• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
Dibaca : 195 Kali
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
Dibaca : 195 Kali
Kawal Lima Ranperda Dumai, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Kepastian Hukum Daerah
Dibaca : 196 Kali
Perkuat Pengawasan Notaris, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Evaluasi Kebijakan
Dibaca : 188 Kali
Kakanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi DPD PAPPRI Riau
Dibaca : 193 Kali

  • Home
  • Opini

Isra’ Mi’raj Dan Tantangan Sains

Redaksi
Sabtu, 25 Februari 2023 20:27:25 WIB
Cetak

Oleh : Sabbih S.Ud (Penyuluh Agama Islam Langgam, Pelalawan)
 

Telah menjadi mukjizat besar bagi Nabi Muhammad SAW bahwa Isra’ Mi’raj hanyalah terjadi bagi beliau tidak pada nabi lainnya, kisah ini juga diabadikan dalam Al Quran pada surat Al-Isra dan surat al-Najm.


Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa.
Sedangkan Mi’raj perjalan Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa sampai menembus langit ke tujuh bahkan melewati Sidrotulmuntaha.

Sidratulmuntaha ini lambang batas yang tidak seorang manusia atau makhluk lain bisa mengetahui lebih jauh.  Isra' Mi’raj menurut sains seperti dikemukakan oleh Tomas adalah perjalanan keluar dimensi ruang-waktu. Dengan demikian, Isra' Mi’raj bukan perjalanan biasa, bukan perjalanan dengan wahana antariksa, serta bukan perjalan antariksa.

Malaikat Jibril, Buraq, dan  jin, itu juga termasuk makhluk di luar dimensi ruang waktu. Karena itu mudah saja bagi malaikat mengajak nabi untuk melakukan perjalanan di luar ruang-waktu. Ini hal yang sama ketika iblis turun ke bumi dan bisa berada di mana pun dan tidak mati.

Bila mengikuti kecepatan cahaya 300.000 km / detik maka dapat dikalkulasikan sebagai berikut 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365,25 hari/tahun = 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012) km. Maka tahun cahaya didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun ketika melewati ruang hampa udara atau setara dengan 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012 ) km.

Bulan = 1,3 detik cahaya, Matahari= 8,3 menit cahaya, Mars = 3.1 menit cahaya, Jupiter = 33 menit cahaya, Pluto = 5,3 jam cahaya, Proxima Cetauri= 4.3 tahun cahaya Sirius = 8,58 tahun cahaya, Galaksi Andromeda = 2.300.000 tahun cahaya atau 2,3 juta tahun cahaya.

Makanya perjalan Isra' Mi’raj sudah diluar kalkulasi sains sebab kalau kalkulasi sains, nabi hanya Israk mikraj sekitar delapan jam mulai dari isya sampai menjelang subuh dipotong lagi perjalanan pulang pergi maka hanya sekitar 4 jam diperjalanan.

Sementara Nabi melewati tuju lapis langit dimana ketebalan jarak langit pertama dan kedua saja sudah 500 tahun perjalanan cahaya. Peristiwa isra’mi’raj menantang manusia adakah tekhnologi yang mampu menembus seperti itu? Jawabnya tidak ada, sebab kalau ada batallah kemu’jizatan nabi.

Namun setidaknya teori Isra’ Mi'’raj mengajak manusia untuk menciptakan kenderaan udara yang lebih cepat yang sampai saat ini baru ditemukan pesawat tercepat dunia  North American X-15 - 7.274,2 Km/jam. Hai jama´ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (QS. Ar-Rahman : 33).

Dalam ayat ini Allah jelas memberi tantangan kepada jin dan manusia dipersilahkan menembus penjuru langit namun tidak bisa mereka tembus kecuali dengan Sulthan . Sulthan dalam ayat ini dimaknai ulama tafsir dengan kekuatan dari Allah , maka ayat ini sebenarnya sudah mematahkan kesanggupan manusia tidak mungkin bisa menembusnya kecuali dapat Sulthan darinya.

Menurut analisa, dalam teori isra’ mi’raj ada beberapa masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh sains dan ilmu pengetahuan. Pertama, berjalan malam,ada apa sebenarnya rahasia berjalan malam sehingga nabi suruh bermusafir pada waktu malam sebab bumi dilipat dimalam hari. Sesungguhnya Allah melipat bumi untukku lalu aku melihat timur dan baratnya ( Ibnu Majah.)

