikasi Geografis Nanas Sungai Apit
04 September 2026
Kemenkum Riau Perkuat Kompetensi Perancang Peraturan
04 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik “PASTI ADA SOLUSI” Episode 15 Bersama Menteri Hukum RI
04 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual
  • 2 Kemenkum Riau Ikuti Desk Evaluasi WBBM oleh Tim Penilai Nasional KemenPAN-RB
  • 3 PWI dan Bidhumas Polda Riau Sepakat Sampaikan Informasi Akurat ke Masyarakat
  • 4 Eka Saputra Terpilih Pimpin Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru
  • 5 Persatuan Matua Saiyo Pekanbaru Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW
  • 6 Workshop Jurnalistik di Yogyakarta, PWI Komitmen Bersama GAPKI Kawal Industri Sawit Nasional
  • 7 Polda Riau Tangani 37 Kasus Karhutla, 40 Tersangka Diamankan
  • 8 Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Layanan Kewarganegaraan
  • 9 Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kopi Liberika Rangsang Meranti
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved