• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
Dibaca : 79 Kali
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
Dibaca : 128 Kali
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
Dibaca : 321 Kali
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
Dibaca : 376 Kali
Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
Dibaca : 391 Kali

  • Home
  • Opini

Tren Bahasa Gen Z Ditinjau Secara Aksiologis

Zulmiron
Senin, 23 Oktober 2023 10:12:10 WIB
Cetak
Kurnia Budiyanti MPd.

Penulis: Kurnia Budiyanti, M.Pd (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA Riau dan mahasiswa Ilmu Keguruan Bahasa Program Doktor Universitas Negeri Padang)

Penggunaan media sosial harus diakui turut memberikan dampak negatif terhadap cara berkomunikasi generasi Z, baik bahasa tutur maupun bahasa tulis.

Salah satu fenomena yang terjadi akibat perkembangan zaman saat ini yaitu menggunakan bahasa yang tidak santun (kasar) yang justru dianggap suatu tren dan gaul, terutama di media sosial.

Mereka dengan mudah dan santai mengucapkan bahasa yang tidak santun dan menggunakan kata-kata yang berisikan makian, ejekan, hasutan, kebohongan dan kebencian yang oleh UNICEF disebut aksi cyber bullying.

Baca Juga :
  • UIR Buka PMB Jalur RPL, Berikut Daftar Program Studinya!
  • Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Agama
  • Renovasi Rampung, MAN 2 Pekanbaru Siap Perkuat Mutu Pendidikan

Sementara keterampilan berkomunikasi yang baik dalam berbahasa tidak hanya melibatkan pemahaman yang baik tentang tata bahasa, kosa kata yang tetap. Akan tetapi, juga mampu mengungkapkan ide pikiran secara baik, jelas dan efektif.

Oleh karena itu, sangatlah penting memahami filosofi pembelajaran bahasa ditinjau secara aksiologis.

Secara mendasar, bahasa adalah salah satu unsur yang membedakan manusia dengan makhluk lain ciptaan sang Khalik. Ketika dikatakan bahwa tumbuhan berkomunkasi dengan menggunakan sinyal kimia dan hewan berkomunikasi dengan sinyal berbasis suara, maka bentuk komunikasi antar manusia adalah Bahasa. Bahasa juga merupakan fitrah dan kebutuhan pokok yang dimiliki manusia.

Allah SWT menurunkan wahyu yaitu Al-Qur’an dan Sunnah berupa bahasa, yaitu bahasa Arab sebagai bahasa yang paling representatif untuk menggambarkan firman-firmanNya kepada umat manusia. Bahkan manusia pun disatukan dengan berbagai bahasa dari seluruh penjuru dunia, sehingga secara ontologis, keberadaan bahasa dan penguasaan bahasa menjadi sangat penting bagi manusia.

Faktanya, bahasa sebagai mata pelajaran di sekolah ataupun di perguruan tinggi, baik bahasa nasional, daerah maupun asing, disamping mempertimbangkan landasan ontologis yang berkaitan dengan isi materi pelajaran dan landasan epitemologis yang berkaitan dengan metode pembelajarannya, juga membahas landasan aksiologis yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran bahasa khususnya kebermanfaatannya bagi siswa.

Secara umum, ilmu tidak akan berkembang apabila tidak memiliki manfaat. Oleh karena itu landasan aksiologis justru menjadi landasan pertama yang dipertimbangkan mengapa bahasa dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran utama di sekolah dan di perguruan tinggi.

Pada dasarnya, aspek aksiologis menekankan ke arah kegunaan dan kebermanfaatan ilmu yang harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia.

Pada pembelajaran bahasa, landasan aksiologis berkaitan dengan bagaimana kegunaan atau kebermanfaatan bahasa sebagai ilmu yang diharapkan mampu menanamkan kesadaran tentang nilai dan moral yang khas yang berlaku di masyarakat.

Bahasa sebagai salah satu media komunikasi utama memiliki peranan penting dalam menunjang keberlangsungan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.

Oleh karena itu, tidak salah apabila bahasa masuk sebagai salah satu bidang studi utama yang diajarkan di sekolah. Hal ini dikarenakan penerapan bahasa sebagai pengantar dalam pendidikan pada khususnya dan ilmu pengetahuan pada umumnya, merupakan hal yang jelas sekali urgensinya.

Jujun S Suriasumantri bahkan mempertegas, tanpa bahasa maka kita tidak bisa mengomunikasikan pengetahuan kepada orang lain. Maka peranannya yang penting ini berkenaan pula dengan aksiologi pembelajarannya sebagai salah bidang ilmu yang harus dikuasai siswa.

Manfaat lain dari mempelajari bahasa yang menjadi pusat perhatian para peneliti adalah bahasa sebagai sarana mengajarkan kesantunan pada siswa.

Teori kesantunan ini dikemukan oleh Penelope Brown dan Stephen C Levinson. Akan tetapi, teori ini banyak mendapat kritik. Salah satunya, perbedaan budaya dan cara menginterpretasikan dan mengkonseptualisasikan kesopanan pada setiap bahasa.

Maka dari itu, aksiologis dalam hal ini menyangkut kegunaan atau kebermanfaatannya sebagai sarana mencapai tujuan agar siswa mampu memiliki kesantunan dalam berbahasa atau menggunakan bahasa sesuai dengan nilai dan moral yang berlaku di masyarakat.

Manusia sebagai makhluk sosial yang diciptakan Tuhan saling berinteraksi, berbagi perasaan dan bertukar pikiran, itulah yang dapat disebut sebagai bentuk perwujudan bahasa dan pikiran yang menampakkan manfaat lain dari pembelajaran bahasa.

Dengan bantuan bahasa dan pemikiran dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa tetap dapat berkomunikasi antara makhluk sosial. Bahasa dan berpikir adalah dua potensi yang mungkin pasti dimiliki manusia.

Oleh karena itu, ketika bahasa mampu mengukur kadar berpikir seseorang dan kecerdasan bahasa dapat menunjukkan logika berpikir seseorang, maka arah dan target pembelajaran bahasa seharusnya terencana dengan sangat baik dalam rangka membangun kemampuan berbahasa peserta didik.

Merujuk pada kurikulum pendidikan berbasis aqidah Islam, setidaknya ada tiga arah pembelajaran bahasa: meningkatkan level berpikir sesuai perkembangan usia anak; melatih anak fokus dan berkonsentrasi tinggi; dan melejitkan kecerdasan anak.

Sedangkan target pembelajaran bahasa yaitu mampu menyampaikan kebenaran dengan bahasa yang berpengaruh yaitu bahasa yang baik. Maka bisa kita pahami bahwa bahasa yang berpengaruh bukan saja bahasa yang kalimatnya tersusun sempurna tetapi pilihan katanya membuat kalimat itu mudah dipahami dan gaya bahasanya mampu menggugah pikiran dan menyentuh jiwa manusia.

Ringkasnya, bahasa tidak sekedar sarana interaksi antar manusia, akan tetapi seharusnya juga mampu memberikan motivasi bagi manusia dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. Inilah yang dikenal dengan aksiologis atau penggunaan bahasa.

Maka, menjadi sangat penting agar generasi Z, para pendidik dan tentunya negara tidak hanya menjaga kelestarian bahasa, tetapi juga mendudukan kembali nilai-nilai aksiologis dalam proses pembelajaran bahasa dengan baik dan benar.(*)
 


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut

Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)

Rekonsialisasi Elit Riau

Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers

Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers

Pemilihan Gubernur, Dari Desentralisasi ke Sentralisasi (Bagian II)

Memaknai Putusan MK, Wartawan tak Dapat Dituntut

Demokrasi Lokal Berbiaya Mahal (Bagian I)

Rekonsialisasi Elit Riau

Harapan SMSI Tahun 2026, Podcast Menjadi Institusi Pers



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
FGD di KI Banten, ForKI Riau Perkuat Peran Wartawan Dorong Transparansi
09 Februari 2026
Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Meutya Hafid: Transformasi Digital Tidak Boleh Menggerus Pilar Demokrasi
08 Februari 2026
Disupport PT Riau Petrolium Rokan, IKWI Riau Ikut Sukseskan Kongres XI IKWI dan HPN 2026 di Serang
09 Februari 2026
Dewan Pers Sosialisasi Pendataan Perusahaan Pers
07 Februari 2026
Ketum PWI: Wartawati Lebih Luwes Menembus Narasumber
07 Februari 2026
Rakernas SIWO Tetapkan Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027
07 Februari 2026
HPN 2026 Banten Dipusatkan Serang, PWI Siapkan Gerakan Banten Asri, Konvensi Media Nasional Hingga Pembagian Sembako
07 Februari 2026
Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan PWI Pusat-HPN 2026 di Banten
07 Februari 2026
HPN 2026 Beri Efek Berganda bagi Pariwisata, UMKM dan Citra Daerah
07 Februari 2026
Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan Bersama Menteri Kebudayaan
07 Februari 2026
TERPOPULER +
  • 1 PWI Tetapkan Juara AJP 2026, Karya Jurnalistik Terbaik Rekam Pengabdian Polri
  • 2 Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Bisa Diangkat PPPK
  • 3 UIR Buka PMB Jalur RPL, Berikut Daftar Program Studinya!
  • 4 Jelang Ramadhan, FKIP UIR Gelar Konser Orkestra Religi Spektakuler di Gedung Idrus Tintin
  • 5 PWI Riau Berangkatkan 110 Delegasi Hadiri HPN 2026 di Serang, Banten
  • 6 Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo CS Minta Salinan 709 Dokumen
  • 7 Audiensi Strategis dengan Plt Gubri, Kakanwil Kemenkum Riau Laporkan Penguatan 1.862 Posbankum Desa/Kelurahan
  • 8 Hari Pers Nasional sebagai Medan Uji Kesehatan Pers
  • 9 FPK Riau Minta Tempat Hiburan di Pekanbaru Patuhi Aturan dan Nilai Melayu
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved