• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Perubahan Perjanjian Kinerja
Dibaca : 164 Kali
Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas
Dibaca : 202 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis
Dibaca : 190 Kali
Perkuat Kepatuhan Royalti, Kanwil Kemenkum Riau Petakan Potensi Pelanggaran KI di Inhu
Dibaca : 194 Kali
Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Ranperbup Rohil tentang Tata Kelola RSUD
Dibaca : 188 Kali

  • Home
  • Opini

Tangguhkan Penahanan Dua Terdakwa

Korban Pencemaran Lingkungan PT SIPP Sayangkan Pusan Majelis Hakim PN Bengkalis

Redaksi
Rabu, 12 April 2023 09:48:12 WIB
Cetak
KABULKAN PERMOHONAN TERDAKWA: Majelis Hakim PN Bengkalis mengabulkan permohonan penangguhan penahanan kedua terdakwa yang digelar dalam sidang di PN Bengkalis, Selasa (11/4/2023) sore.

BENGKALIS, Hariantimes.com – Korban pencemaran lingkungan oleh pihak PKS PT SIPP menyayangkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis yang mengabulkan permohonan kedua terdakwa Erik Kurniawan (Drektur) dan Agus Nugroho (GM) sebagai tahanan luar.

Sebagaimana putusan Majelis Hakim dalam sidang lanjutan kasus pencemaran lingkungan PKS PT SIPP yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Bayu Soho Rahardjo SH dan anggota manjelis Ulwan Maluf SH serta Ignas Ridlo Anarkhi yang berlangsung, Selasa (11/4/2023) sore.

Sedangkan dengan agenda pemeriksaan dua saksi yang dihadirkan oleh JPU, namun kedua saksi tidak hadir dalam persidangan, sehingga sidang dilanjutkan dengan pembacaan putusan majelis hakim dari permohonan kedua terdakwa yakni permohonan penangguhan penahanan atau tahanan luar.

Namun korban pencemaran lingkungan PKS PT SIPP yang juga saksi dalam persidangan itu, Roslin Sianturi menilai putusan hakim mengabukan permintaan kedua terdakwa sangat mengejutkan.

Ia menilai majelis dalam mengambil keputusan diluar nalar dengan alasan banyaknya hari libur nasional dan juga panjangnya proses persidangan.

"Ini mengejutan kami, kalau salah satu alasannya mau Hari Raya Idul Fitri, sehingga Majelis Hakim mengabulkan permohonan kedua terdakwa dErick Kurniawan dan Agus Nugroho untuk dilakukan penangguhan penahanan. Ini ada apa dengan pihak PN Bengkalis?" tanya Roslin.

Pihak PN Bengkalis dinilai tidak memikirkan  nasib para korban yang terdampak dari limbah PKS PT SIPP yang mengakibatkan mata pencarian sehari-harinya menjadi mati dan tertanggu. Karena yang terdampak limbah merupakan area perkebunannya untuk mencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Roslin Sianturi sebagai korban dari Limbah PKS PT SIPP mengaku, tidak terima dengan keputusan dari Majelis Hakim PN Bengkalis dengan dikabulkannya penangguhan penahanan kedua terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran lingkungan ini.

“Hukum di Indonesia ini memang seperti itu, sudah dengan jelas kedua terdakwa melakukan kejahatan dengan mematikan mata pencarian kami sehari-hari, tapi tetap saja tidak ada dipandang oleh Majelis Hakim yang memimpin persidangan,” terangnya.

Ditambahkannya, sebagai korban sangat terkejut mendengar informasi hasil persidangan yang digelar Selasa (12/4/2023) sore dan pihaknya akan membicarakan kembali bersama kuasa hukum untuk mengambil langkah-langkah apa.

Di sisi lain kuasa hukum korban terdampak pencemaran lingkungan akibat limbah dari PKS PT SIPP, Marnalom Hutahaean SH MH juga menyebutkan, tentu pihaknya tidak terima dengan keputusan Majelis Hakim PN Bengkalis tersebut, dengan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan kedua terdakwa yaitu Erick Kurniawan dan Agus Nugroho.

“Dasar hukumnya apa Majelis Hakim memberikan penangguhan penahanan terhadap kedua terdakwa, karena kecuali sudah ada kata sepakat untuk mengganti rugi atas lahan klien kami yang sudah tercemari oleh limbah PKS PT SIPP,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai kuasa hukum korban tentu akan membicarakan hal ini kepada kliennya, karena keputusan dari Majelis Hakim yang memberikan penangguhan penahanan terhadap kedua tersangka sudah diluar nalar.

“Nanti akan kita hubungi kembali langkah apa yang diambil setelah mendengar informasi pada persidangan, tentu kami sebagai Kuasa Hukum tidak terima atas keputusan Majelis Hakim karena dinilai tidak masuk akal atau diluar nalar masalahnya pihak kedua terdakwa belum ada itikad baiknya untuk menyelesaikan ganti rugi atas lahan klien kami yang sudah tercemari oleh limbah PKS PT SIPP,” ujarnya.

Sementara itu, Humas PN Bengkalis yang juga anggota Majelis Hakim dalam persidangan dugaan pencemaran lingkungan Pks PT SIPP, Ulwan Maluf mengatakan, penangguhan tersebut sesuai pasal 31 ayat (1) KUHAP dan terdapat penjaminan dari orang tua terdakwa Erick dan istri dari terdakwa Agus.

“Ini baru penangguhan jadi belum bicara tentang fakta hukum dan unsur kesalahan apalagi hukuman. Hanya berdasarkan permohonan dan fakta yang ada dipembuktian yang sudah berjalan. Soal ganti rugi kepada korban,bbukan ranah pemeriksaan perkara ini karena yang kita cari apakah terdakwa terbukti bersalah atau tidak," ujarnya.

Setelah itu kata Ulwan, baru dibicarakan tuntutan ganti rugi. Itu pun kalau dalam perkara ini ganti ruginya dalam bentuk kewajiban mengembalikan kondisi lingkungan hidup sesuai undang-undang.  Sedangkan kalau mau menuntut ganti rugi pribadi harus diajukan gugatan secara perdata dengan salah satu dasar adalah dinyatakan bersalah tidaknya si terdakwa.

Sedangkan putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Bayu Soho Raharjo dalam persidangan menyebutkan, mengabulkan permohonan kedua terdakwa untuk ditangguhkan penahannya, karena sesuai fakta persidang yang sedang berjalan terdakwa bersikap baik dan ada itikad akan melakukan ganti rugi.

"Ini juga ada jaminan dari keluarga terdakwa. Adanya upaya perundingan dengan korban pencemaran dan terdakwa bersedia akan menghadiri seluruh proses persidangan," ujarnya.(*)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Perubahan Perjanjian Kinerja
28 Oktober 2026
Segera Digelar, PRB 2027 Prodi Biologi FKIP Unri Siapkan 11 Cabang Lomba Sains dan Kreativitas
28 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis
28 Oktober 2026
Perkuat Kepatuhan Royalti, Kanwil Kemenkum Riau Petakan Potensi Pelanggaran KI di Inhu
28 Oktober 2026
Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Ranperbup Rohil tentang Tata Kelola RSUD
28 Oktober 2026
Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
28 Oktober 2026
Perkuat Tata Kelola Kearsipan, Imigrasi Pekanbaru Musnahkan 145.731 Berkas Arsip Keimigrasian
27 Oktober 2026
Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan, PWI Solok Orientasi ke PWI Riau
27 Oktober 2026
Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
26 Oktober 2026
Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
26 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 2 BDS 2026, KPP Pratama Rengat Perkuat Ekosistem UMKM
  • 3 KPP Pratama Rengat Gelar Forum Konsultasi Publik
  • 4 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Standar Layanan Bantuan Hukum
  • 5 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Landasan Hukum Pengelolaan Barang Milik Daerah Kuansing
  • 6 Kanwil Kemenkum Riau Koordinasikan Penyelesaian Sengketa dan Pemetaan Rawan Pelanggaran dengan Polda Riau
  • 7 Lewat Podcast Bertuah, Kanwil Kemenkum Riau Kenalkan Layanan BHP Medan ke Masyarakat
  • 8 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Rancangan Regulasi Kuansing
  • 9 Edison Manik Tekankan Kesinambungan Program dan Sinergi
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved