• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI yang Lebih Inklusif dan Tepat Sasaran
Dibaca : 144 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
Dibaca : 158 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Saksikan Tayangan Virtual Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
Dibaca : 147 Kali
Siswa MAN 1 Pekanbaru Ikuti Ajang IOAA, Muliardi: Anak-Anak Kita Memiliki Potensi yang Luar Biasa
Dibaca : 159 Kali
Muliardi: Jangan Sampai Ada Kebijakan atau Anggaran yang Berjalan Sendiri-Sendiri
Dibaca : 180 Kali

  • Home
  • Opini

Tren Bahasa Gen Z Ditinjau Secara Aksiologis

Zulmiron
Senin, 23 Oktober 2023 10:12:10 WIB
Cetak
Kurnia Budiyanti MPd.

Penulis: Kurnia Budiyanti, M.Pd (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA Riau dan mahasiswa Ilmu Keguruan Bahasa Program Doktor Universitas Negeri Padang)

Penggunaan media sosial harus diakui turut memberikan dampak negatif terhadap cara berkomunikasi generasi Z, baik bahasa tutur maupun bahasa tulis.

Salah satu fenomena yang terjadi akibat perkembangan zaman saat ini yaitu menggunakan bahasa yang tidak santun (kasar) yang justru dianggap suatu tren dan gaul, terutama di media sosial.

Mereka dengan mudah dan santai mengucapkan bahasa yang tidak santun dan menggunakan kata-kata yang berisikan makian, ejekan, hasutan, kebohongan dan kebencian yang oleh UNICEF disebut aksi cyber bullying.

Baca Juga :
  • Siswa MAN 1 Pekanbaru Ikuti Ajang IOAA, Muliardi: Anak-Anak Kita Memiliki Potensi yang Luar Biasa
  • 50 Kepala TK, SD Hingga SMP Ikuti Pelatihan dan Seminar Jurnalistik PWI Meranti
  • Tuan Rumah ICoSTech 2026, UIR Perkuat Kolaborasi Riset Dan Inovasi Internasional

Sementara keterampilan berkomunikasi yang baik dalam berbahasa tidak hanya melibatkan pemahaman yang baik tentang tata bahasa, kosa kata yang tetap. Akan tetapi, juga mampu mengungkapkan ide pikiran secara baik, jelas dan efektif.

Oleh karena itu, sangatlah penting memahami filosofi pembelajaran bahasa ditinjau secara aksiologis.

Secara mendasar, bahasa adalah salah satu unsur yang membedakan manusia dengan makhluk lain ciptaan sang Khalik. Ketika dikatakan bahwa tumbuhan berkomunkasi dengan menggunakan sinyal kimia dan hewan berkomunikasi dengan sinyal berbasis suara, maka bentuk komunikasi antar manusia adalah Bahasa. Bahasa juga merupakan fitrah dan kebutuhan pokok yang dimiliki manusia.

Allah SWT menurunkan wahyu yaitu Al-Qur’an dan Sunnah berupa bahasa, yaitu bahasa Arab sebagai bahasa yang paling representatif untuk menggambarkan firman-firmanNya kepada umat manusia. Bahkan manusia pun disatukan dengan berbagai bahasa dari seluruh penjuru dunia, sehingga secara ontologis, keberadaan bahasa dan penguasaan bahasa menjadi sangat penting bagi manusia.

Faktanya, bahasa sebagai mata pelajaran di sekolah ataupun di perguruan tinggi, baik bahasa nasional, daerah maupun asing, disamping mempertimbangkan landasan ontologis yang berkaitan dengan isi materi pelajaran dan landasan epitemologis yang berkaitan dengan metode pembelajarannya, juga membahas landasan aksiologis yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran bahasa khususnya kebermanfaatannya bagi siswa.

Secara umum, ilmu tidak akan berkembang apabila tidak memiliki manfaat. Oleh karena itu landasan aksiologis justru menjadi landasan pertama yang dipertimbangkan mengapa bahasa dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran utama di sekolah dan di perguruan tinggi.

Pada dasarnya, aspek aksiologis menekankan ke arah kegunaan dan kebermanfaatan ilmu yang harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia.

Pada pembelajaran bahasa, landasan aksiologis berkaitan dengan bagaimana kegunaan atau kebermanfaatan bahasa sebagai ilmu yang diharapkan mampu menanamkan kesadaran tentang nilai dan moral yang khas yang berlaku di masyarakat.

Bahasa sebagai salah satu media komunikasi utama memiliki peranan penting dalam menunjang keberlangsungan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.

Oleh karena itu, tidak salah apabila bahasa masuk sebagai salah satu bidang studi utama yang diajarkan di sekolah. Hal ini dikarenakan penerapan bahasa sebagai pengantar dalam pendidikan pada khususnya dan ilmu pengetahuan pada umumnya, merupakan hal yang jelas sekali urgensinya.

Jujun S Suriasumantri bahkan mempertegas, tanpa bahasa maka kita tidak bisa mengomunikasikan pengetahuan kepada orang lain. Maka peranannya yang penting ini berkenaan pula dengan aksiologi pembelajarannya sebagai salah bidang ilmu yang harus dikuasai siswa.

Manfaat lain dari mempelajari bahasa yang menjadi pusat perhatian para peneliti adalah bahasa sebagai sarana mengajarkan kesantunan pada siswa.

Teori kesantunan ini dikemukan oleh Penelope Brown dan Stephen C Levinson. Akan tetapi, teori ini banyak mendapat kritik. Salah satunya, perbedaan budaya dan cara menginterpretasikan dan mengkonseptualisasikan kesopanan pada setiap bahasa.

Maka dari itu, aksiologis dalam hal ini menyangkut kegunaan atau kebermanfaatannya sebagai sarana mencapai tujuan agar siswa mampu memiliki kesantunan dalam berbahasa atau menggunakan bahasa sesuai dengan nilai dan moral yang berlaku di masyarakat.

Manusia sebagai makhluk sosial yang diciptakan Tuhan saling berinteraksi, berbagi perasaan dan bertukar pikiran, itulah yang dapat disebut sebagai bentuk perwujudan bahasa dan pikiran yang menampakkan manfaat lain dari pembelajaran bahasa.

Dengan bantuan bahasa dan pemikiran dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa tetap dapat berkomunikasi antara makhluk sosial. Bahasa dan berpikir adalah dua potensi yang mungkin pasti dimiliki manusia.

Oleh karena itu, ketika bahasa mampu mengukur kadar berpikir seseorang dan kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seseorang, maka arah dan target pembelajaran bahasa seharusnya terencana dengan sangat baik dalam rangka membangun kemampuan berbahasa peserta didik.

Merujuk pada kurikulum pendidikan berbasis aqidah Islam, setidaknya ada tiga arah pembelajaran bahasa: meningkatkan level berpikir sesuai perkembangan usia anak; melatih anak fokus dan berkonsentrasi tinggi; dan melejitkan kecerdasan anak.

Sedangkan target pembelajaran bahasa yaitu mampu menyampaikan kebenaran dengan bahasa yang berpengaruh yaitu bahasa yang baik. Maka bisa kita pahami bahwa bahasa yang berpengaruh bukan saja bahasa yang kalimatnya tersusun sempurna tetapi pilihan katanya membuat kalimat itu mudah dipahami dan gaya bahasanya mampu menggugah pikiran dan menyentuh jiwa manusia.

Ringkasnya, bahasa tidak sekedar sarana interaksi antar manusia, akan tetapi seharusnya juga mampu memberikan motivasi bagi manusia dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. Inilah yang dikenal dengan aksiologis atau penggunaan bahasa.

Maka, menjadi sangat penting agar generasi Z, para pendidik dan tentunya negara tidak hanya menjaga kelestarian bahasa, tetapi juga mendudukan kembali nilai-nilai aksiologis dalam proses pembelajaran bahasa dengan baik dan benar.(*)
 


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Tingkatkan Manajemen ASN



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI yang Lebih Inklusif dan Tepat Sasaran
01 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
01 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Saksikan Tayangan Virtual Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026
01 Oktober 2026
Siswa MAN 1 Pekanbaru Ikuti Ajang IOAA, Muliardi: Anak-Anak Kita Memiliki Potensi yang Luar Biasa
01 Oktober 2026
Muliardi: Jangan Sampai Ada Kebijakan atau Anggaran yang Berjalan Sendiri-Sendiri
01 Oktober 2026
PDC Himpun 100 Kantong Darah di Aksi Kemanusiaan Sempena HUT ke-45
30 September 2026
Universitas Abdurrab dengan Skor 3-1, Tim Unilak Juara Group
30 September 2026
RUPSLB Perpanjangan Masa Jabatan Presdir dan CEO Indosat
30 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100
30 September 2026
Kanwil Kemenkum Riau Dorong Penguatan SIKIDA
30 September 2026
TERPOPULER +
  • 1 Abu Rokhmad Sebut Penghulu dan Penyuluh Dua Sayap Pesawat Bimas Islam
  • 2 Kanwil Kemenkum Riau Gelar Rapat Pengharmonisasian Ranperbup Bengkalis tentang Standar Harga Satuan
  • 3 Suara Qurani Rizki Arya Dinata dari Meranti Tembus ke Final MTQ Nasional 2026
  • 4 Siswa Kelas VI MI Assidiqiyah Siak Lolos ke Final Cabang Tartil Al-Qur’an Putra MTQ Nasional 2026
  • 5 Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
  • 7 Lubuk Larangan Garuda Mas Manggopoh Jadi Destinasi Wisata Alam dan Edukasi
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Dampak Kebijakan Pemeriksaan Majelis Pengawas Notaris
  • 9 Kakanwil Kemenkum Riau Berikan Masukan Perubahan Permenkum Nomor 11 Tahun 2026
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved