• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Riau
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Sportivitas
  • Sosialita
  • Wisata
  • More
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Advertorial
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • Indeks
PILIHAN +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
Dibaca : 168 Kali
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
Dibaca : 425 Kali
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
Dibaca : 655 Kali
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
Dibaca : 657 Kali
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
Dibaca : 568 Kali

  • Home
  • Pekanbaru

Wawako Ayat Minta Disdik Pastikan Sekolah Ketat Terapkan Prokes Covid-19

Zulmiron
Selasa, 17 November 2020 15:27:42 WIB
Cetak
Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi.

Pekanbaru, Hariantimes.com - Memasuki hari kedua proses belajar tatap muka secara terbatas, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi meminta Dinas (Disdik Kota Pekanbaru memastikan penyelenggaraan sekolah tatap muka berjalan ketat dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan (prokes) Covid-19.

"Kepada pihak Dinas Pendidikan, saya minta tekankan pihak sekolah agar betul-betul ketat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," ujar Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, kepada media, Selasa (17/11/2020).

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Pekanbaru mengeluarkan kebijakan pembelajaran di sekolah di daerahnya. Di hari pertama sekolah tatap muka kemarin, ada 22 sekolah menengah pertama negeri (SMPN) yang melaksanakannya.

Ayat berharap jangan sampai ada muncul klaster penyebaran Covid-19 baru dari lingkungan sekolah. 

"Sekali lagi, pihak Disdik Kota Pekanbaru mesti tegas supaya sekolah menjalankan prokes Covid-19 benar-benar.’’

Menurutnya, proses belajar tatap muka yang diterapkan saat ini masih terbatas. 

’Tidak seluruh sekolah menerapkan pembelajaran di sekolah. Tahap awal, belajar secara terbatas ini hanya peserta didik tingkat SMPN,’’ terang Ayat seraya menjekaskan, satu pertimbangan Pemko Pekanbaru memutuskan proses belajar tatap muka dikarenakan permintaan orang tua peserta didik. Orang tua mengeluhkan anak mereka sudah terlalu lama belajar di rumah secara daring (dalam jaringan).

"Pertimbangan selanjutnya, orang tua murid yang berada di kawasan pinggiran juga mengeluhkan akses jaringan yang tidak bagus saat berlajar secara daring," beber Ayat.

Namun faktor utama diberlakukannya belajar secara tatap muka, ungkap Wawako, lantaran eskalasi kasus konfirmasi positif Covid-19 beberapa hari terakhir cenderung menurun. ‘’karena itu lah, Walikota Pekanbaru memberikan izin sekolah belajar tatap muka secara terbatas,’’ ujar Ayat.

Ayat menilai, hal ini merupakan pertimbangan Pemko Pekanbaru terhadap keluhan dari orang tua peserta didik. Mereka mengeluhkan anak mereka sudah terlalu lama belajar di rumah secara daring (dalam jaringan).

Mereka yang berada di kawasan pinggiran juga mengeluhkan akses jaringan yang tidak bagus. 

Ayat tak menampik tidak seluruh wilayah di Kota Pekanbaru yang mendapat akses jaringan internet. Hal itu tentunya menganggu proses belajar mengajar secara daring yang dilakukan.

Namun, faktor utama sekolah tatap muka dimulai kata Ayat, adalah eskalasi kasus konfirmasi positif covid-19 yang cenderung menurun. Maka Wali Kota Pekanbaru memberikan izin sekolah tatap muka terbatas.

"Dimana Pekanbaru menuju zona kuning. Pembelajaran daring ini banyak sekali orang tua yang mengeluhkannya. Jaringan mereka susah bagi yang di pinggiran, mereka juga mengeluhkan kuota internet. Karena anak-anak mereka sudah terlalu lama di rumah," papar Ayat.

Ayat menyebut, dalam sekolah tatap muka ini juga diawasi oleh Satgas covid-19 yang berada di setiap sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka. Mereka juga membantunya penerapan protokol kesehatan di sekolah.

"Tetap sangat ketat kita menerapkan protokol kesehatan. Kita sama-sama berdoa ini berjalan dengan baik, dan tidak ada muncul klaster," harap Ayat.

Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota  Pekanbaru mengatakan proses sekolah tatap muka terbatas di masa pandemi COVID-19, pada hari pertama berlangsung  lancar dan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) protokoler kesehatan.

"Sekolah tatap muka  secara terbatas hari pertama hanya diikuti beberapa peserta didik dari SMP Negeri di Pekanbaru," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Selasa (17/11/2020).

Ismardi mengatakan, proses sekolah tatap muka bagi peserta didik SMP di hari pertama ini berjalan lancar. Hal ini terpantau saat melakukan peninjauan ke beberapa sekolah, Senin (16/11/2020).

"Sejauh ini belajar tatap muka belum ada kendala, masih sesuai SOP protokoler kesehatan," katanya.

Pada hari pertama proses sekolah, katanya, tatap muka yang berlangsung pada, Senin (16/11/2020) ini ada 22 SMP Negeri yang menerapkannya. Jumlah itu hanya separuh dari total 45 SMP Negeri yang ada di Kota Pekanbaru. 

SMP Negeri yang telah memulai proses sekolah tatap muka ini sudah menjalani survei dari Disdik Kota Pekanbaru. Sekolah di survei terkait kelayakan dan sudah memenuhi SOP terkait penerapan protokol kesehatan. 

"Ada dua tim yang turun memeriksa SOP ya, semuanya sudah memenuhi  untuk  menjalankan sekolah tatap muka," ungkapnya.

Namun demikian, sekolah dihimbau tetap mematuhi SOP itu ke depan selama sekolah tatap muka berlangsung, jika ada yang melanggar Disdik akan mengawasi  dan memberikan teguran.

"Kami imbau semua guru, murid disiplin  menerapkan 4M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," katanya.(adv)


 Editor : Zulmiron

[Ikuti HarianTimes.com Melalui Sosial Media]


HarianTimes.com

Berita Lainnya

  • +

Atasi Banjir di Panam, 10 Danau di Unri Diproyeksi Jadi Embung dan Kolam Resapan Air

Realisasi PAD Pajak Pekanbaru Capai Rp1,170 Triliun, Agung: Naiknya Rp300 Miliar Lebih

Lantik 5.137 PPPK Paruh Waktu, Wako Pekanbaru: Jangan Terlalu Euforia.

Mulai 1 Januari, Parkir di Alfamart-Indomaret Gratis

Jadi Magnet Tujuan Liburan, Pemko Pekanbaru Posisikan UMKM sebagai

Pemko Pekanbaru dan Pramuka Kirim Logistik untuk Korban Bencana di 3 Provinsi

Atasi Banjir di Panam, 10 Danau di Unri Diproyeksi Jadi Embung dan Kolam Resapan Air

Realisasi PAD Pajak Pekanbaru Capai Rp1,170 Triliun, Agung: Naiknya Rp300 Miliar Lebih

Lantik 5.137 PPPK Paruh Waktu, Wako Pekanbaru: Jangan Terlalu Euforia.

Mulai 1 Januari, Parkir di Alfamart-Indomaret Gratis

Jadi Magnet Tujuan Liburan, Pemko Pekanbaru Posisikan UMKM sebagai

Pemko Pekanbaru dan Pramuka Kirim Logistik untuk Korban Bencana di 3 Provinsi



Tulis Komentar



HarianTimes TV +

Pipa Minyak Blok Rokan di Km 16 Balam, Rohil Bocor, Minyak Mentah Membasahi Hampir Sebagian Badan Jalan

24 Juli 2024
Harlindup, Aktivis Lingkungan Kunni Marohanti Turun ke Jalan Kampanyekan Keadilan Ekologis
05 Juni 2023
Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right
08 Maret 2023
TERKINI +
Dedikasi Pekerja PHR yang Setia Menjaga Energi di Hari Kemenangan
24 Maret 2026
Film Pelangi di Mars Tayang di Studio 3 Bioskop Cinema XXI SKA, Pekanbaru
23 Maret 2026
Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
20 Maret 2026
Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
20 Maret 2026
Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
20 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
19 Maret 2026
Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
19 Maret 2026
Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
17 Maret 2026
Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
17 Maret 2026
Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
16 Maret 2026
TERPOPULER +
  • 1 Tidak Ada Open House, Bupati dan Wabup Siak Tetap Buka Rumah Rakyat
  • 2 Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Memperkuat Empati dan Kepedulian Sosial
  • 3 Luncurkan Program “Ekspedisi Masjid Indonesia” 2026, Kemenag Sediakan Ribuan Masjid Ramah Pemudik
  • 4 Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah 21 Maret 2026
  • 5 Penentuan Idul Fitri Tunggu Sidang Isbat, Kemenag Riau Ajak Masyarakat Jaga Toleransi
  • 6 Definisi Fakir dan Miskin Masih Rancu, Syahrul Aidi Usulkan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 Perlu Direinterpretasi
  • 7 Lewat Pasar Murah Ramadhan, PHR Alirkan Energi Kebahagiaan di Zona Rokan
  • 8 Cegah Gratifikasi di Lingkungan Birokrasi, KPK Ingatkan Pejabat Jaga Integritas.
  • 9 Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG, Rozi: Bisa Lapor Lewat WhatsApp
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
HarianTimes.com ©2018 | All Right Reserved