Kedua , kenderaan Buraq, inipun tidak bisa dipecahkan oleh sains betapa cepatnya kenderaan ini yang digambarkan punya sayap ,dan dikirim Allah dari sorga.


Ketiga , Allah jumpakan nabi-nabi saat beliau dimasjidil Aqsha.Keempat, Allah perlihatkan alam ghaib mulai dari berangkat. Kelima, Sidrotul Muntaha,pohon disamping sorga yang dilewati oleh nabi 
Keenam pembedahan dada nabi sebelum berangkat membedah tanpa ada bekas luka dan mengeluarkan segumpal darah kotor bagian setan.

Hal-hal semacam ini tidak bisa dipecahkan oleh akal dan ilmu pengetahuan namun wajib di imani. Inilah yang disebut mu’jizat yang menyalahi dari adat kebiasaan untuk menguatkan kenabian itu sendiri.
Karena peristiwa ini diluar pengetahuan dan nalar manusia maka diawali-lah ayat isro’ dengan ucapan subhna  yang artinya maha suci Allah dengan sega keajaiban yang diciptakan nya , makanya kalau kita takjub kepada sesuatu kita ucapkan subhanallah.

Dan banyak sekali ayat kauniah yang diawali kata subhana yang memberi isyarat kepada manusia untuk menelitinya sehingga muncul kesadaran akan ke mahakuasa-an dan ke ajaiban Allah.(***)


[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang

Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Inhil

Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Pemko dan DPRD Dumai

Kabut Asap Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan Berulang

Waspada Killing Ground Terhadap Presiden Prabowo sebagai Sang Presiden

SF Hariyanto Jadi Gubernur Pertama di Indonesia Raih IPU

Ketika Pemerintah Menjadi Milik Pemenang



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Paguyuban yang Tergabung di FPK Riau Sukseskan Arak-Arakkan LAM Riau
02 November 2026
Dorong Hilirisasi Paten, Kanwil Kemenkum Riau Gelar Webinar Road to FBPI 2026
02 November 2026
Kawal Lima Ranperda Dumai, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Kepastian Hukum Daerah
02 November 2026
Perkuat Pengawasan Notaris, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Evaluasi Kebijakan
02 November 2026
Kakanwil Kemenkum Riau Terima Audiensi DPD PAPPRI Riau
02 November 2026
Menuju HPN 2027, PWI Half Marathon 2026 Siap Menggebrak Bandar Lampung
02 November 2026
Tujuh Dosen Unilak Raih Jabatan Lektor Kepala 2026
02 November 2026
Buka Musda V MUI Siak, Syamsurizal: Semoga Lahir Gagasan-Gagasan Besar
31 Oktober 2026
139 ASN Kemenag Riau Ikuti Asesmen Pro ASN
31 Oktober 2026
Lima Madrasah Kota Pekanbaru Promosikan Produk dan Budaya Riau di IES 2026
31 Oktober 2026
TERPOPULER +
  • 1 Prodi Doktor Sains Manajemen UIR Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
  • 2 Karhutla Riau Berulang, Okto: Kemunduran Kebijakan Perlindungan Gambut dan Pengabaian Korban
  • 3 Karhutla Meluas, Jikalahari Soroti Lemahnya Perlindungan Gambut di Riau
  • 4 Perkuat Ketahanan Pangan, IKA Faterna Unand Riau-Kepri Gagas Ranch Peternakan dengan Konsep Mix Farming di Riau dan Kepri
  • 5 Kemah Kerukunan dan Ekoteologi di Siak, Muliardi: Ikhtiar Bersama Untuk Merawat Kehidupan Beragama
  • 6 Gerakan Ekoteologi, Kemenag Siak Tanam 1.347 Bibit Pohon di 449 Titik
  • 7 Defile Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Siak Hijau 2026 Diikuti 1.460 Peserta
  • 8 Libatkan 1.711 Peserta, Kemah Kerukunan dan Ekoteologi Gaungkan Toleransi dan Siak Hijau
  • 9 Persiapkan Masa Depan, Santri dan Santriwati Diajak Terus Belajar Mengembangkan Potensi Diri
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved